cover
Contact Name
Kursih Sulastriningsih S
Contact Email
stikesbhaktipertiwiindonesia37@gmail.com
Phone
+6281382388476
Journal Mail Official
jik.stikesbpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jagakarsa No.37 14, RT.14/RW.1, Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12620
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI
ISSN : 25494031     EISSN : 29629721     DOI : https://doi.org/10.58813/stikesbpi
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhakti Pertiwi Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI merupakan jurnal peer review dan open access. Jurnal ini memfasilitasi penulis untuk menerbitkan artikel ilmiah di bidang kesehatan termasuk keperawatan, kebidanan dan kesehatan masyarakat dan menyediakan akses terbuka bagi masyarakat untuk membaca abstrak dan makalah lengkap
Articles 55 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Atonia Uteri Pada Ibu Bersalin Kala Iv Di Rsud Cibinong Bogor Ella Nurlelawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.31

Abstract

Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Sebagian besar kematian tersebut terjadi dalam waktu 4 jam setelah melahirkan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Cibinong Bogor Tahun 2014didapatkan jumlah persalinan normal 712, dan jumlah perdarahan 301 kasus. Sedangkan pada tahun 2015, didapatkan jumlah persalinan sebesar 945 persalinan normal dan jumlah perdarahan 425 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubunganDengan Kejadian Atonia Uteri Pada Ibu Bersalin di RSUD Cibinong Bogor Tahun 2016.Penelitian dengan menggunakan metode Deskriftif Analitik desainyangdigunakan Cross Sectional, dengan mengambil data dari rekam mediksebanyak 95 sampel ibu bersalin dengan diagnosa pendarahan. Alat pengumpulan data berupa check list dan melihat status pasien direkam medik satu persatu sesuai jumlah sampel dan status yang ada. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square menggunakan manual dan SPSS 23. Hasil penelitian analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel, berdasarkan partus lama distribusi paling tinggi terdapat pada (>8 jam) sebanyak 57 (58,2%) responden, dan berdasrkan riwayat atonia uteri distribusi terbanyak terdapat pada ibu dengan riwayat atonia uteri 51 (53,7%) dan analisis bivariat dari 3 variabel didapatkan 2 variabel dengan nilai P Value < alpha 0,05 yang artinya 2 variabel tersebut mempunyai hubungan yang segnifikan, sedangkan 1 variabel tidak mempunyai hubungan yang segnifikan. Saran bagi RSUD Cibinong Bogor agar lebih meningkatkan pelayanan ANC sesuai standar agar faktor resiko untuk terjadinya atonia uteri dapat ditekan sehingga diharapkan pasien yang bersalin bisa terhindar dari atonia uteri. Kata Kunci : Persalinan, Perdarahan, Atonia Uteri, dan partus lama.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Serat Buah Dan Sayur Pada Remaja Sma Uswatun Hasanah Jakarta-Timur 2018 anggarani prihantiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.32

Abstract

Saat ini telah terjadi pergeseran utama dalam penyebab kematian dan kesakitan di Indonesia. Penyakit infeksi yang selalu menjadi penyebab utama kejadian kesakitan dan kematian mulai bergeser dan diganti oleh penyakit degeneratif seperti penyaakit jantung, hipertensi, kencing manis, hiperkolesterol, peningkatan asam urat dan kanker serta penyakit degeneratif lain. Di Indonesia laporan kasus kanker kolon juga sudah mulai banyak, misalnya di ruang endoskopi RSCM adalah sebanyak 224 kasus kanker usus besar selama periode 1996 - 2001. Jumlah kasus terbanyak, yaitu 50 pasien terdapat pada tahun 2001 dengan rata-rata umur 53.8 tahun (Waspodo, 2001). Tujuan Penelitian ini adalah Diketahuinya informasi mengenai fakor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi serat pada remaj di SMA Uswatun Hasanah di Jakarta Timur tahun 2018. Penelitian ini merupkan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study untuk mengetahi hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi serat pada remaja di SMU Uswatun Hasanah Jakarta Timur pada bulan april 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1dan 2 SMU Uswatun Hasanah Jakarta Timur. Jumlah kelas 1 adalah (88) orang dan jumlah siswa kelas 2 adalah (110) orang, sehingga jumlah poplasi pada penelitian ini adalah (198) orang. penelitian konsumsi serat yang berdasarkan pada jenis kelamin yaitu jenis kelamin laki—laki 35 (53%), jenis kelamin perempuan 31 (47%). Dari hasil penelitian tersebut, ternyata remaja laki—laki lebih banyak dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan. Hasil ini menunjukan tidak adanya hubungan yang berarti antara jenis kelamin dengan konsumsi serat. Umur responden dalam penelitian ini menunjukan bahwa umur < 16 tahun (28,8%), sedangkan umur > 16 tahun (71,2%). Umur remaja > 16 tahun lebih besar di bandingkan dengan umur remaja < 16 tahun. Dari hasil penelitian ini tidak di temukannya hubungan yang bermakna antara umur remaja dengan konsumsi serat. Pengetahuan gizi remaja dalam penelitian ini menunjukan tingkat kerendahan pengetahuan remaja lebih besar 52 (78,8%) dibandingkan dengan tingkat pengetahuan remaja yang tinggi lebih rendah 14 (21,2%). Hasil penelitian konsumsi serat berdasarkan tingkat pengetahuan remaja tidah di temukannya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dengan konsumsi serat pada remaja. pada penelitian ini pendidikan ibu yang cukup tinggi tidak berhubungan dengan konsumsi serat, walaupun persentase menunjukan 83,8% di bandingkan dengan pendidikan ibu rendah persentase menunjukan 16,7%, mungkin karena sampelnya yang berbeda dan anak dapat memilih makannya sendiri di luar lingkungan rumah mereka. Persentase remaja dengan tingkat konsumsi buah kadang—kadang 32 (48,5%), sedangkan yang sering sebesar 34 (51,5%). Hasil penelitian ini menunjukan tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi buah dengan konsumsi serat. Kata kunci : Konsumsi Serat, Buah, Sayur
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Terhadap Keberhasilan Menyusui Di Rumah Sakit Aulia Jakarta Tahun 2017 niky wahyuning gusti
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.33

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan terbaik bagi bayi karena mengandung komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi selama 6 bulan pertama. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif antara lain inisiasi menyusu dini dan teknik menyusui. Tujuan peneltian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu terhadap keberhasilan menyusui di Rumah Sakit Aulia Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2017. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 responden yang didapat menggunakan teknik simple random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan keluarga, kondisi payudara ibu dan teknik menyusui dengan keberhasilan menyusui, serta tidak adanya hubungan antara inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan menyusui. Saran bagi Rumah Sakit untuk dapat membuat program yang lebih bersifat promotif dan preventif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan menyusui, bagi masyarakat agar dapat berperan aktif dalam meningkatkan cakupan ASI eksklusif dengan memberdayakan kelompok pendukung ibu yang sudah terbentuk sebagai wadah pemantauan ibu-ibu menyusui. Kata kunci : keberhasilan menyusui
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Balita Ke Posyandu Di Kelurahan Beji Kota Depok 2018 Mulisin Nalahudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.34

Abstract

Partisipasi masyarakat adalah suatu bentuk keterlibatan secara aktif dari masyarakat dalam segala bidang kehidupan. Dalam bidang kesehatan, salah satu partisipasi masyarakat adalah memantau pertumbuhan berat badan balita yang ditimbang di Posyandu, dengan tolak ukur melihat jumlah balita jumlah balita yang ditimbang dibandingan jumlah balita seluruhnya (D/S). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi Ibu Balita ke Posyandu di Kelurahan Beji, Kota Depok 2018 dengan menggunakan desain penelitian studi cross sectional, Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden . Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan uji statistik chi-square. Pengolahan data dengan menggunakan software SPSS 11. Berdasarkan hasil penelitian di wilayah Kelurahan Beji, Kota Depok didapatkan angka partisipasi ibu yang aktif berkunjung ke Posyandu sebesar 36 responden atau 60 % dan partisipasi ibu balita yang tidak aktif berkunjung ke posyandu sebesar 24 responden atau 40 %. Angka partisipasi kunjungan Ibu balita ke Posyandu masih jauh dari standar nasional yang ditetapkan yaitu 80 %. Hasil uji statistik dari 5 variabel terdapat 3 hubungan yang bermakna yaitu umur ibu (P value = 0,0001), Pendidikan ( P value = 0,009) dan Pengetahuan Ibu tentang Posyandu (P value=0,029). Sedangkan variabel status bekerja ibu dan perilaku kader tidak memilki hubungan bermakna dengan partisipasi ibu balita ke Posyandu. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah untuk para ibu balita supaya menggunakan semaksimal mungkin sarana yang tersedia di Posyandu untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan balitanya. Kata Kunci : Partisipasi Ibu Balita ke Posyandu
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Rs X Jakarta Timur Tahun 2019 widi sagita
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 4 NO. 2, AGUSTUS T
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v4i2.35

Abstract

Plasenta previa merupakan suatu keadaan dimana plasenta letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi seluruh atau sebagian jalan lahir untuk bayi ( ostium uteri internum ). Plasenta previa artinya plasenta berada lebih depan dari pada janin yang hendak keluar. Angka kejadiannya sekitar 3-6 dari 1000 kehamilan (Sukarni. 2014). Tujuan Mengetahui Faktor- faktor yang berhubungan dengan Kejadian Plasenta Previa pada ibu hamil trimester III di RS X Jakarta Timur tahun 2019. Metode penelitian analitik dengan design cross sectional dan uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Sampel yaitu 100 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian ini menunjukan nilai p dari ibu hamil Trimester III yang mengalami plasenta previa berdasarkan paritas adalah α < 0,05 (p = 0,020), nilai p dari usia adalah α < 0,05 (p = 0,020), nilaip dari riwayat plasenta previa sebelumnya adalah α < 0,05 (p=0,016) dan nilaip dari riwayat pembedahan uterus (SC) adalah α < 0,05 (p=0,427). Kesimpulan Terdapat hubungan antara paritas, usia dan riwayat plasenta previa sebelumnya. dengan kejadian plasenta previa. Tidak terdapat hubungan riwayat pembedahan uterus (SC) dengan kejadian plasenta previa. Kata Kunci : Ibu Hamil, Plasenta Previa
Gambaran Asupan Makan Pada Pasien Hiv/Aids Di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur Jakarta Timur Tahun 2018 Mulisin Nalahudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.36

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan secara sistematik, akurat, dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud untuk mencari penjelasan, meguji hipotesis, membuat prediksi ataupun mencari implikasi. Pengambilan variabel dilakukan dengan cara cross sectional yaitu semua variabel diambil dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian asupan makan pasien HIV/AIDS yang menjadi responden, hanya 10% yang termasuk kategori normal, 60% kategori kurang dan 30% kategori lebih. Seluruh responden berjenis kelamin pria dan berusia produktif yang termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 60%. Responden dengan pendidikan tinggi termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 66.7%, responden yang tidak bekerja termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 66.7%, seluruh responden berpenghasilan di bawah UMR termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 60%, responden yang berpengetahuan kurang baik termasuk dalam kategori kurang sebanyak 75.5%, responden yang berpola makan kurang baik termasuk kategori kurang sebanyak 85.7%, responden yang tidak ada dukungan termasuk dalam kategori kurang sebanyak 42,9%, seluruh responden mengalami keluhan lain termasuk kategori asupan makan kurang sebanyak 60%. Responden yang memiliki IMT normal ada 3 orang, gemuk tingkat ringan 2 orang, gemuk tingkat berat 1 orang, kurus tingkat berat 3 orang, dan kurus tingkat ringan 1 orang. Faktor resiko pasien HIV/AIDS sebayak 8 orang yang berasal dari pemakaian jarum suntik secara bergantian. Tes CD 4 pasien HIV/AIDS sebanyak 9 orang yang telah lebih dari 1 kali menjalani tes. Menjalankan terapi ARV sebanyak 8 orang. Informasi yang didapat pasien dari VCT sebanyak 7 orang. Kata kunci : Asupan Makan Pada Pasien HIV/AIDS
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Cakupan K4 Di Puskesmas C Kabupaten Bogor Tahun 2014 widi sagita
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.37

Abstract

Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Upaya yang dilakukan untuk menekan AKI seperti program Making Pregnancy Safer (MPS)yang merupakan komponen dari prakarsa Safe Motherhood. Salah satu pilarnya adalah pelayanan Antenatal Care (ANC), ANC yaitu pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan minimal pemeriksaan 4 kali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, jarak rumah ke pelayanan kesehatan terhadap upaya pemeriksaan kehamilan (K4) sesuai standar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan cara pendekatan secara cross sectional (potong silang), yaitu pengukuran terhadap variabel independent dan variabel dependent dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan dilakukan secara simultan pada satu saat atau sesekali waktu. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester 3 sebanyak 86 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan cara “Simple Random Sampling”. Varabel dependent dalam penelitian ini adalah pemeriksaan kehamilan K4 sedangkan variabel independen nya adalah umur, pendidikan, pekerjaan, jarak (waktu tempuh), Kesimpulan hasil penelitian adalah analisa univariat menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak memeriksakan kehamilan K4 (76,0%), distribusi frekuensi umur sebagian besar umur tidak berisiko (73,2%), sebagian besar berpendidikan rendah (82,6%), sebagian besar tidak bekerja (79,0%) dan sebagian besar jarak (waktu tempuh) ≤ 30 menit (67,4%) sedangkan hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa variabel umur (p=0.05), pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0.001), Jarak (p=0.931)dari 4 variabel yang di teliti yang berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan.Sedangkan umur, jarak tidak berhubungan terhadap pemeriksaan kehamilan (K4) saran untuk Puskesmas C agar meningkatkan penyuluhan dan informasi mengenai pemanfaatan ANC. Kata Kunci : Cakupan K4
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Anak Jalanan Di Sekolah Masjid Terminal Depok Tahun 2013 Dewi Rakhmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.38

Abstract

Penelitian ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di Sekolah Masjid Terminal Depok. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi dan sampel adalah seluruh anak jalanan yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Masjid Terminal Depok, dengan cara snow balling sampling didapat jumlah sampel minimal sebanyak 87 anak. Hasil penelitian didapat 33% anak jalanan berperilaku seksual berisiko, faktor-faktor yang berhubungan bermakna adalah umur, pendidikan, riwayat pacaran, hubungan dengan orang tua, riwayat perlakuan salah seksual, pemakaian zat psikoaktif dan perilaku berkelahi. Pemakaian zat psikoaktif merupakan faktor paling dominan, dengan nilai p 0,001 dan OR 6. Meskipun secara kuantitatif jumlah anak jalanan yang berperilaku seksual berisiko kecil, namun perilaku seksual belum saatnya dilakukan oleh anak-anak, sehingga secara kualitatif hal tersebut merupakan hal yang serius. Kata kunci : Perilaku sesksual berisiko, anak jalanan, Sekolah Masjid Terminal Depok
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Tumbuh Kembang Balita ( 1- 24 Bulan) Di Posyandu Kelurahan Bojong Gede niky wahyuning gusti
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.39

Abstract

Permasalahan pertumbuhan dan perkembangan balita adalah salah satunya tentang status gizi. Berdasarkan data penelitian tentang pertumbuhan dan perkembangan balita menunjukkan 25,7% balita di dunia mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan di Indonesia sendiri sekitar 75% balita yang mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, status gizi dan peran nakes terhadap tumbuh kembang anak. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah balita di Posyandu Mawar Kelurahan Bojong Gede periode Juli 2017dengan jumlah sampel 63 balita. Hasil menunjukkan 57,1% pertumbuhan dan perkembangan balita baik. Hasil uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil analisis bivariat didapatkan Pengetahuan (OR= 3,782; P Value= 0,024), Status Gizi (OR = 3,400; P Value = 0,038), Peran Nakes (OR = 4,462; P Value = 0,015). Kesimpulan :ada hubungan pengetahuan, status gizi dan peran nakes terhadap tumbuh kembang balita (1-24 bulan). Diharapkan agar semua pihak baik petugas kesehatan maupun kader posyandu tetap meningkatkan pelayanan kesehatan dan selalu melakukan penyuluhan kesehatan agar wawasan dan pengetahuan ibu bertambah mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kata kunci : Pengetahuan, Status Gizi, Peran Nakes dan Tumbuh Kembang
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Pengunjung Puskesmas Kramat Jati, Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur Tahun 2011 anggarani prihantiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 3 NO. 2, JULI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v3i2.40

Abstract

Badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil mengalami defesiensi zat besi sekitar 35--75% serta semakin meningkat seiring dengan usia kehamilan. Di Indonesia prevalensi anemia pada ibu hamil masih tinggi yaitu sekitar 40,1%. (SKRT, 2001). Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya anemia gizi pada ibu hamil di Puskesmas Kramat Jati. Sampel pada penelitian ini berjumlah 94 responden yang didapat menggunakan teknik analitik kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner. Distribusi umur ibu hamil yang paling banyak yaitu umur yang tidak berisiko sebesar 78,7%. Distribusi status kesehatan (ANC) ibu hamil yang paling banyak yaitu status kesehatan (ANC) cukup sebesar 72,3%. Distribusi paritas yang paling banyak yaitu paritas primipara sebesar 71,3%. Distribusi usia kehamil yang paling banyak yaitu yang berisiko sebesar 78,7%. Distribusi pendapatan ibu hamil yang paling banyak yaitu yang kurang memadai sebesar 52,1%. Distribusi pendidikan ibu hamil yang paling banyak yaitu pendidikan lanjut sebesar 58,5%. Distribusi pengetahuan ibu hamil yang paling banyak yaitu kelompok pengetahuan kurang sebesar 72,3%. Kata kunci : Anemia pada ibu hamil