cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 202 Documents
Peran Viktimologi dalam Mengungkap Posisi Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Nst, Asfrianda Mulia; Rafsanjany, Mu’ammar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/74farq86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran viktimologi dalam mengungkap posisi korban dalam sistem peradilan pidana yang selama ini cenderung berorientasi pada pelaku (offender oriented). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih lemahnya perlindungan terhadap korban, yang seringkali hanya diposisikan sebagai saksi tanpa mendapatkan pemenuhan hak yang memadai. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi literatur. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data dari berbagai sumber hukum, analisis data secara kualitatif, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viktimologi memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi korban dengan menekankan pentingnya perlindungan hukum, pemberdayaan korban, serta penerapan prinsip keadilan restoratif (restorative justice). Pembahasan juga menyoroti pentingnya peran advokat dan lembaga bantuan hukum dalam menjembatani akses keadilan bagi korban. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan regulasi dan implementasi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan hukum yang lebih berpihak pada korban guna mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih adil dan berimbang.
Perlindungan Hukum Korban Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan di Indonesia Firmansyah, Muhammad; Ramadani, Anzalika Putri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fdt3bv26

Abstract

Fenomena meningkatnya pelecehan seksual terhadap perempuan, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, menunjukkan bahwa posisi perempuan sebagai korban dalam hukum pidana masih lemah. Kondisi ini berdampak serius pada kondisi psikologis korban, seperti rasa malu, kehilangan kepercayaan diri, trauma, hingga ketakutan berkepanjangan. Bahkan dalam beberapa kasus, korban mengalami gangguan mental, stres berat, hingga bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaturan hukum yang ada saat ini dalam melindungi perempuan dari tindakan pelecehan seksual, serta upaya hukum yang dapat ditempuh oleh korban. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier seperti peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi yang ada, seperti UU KDRT, UU Perlindungan Anak, dan UU Pornografi, belum secara spesifik mengatur persoalan pelecehan seksual terhadap perempuan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi khusus yang memberikan perlindungan yang lebih komprehensif. Selain itu, diperlukan upaya pencegahan (preventif) melalui edukasi dan sosialisasi hukum, serta upaya penindakan (represif) oleh aparat penegak hukum guna memberikan perlindungan yang optimal bagi perempuan.