cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 202 Documents
Strategi Komunikasi dan Negosiasi Identitas dalam Interaksi Jual-Beli di Pasar Tradisional Medan: Kajian Sosiolinguistik Fadhilah Sabrina; Yusnika Sihite; Rini Syarifah; A Samhudi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2j7t3e84

Abstract

Di pasar tradisional Medan, fenomena alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi dipelajari dalam penelitian ini. Pasar Medan adalah tempat berkumpulnya orang dari berbagai etnis, termasuk Batak, Melayu Deli, Jawa, dan Tionghoa. Penelitian ini menyelidiki bagaimana masyarakat dwibahasawan beralih dari satu kode ke kode lain berdasarkan faktor keakraban dan negosiasi dengan menggunakan pendekatan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode ke bahasa daerah, seperti Batak, digunakan untuk mempererat hubungan kekerabatan dan membuat suasana transaksi lebih ringan. Sementara itu, terbentuknya bahasa pasar yang unik dan dipahami bersama ditunjukkan oleh campur kode dan integrasi elemen leksikal daerah. Fenomena ini lebih dari sekedar kebiasaan bahasa; itu menunjukkan harmoni sosial dan adaptasi identitas masyarakat Medan dalam mempertahankan keberagaman budaya dalam interaksi ekonomi sehari-hari.
Fenomena Alih Kode dan Campur Kode dalam Komunikasi Digital: Studi Kasus Interaksi Mahasiswa Dwibahasawan di WhatsApp Cindy Adelia; Kristiani Purba; Randi Simarmata; Juprikhan Manca Nurrin; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/c33wvy44

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam interaksi mahasiswa dwibahasawan di grup WhatsApp. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa tangkapan layar percakapan empat mahasiswa yang diperoleh melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan bentuk serta fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode muncul karena pergeseran konteks komunikasi, khususnya dari situasi santai ke formal saat penyampaian informasi akademik. Sementara itu, campur kode lebih sering digunakan dalam situasi santai untuk mempererat hubungan, menunjukkan identitas sosial, dan menciptakan komunikasi yang lebih akrab. Fenomena ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa bersifat fleksibel dan adaptif dalam komunikasi digital.
Fenomena Campur Kode dalam Video TikTok: Representasi Identitas dan Dinamika Bahasa Generasi Muda Urban Dewi Indah Kuswara; Ezra Putri Gea; Lulu Akwila Silalahi; Maulidya Jasmine; Rania Syarihah; Samira Dea Sapana; Wahyu Mikradi; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/9fxtgn02

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam cara masyarakat berbahasa, salah satunya melalui munculnya fenomena campur kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di kalangan generasi muda urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut melalui analisis video TikTok berjudul “Ketika Anak Jaksel Speak Up soal Work Life Balance”, dengan menyoroti keterkaitannya dengan identitas sosial serta pengaruh globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis sosiolinguistik terhadap tuturan dalam video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode digunakan secara alami, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa Inggris sebagai sisipan, terutama pada istilah yang bernuansa modern dan profesional. Penggunaan ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, tetapi juga merepresentasikan identitas kelompok muda urban yang dekat dengan budaya global. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti globalisasi, lingkungan sosial perkotaan, media digital, serta efisiensi makna. Di satu sisi, campur kode mencerminkan kemampuan bilingual dan memperkaya variasi ekspresi, namun di sisi lain berpotensi mengurangi kesadaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan dalam praktik berbahasa agar bahasa Indonesia tetap terjaga sebagai identitas nasional di tengah arus globalisasi.
Interaksi Akademik di Ruang Digital: Analisis Kontak Bahasa dalam Chat WhatsApp Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan Saibil Aprilia Putri; Zai Alpris Wulandari; Natal Fransiska Manalu; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a1qddw78

Abstract

Studi ini menjelaskan kontak manifestasi bahasa dalam interaksi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan di ruang digital melalui chat WhatsApp. Dalam komunikasi digital, masalah seperti alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi leksikal adalah yang paling penting. Untuk mengumpulkan dan menganalisis tuturan korpus, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan simak dan ketat. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi akademik menyebabkan ambiguitas register di ruang digital. Campur kode eksternal digunakan sebagai cara pragmatik untuk menegaskan, dan interferensi morfologis muncul sebagai akibat kuatnya pengaruh dialek lisan dalam konteks formal. Faktor penting adalah ketergantungan pada istilah teknologi dan proyeksi identitas intelektual. Meskipun kontak bahasa membuat komunikasi lebih fleksibel, penelitian ini menemukan bahwa tetap menggunakan bahasa Indonesia baku di lingkungan akademik virtual masih sangat penting.
Hubungan Identitas Gender Terhadap Partisipasi Politik Aktif Perempuan di Kota Binjai pada Pemilu 2024 Muhammad Fauzan Mubarak; Alwi Dahlan Ritonga
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/p92sdr44

Abstract

Indonesia merupakan negara berbentuk republik yang menganut sistem demokrasi, sehingga implementasi demokrasi diwujudkan melalui pemilihan umum dengan melibatkan partisipasi politik masyarakat secara luas sebagai bentuk konkret pelaksanaan demokrasi. Partisipasi politik merupakan indikator penting dalam menilai kualitas sistem demokrasi karena menjadi aspek krusial dalam memastikan jalannya pemerintahan yang demokratis dan representatif, khususnya terkait partisipasi politik aktif perempuan. Partisipasi politik aktif perempuan sendiri menjadi indikator penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan inklusif, namun meskipun telah banyak kemajuan dalam kesetaraan gender, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam dunia politik. Salah satu faktor yang memengaruhi partisipasi politik aktif perempuan adalah identitas gender, yang mana rendahnya tingkat partisipasi politik aktif perempuan pada skala nasional juga tercermin di tingkat daerah, khususnya di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang telah memenuhi kaidah ilmiah, yaitu konkret, empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis, dengan teknik sampling accidental sampling yang sebelumnya dihitung menggunakan rumus Slovin berdasarkan karakteristik populasi dan sampel yang telah ditentukan. Penelitian ini menguji hubungan antara identitas gender terhadap partisipasi politik aktif perempuan di Kota Binjai pada Pemilu 2024, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara identitas gender dan partisipasi politik aktif perempuan di Kota Binjai.
Peran Bantuan Hukum dalam Mencegah Reviktimisasi dalam Proses Peradilan Pidana Prayoga, Dimas; Suci, Cita
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/akh2t048

Abstract

Reviktimisasi merupakan salah satu permasalahan penting dalam sistem peradilan pidana yang sering dialami oleh korban kejahatan, yaitu kondisi ketika korban kembali mengalami penderitaan akibat proses hukum yang seharusnya memberikan perlindungan dan keadilan. Bentuk reviktimisasi dapat muncul dalam berbagai tahap, seperti proses pelaporan di kepolisian, pemeriksaan yang berulang, perlakuan tidak sensitif dari aparat penegak hukum, hingga proses persidangan yang tidak memperhatikan kondisi psikologis korban. Dalam konteks ini, bantuan hukum memiliki peran strategis dalam mencegah terjadinya reviktimisasi dengan memberikan pendampingan hukum, perlindungan hak-hak korban, serta memastikan proses peradilan berjalan secara adil, manusiawi, dan berperspektif korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk reviktimisasi dalam proses peradilan pidana serta mengkaji peran bantuan hukum dalam upaya pencegahannya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan hukum tidak hanya berfungsi sebagai pendamping hukum, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan korban agar tidak mengalami trauma berulang dalam proses peradilan. Namun demikian, implementasi bantuan hukum masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan akses, kurangnya kesadaran aparat penegak hukum, serta minimnya sumber daya lembaga bantuan hukum. Kesimpulannya, bantuan hukum memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah reviktimisasi dan mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada perlindungan korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kualitas aparat penegak hukum, serta perluasan akses bantuan hukum bagi korban kejahatan.
Dari Krisis ke Pemulihan: Analisis Financial Distress dan Faktor Penentunya pada PT Garuda Indonesia Tbk. Macenning, A. Reski Almaida Dg
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/j0qpt917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi financial distress serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada PT Garuda Indonesia Tbk selama periode 2019–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan tingkat financial distress perusahaan berdasarkan nilai Altman Z-Score, sedangkan metode verifikatif digunakan untuk menguji pengaruh variabel keuangan terhadap kondisi tersebut. Variabel independen yang dianalisis meliputi likuiditas, profitabilitas, leverage, dan aktivitas. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT Garuda Indonesia Tbk yang dipublikasikan secara resmi melalui situs perusahaan dan Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode penelitian, PT Garuda Indonesia Tbk secara konsisten berada dalam kategori financial distress dengan nilai Z-Score di bawah ambang batas 1,81. Nilai Z-Score terendah terjadi pada tahun 2020 sebagai dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan pendapatan dan peningkatan beban keuangan perusahaan. Sejak tahun 2022 hingga 2025 terlihat adanya tren peningkatan nilai Z-Score yang mengindikasikan proses pemulihan kinerja keuangan secara bertahap, meskipun perusahaan masih berada dalam kategori distress. Hasil pengujian regresi linier berganda menunjukkan bahwa likuiditas, profitabilitas, dan aktivitas berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perusahaan, sedangkan leverage berpengaruh negatif terhadap financial distress. Profitabilitas merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan dalam meningkatkan nilai Z-Score perusahaan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kondisi financial distress dapat dijelaskan oleh variabel-variabel keuangan yang digunakan dalam model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan profitabilitas, efisiensi penggunaan aset, serta pengendalian struktur modal menjadi faktor kunci dalam mendukung proses pemulihan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di masa mendatang secara berkelanjutan.
Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga: Perspektif Viktimologi dalam Keputusan Nomor 10/Pid.Sus/2018/PN.Bnj Zahira, Rusdina; Sadrina, Khalisah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/e9k7m320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari perspektif viktimologi dan untuk meneliti pertimbangan yudisial dalam Keputusan Nomor 10/Pid.Sus/2018/PN.Bnj. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan kasus. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum yang mengatur perlindungan korban telah ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006, implementasinya masih belum efektif dalam menjamin hak-hak korban dan keadilan substantif. Penalaran yudisial dalam keputusan tersebut cenderung memprioritaskan aspek pembuktian dan keadaan pelaku, sementara kurang memperhatikan kondisi korban. Dari perspektif viktimologi, keputusan tersebut kurang mempertimbangkan kerugian psikologis dan tidak memberikan restitusi atau kompensasi. Oleh karena itu, penguatan pendekatan yang berorientasi pada korban dalam sistem peradilan pidana sangat penting untuk memastikan perlindungan dan pemulihan yang komprehensif bagi korban.
Analisis Viktimologi Terhadap Pelaku Judi Online sebagai Korban dalam Perspektif Self-Victimization dan Upaya Rehabilitas Zaky, Dimas; Sipahutar, Mhd Fauzan Azizi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fd7j9z48

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong peningkatan praktik judi online yang menimbulkan implikasi hukum, sosial, dan psikologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaku judi online sebagai korban dalam perspektif viktimologi, khususnya melalui pendekatan self-victimization, serta mengkaji implikasinya terhadap kebijakan penanganan yang lebih komprehensif. Metode yang digunakan adalah pendekatan socio-legal dengan mengintegrasikan analisis normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan kajian empiris melalui studi literatur. Data yang digunakan berupa data sekunder dari sumber akademik dan dokumen kebijakan yang relevan, yang dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku judi online berada dalam posisi ganda sebagai pelaku sekaligus korban (victim-offender overlap). Keterlibatan individu tidak hanya dipengaruhi oleh kehendak rasional, tetapi juga oleh faktor internal seperti adiksi, distorsi kognitif, dan rendahnya kontrol diri, serta faktor eksternal berupa sistem perjudian digital yang eksploitatif. Selain itu, faktor psikologis, sosial, ekonomi, dan teknologi turut memperkuat keterlibatan tersebut. Dampak yang ditimbulkan bersifat multidimensional, meliputi kerugian finansial, gangguan kesehatan mental, kerusakan relasi sosial, serta konsekuensi hukum. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan represif belum efektif dalam mengatasi akar permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan integrasi dengan pendekatan rehabilitatif yang berorientasi pada pemulihan individu. Penanganan judi online perlu dilakukan secara holistik melalui kombinasi kebijakan penal dan non-penal yang berfokus pada pencegahan, perlindungan, dan rehabilitasi.
Analisis Viktimologi Terhadap Dampak Psikologis Korban Kekerasan Armayani, Nadiva; Hayu, Patricia Nayacha
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/djhw6t42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis yang dialami korban kekerasan melalui perspektif viktimologi serta mengkaji faktor penyebab, kerentanan, reviktimisasi, dan strategi penanganan yang tepat. Pendekatan viktimologi digunakan untuk memahami posisi korban sebagai subjek yang memiliki pengalaman traumatis serta kebutuhan perlindungan dan pemulihan yang kompleks. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan menimbulkan dampak psikologis yang serius, seperti kecemasan, depresi,gangguan stres pascatrauma, serta disfungsi sosial. Selain itu, faktor sosial, ekonomi, budaya, dan kelemahan sistem hukum turut meningkatkan kerentanan korban. Fenomena reviktimisasi juga menjadi persoalan penting yang memperburuk kondisi korban akibat stigma sosial dan prosedur hukum yang belum sepenuhnya berpihak pada korban. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan berbasis viktimologi yang bersifat komprehensif, meliputi upaya preventif, represif, dan rehabilitatif, serta didukung oleh kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan korban.