Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3, No. 3"
:
13 Documents
clear
GAKURYO: KONFUSIANISME DALAM UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN RITSURYO PERIODE NARA-HEIAN
Pratama, Kevin Ramadhani;
Subagio, Didit Dwi
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Reformasi Taika melahirkan perubahan dalam skala besar terhadap sistem pemerintahan Jepang. Salah satu perubahan dapat dilihat pada terbentuknya sistem pemerintahan Ritsuryo yang mendorong sentralisasi kekuasaan ke tangan kaisar dan penanaman nilai Konfusianisme kepada seluruh elemen pemerintah. Proses internalisasi nilai Konfusianisme dilakukan dengan cara menyebarkannya melalui institusi pendidikan. Dalam upaya mewujudkan idealisme tersebut, Gakuryo disusun sebagai undang-undang yang mengatur sistem pendidikan di bawah naungan Ritsuryo dan berbasis kepada ajaran Konfusiansime. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai sejarah terbentuknya Gakuryo dan mengidentifikasi nilai Konfusianisme seperti apa yang terkandung di dalam undang-undang Gakuryo untuk menghasilkan pejabat pemerintahan yang bermoral Konfusianisme. Penelitian ini menggunakan teori pendekatan sejarah konstitusional berupa analisis terhadap undang-undang Gakuryo dengan tujuan mengetahui nilai Konfusianisme yang terkandung dalam pembentukan sistem pendidikan yang ideal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu dengan cara memaparkan isi dari undang-undang Gakuryo dan menganalisis setiap butir undang-undang Gakuryo yang diidentifikasi mengandung nilai Konfusianisme. Data mengenai undang-undang Gakuryo diambil dari situs Yoro-Ryo Gendaigoyaku. Hasil dari penelitian ini adalah Gakuryo terbentuk bersama dengan perkembangan Ritsuryo dan isi dari Gakuryo merupakan adaptasi dari sistem pendidikan Dinasti Tang (kokushikan). Dalam Gakuryo butir ke-1 dan 5-13 tercantum kualifikasi pengajar dan kurikulum pendidikan berbasis Konfusianisme. Pada butir ke-3 dan 22 dapat diidentifikasi nilai Konfusianisme Li dan pada butir ke-4, 18, dan 19 diidentifikasi mengandung nilai Konfusianisme Filial Piety.
ANALISIS HUMOR DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP DENGAN PERSPEKTIF TEORI RELEVANSI
Angelique, Jessie Renata;
Kushartanti, Kushartanti
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Film bergenre komedi-drama berjudul Ngeri-ngeri Sedap merupakan sebuah film keluarga yang mengangkat isu sosial tentang keluarga. Berlatar belakang masyarakat suku Batak, film ini mencakup tuturan-tuturan antartokoh yang dapat dikupas secara lebih mendalam. Berangkat dari teori prinsip kerja sama yang dicetuskan oleh Grice (1975), tuturan dalam film ini dapat dianalisis lebih lanjut menggunakan teori relevansi Sperber dan Wilson. Selain itu, film ini telah diberi label sebagai film komedi, maka dari segi humor, tuturan pun dapat dianalisis menggunakan teori humor yang dijelaskan oleh Wijana (2004) dan Curcó (1997). Teori-teori tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian (i) bagaimana bentuk humor yang diciptakan dalam tuturan para pemeran dalam film Ngeri-ngeri Sedap? dan (ii) apa maksud tuturan-tuturan itu berdasarkan teori relevansi dan kaitannya dalam masyarakat? Hasil analisis memperlihatkan bahwa tuturan-tuturan yang terdapat dalam film ini mengandung humor yang berasal dari emosi negatif yang dilepaskan (teori pelepasan ketegangan) dan pematahan asumsi-asumsi penonton setelah mendengar tuturan dari tokoh (teori ketidaksejajaran). Selain itu, dalam konteks sosial, tuturan-tuturan tokoh mengandung kritik sosial yang dirasakan oleh penonton sebagai bagian dari masyarakat ketika penonton dapat menangkap dan merasakan tuturan-tuturan dalam film ini berdasarkan kemampuan kognitifnya.
KARAKTERISTIK ROMANTISME DALAM PUISI ANNA AKHMATOVA
Adani, Ghaisani Nadilla;
Limbong, Banggas, M.Hum.
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang karakteristik romantisme pada puisi Anna Akhmatova yang berjudul Песня Последней Встречи Pesnya Posledney Vstretchi (Lagu Pertemuan Terakhir), Сердце К Сердцу Не Приковано Serdtse K Serdtsu Ne Prikovano (Hati ke Hati Tidak Dirantai), dan А, Ты Думал — Я Тоже Такая A, Ty Dumal — Ya Tozhe Takaya (Kamu Pikir-Aku Juga Seperti Itu). Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan tentang adanya karakteristik romantisme pada puisi Akhmatova tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi deskriptif analisis dan berdasar pada teori Romantisme Russell Noyes. Hasil dari penelitian ini mendapati adanya berbagai karakteristik romantisme pada puisi Akhmatova yang berjudul Песня Последней Встречи Pesnya Posledney Vstretchi (Lagu Pertemuan Terakhir), Сердце К Сердцу Не Приковано Serdtse K Serdtsu Ne Prikovano (Hati ke Hati Tidak Dirantai), dan А, Ты Думал — Я Тоже Такая A, Ty Dumal — Ya Tozhe Takaya (Kamu Pikir-Aku Juga Seperti Itu).
ANALISIS PENGARUH BUDAYA POPULER ANIME DI ARAB SAUDI
Azraeny, Anindya Nadilla;
S.S., M.Hum, Dr. Apipudin,
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anime merupakan sebuah film bagian dari budaya populer Jepang yang berhasil mendunia karena pengaruh globalisasi dan modernisasi hingga ke negara-negara di Timur Tengah. Arab Saudi menjadi salah satu negara yang memiliki komunitas pecinta anime terbanyak dan menjadi industri serta pasar anime terbesar di Timur Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan Anime Jepang yang membawa pengaruh terhadap keadaan sosial di Arab Saudi dengan menggunakan teori film animasi yang dikemukakan oleh Jean Ann Wright dan teori budaya populer yang dikemukakan oleh Dominic Strinati. Metode penyusunan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis interpretatif studi literatur, dengan mengambil data dari data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel di internet yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik anime sejatinya memiliki kesamaan dengan budaya Arab Saudi, sehingga membuat anime Jepang dapat berhasil masuk dan diterima dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah Arab Saudi, serta terus berkembang hingga memberikan pengaruh baru yang cukup signifikan di Arab Saudi.
BAKPIA: PERJALANAN AKULTURASI CINA-INDONESIA DALAM MAKANAN KHAS YOGYAKARTA
Noviopy Rae Rato, Martiana;
Pulungsari Hadi, Rahadjeng
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pencampuran dua budaya menjadi suatu budaya baru merupakan pengertian dari akulturasi budaya. Salah satunya yakni percampuran budaya Indonesia dengan Cina. Banyak hasil akulturasi yang sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia utamanya dalam makanan. Namun makanan tersebut tidak diketahui oleh banyak orang bahwa makanan yang sering mereka konsumsi adalah hasil dari akulturasi. Adapun hasil dari akulturasi tersebut yang kini lebih dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta, yakni Bakpia. Dengan adanya akulturasi budaya, Bakpia diolah dengan resep dan bahan yang disesuaikan untuk masyarakat Yogyakarta sehingga dapat diterima dengan baik dan digemari oleh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, dengan manajemen yang baik dalam berbisnis dan juga dapat melihat peluang, produsen bakpia semakin menjamur dan konsumen pun semakin meningkat. Dari situlah Bakpia sebagai produk hasil dari akulturasi budaya Cina-Indonesia dapat menjadi makanan khas dari Yogyakarta bahkan mengalahkan makanan asli dari Indonesia.
DINAMIKA KEPRIBADIAN JOHAN DE VRIES DALAM FILM DE OOST (2020) KARYA JIM TAIHUTTU
Triandi, Raditya;
Pesulima, Barbara Elisabeth Lucia
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Pasca kemerdekaan, Belanda masih menduduki beberapa wilayah di Indonesia. Kedudukan Belanda di Indonesia sangat historis dan sudah banyak produser film yang menggunakan latar belakang kolonialisme Belanda di Indonesia. Salah satunya adalah film De Oost (2020) yang merupakan film berlatar belakang era pendudukan Belanda pasca kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1946. Film ini menceritakan mengenai tokoh utama bernama Johan de Vries yang merupakan seorang tentara dan ditugaskan di Semarang. Penelitian ini membahas dinamika kepribadian Johan de Vries menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan teori kepribadian William Mc Dougall. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dinamika kepribadian tokoh Johan de Vries dalam film De Oost? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika kepribadian tokoh utama. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya dinamika kepribadian Johan de Vries yang terdiri dari id menjadi ego dan id ke ego menjadi superego. Dorongan id akan dipenuhi oleh unsur ego dan superego muncul karena nilai dan moral yang berlaku dalam lingkup sosial Johan de Vries.
IMPAK FENOMENA HONJOK TERHADAP PERAN GENDER PEREMPUAN DI KOREA SELATAN
Costrani, Sierra Nindya;
Burhan, Ph.D, Amelia
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Honjok adalah bentuk gaya hidup seseorang untuk memilih hidup secara independen dan bebas dalam berkeputusan yang menyangkut kehidupannya, misalnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan menikmati waktu luang. Sementara itu, peran gender perempuan di Korea Selatan terus memberikan tekanan kepada perempuan seperti dalam membuat pilihan hidup untuk menikah, lalu setelah menikah untuk memiliki anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurus keluarga, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Honjok digunakan oleh perempuan sebagai cara untuk membebaskan diri dari peran gender perempuan di Korea Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena Honjok berkontribusi dalam pembebasan perempuan dari peran gender di Korea Selatan. Peran gender terhadap perempuan sangat membatasi pergerakan seorang perempuan, maka perempuan dengan gaya hidup Honjok akan lebih bebas mengembangkan dirinya karena dapat secara mandiri memutuskan segala hal untuk dirinya tanpa perlu mengindahkan ekspektasi masyarakat.
REPRESENTASI BENTUK TUBUH IDEAL WANITA DI BELANDA PADA AKHIR TAHUN 1980-AN MENURUT MAJALAH LIBELLE TAHUN 1987 HINGGA 1989
Soehardjo, Maria;
Muhammad Nugraha, Fajar Muhammad
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji bagaimana Majalah Libelle merepresentasikan bentuk tubuh 'ideal' perempuan pada akhir tahun 1980-an di Belanda. Analisis artikel, iklan, dan visual, dilakukan untuk mengungkapkan gagasan mengenai ukuran tubuh dan penampilan wanita yang dipromosikan oleh majalah tersebut. Penelitian ini akan menganalisis mengenai bentuk tubuh wanita yang ditampilkan dalam Majalah Libelle edisi tahun 1987 hingga 1989. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana standar kecantikan untuk tubuh ideal di Belanda pada tahun akhir 1980-an direpresentasikan oleh Majalah Libelle edisi tahun 1987 hingga 1989. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan teori representasi oleh Stuart Hall tahun 1997, dibantu dengan konsep femininitas. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tubuh ideal yang direpresentasikan umumnya memiliki tubuh yang ramping. Selain itu banyak artikel yang memberikan tips olahraga untuk membuat tubuh menjadi ramping. Penelitian ini menunjukan jika tubuh yang direpresentasikan oleh Majalah Libelle memberikan gambaran bentuk tubuh wanita ideal yang ramping dan bugar. Hal ini ditunjukan dari artikel dalam majalah yang menggunakan model wanita ramping dan artikel yang membahas tips-tips kebugaran seperti olahraga, pola makan yang sehat dan diet.
PENGGUNAAN ABCD MODEL PADA BUKU NIEUW CONTACT! NEDERLANDS VOOR ANDERSTALIGEN DEEL 1 (TEKSTBOEK)
Prasetyo, Catur;
Gustinelly, Eliza
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengajaran bahasa asing merupakan proses yang membutuhkan pendekatan-pendekatan yang sesuai. Pendekatan komunikatif menjadi salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan pada buku ajar maupun praktik pengajaran dalam kelas. Pendekatan komunikatif menerapkan pengurutuan tahapan belajar melalui suatu model yaitu Het ABCD Model oleh Neuner (1981). Model ini terdiri dari empat fase, yaitu fase A, fase B, fase C, dan fase D. Penelitian ini membahas model ABCD yang terdapat pada buku ajar Tekstboek Nieuw Contact! Nederlands voor Anderstaligen Deel 1. Penelitian ini menganalisis latihan dari bab satu hingga lima belas pada tekstboek, lalu dikelompokkan berdasarkan fase yang terjadi melalui tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan-latihan pada buku ajar Tekstboek Contact! Deel 1 menggunakan Het ABCD Model dengan bentuk fase yang berbeda-beda pada setiap babnya. Bab satu hingga lima menyajikan fase reseptif hingga produktif. Terdapat fase-fase yang ditemukan tidak berurutan, walaupun begitu fase tersebut saling berkaitan dalam proses pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Belanda.
ANALISIS PENYEBAB PENURUNAN ANGKA KELAHIRAN DI TIONGKOK 2017-2023
Grimbert, Frodewald;
Roring, Albert P. J.
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selama 7 tahun terakhir, Tiongkok sedang menghadapi penurunan angka kelahiran yang cukup signifikan. Pada tahun 2023, Tiongkok tidak lagi menduduki peringkat sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia. Mengamati keseriusan masalah ini, peneliti tertarik untuk menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan penurunan angka kelahiran yang signifikan di Tiongkok dari 2017 hingga 2023. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebijakan pemerintah, perubahan sosial budaya, dan faktor ekonomi terhadap tren kelahiran dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dari data sekunder seperti lembaga pemerintah, laporan statistik, kajian literatur, dan laporan berita. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan seperti Kebijakan Satu Anak berkontribusi terhadap penurunan angka kelahiran. Faktor-faktor ekonomi seperti harga perumahan yang tinggi, biaya membesarkan anak yang tinggi, peningkatan pengangguran anak muda, dan perubahan sosial seperti urbanisasi dan peningkatan partisipasi wanita dalam angkatan kerja juga berkontribusi terhadap penurunan angka kelahiran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pembaca serta pandangan baru bagi para penyusun kebijakan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi penurunan angka kelahiran di Tiongkok.