cover
Contact Name
Wartoyo
Contact Email
wartoyo10@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
jurnalalamwal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal is published twice a year, the first edition was published in July and the second edition was published in December.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PENGARUH PROGRAM INKLUSI KEUANGAN BMT Al- FALAH TERHADAP TRANSAKSI RENTENIR finita rahmadani; Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1756

Abstract

Abstrak UMKM di Indonesia bermanfaat dalam hal pendistribusian pendatapan masyarakat. Tetapi modal menjadi kendalanya. BMT ini diharapkan dapat menjadi penyokong UMK (Usaha Mikro Kecil) yang tentu seusai dengan prinsip syariah dan menggantikan praktik rentenir yang dianggap mencekik para ekonomi kecil dalam jeratan hutang yang berkepanjangan. Dalam hal ini salah satu BMT yang sedang berkembang di Cirebon adalah BMT Al-Falah Cabang Sumber berdiri sejak tahun 1995. Berdasarkan pertanyaan yang diajukan adalah mengetahui pelaksanaan program Inklusi keuangan BMT Al-Falah pada pedagang Pasar Sumber. Mengetahui pengaruh Pengaruh program inklusi keuangan BMT Al-Falah terhadap praktik rentenir pada pedagan dan mengetahui strategi-strategi yang dilakukan BMT Al-Falah untuk mengurangi praktik rentenir pada pedagang di Pasar Sumber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Dalam penelitian ini diperoleh 20 orang anggota yang menjadi reponden. Hasil penelitian Pelaksanaan Program Inklusi Keuangan BMT Al-Falah pada pedagang di Pasar Sumber responden menyatakan Setuju sebanyak 52%, dari data didapatkan sebanyak 500 pedagang yang tergabung dalam mitra BMT Al-Falah. Dan 44 pedagang yang mengakses pembiayaan pada BMT Al-Falah. Dari hasil teknik analisis data menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman didapatkan bahwa data -0,426 data menyatakan hubungannya sedang, tanda (-) menyatakan bahwa Apabila Program Inklusi Keuangan BMT Al-Falah meningkat maka Transaksi rentenir menurun. Kata Kunci: Program Inklusi Keuangan Praktik Rentenir Abstract Micro, Small, Medium Enterprises in Indonesia adavantage about distribution society income. But the problem is capital. BMT in this situation to hope to be a support of MSE (Micro Small Business) which is certainly in accordance with the principles of shariah and to change Interest Transaction considers to worry for Micro Small Bussines in many debt. In this fact BMT who is to develop in Cirebon is Al-Falah’s BMT Sumber of Branch Office built unti 1995 years later. Based the question of the problem is to know implementation Financial Inclusion Program Al-Falah’s BMT on Seller in Sumber Market. To know the effect of Financial Inclusion Program Al-Falah’s BMT Concern at Interest Transaction adan to know strartegy about Al-Falah’s BMT do to reduce Interest Transaction on Seller in Sumber’s Market. This research use quantitative method. Some Collection Techniques such as observation, documentation and questionnaire. In this research get 20 people who become respondent.The results of the research are Fisrt implementation Financial Inclusion Program Al-Falah’s BMT on Seller in Sumber Market states aggre as many as 52%, based from data are 500 seller who is join in patner’s Al-Falah BMT. From result analysis data technique use Test Correlation Rank Spearman that -0,426, the data of the correlation is medium. Sign negative it is mean if Financilan Inclusion Program Al-Falah’s BMT Incrase, so Interest Transaction decline.   Keywords: Financial Inclusion Program, Interest Transaction
Analisis Penggunaan Teknologi Informasi Serta Dampaknya Pada Kepuasan Nasabah Bank Jabar Banten Syariah Cirebon Layaman Layaman; Novi Andriyani
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1638

Abstract

AbstrakDalam dunia bisnis perbankan peran teknologi informasi sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan perbankan. Upaya bank memberikan pelayanan berbentuk teknologi agar nasabah lebih mudah bertransaksi sehingga dapat memberikan kepuasan kepada nasabah, akan tetapi Bank Jabar Banten syariah belum maksimal dalam menerapkan dan menggunakan teknologi perbankan dibandingkan dengan perbankan syariah lainnya. Berdasarkan survey awal yang didapat bank Jabar Banten syariah belum mempunyai internet banking. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh teknologi perbankan terhadap kepuasan nasabah bank Jabar Banten Syariah Cirebon.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket dan kuesioner. Dengan jumlah responden 42 orang. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana, dengan pengujian validitas, pengujian reliabilitas, dan analisis determinasi. Sedangkan pengujian menggunakan uji t. Selain itu, dilakukan juga uji asumsi klasik, dimana semua pengujian tersebut menggunakan alat bantu program SPSS versi 21.Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas setiap item pernyataan pada variabel dinyatakan valid dan reliabel. Serta hasil dari uji asumsi klasik pada uji normalitas semua data dinyatakan normal, uji linearitas terdapat hubungan yang linear antara teknologi perbankan dan kepuasan nasabah, dan pada uji heterokedastisitas data terbebas dari heterokedastisitas. Pada uji t, variabel Teknologi perbankan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan nasabah dengan thitung teknologi perbankan sebesar 11,688 lebih besar dari nilai ttabel 2,021 (11,688 > 2,021). Kata Kunci : Teknologi Perbankan, kepuasan nasabah AbstractIn the banking business world the role of information technology plays an important role in improving the quality and banking services. Bank efforts to provide services in the form of technology so that customers are easier to transact so as to provide satisfaction to customers, but Bank Jabar Banten syariah not maximized in applying and using banking technology compared with other Islamic banking. Based on preliminary survey obtained Bank Jabar  Banten Syariah not have internet banking. Therefore, this study aims to determine and analyze how the influence of banking technology on customer satisfaction Bank Jabar Banten Syariah Cirebon.This research uses quantitative approach. The data used in this study is the primary data with data collection techniques through questionnaires and questionnaires. With the number of respondents 42 people. Data analysis using simple linear regression, with validity testing, reliability testing, and determination analysis. While testing using t test. In addition, there is also a classical assumption test, where all the tests using tools SPSS program version 21.Based on the results of validity and reliability test each item statement on the variable declared valid and reliable. As well as the results of the classical assumption test on the normality test all data are stated normal, linearity test there is a linear relationship between banking technology and customer satisfaction, and on heterokedastisity test data free from heterokedastisitas. In t-test, banking technology variables have a significant positive effect on customer satisfaction with banking technology tcount 11,688 is bigger than ttable value 2.021 (11,688> 2,021). Keywords: Banking technology, customer satisfaction
PENGARUH PEMBIAYAAN BERMASALAH, TINGKAT LIKUIDITAS DAN RASIO PEMBIAYAAN TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH MANDIRI TAHUN 2012-2016 dian oktaviani; Agus Abikusna
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1771

Abstract

Kemampuan Bank syariah menghasilkan laba (profitabilitas) menjadi indikator untuk keberlangsungan bisnis dan kemampuan bersaing bank Syariah dalam jangka panjang. Bank Syariah Mandiri sebagai salah satu Bank Syariah dengan Laba Terbesar di Indonesia sempat mengalami penurunan di tahun 2014 dan meningkat secara signifikan di tahun 2015. Pendapatan usaha yang diproksikan dengan return on asset (ROA) dapat meningkat dan menurun karena beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi profitabilitas yaitu Non Performing Financing (NPF), tingkat likuiditas, dan Financing To Deposit Ratio (FDR). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh NPF, tingkat likuiditas, dan FDR terhadap profitabilitas bank syariah mandiri tahun 2012-2016.Teknis analisis menggunakan regresi linier berganda dan untuk uji statistik menggunakan uji F dan uji T. Berdasarkan hasil analisis menyatakan bahwa semua variabel berpengaruh terhadap Return On Asset. Namun, hanya dua variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap return on asset Bank Syariah Mandiri.The ability to sharia banks produce spider (profitability) became the indicator for the sustainability of the business and ability to compete sharia banks in the long term. Syariah Bank Mandiri as one of sharia banks with the largest profit in Indonesia had declined in the year 2014 and increased significantly in the year 2015. The income of the business explained by Return on Asset (ROA) can rise and fall because of several factors. Factors that affect the profitability of the Non-Performing Financing (NPF), the level of liquidity and Financing To Deposit Ratio (FDR). The purpose of this research is to know the influence of NPF, the level of liquidity and FDR against the profitability of sharia bank mandiri year 2012-2016 Technical Analysis using double linier regression and to test statistics using F tests and T tests. Based on above analysis, the study suggest that all variable affected return on asset. As for the partial, just two variables which give significant impact to the return on assetof sharia bank mandiri.
Dampak Keberadaan Pariwisata Religi terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat Cirebon Ridwan Widagdo; Sri Rokhlinasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1670

Abstract

Abstrak           Industri pariwisata mempunyai peranan penting dalam upaya pembangunan dan pengembangan suatu daerah. Bahkan pada beberapa daerah menunjukkan bahwa industri pariwisata mampu mendongkrak daerah tersebut dari keterbelakangan dan menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama. Dampak dari adanya pariwisata yang menguntungkan seperti terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan, dan meningkatnya keramaian. Sedangkan dampak yang merugikan seperti mahalnya harga barang-barang, rusaknya daerah sekitar dan melunturnya kebudayaan.          Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana penulis berusaha mengekplorasi kedalaman data yang di peroleh dari wawancara dengan Responden sehingga data yang di peroleh menjadi valid untuk di analisis. Lokasi penelitian ini adalah tempat tempat wisata religi yang ada di Cirebon baik di kota maupun kabupaten. Data penelitian ini meliputi tiga data yaitu data primer, data sekunder, dan data tersier. Setelah data diperoleh, selanjutnya akan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif.          Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya obyek wisata religi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan peningkatan ekonomi atau pengahasilan ini akan terasa cukup signifikan apabila ada moment-moment yang dilakukan oleh pihak pengelola pariwisata, dampak yang cukup signifikan lainya bagi kehidupan masyarakat Cirebon  adalah dapat terciptanya lapangan pekerjaan baru untuk warga di sekitar tempat wisata baik untuk keluarga maupun untuk orang lain.  Kata kunci: Dampak, Pariwisata Religi, Ekonomi MasyarakatAbstract             The tourism industry has an important role in development efforts and development of a region. Even in some areas indicate that the tourism industry is able to increase the area of backwardness and make it as a primary source of revenue. The effects of their lucrative tourism such as job creation, rising incomes, and increasing crowds. While the adverse impacts such as high prices of goods, damage to the surrounding area and lost of the culture.          This study uses a qualitative approach in which the author tried to explore the depth of the data that was obtained from interviews with respondents so that the data obtained into valid for in the analysis. The location of this research is a religious tourist spot in both the city and district of Cirebon. Data of the study contains of three kinds data, which are primary data, secondary data, and tertier data. Once the data is obtained, the next will be analyzed with descriptive qualitative analysis techniques.          The results of this study can be concluded that the object of religious tourism has enormous influence in the development effort to improve the local economy and increase in economics or income this can be quite significant if there are moments that made by the manager of tourism, a considerable impact significant other for a community in Cirebon is able to create new jobs for residents around the tourist attractions both for families and for others. Key words: Impact, Religious Tourism, Economic Community
Analisis Penerapan PSAK No. 105 pada Tabungan Berjangka Mudharabah dan Pembiayaan Mudharabah Fitria Eka Permata; Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1687

Abstract

Abstrak Perkembangan jumlah dan kinerja lembaga keuangan mikro syariah khususnya lembaga berbentuk Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang begitu baik harus diiringi pula dengan regulasi dan standar akuntasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Pada tahun 2006 IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mengeluarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Syariah sebagai revisi dari PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah. Untuk mengetahui apakah lembaga BMT telah sesuai dengan PSAK Syariah terutama terhadap kegiatan penghimpunan dana dan pembiayaannya (dalam hal ini dapat menggunakan akad mudharabah), maka penulis meneliti apakah penerapan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah dan pembiayaan mudharabah di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan telah sesuai dengan PSAK No. 105 tentang akuntansi mudharabah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, yakni peneliti menggambarkan penerapan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah dan pembiayaan mudharabah di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon kemudian membandingkannya dengan standar yang telah ada yaitu PSAK No. 105 tentang akuntansi mudharabah. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon dimulai dari pembukaan rekening dengan penyerahan aset kas dari nasabah, pembagian hasil usaha BMT kepada nasabah setiap bulannya, dan ketika tabungan berjangka mudharabah jatuh tempo. Adapun perlakuan akuntansi pada pembiayaan mudharabah dimulai dari pencairan atau penyerahan aset kas kepada nasabah, pendapatan bagi hasil yang dibayarkan nasabah setiap bulannya, dan ketika penyerahan kembali aset kas dari nasabah kepada BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon. Secara umum, perlakuan akuntansi pada tabungan berjangka di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon telah sesuai dengan PSAK No. 105 baik sisi pengakuan, pengukuran, penyajian maupun pengungkapan. Namun perlakuan akuntansi pada pembiayaan mudharabah belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No. 105. Ketidaksesuaian terdapat pada sisi pengakuan, yakni pengakuan piutang, pengakuan keuntungan dan pengakuan kerugian. Ketidaksesuaian juga terdapat pada sisi pengungkapan, yakni tidak adanya pengungkapan penyisihan kerugian investasi mudharabah pada laporan keuangan BMT Gunungjati.Kata Kunci : PSAK No. 105, Tabungan Berjangka, Pembiayaan, Mudharabah.AbstractThe development of amount and performance of the Islamic micro finance institutions especially Baitul Maal wa Tamwil (BMT) which is so good must be accompanied also with the regulations and accounting standards in accordance with Islamic principles. In 2006 the IAI (Association of Indonesian Accountants) issued the Islamic PSAK as a revision of PSAK No. 59 about Accounting of the Islamic Banking. To find out whether Baitul Maal wa Tamwil (BMT) institutions had been corresponding with the Islamic PSAK especially on activities for raising funds and financing (in this case can use mudharabah contract), then the authors researching whether the implementation of accounting on mudharabah term savings and mudharabah financing in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon which includes the recognition, measurement, presentation, and disclosure are in accordance with PSAK No. 105 about mudharabah accounting. This research is qualitative research with comparative descriptive approach, the researcher describes the implementation of accounting on mudharabah term savings and mudharabah financing in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon and then compare it with the existing standard that is PSAK No. 105 about mudharabah accounting. The data collection technique is done by observation, interview and documentation study. The results of this research shows that the accounting treatment on mudharabah term savings in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon begins from the opening of accounts with the delivery of cash assets from customers, the distribution of BMT business results to customers each month, and when mudharabah time deposit maturity. And then, the accounting treatment on mudharabah financing begins with the liquidation or the delivery of cash assets to customers, profit sharing income paid by the customer each month, and when handover of cash assets from customers to BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon. In generally, the accounting treatment of term savings in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon has been in accordance with PSAK No. 105 both the side of recognition, measurement, presentation and disclosure. However, the accounting treatment on mudharabah financing has not been fully compliant with PSAK No. 105. Nonconformity found on the recognition side, namely the receivable recognition, the profit recognition and the loss recognition. Nonconformity also found on the disclosure side, ie the absence of disclosure of allowance for losses on mudharabah investment in the financial statements of BMT Gunungjati.Keywords : PSAK No. 105, Term Savings, Financing, Mudharabah
MENUJU DESENTRALISASI KEBIJAKAN EKONOMI DALAM ISLAM: Pengalaman Dinasti ῾Uṡmaniyyah Abad 16-18 M dan Indonesia di Masa Orde Baru Yuli Andriansyah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1280

Abstract

Artikel ini mengkaji model desentralisasi kebijakan ekonomi dalam perspekif Islam dengan menganalisa akar desentralisasi pada Alquran, hadits dan aṡar sahabat serta pengalaman Dinasti ‘Uṡmāniyyah terutama pada abad 16-18M dan pada Indonesia di masa Orde Baru menerapkan kebijakan desentralisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memberikan peluang pengembangan desentralisasi meskipun model utama pemerintahan yang diakui bersifat sentralistik. Dinasti ‘Uṡmāniyyah yang memiliki wilayah luas menerapkan desentralisasi dengan kekuasaan lokal dipegang oleh pimpinan militer dengan sejumlah derajat kebebasan dalam pengaturan pendapatan di wilayahnya. Masa Orde Baru di Indonesia dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang terdesentralisasi dengan pembangunan berbasis daerah. Namun mengingat keterbatasan daerah dalam aspek sumber pendapatan dan banyaknya pimpinan daerah berlatar belakang militer, semangat desentralisasi berubah menjadi sentralisasi demi alasan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan akar ajaran Islam dan pengalaman sejarah tersebut, desentralisasi dalam kerangka Islam dirumuskan sebagai sebuah pola pemerintahan yang bertujuan mencapai kemajuan ekonomi dan stabilitas politik secara seimbang dengan tetap mengindahkan tujuan syariah.
Analisis Manajemen Risiko dalam Prosedur Pembiayaan Gadai Emas di BJB Syariah KCP Kuningan Dewi Fatmasari; Anah Hasanah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1731

Abstract

Abstrak Di dalam pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilakukan oleh Rahin (pemilik barang) dan Al-Murtahin (penerima barang) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya bagi pemilik barang dengan menggadaikan barang tersebut sesuai prinsip Syariah. Pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) memiliki prosedur yang dilalui hingga barang gadai tersebut kembali dimiliki oleh pemiliknya atau tidak, dan juga memiliki risiko-risiko yang melekat pada prosedur pembiayaan gadai emas. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) supaya segala risiko yang ada dapat diminimalisir dan dapat diantisipasi dengan baik, demi terciptanya pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam salah satu produk pembiayaan gadai emas di perbankan Syariah.Penelitian  ini  termasuk  penelitian  analisis deskripstif.  Metode  analisis  yang digunakan  adalah  metode  kualitatif.  Serta dalam menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas di BJB Syariah KCP Kuningan memiliki 10 prosedur yang dilalui dalam pembiayaan gadai emas Syariah dengan ketentuan tertentu di setiap prosedurnya yakni permohonan pembiayaan, penaksiran barang gadai, pelunasan penuh, pelunasan sebagian, perpanjangan, SP 1 s/d SP 2 atau setara 3, lelang, kuasa lelang, penjualan dan pelunasan atau penutupan pada sistem. Dan memiliki risiko yang ada pada setiap prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilihat secara umum dan dilihat dari beberapa risiko yang dimiliki perbankan. Serta  pada setiap prosedurnya memiliki manajemen risiko dalam satu kesatuan prosedur yang dilalui. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Prosedur Pembiayaan, Gadai Emas          Abstract Financing hearts of gold pawn in sharia (Rahn) conducted by Rahin (owner of goods) and Al-Murtahin (recipient Goods) with the aim to meet their needs review For the owner of the goods to pawn with Goods Under Sharia. Gold mortgage financing Sharia (Rahn) have procedures in recitals that passed the Back Up Goods pawn or not owned by their owners, and also had Risks Inherent on gold mortgage financing procedure. So, we need their hearts Risk Management Procedures gold pawn Financing Sharia (Rahn) Any order for Risks can be minimized and can be anticipated with good, in order to create Financing can be meet society hearts prayer One Needs Financing Products pawning gold in Islamic Banking.Singer study included research deskripstif analysis. The analytical method used is a qualitative method. Test your hearts as well as the validity of the data using triangulation techniques. Data collection techniques with How to Interview, observation, and documentation.Results The singer showed that the analysis of the Risk Management hearts procedure Financing pawning gold in BJB Syariah KCP Brass has 10 Procedures That traversed hearts Financing gold pawn sharia the terms Certain every procedure that request financing, valuation of goods mortgage, repayment sold, the repayment of, renewal, SP 1 s / d SP 2 OR 3 equivalents, auction, auction Counsel, Sales And repayment or in Closure System. And it has nothing to any Risks Funding Procedures gold pawn Sharia (Rahn) Viewed Operating Sales manager and Risks Seen From some owned banks. As well as on each procedures have hearts One Unit Risk Management Procedures The impassable. Keywords: Risk Management, Finance Procedure, Gold Pawn.
Analisis Penggunaan Metode Pencatatan Cash Basis dan Accrual Basis Pada Transaksi-transaksi di Bank Syariah Ayus Ahmad Yusuf; Neni Nurhayati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1371

Abstract

AbstrakMetode pencatatan  Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan, sedangkan pendapatan  dan  beban  dalam  accrual  basis  diakui  pada saat terjadinya  transaksi  dan  dicatat  untuk  suatu  periode,  sehingga  mengakui  adanya konsep realisasi dan penyesuaian.Saat ini bank syariah secara umum telah mencatat transaksi-transaksi berdasarkan metode pencatatan atas  dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Metode cash basis  mereka gunakan dalam perhitungan bagi hasil yang akan dibayarkan dengan cara merekonsiliasi pendapatan atas dasar akrual dari setiap transaksi menjadi bentuk pencatatan basis kas, Hal ini dilakukan karena perbankan syariah tidak dibenarkan mendistribusikan pendapatan atau keuntungan yang bukan menjadi hak perbankan syariah. Laporan ini akan mengeliminasi pendapatan yang diperoleh berdasarkan basis akrual dan mengakui pendapatan yang seharusnya diperoleh pada periode berjalan.Bank syariah dalam pencatatan transaksi-transaksinya telah mematuhi prinsip-prinsip syariah yaitu dengan berpedoman pada PSAK No. 101-110 tentang Perbankan Syariah. Yaitu secara umum bahwa transaksi-transaksi di bank syariah dicatatat berdasarkan metode pencatatan atas  dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Dalam penghitungan pembagian hasil usaha didasarkan pada pendapatan yang benar-benar terjadi yaitu dengan menggunakan metode pencatatan cash basis. Keywords: Cash Basis, Accruel Basis dan Bank SyariahAbstract                Recording method Cash Basis is the basis of accounting that recognizes the effect of transactions and other events on a cash or cash equivalent is received or paid are used for the recognition of revenue, expenditure and financing, while revenues and expenses in the accrual recognized at the transaction date and recorded for a period , thus acknowledging the existence of the concept of realization and adjustment.               Currently the Islamic banks in general have recorded transactions based method of recording on an accrual basis, except Cash Flow Statement and income calculation for the purpose of sharing the results of operations. Cash basis method they use in calculating the results of which will be paid by way of reconciling revenue on the accrual basis of each transaction into a form of recording cash basis, This is done because Islamic banking is not allowed to distribute income or profit that does not belong to Islamic banking. This report would eliminate the income earned on the accrual basis and recognizes revenue that should be obtained in the current period.               Islamic banks in recording transactions-transactions are in compliance with Islamic principles that guided by SFAS No. 101-110 on Islamic Banking. Ie in general that the transactions in Islamic banks dicatatat based method of recording on an accrual basis, except Cash Flow Statement and income calculation for the purpose of sharing the results of operations. In calculating the distribution of the results of operations are based on the income that is really happening is by using the cash basis method of recording. Keywords: Cash Basis, Basis and Bank Syariah Accruel
Analisis Penetapan Harga Jual pada Pembiayaan Murabahah berdasarkan Perspektif Islam di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Al-Falah Sumber Diana Djuwita; Dian Purnamasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1733

Abstract

Abstrak BMT Al-Falah merupakan Lembaga Jasa Keuangan Mikro Syariah yang berbadan hukum koperasi. Salah satu kegiatan BMT Al-Falah adalah menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan yang berbasis bai’ atau jual beli dengan akad murabahah, yang mana merupakan salah satu produk pembiayaan yang paling banyak digunakan oleh BMT, karena akadnya sederhana serta adanya keuntungan yang didapatkan BMT berupa margin. Margin keuntungan didapatkan atas dasar kesepakatan antara kedua pihak dengan prinsip keadilan, saling ridho dan tidak ada unsur paksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik murabahah dan perhitungan penentuan harga jual pada pembiayaan murabahah di BMT Al-Falah Sumber.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan (field research). Penulis menjelaskan secara terperinci tentang penetapan harga jual pada pembiayaan murabahah berdasarkan perspektif Islam di BMT Al-Falah Sumber. Data yang disajikan berupa data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi untuk mengambil bukti dilaksanakannya data yang berkaitan dengan BMT Al-Falah Sumber dengan cara pengamatan langsung serta melakukan wawancara dengan informan. Selanjutnya dilakukan analisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, penetapan harga jual murabahah di BMT Al-Falah Sumber menggunakan fixed rate dengan metode flat rate, yang mana penetapan margin dan hutang pokok yang dibebankan setiap bulan adalah sama sehingga pembayaran total cicilan setiap bulan besarnya tetap. Ditinjau dari hukum Islam, diperbolehkan bagi siapapun untuk mencari keuntungan tanpa ada batasan keuntungan tertentu selama mematuhi hukum-hukum Islam, serta menentukan standar harga sesuai dengan kondisi pasar yang sehat. Namun bila terjadi penyimpangan dan kesewenang-wenangan harga dengan merugikan pihak konsumen, maka tidak diperbolehkan. Menurut analisa peneliti di BMT Al-Falah dalam penetapan harga jual  sudah cukup baik dan sesuai dengan tuntunan syariah, karena mengacu pada Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/IV/2000 dan juga ditetapakan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip penetapan harga jual yang sesuai pandangan Islam yaitu prinsip suka sama suka, saling ridha, prinsip kejujuran, dan prinsip keadilan. Kata kunci:    Baitul Maal wat-Tamwil, Murabahah, Penetapan Harga Jual, Perspektif Islam   Abstract BMT Al-Falah is Micro Sharia Finance Entity which has legal formal as koperasi. One kind of activity in BMT Al-Falah is distributing fund as finance whichis called bai’ with murabahah contract, which is one kind of product that dominant used in BMT because it has simple contract and there is profit which is taken by BMT as margin. Profit margin is taken by agreement between both of member and BMT with justice principle, mutual assent, and no compulsion.the aim of this research areto describe the practice of Murabahah and to determinate selling price of murabahah finance in BMT Al-Falah Sumber.Research methode which is used in this research is field research. Researchers make in detail about the sale price determination on murabahah financing based on Islamic perspective in BMT Al-Falah Sumber. The data presented in the form of primary and secondary data, data collection techniques using documentation techniques to retrieve evidence of the implementation of data related to BMT Al-Falah Source by way of direct observation and conduct interviews with informants. Furthermore, the analysis was done by qualitative descriptive analysis method.Based on the result of research, determining the selling price of murabahah in BMT Al-Falah Source using fixed rate with flat rate method, where the determination of margin and principal debt charged each month is the same so that the total repayment of monthly installment is fixed. Judging from Islamic law, it is permissible for anyone to seek profit without any limitation of certain advantages as long as comply with Islamic laws, as well as setting price standards according to healthy market conditions. However, if there is deviation and arbitrariness of the price by harming the consumer, it is not allowed. According to the analysis of researchers at BMT Al-Falah in determining the selling price is quite good and in accordance with the guidance of sharia, because it refers to the Fatwa DSN. 04 / DSN-MUI / IV / 2000 and also set by considering the principles of price fixing according to Islamic view of the principle of likes like, mutual pleasure, honesty principle, and the principle of justice. Kata kunci:    Baitul Maal wat-Tamwil, Murabahah, The Determination of  Selling Price, Islamic Perspective
Studi Empiris Contagion Effect denganModel DCC MGARCH Yasir Maulana
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1636

Abstract

AbstrakArtikel ini berupaya menelaah contagion effect antara emerging market kepada developed market dengan menggunakan model DCC MGARCH dalam konteks krisis keuangan Asia 1998 dengan Thailand dan Indonesia sebagai negara benchmark. Hasil empiris pada penelitian ini memperlihatkan pada kondisi krisis Thailand dengan sepuluh negara maju dan berkembang menunjukkan adanya contagion effect di empat negara. Sedangkan pada saat  krisis di Indoneisa walaupun pencetusnya dari Thailand, justru memiliki efek yang lebih menyeluruh yaitu hanya satu dari sembilan negara yang tidak menunjukkan signifikansinya yaitu Malaysia. Kata kunci : Contagion effect, DCC MGARCH AbstractThis article attempts to examine the contagion effect between emerging markets and the developed market using the DCC MGARCH model in the context of the 1998 Asian financial crisis with Thailand and Indonesia as a benchmark country. The empirical results of this study show the conditions of Thailand's crisis with ten developed countries and Growing shows the existence of a contagion effect in four countries. While at the time of crisis in Indonesia though the originator of Thailand, it has a more comprehensive effect that is only one of the nine countries that do not show the significance of Malaysia. Keywords: Contagion effect, DCC MGARCH

Page 1 of 1 | Total Record : 10