cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
zulfahasni670@gmail.com
Phone
+6282271279237
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Bangkinang Kota, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 29874475     DOI : https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v2i3.72
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial is published by the PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP (NOMOR : AHU-012686.AH.01.30.Tahun 2023) in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. PCHS is a double blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of Law and Social Science. All publications in the PCHS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial is a national journal with e-ISSN: 2987-4475. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial publishes articles periodically three a year, in May, September, and January. PCTIF uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 380 Documents
Gaya Busana Perempuan Milenial dalam Perspektif Al-Qur’an Surat An-Nur 31 Nurlia Azka; Nurul Iman Hima Amrullah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 2 Nomor 3 October 2024 - J
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v2i3.468

Abstract

Penelitian ini membahas gaya busana perempuan milenial menurut Al-Qur’an surat An-nur ayat 31. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gaya berbusana mahasiswi UMUS dan relevansinya dengan surat An-nur ayat 31 serta faktor pendukung dan penghambat mahasiswi milenial SAINSTEK UMUS dalam berbusana sesuai dengan perspektif Qur’an surat An-nur ayat 31. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini diantranya: (1) mahasiwi SAINSTEK UMUS lebih mengedepankan kenyamanan serta kepercayaan diri ketika memakai busana sesuai akivitas kesehariannya dengan mempadupadankan busana yang terlihat styalish dan sopan santun, (2) mahasisiwi generasi milenial SAINSTEK UMUS gaya berbusnanya masih belum ada yang relevan dengan perspektif Al-Qur’an surat An-nur ayat 31, (3) faktor pendukung dan penghambat yang melatarbelakangi gaya berbusana mahasiswi milenial SAINSTEK UMUS dalam gaya berbusana yaitu adanya faktor internal dalam diri mereka dan faktor external diantaranya lingkugan kerja dan teman sebaya.
Implementasi Ta’zir dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darul Huda Asep Murodi; Nurul Iman Hima Amrullah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 2 Nomor 3 October 2024 - J
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v2i3.469

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan ta’zir dalam pembentukan karakter kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darul Huda, mengetahui Implementasi ta’zir dalam meningkatkan Karakter kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darul Huda, mengetahui hasil Implementasi ta’zir dalam meningkatkan Karakter kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darul Huda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam pene;itian ini meliputi seumber data primer yaitu wawancara dan sumber data sekunder berupa jurnal dan buku-buku. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan perencanaan ta’jir di pondok pesantren darul huda berjalan dengan baik. Implementasi ta’zir dipondok pesantren bias dikatakan efektif. Hasil dari implementasi ta’zir ini dapat meningkatkan santri menjadi lebih disiplin dalam setiap kegiatan pondok pesantren dan lebih mentaati perarturan pondok pesantren.
Dampak Cyberbullying pada Motivasi Belajar Siswa Kelas X di MA Negeri 2 Kuningan Payogo Adiguno Arief; O.Rahmat Hidayat
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 2 Nomor 3 October 2024 - J
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v2i3.470

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran teknologi dan informasi yang semakin mendalam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks pendidikan. Namun, seiring dengan perkembangannya, teknologi juga membawa dampak negatif seperti fenomena cyberbullying, yang merujuk pada tindakan intimidasi, pelecehan, atau ancaman yang dilakukan melalui media digital. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menilai dampak cyberbullying terhadap motivasi belajar siswa kelas X di MA Negeri 2 Kuningan. Kedua, untuk mengidentifikasi jenis cyberbullying yang dialami siswa. Ketiga, untuk memahami faktor-faktor yang memediasi hubungan antara cyberbullying dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Lokasi penelitian dilakukan di MA Negeri 2 Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai bentuk cyberbullying yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mereka. Dari analisis data, ditemukan bahwa kurangnya pemahaman tentang bahaya cyberbullying, respons individu terhadap intimidasi, dukungan sosial, dan kebijakan sekolah dalam mengatasi kasus cyberbullying memainkan peran penting dalam memoderasi dampak negatif tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa cyberbullying secara nyata mengganggu motivasi belajar siswa di MA Negeri 2 Kuningan.
Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Tindak Pidana Pelaku Penipuan Melalui Penggunaan Cek Kosong dalam Transaksi Jual Beli Tepung Tapioka (Studi Putusan Nomor: 1159/PID.B/2025/PN TJK): Penelitian Erlina Bachri; Anggalana; Aldi Wiratama
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.475

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecurangan dalam transaksi jual beli tepung tapioka melalui penggunaan cek kosong, serta untuk mengkaji proses pengambilan keputusan hakim dalam menentukan vonis sesuai dengan Keputusan Nomor 1159/Pid.B/2025/PN TJK. Penelitian ini menerapkan metodologi yuridis empiris dan normatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan hakim di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, dan penyidik ​​dari Kepolisian Bandar Lampung. Studi pustaka juga dilakukan. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis data secara kualitatif. Beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi pelaku, penyalahgunaan kepercayaan dalam hubungan bisnis, niat, penggunaan cek sebagai alat untuk memperoleh keuntungan haram, serangkaian kebohongan, penipuan, dan tidak adanya itikad baik dalam memenuhi kewajiban pembayaran, mempengaruhi efektivitas kecurangan melalui penggunaan cek kosong, menurut temuan penelitian. Keputusan hakim untuk memberikan vonis dipengaruhi oleh faktor filosofis, sosiologis, dan hukum. Seluruh unsur tindak pidana penipuan berdasarkan Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 telah terbukti secara sah melalui bukti yang valid. Pertimbangan sosiologis dan filosofis difokuskan pada perlindungan korban, kepastian hukum transaksi bisnis, dan tujuan hukuman pidana yang memprioritaskan keadilan, efisiensi, dan efek jera. Oleh karena itu, terdakwa dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Pertimbangan Hakim Terhadap Tindak Pidana Penipuan Untuk Keuntungan Diri Sendiri (Studi Putusan Nomor : 642/PID.B/2025/PN TJK): Penelitian Anggalana; Muhammad Husain Heryulizar
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.477

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya tindak pidana penipuan untuk keuntungan pribadi dan untuk mengevaluasi rasionalitas hakim dalam mengeluarkan putusan pada Putusan Nomor 642/Pid.B/2025/PN Tjk. Penelitian ini menerapkan metodologi yuridis empiris dan normatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penyidik dari Kepolisian Bandar Lampung, Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, dan Hakim di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, serta melalui studi pustaka dan penelitian lapangan menggunakan teknik observasi. Informasi tersebut dianalisis dari perspektif kualitatif dan hukum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal memengaruhi tindak pidana penipuan. Niat untuk memperoleh keuntungan yang tidak sah, tindakan yang disengaja, kesadaran hukum yang rendah, dan lemahnya pengendalian diri merupakan faktor internal. Sementara itu, pelaku dapat memanfaatkan peluang, memanfaatkan kepercayaan korban, atau memanfaatkan kondisi sosial ekonomi. Keputusan hakim untuk mengeluarkan putusan didasarkan pada pertimbangan yuridis, sosiologis, dan filosofis. Pertimbangan sosiologis dan filosofis didasarkan pada dampak kejahatan, keadaan yang memberatkan dan meringankan, serta tujuan hukuman untuk mencapai kepastian hukum, keadilan, dan manfaat, sedangkan pertimbangan yudisial didasarkan pada pemenuhan unsur-unsur Pasal 378 KUHP dan bukti yang sah. Hukuman penjara 2 (dua) tahun dianggap sesuai dengan fakta hukum dan prinsip-prinsip hukuman yang relevan.
Implementasi Pelayanan Publik Tentang Informasi Kesehatan Masyarakat Kelas Bawah di Puskesmas Cipayung JakartaTimur: Penelitian Theresia Tiurma Lisma
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.478

Abstract

Abstrak Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan wajib memberikan informasi kesehatan yang jelas dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat kelas bawah (ekonomi lemah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelayanan publik terkait informasi kesehatan, tantangan, dan faktor pendukung di Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen (Survei Kepuasan Masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan informasi kesehatan sudah didukung dengan teknologi, seperti aplikasi Jaksehat dan informasi fisik di papan pengumuman. Namun, terdapat tantangan dalam pemahaman teknologi oleh sebagian masyarakat kelas bawah dan kecepatan penyampaian informasi saat jam sibuk. Kualitas pelayanan terus ditingkatkan melalui akreditasi dan inovasi layanan promotif-preventif. Komunikasi kesehatan merupakan bidang studi yang memanfaatkan proses komunikasi untuk memengaruhi perilaku sehat individu, keluarga, dan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan. Komunikasi kesehatan didefinisikan sebagai proses penyampaian stimulus melalui simbol bahasa atau gerak non-verbal untuk menghadapi isu kesehatan, termasuk pencegahan penyakit, promosi kesehatan, dan peningkatan kesadaran terhadap risiko serta solusi kesehatan. Tujuannya adalah mengubah pengetahuan menjadi sikap dan perilaku sehat melalui transfer informasi via media seperti advokasi, massa, hiburan, atau internet. Komunikasi kesehatan berperan dalam promosi kesehatan, pendidikan masyarakat, dan pemberdayaan komunitas, sering kali melibatkan unsur pesan, sumber, penerima, media, konteks, serta umpan balik. Di era digital, ia semakin relevan untuk menyebarkan informasi via media sosial, membangun hubungan antara tenaga medis dan pasien, serta menanggapi isu seperti COVID-19.
Pengaruh Regret Aversion dan Herding Behavior terhadap Keputusan Investasi dengan Perilaku Keuangan Sebagai Variabel Moderasi pada Investor Muda yang Tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal di Maluku Maulany Eny; Husein Hartina; Usmany Alfrin Ernest Marthen
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2025): Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 3 Nom
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v3i3.483

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh regret aversion dan herding behavior terhadap keputusan investasi dengan perilaku keuangan sebagai variabel moderasi pada investor muda yang tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) di Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 63 anggota KSPM yang dipilih berdasarkan kriteria sebagai anggota aktif dan memiliki pengalaman berinvestasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.1.1.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regret aversion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi (β = 0,377; t = 3,922; p < 0,001), demikian pula herding behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi (β = 0,460; t = 5,022; p < 0,001). Namun, perilaku keuangan tidak terbukti memoderasi pengaruh regret aversion terhadap keputusan investasi (β = -0,038; p = 0,332) maupun pengaruh herding behavior terhadap keputusan investasi (β = -0,150; p = 0,061). Model penelitian mampu menjelaskan 63,3% variasi keputusan investasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor psikologis berupa regret aversion dan herding behavior menjadi determinan penting dalam pengambilan keputusan investasi investor muda, sedangkan perilaku keuangan belum mampu memperkuat maupun memperlemah pengaruh kedua bias tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian behavioral finance, khususnya pada konteks investor muda di wilayah Indonesia Timur.
Agama dan Perubahan Sosial: Perspektif Sosiologis dalam Pengkajian Islam Kontemporer Nadia Putri Amanda; Manita Rahma Hasibuan; Syawaluddin Nasution
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.491

Abstract

Perubahan sosial yang berlangsung secara masif di era globalisasi memunculkan pertanyaan mendasar mengenai posisi Islam di tengah arus transformasi tersebut. Penelitian ini mengkaji relasi dialektis antara agama khususnya Islam dan perubahan sosial dalam bingkai perspektif sosiologis kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pisau analisis teori sosiologi agama dari Max Weber, Émile Durkheim, hingga Peter L. Berger, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai Islam berinteraksi dengan modernitas, industrialisasi, digitalisasi, dan pluralisme budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak hadir sebagai variabel pasif dalam perubahan sosial, melainkan sebagai agen aktif yang mampu mendorong transformasi sekaligus menjadi penyeimbang (stabilizer) dari dampak negatif modernisasi. Islam terbukti mampu menjadi motor penggerak perubahan kebijakan publik, pemberdayaan ekonomi umat, dan demokratisasi, sekaligus menjadi penangkal anomie sosial melalui nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan amanah. Di era digital, Islam menghadapi tantangan baru berupa radikalisasi daring dan disinformasi keagamaan, namun juga menemukan peluang baru melalui dakwah digital yang lebih inklusif dan partisipatif. Temuan ini menegaskan bahwa pengkajian Islam kontemporer tidak dapat dilepaskan dari pendekatan sosiologis yang holistik dan interdisipliner.
Koeksistensi Ritel Modern dan Toko Kelontong Tradisional: Perspektif Etika Bisnis Islam: Penelitian Marlian Ansori; Arif Musthofa; Daud
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.496

Abstract

Ekspansi ritel modern yang masif menciptakan dinamika persaingan yang ketat sekaligus menguji daya tahan (resilience) toko kelontong tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk koeksistensi antara minimarket modern dan toko kelontong tradisional serta mengevaluasinya berdasarkan perspektif Etika Bisnis Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pelaku usaha ritel dan observasi lapangan, didukung data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koeksistensi antara ritel modern dan toko kelontong terjadi melalui pemetaan pangsa pasar yang berbeda, di mana toko tradisional mengandalkan fleksibilitas lokasi dan ikatan emosional pelanggan. Evaluasi berdasarkan lima prinsip etika bisnis Islam (kepemilikan, keadilan, keseimbangan, kebebasan, dan kebersamaan) menunjukkan bahwa tantangan terbesar terletak pada implementasi prinsip keadilan, khususnya transparansi dan konsistensi penetapan harga pada toko kelontong tradisional dibandingkan dengan sistem standardisasi harga pada minimarket modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koeksistensi yang harmonis dan berkeadilan dapat terwujud apabila toko kelontong tradisional meningkatkan profesionalisme manajemen harga tanpa mengorbankan nilai-nilai kebersamaan (ukhuwah) dalam bermuamalah.
Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan Siber Dalam Penipuan Jual Beli Online Dengan Modus Segitiga di Kota Makassar Muh. Nurlail Takbir Akbar; H. Alimuddin; H. L. Arumahi; Ahmad Syahird
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.498

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan perdagangan elektronik (e-commerce) memberikan kemudahan dalam transaksi jual beli online, namun juga menimbulkan risiko meningkatnya tindak pidana penipuan, salah satunya penipuan dengan modus segitiga (triangle fraud). Modus ini dilakukan dengan memanfaatkan identitas dan informasi barang milik penjual asli untuk menipu pembeli sehingga menimbulkan kerugian materiil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum terhadap korban penipuan jual beli online dengan modus segitiga di Kota Makassar serta menganalisis pertanggungjawaban hukum para pihak yang terlibat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif-deskriptif berdasarkan peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban telah memiliki dasar hukum melalui KUHP, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta peraturan terkait transaksi elektronik. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat kendala dalam pencegahan, pelacakan pelaku, pembuktian elektronik, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Pertanggungjawaban hukum dibebankan kepada pelaku sebagai pihak yang melakukan tipu muslihat dan memperoleh keuntungan secara melawan hukum, sedangkan korban berhak memperoleh perlindungan dan pemulihan kerugian, serta penjual asli tidak bertanggung jawab apabila terbukti tidak terlibat dalam tindak pidana.