cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jln. Tgk Hasan Krueng Kalee Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Busana dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 28089847     DOI : https://doi.org/10.24815/jbb
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Busana dan Budaya merupakan jurnal ilmiah nasional yang menerbitkan artikel yang telah ditelaah reviewer/mitra bestari. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan beragam jenis busana tradisional dari berbagai suku, daerah, dan komunitas etnis di Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan evolusi busana budaya Indonesia dari masa lalu hingga saat ini. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan untuk mengungkap dampak sosial, ekonomi, dan budaya dari revitalisasi dan pelestarian busana budaya asli Indonesia. Jurnal Busana dan Budaya terbit dua kali dalam satu tahun pada Bulan april dan Oktober. Melalui jurnal ini, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia, serta memberikan wawasan bagi desainer, pengrajin, pemerhati budaya, dan pemangku kebijakan untuk lebih menghargai, merawat, dan mengembangkan busana budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya bangsa. Scope Jurnal ini mencakup penelitian yang difokuskan secara khusus pada busana budaya Indonesia, tetapi tidak terbatas pada: Pakaian adat, Busana upacara, Busana perkawinan dan Busana sehari-hari yang mewakili nilai-nilai budaya dan tradisi yang autentik, Pendidikan/Pembelajaran Tata Busana, Industri fishion, Budaya makanan daerah Indonesia, Adat/tradisi budaya dalam kehidupan masyarakat
Articles 53 Documents
KREASI BAHAN RAJUT UNTUK NEWBORN BABY PHOTOGRAPY Nabila Affatahyat Tanjung; . Fadhillah; Fikriah Noer
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNewborn Baby Photography adalah melakukan pemotretan untuk bayi yang baru lahir dengan menggunakan properti serta kostum unik untuk bayi mungil yang baru saja lahir. Usia bayi pada Newborn Baby Photography dilakukan saat bayi berusia antara lima hingga empat belas hari. Umumnya kostum yang digunakan untuk Newborn Baby Photography yaitu menggunakan bahan kain yang sama seperti bahan kain untuk orang dewasa. Bahan kain yang digunakan orang dewasa berbeda untuk bahan kain bayi yang baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan busana yang unik untuk Newborn Baby Photography. Bahan yang digunakan adalah bahan rajut yang sesuai untuk digunakan oleh bayi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (RD) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu orang tua, dan fotografer Newborn. Objek dalam penelitian yaitu produk busana yang dihasilkan. Analisis data penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan, observasi, dokumentasi dan wawancara. Menciptakan dua produk busana rajut dengan dua model yang berbeda kemudian hasil produk direalisasikan untuk pemotretan. Dari hasil yang didapatkan melalui dokumentasi dan wawancara, responden memberikan tanggapan positif dari hasil produk busana rajut yang diciptakan untuk pemotretan bayi Newborn. Dari kedua model desain busana rajut memberikan kesan unik dan sesuai untuk karakteristik busana Newborn. Produk busana rajut yang dihasilkan juga sangat inovatif. Proses kedepannya diharapkan lebih teliti dalam ukuran pembuatan busana bayi serta lebih kreatif dalam mengembangkan ide dalam membuat busana rajut untuk bayi.Kata Kunci : Photografi, Busana Bayi, RajutABSTRACTNewborn Baby Photography is a photo shoot for newborn babies using unique props and costumes for tiny newborn babies. Newborn baby photography is done when the baby is between five and fourteen days old. Generally, the costumes used for Newborn Baby Photography use the same fabric as the fabrics for adults. The fabrics that adults use are different for newborn baby fabrics. This study aims to create a unique outfit for newborn baby photography. The material used is a knitting material suitable for use by babies. This study uses a research and development method (RD) with a qualitative approach. The subjects in this study were parents and newborn photographers. The object in this research is the clothing products produced. Analysis of research data using qualitative descriptive methods and data collection techniques with literature study, observation, documentation and interviews. The author creates two knitwear products with two different models and then the results are realized for a photo shoot. From the results obtained through documentation and interviews, respondents gave positive responses from the knitwear products that were created for newborn baby shoots. The two knitwear designs give a unique impression and are suitable for newborn clothing characteristics.The knitwear products produced are also very innovative. For the future process, be more careful in the size of making baby clothes and be more creative in developing ideas in making knitwear for babies.Keywords: Photography, Baby, Knitting
USAHA KERAJINAN MENGHIAS SANGE DALAM MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA DI DESA LHONG CUT KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH Putri Irayani; . Fitriana; Aya Sophiana
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik menghias kerajinan sange, bentuk motif yang digunakan, kesesuaian warna benang, bahan dan hiasan serta kontribusi usaha kerajinan menghias sange terhadap pendapatan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif, subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang perajin yang merupakan dari ibu rumah tangga. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penyajian data secara deskriptif dengan memaparkan gambar dan penjelasan secara sistematis mengenai data-data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis secara narative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya teknik yang digunakan dalam menghias sange yaitu teknik sulam sulam manik (payet) dan teknik melekatkan benang. Proses menghias sange mulai dari menciplak pola, menggambarkan motif, pemasangan payet sesuai dengan motif, dan pemasangan renda pada pinggiran sange. Motif yang digunakan motif pintoe Aceh, pucuk reubong, bungong jeumpa, dan motif lainnya yang dikreasikan perajin. Kesesuaian warna terlihat pada paduan warna yang sesuai warna dasar kain yaitu bahan beledru. Kontribusi yang diperoleh dari usaha menghias sange dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, dan digunakan untuk biaya pendidikan anak, serta keperluan pokok rumah tangga lainnya. Saran bagi perajin yang mengembangkan usaha kerajinan menghias sange agar keterampilan yang sudah dimiliki dapat ditingkatkan melalui kualitas dan kreatifitas yang dihasilkan sesuai dengan perkembangan zaman dan menciptakan kreasi-kreasi yang baru, serta kepada pemerintah Aceh agar dapat lebih memberi perhatian kepada usaha kerajinan menghias sange, yang telah ikut membantu dalam menciptakan lapangan kerja dan mengatasi pengangguranKata Kunci : Kerajinan Menghias Sange, Pendapatan KeluargaABSTRACTThis study aims to determine the technique of decorating sange crafts, the shape of the motifs used, the suitability of thread colors, materials and decorations and the contribution of the sange decorating craft business to family income. The method used in this study is a qualitative descriptive method, the subjects in this study amounted to 5 craftsmen who were housewives. The data in this study were obtained through observation, interviews and documentation techniques. Descriptive presentation of data by presenting pictures and systematic explanations of the data obtained in the study were analyzed in a narrative manner. The results showed that in general, the techniques used in decorating the sange were bead embroidery techniques (sequins) and thread attaching techniques. The process of decorating the sange starts from copying the pattern, describing the motif, installing sequins according to the motif, and installing lace on the edges of the sange. The motifs used are Aceh pintoe motifs, reubong shoots, bungong jeumpa, and other motifs created by craftsmen. The color match is seen in the color combination that matches the basic color of the fabric, namely velvet. Contributions obtained from the business of decorating sange can help meet the needs of the family, and are used for children's education costs, as well as other basic household needs. Suggestions for craftsmen who develop a very beautiful decoration craft business so that the skills they already have can be improved through the quality and creativity produced in accordance with the times and creating new creations, as well as for the Aceh government to pay more attention to the sange decoration craft business, which has helped in creating jobs and overcoming unemploymentKeywords: Crafts Decorating Sange, Family Income
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI KETERAMPILAN ANYAMAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA SMP NEGERI 4 TIMANG GAJAH . Sumarni; Anizar Ahmad; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada Materi Keterampilan Anyaman di SMP Negeri 4 Timang Gajah Kecamatan Bener Meriah. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan analisis data deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII sebanyak 25 orang. Untuk mengetahui minat dianalisis dengan menggunakan Skala Likert dan hasil belajar dengan presentasi frekwensi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: Terjadi peningkatan minat siswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I rata-rata minat siswa sebesar 2.88 (kategori Sedang), selanjutnya pada siklus II rata-rata minat siswa sebesar 3.00 (kategori Baik) dan pada siklus III rata-rata minat siswa sebesar 3.11 (kategori Baik). Hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Timang Gajah dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terjadi peningkatan baik secara individual maupun secara klasikal pada materi Kerajinan Anyaman. Pada siklus I secara klasikal 76% sedangkan secara individual 73%, Siklus II secara klasikal 84% sedangkan secara individual adalah 82% dan pada siklus III secara klasikal 85% dan secara individual 85%.Kata Kunci : Peningkatan, Hasil Belajar, Minat Belajar, Kooperatif Tipe JigsawABSTRACTThis study aims to determine whether using the jigsaw type of cooperative learning method can increase student interest and learning outcomes in Matting Skills Material at SMP Negeri 4 Timang Gajah, Bener Meriah District. The type of research is classroom action research with descriptive data analysis. The research subjects were 25 students of class VII. To find out interest was analyzed using a Likert Scale and learning outcomes with frequency presentation. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: There was an increase in student interest with the application of jigsaw cooperative learning in the first cycle the average student interest was 2.88 (Medium category), then in the second cycle the average student interest was 3.00 (Good category) and in the second cycle the average student interest was 3.00 (Good category) cycle III the average student interest is 3.11 (good category). The learning outcomes of class VIII students at SMP Negeri 4 Timang Gajah with the application of the Jigsaw type cooperative learning method increased both individually and classically in the material of Woven Crafts. In the first cycle classically 76% while individually 73%, classically cycle II 84% while individually is 82% and in the third cycle classically 85% and individually 85%.Keywords: Improvement, Learning Outcomes, Interest in Learning, Jigsaw Cooperative Type.
PEMANFAATAN MEDIA BAHAN ALAM PADA DESAIN BUSANA TIGA DIMENSI Kiky Velayanti; . Mukhirah; . Novita
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeni rupa adalah salah satu jenis seni yang bentuknya dapat dilihat dan diraba karena memiliki bentuk dan wujud. Kerajinan merupakan salah satu contoh karya seni rupa, salah satu contoh kerajinan adalah desain busana tiga dimensi. Desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam adalah desain busana dalam format tiga dimensi yang menggunakan bahan alam sebagai bahan utamanya. Pemanfaatan media bahan alam pada desain busana merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah dan dapat menambah nilai seni serta keunikan dari desain. Media bahan alam adalah media yang diperoleh langsung dari alam. Bahan alam yang digunakan adalah bulu ayam dan pasir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan desain busana yang menarik dengan pemanfaatan media bahan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Subjek penelitian ini adalah desain busana tiga dimensi sedangkan objek penelitian ini adalah media bahan alam. Proses pembuatan desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap persiapan desain, tahap pengaplikasian, dan tahap pembuatan background. Hasil dari desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam dapat menjadi salah satu karya seni rupa yang dapat digunakan sebagai hiasan dinding.Kata kunci: Desain busana tiga dimensi, bahan alam, karya seniABSTRACTFine art is one type of art whose shape can be seen and touched because it has shape and form. Crafting is one example of fine art, such as three-dimensional fashion design. Three-dimensional fashion design with the use of natural materialmedia is the fashion design in a three-dimensional format that uses natural materials as its main materials. The use of natural material media in fashion design is an effort to utilize a waste, increase an artistic value and the uniqueness of the design. The media of natural material is the media obtained directly from the nature such as chicken feathers and sand. This study aimed to create attractive fashion designs with the use of natural meterials as media. The method used in this study was the experimental method. The location of the study was at the laboratory of Family Welfare Education Study Program of Syiah Kuala University. The subject of this study was three-dimensional fashion design while the object of this study was natural materialmedia. The process of making a three-dimensional fashion design by utilizing the natural material as the media was done through three stages,namely the material preparation stage, the design preparation stage, the application stage, and the making of the background stage. The result of a three-dimensional fashion design with the use of natural material is it can be one ofthe artwork that can be used as wall decorations. Keywords: Three-dimensional fashion design, natural materials, artwork
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR JIGSAW PADA MATERI SENI RUPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 MEULABOH . Erdianis; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini telah dilakukan pada materi Seni Rupa di SMP Negeri 3 Meulaboh melalui Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian yakni siswa kelas VII/2 SMP Negeri 3 Meulaboh yang berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data diperoleh melalui test. Hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa penggunaan model pembelajaran Pair Jigsaw pada materi Seni Rupa dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 77,14 dengan persentase ketuntasan 78,57 %, dan terjadi peningkatan pada siklus II nilai rata-rata 82,14 dengan persentase ketuntasan 96,43%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hasil belajar yang belum menggunakan model konfensional. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran pair jigsaw pada materi Seni Rupa dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu model pembelajaran pair jigsaw dapat diterapkan pada mata pelajaran yang lain.Kata Kunci : Model Pair Jigsaw, Peningkatan Hasil BelajarABSTRACTThis research has been conducted on the material of Fine Arts at SMP Negeri 3 Meulaboh through Classroom Action Research. The research subjects were students of class VII/2 SMP Negeri 3 Meulaboh, totaling 28 students. The instrument used to collect data was obtained through a test. The results of the study can be explained that the use of the Pair Jigsaw learning model in the Fine Arts material can increase students' motivation and learning outcomes. In the first cycle, the average score was 77.14 with a completeness percentage of 78.57%, and an increase in the second cycle the average value was 82.14 with a completeness percentage of 96.43%. The results showed that there was a significant increase compared to learning outcomes that had not used conventional models. It can be concluded that the use of the pair jigsaw learning model in Fine Arts material can improve student learning outcomes. Therefore, the pair jigsaw learning model can be applied to other subjects.Keywords: Pair Jigsaw Model, Improving Learning Outcomes
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATERI KERAJINAN SULAM KRUISTIK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI SMP 3 SUSOH ACEH BARAT DAYA . Safwani; . Fitriana
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran demonstrasi pada Mata Pelajaran Keterampilan, mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Keterampilan, dan mengetahui respon siswa kelas VIIISMPNegeri 3 Susoh terhadap penerapan metode demonstrasi materi Kerajinan Sulam Kruistik. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VIII-2 yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data melalui test dan observasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, soal test, dan angket respon siswa. Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dianalisa menggunakan statistik deskriptif dengan skor rata-rata, ketuntasan individual dan klasikal dan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode pembelajaran demonstrasi pada Pelajaran Keterampilan materi kerajinan sulaman kruistik di SMPN 3 Susoh dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terliht pada aktivitas guru mengelola pembelajaran pada siklus I termasuk kategori baik (81%), sedangkan kemampuan siswa siklus I termasuk cukup (64,8%). Pada siklus II terjadi peningkatan baik aktivitas guru maupun aktivitas siswa. Aktivitas guru berada pada kategori sangat baik (91%), dan aktivitas siswa termasuk kategori baik (82,4%). Terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan metode demonstrasi pada Pelajaran Keterampilan materi sulaman kruistik, yaitu pada siklus I nilai rata-rata siswa 63,48 dengan persentase ketuntasan 69,56%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa 69,35 dengan persentase ketuntasan 82,61%. Siswa kelas VIII-2 merespon dengan baik penerapan metode demonstrasi pada pelajaran keterampilan, yaitu rata-rata 87,83% setuju.Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Keterampilan Siswa, Sulaman KruistikABSTRACTThis study aims to determine the application of demonstration learning in Crafts Subjects, to determine the improvement of student outcomes in Crafts Subjects, and to find out the responses of VIII grade students of SMP Negeri 3 Susoh to the application of the demonstration method of Kruistic Embroidery Crafts. The research subjects were students of Class VIII-2 who opened 23 people. Data collection techniques through tests and observations. The data collection tools used were observation sheets, test questions, and student response questionnaires. To determine the activities of teachers and students were analyzed using descriptive statistics with average scores, individual and classical completeness and percentage formulas. The results showed that the application of the demonstration learning method in the Crafts Lesson of Crustic Embroidery at SMPN 3 Susoh could improve student learning outcomes. This can be seen in the teacher's activities in managing learning in the first cycle, including the good category (81%), while the students' ability in the first cycle is sufficient (64.8%). In the second cycle there was an increase in both teacher and student activities. Teacher activities are in the very good category (91%), and student activities are in the good category (82.4%). There was an increase in student results after the demonstration was applied to the Craftls Lesson of the Crustic Embroidery material, namely in the first cycle the average value of students was 63.48 with a mastery percentage of 69.56%. While in the second cycle the average value of students was 69.35 with a percentage of completeness 82.61%. Class VIII-2 students responded well to the application of the demo method in crafts lessons, with an average of 87.83% agreeing.Keywords: Demonstration Method, Student Skills, Cruistic Embroidery
INOVASI KEMEJA WANITA DENGAN APLIKASI TEKNIK JAHITAN FAGOTING MENGGUNAKAN SULAMAN CRETAN INSERTION Damayanti, Ghina; Fitriana, Fitriana; Rahmi, Rahmi
Jurnal Busana & Budaya Vol 5, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v5i1.47509

Abstract

Minat masyarakat pada produk fashion semakin berkembang seiring berkembangnya teknologi, banyak perusahaan fashion saat ini menerapkan model bisnis fashion yang lebih cepat dalam menghadapi perubahan trend fashion. Saat ini tidak banyak brand lokal yang memproduksi produk fashion yang menggunakan teknik jahitan fagoting dengan sulaman karena adanya perkembangan digital printing yang mengikuti trend fashion, membuat pelaku usaha di bidang industri lebih memilih sistem produksi yang praktis dan juga cepat, sehingga semakin minimnya produksi sulaman dengan teknik jahitan fagoting pada pakaian yang diproduksi. Penelitian ini bertujuan mendesain, membuat dan mengaplikasikan teknik jahitan fagoting menggunakan sulaman cretan insertion pada kemeja wanita, serta mengetahui daya tarik di kalangan mahasiswa Fakultas Keperawatan terhadap pengaplikasian teknik jahitan fagoting menggunakan sulaman cretan insertion pada kemeja wanita. Jenis penelitian eksperimen terapan dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data melalui dokumentasi, eksperimen terapan, kuesioner. Analisis data secara deskriptif dan perhitungan angket dilakukan dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian eksperimen menghasilkan dua produk yaitu kemeja oversize dan kemeja tunik yang memiliki ciri khas masing-masing. Hasil olahan data menunjukkan bahwa responden sangat tertarik (81%) pada model I dan tertarik (75%) pada model II. Model I kemeja oversize lebih diminati dibandingkan dengan kemeja tunik model II karena modelnya menggunakan potongan yang longgar, memiliki bentuk semiformal sehingga mudah untuk di mix and match dengan outfit ke kampus serta dapat digunakan pada kegiatan sehari-hari. Sedangkan kemeja tunik pada model II kesan terlalu formal, didesain dengan panjang baju 80 cm serta model yang lebih sederhana.Kata Kunci: Kemeja Wanita, Teknik Jahitan Fagoting, Sulaman Cretan Insertion
MOTIVASI MAHASISWI TATA BUSANA DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI FASHION Zahara, Intan; Fadhilah, Fadhilah; Rahmi, Rahmi
Jurnal Busana & Budaya Vol 5, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v5i1.42017

Abstract

Berwirausaha adalah satu kegiatan yang patut dilakukan oleh mahasiswa tata busana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Memulai berwirausaha harus dilatarbelakangi dengan motivasi dari dalam diri maupun luar diri seseorang karena kesuksesan akan timbul apabila ada motivasi yang kuat dari dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga terhadap jenis industri fashion yang ingin dikembangkan serta faktor yang memotivasi mereka untuk mengembangkan industrifashion tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi Tata Busana Prodi PKK angkatan 2019 yang memenuhi kriteria. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian mununjukkan bahwa mahasiswi Tata Busana termotivasi mengembangkan industrifashiondibidang menjahitmodistedan fashion designerkarena beberapa faktor yang melatarbelakangi mereka selain hobi yaitu, Pertama, ingin hidup lebih mandiri karna penghasilan yang didapat saat mengelola usaha dibidangfashionmampu memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka serta dapat membantu perekonomian keluarga. Kedua, keinginan untuk berkerja tanpa terikat dengan orang lain. Ketiga, ingin mengaktualisasikan bahwa lulusan tata busana mampu membuka lapangan pekerjaan bidang industrifashionmembantu mengurangi angka pengangguran dan mampu dalam berwirausaha. Terakhir, faktor lingkungan sosial sekitar yang sangat tertarik dan membantu usaha responden dengan menjadi pelanggan tetapKata Kunci : Motivasi berwirausaha, industrifashion
PENGEMBANGAN OUTERWEAR BERBASIS MOTIF UKIRAN ACEH DENGAN TEKNIK ROULEAUX TRIM UNTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Muhamdar, Natasya; Dewi, Rosmala; Fadhilah, Fadhilah
Jurnal Busana & Budaya Vol 5, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v5i1.47460

Abstract

Motif ukiran Aceh yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, menghadapi tantangan untuk tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan tren fashion modern. Penerapan teknik Rouleaux trim pada outer dengan aplikasi motif ukiran aceh menjadi solusi inovatif untuk melestarikan motif ukiran tradisional aceh dan juga meningkatkan daya saing produk lokal di pasar fashion. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain motif ukiran Aceh pada outer, membuat outer, dan untuk mengetahui tanggapan responden terhadap produk outer dengan aplikasi motif ukiran Aceh dengan teknik rouleaux trim. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel ditentukan dengan simple random sampling dari 229 populasi, sebanyak 69. Penelitian ini mengembangan outerwear dengan motif ukiran Aceh menggunakan teknik rouleaux trim. Outer model pertama dirancang dengan potongan yang menonjol pada pinggang dan siku lengan, dipadukan dengan kerutan yang menambah dimensi pada potongan tersebut. Desain ini menggunakan kerah setali dan ban pada ujung lengan, serta mengaplikasikan motif taloe ie, awan meucanek, bungoeng sagoe, bungoeng meulu, dan bungoeng ayu-ayu melalui teknik rouleaux trim. Penelitiaan menunjukkan 64,91 % responden sangat menyukai desain outer model pertama karena elegansi motif dan kualitas bahan. Metode kuantitatif dan eksperimen diterapkan pada 69 mahasiswa Tata Busana. Studi ini membuktikan bahwa penerapan teknik ini mampu meningkatkan daya tarik dan pelestarian budaya Aceh dalam fashion modern.Kata Kunci : Aplikasi; Motif Aceh; Rouleaux Trim; Outer
PENERAPAN TEKNIK SASIRANGAN PADA PRODUK FASHION Nabila, Dienda; Novita, Novita; Fitriana, Fitriana
Jurnal Busana & Budaya Vol 5, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v5i1.46446

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman budaya yang luar biasa, memiliki warisan seni dan kerajinan tradisional yang sangat kaya. Salah satu aspek yang semakin mendapatkan perhatian adalah penerapan teknik sasirangan pada produkfashion. Teknik sasirangan, yang berasal dari Kalimantan Selatan, menciptakan kain berwarna-warni dengan pola yang rumit melalui proses celup ikat. Keunikan teknik ini terletak pada hasil akhirnya, di mana motif-motif yang dihasilkan mencerminkan kehidupan sehari-hari, alam, dan mitos lokal. Sasirangan bukan sekadar kain, ia adalah bentuk seni yang mengandung makna mendalam dari masyarakat yang menciptakannya. Penerapan teknik sasirangan dalam duniafashionmerupakan bagian dari perkembangan industri kreatif Indonesia. Seiring dengan meningkatnya apresiasi terhadap seni tradisional, desainerfashionlokal mulai memadukan unsur-unsur budaya dalam rancangan mereka. Inilah yang menjadi katalis bagi pergeseran paradigma, di manafashionbukan hanya dilihat sebagai kebutuhan fungsional, tetapi juga sebagai medium ekspresi budaya.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode eksperimen terapandengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Laboratorium tata busana yang beralamat di Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Proses pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada 28 Agustus 2023 s/d 3 November 2023. subjek pada penelitian ini adalah pewarna sintetis, dan objeknya adalah outer dan rok yang dibuat menggunakan teknikSasirangan.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi kepustakaan, dokumentasi, eksprimen terapan.Proses penerapan tekniksasiranganpada produkfashiondidahului dengan mempersiapkan alat dan bahan yang baik dan sesuai untuk memperoleh hasil yang baik. Penulis menerapkan teknik sasirangan pada produkfashionmenggunakan pewarna tekstil yaitu indigosol, kain sasirangan yang siap diwarnai di buat menjadi produkfashionberupa rok dan outer. Warna yang dihasilkan dari indigosol, tercipta pada saat penjemuran kain dibawah trik sinar matahari, semakin bagus cuaca, maka warna yang keluar akan semakin bagus. Setelah pewarnaan selesai kain di fiksasi menggunakan sodium nitrit.Desain produkfashionyang pertama yaitu model rok dengan pola rok A line, bagian pinggang menggunakan karet dan ressleting di bagian samping pinggang. Produkfashionyang kedua yaitu outer dengan ukuran standar.Kata Kunci:Sasirangan,pewarna tekstil, indigosol, produkfashion.