cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jln. Tgk Hasan Krueng Kalee Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Busana dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 28089847     DOI : https://doi.org/10.24815/jbb
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Busana dan Budaya merupakan jurnal ilmiah nasional yang menerbitkan artikel yang telah ditelaah reviewer/mitra bestari. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan beragam jenis busana tradisional dari berbagai suku, daerah, dan komunitas etnis di Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan evolusi busana budaya Indonesia dari masa lalu hingga saat ini. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan untuk mengungkap dampak sosial, ekonomi, dan budaya dari revitalisasi dan pelestarian busana budaya asli Indonesia. Jurnal Busana dan Budaya terbit dua kali dalam satu tahun pada Bulan april dan Oktober. Melalui jurnal ini, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia, serta memberikan wawasan bagi desainer, pengrajin, pemerhati budaya, dan pemangku kebijakan untuk lebih menghargai, merawat, dan mengembangkan busana budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya bangsa. Scope Jurnal ini mencakup penelitian yang difokuskan secara khusus pada busana budaya Indonesia, tetapi tidak terbatas pada: Pakaian adat, Busana upacara, Busana perkawinan dan Busana sehari-hari yang mewakili nilai-nilai budaya dan tradisi yang autentik, Pendidikan/Pembelajaran Tata Busana, Industri fishion, Budaya makanan daerah Indonesia, Adat/tradisi budaya dalam kehidupan masyarakat
Articles 53 Documents
KREASI TAS ULOS DALAM MENINGKATKAN MINAT REMAJA TERHADAP TENUNAN TRADISIONAL DI ERA GLOBALISASI Putri Rahmadani Sinaga; Rosmala Dewi; . Fadhillah
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan proses persatuan seluruh masyarakar di dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global. Salah satu benda yang terkena dampak globalisasi adalah tenunan tradisional. Tenunan tradisional sendiri merupakan kain peninggalan para leluhur yang memiliki jenis dan motif yang sangat banyak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh globalisasi, membuat kreasi produk tas dari bahan tenunan tradisional suku batak di Sumatera Utara (ulos) dan mengetahui daya tarik remaja terhadap produk kreasi tas dari tenun ulos. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen terapan dan pendekatan kuantitatif. Untuk mengetahui tentang ketertarikan konsumen terhadap kreasi tas ulos dibutuhkan mahasiswa-mahasiswi FKIP Universitas Syiah Kuala yang aktif kuliah Tahun Pelajaran 2021/2022 untuk sampel sebanyak 669 orang. Pada hasil penelitian penulis telah mendesain tiga model tas ulos, pada eksperimen model pertama menggunakan kain ulos berjenis ulos sadum dengan model tas yang berukuran kecil dan desain yang simpel. Kancing magnet membuat tas ini menjadi lebih menarik. Pada eksperimen model kedua menggunakan kain ulos berjenis ulos ragi hotang denan model simpel tetapi elegan dengan ukuran tas yang cukup besar dan memiliki tali yang panjang sehingga dapat diatur sesuai dengan keingginan pengguna. Serta pada eksperimen model ketiga menggunakan jenis ulos sitoluntuho dengan model yang lebih unik dan memiliki aksesoris serta dua saku pada bagian dalam dan luar tas. Berdasarkan hasil dari mengedarkan kuesioner, para remaja saat ini sangat setuju bahwa globalisasi berdampak pada tenunan tradisional dan mempengaruhi minat remaja terhadap tenunan. Adapun kreasi tas ulos yang meningkatkan minat remaja terhadap tenunan tradisional yaitu tas ulos pada model II diikuti pada model III dan model I.Kata kunci: Globalisasi, Tenunan Tradisional, Tas UlosABSTRACTGlobalization is the process of uniting all people in the world into a global community group. One of the objects affected by globalization is traditional weaving. Traditional weaving itself is a cloth left by the ancestors which has many types and motifs. The purpose of the study was to describe the influence of globalization, to create bag creations from traditional Batak woven materials in North Sumatra (ulos) and to find out the attractiveness of teenagers to bag creation products from ulos weaving. The method used is an applied experimental method and a quantitative approach. To find out about consumer interest in the creation of ulos bags, it takes FKIP Syiah Kuala University students who are actively studying in the 2021/2022 academic year for a sample of 669 people. In the results of the research, the author has designed three models of ulos bags, in the first experiment the model used ulos cloth of the ulos sadum type with a small bag model and a simple design. Magnetic buttons make this bag even more attractive. In the second model experiment, using ulos cloth of the hotang yeast ulos type with a simple but elegant model with a bag size that is quite large and has a long strap so that it can be adjusted according to the user's wishes. As well as in the third model experiment using the ulos sitoluntuho type with a more unique model and has accessories and two pockets on the inside and outside of the bag. Based on the results of distributing questionnaires, today's youth strongly agree that globalization has an impact on traditional weaving and affects adolescents' interest in weaving. The creation of ulos bags that increase youth's interest in traditional weaving is the ulos bag in model II, followed by model III and model I.Keywords: Globalization, Traditional Weaving, Ulos Bag
TRADISI UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA DI KOTA LANGSA Kiki Syafridayanti; . Fadhillah; . Nurbaiti
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang penulis lakukan untuk mengungkap adat dan tradisi masyarakat Jawa di Kota Langsa pada upacara perkawinan, yang bertujuan untuk mengindentifikasi tahapan proses upacara perkawinan adat Jawa Tengah, serta mengetahui makna tahapan prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah. Subjek pada penelitian ini yaitu 5 pengantin dan 1 orang tokoh adat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tahapan prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah di Kota langsa terdiri dari: pembentukan panitia, upacara langkahan, upacara pemasangan tarub, upacara menanak nasi, upacara penolak hujan, upacara siraman, akad nikah, malam midodareni, upacara nebus kembar mayang, dan upacara panggih yang terdiri dari: upacara balangan sirih (lempar sirih), upacara wiji dadi (menginjak telur), upacara membasuh kaki, sindur binayang, upacara pemecahan kendhi, sungkeman, upacara dulangan, upacara tepung tawar, dan upacara jenang sumsum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung pada upacara perkawinan adat Jawa adalah simbol yang mengarah pada suatu pengharapan dan doa yang dilakukan oleh pengantin dan kedua orang tua pengantin kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari marabahaya. Makna yang terkandung pada upacara adat sangatlah penting untuk diketahui oleh masyarakat terutama generasi muda di Kota Langsa agar terus dapat melestarikan tradisi upacara perkawinan adat Jawa tersebut sehingga tidak hilang oleh perkembangan zaman.Kata kunci : Tradisi Upacara, Perkawinan, Adat Jawa ABSTRACThe research that the author conducted was to reveal the customs and traditions of the Javanese people in Langsa City at the wedding ceremony, which aims to identify the stages of the Central Javanese traditional wedding ceremony process., and to find out the meaning of the stages of the central Javanese traditional wedding ceremony procession. The subjects in this study were 5 brides and 1 traditional leader. This study used descriptive qualitative method. The data was collected by means of observation, interview and documentation techniques. The results of the research show that the stages of the Central Javanese traditional wedding ceremony procession in Langsa City consist of: the information of committee, the langkahan ceremony, the tarub installation ceremony, the rice cooking ceremony, the rain repellent ceremony, the siraman ceremony, the marriage contract, the midodareni night, the twin mayang nebus ceremony, and the grilling ceremony which consists of: balangan sirih (throwing betel) ceremony, wiji dadi ceremony (stepping on an egg), food washing ceremmony, sindur binayang, kendhi breaking ceremony, sungkeman, dulangan ceremony, plain flour ceremony, and marrow jenang. From the results of the study it can be cloncluded that the meaning contained in the Javanese traditional wedding ceremony is a symbol that leads to a wish and prayer made by the bride and groom and the parents of the bride and groom to God Almighty in order to avoid distress. The meaning contained in traditional ceremonies is very important to be known by the community, especially the younger generation in Langsa City so that they can continue to preserve the tradition wedding ceremonies so that they are not lost by the times.Keywords: Ceremonial traditions, Marriage, Javanese Customs.
STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA KERAJINAN TENUN ASMA SONGKET DI LAMNO KECAMATAN ACEH JAYA . Dahliana; Rosmala Dewi; . Novita
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat perkembangan sentra kerajinan tenun Asma Songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya, usaha yang dilakukan untuk pengembangan sentra sentra kerajinan tenun Asma songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya. Subjek penelitian ini adalah pengelolaan dan pengrajin Sentra kerajinan tenun Asma songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menghambat perkembangan sentra kerajinan tenun Asma Songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya ialah modal yang terbatas, lokasi produksi dan lokasi tempuh pengadaan bahan baku dengan tempat produksi yang jauh, serta kurangnya keterampilan karyawan. Sedangkan kebutuhan dalam pengembangan usaha sentra kerajinan tenun Asma songket di Lamno Kecamatan Aceh Jaya adalah lokasi yang strategis akan mempermudah pengembangan usaha, pengelolaan keuangan lebih terjamin dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sentra kerajinan tenun Asma songket membutuhkan pengembangan dalam hal kerjasama dengan pihak lain untuk penjualan atau marketing, pembukuan yang baik, dan dokumentasi terhadap hasil produk yang dihasilkan agar pemesan dapat melihat langsung koleksi-koleksi motif yang telah ada.Kata Kunci : Sentra Kerajinan, Tenun Asma SongketABSTRACTThe purpose of this study was to determine the factors that hinder the development of the Asma Songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency, the efforts made to develop the Asma Songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency. The subject of this research is the management and craftsmen of the Asma songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency. The method in this study used a qualitative descriptive method. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results showed that the factors that hindered the development of the Asma Songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency, were capital, production locations and travel locations for raw material procurement with far production sites, and the lack of employee skills. While the need for the development of the Asma songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya District is a strategic location that will facilitate business development, more secure financial management and marketing. The results of the study indicate that the Asma songket weaving craft center requires development in terms of cooperation with other parties for sales or marketing, good bookkeeping, and documentation of the products produced so that customers can see directly the collections of existing motifs.Keywords: Craft Center, Asma Songket Weaving
KREASI DESAIN TEKSTIL KERAWANG GAYO PADA SARUNG BANTAL HIAS Novia Nurjannah; . Mukhirah; . Fitriana
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBantal hias merupakan salah satu bagian dari lenen rumah tangga seperti di sofa ruang tamu, ruang tv atau ruang keluarga, serta sebagai bantal tambahan dalam kamar tidur. Sarung bantal yang digunakan biasanya dihiasi dengan teknik sulam, bordiran, dan printing dengan motif yang beraneka ragam sehingga memberi keindahan pada ruangan. Dalam hal ini peneliti membuat inovasi baru untuk memberikan motif pada sarung bantal hias dengan menggunakan motif kerawang Gayo sehingga memberi kesan suasana berbeda pada ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat masyarakat terhadap lenen rumah tangga menggunakan motif Kerawang Gayo. Metode yang digunakan yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan menggunakan statistik deskriptif. Penelitian dan pengembangan yang dimaksud, diarahkan untuk mengembangkan motif kerawang Gayo pada sarung bantal hias yang dikembangkan dengan mengikuti model 4-D yang terdiri dari 4 tahap utama yaitu: Define (pembatasan), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran). Subjek pada penelitian ini adalah Ibu-ibu rumah tangga di Desa Paya Ilang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Sarung bantal hias telah didesain sebanyak 5 desain, dengan warna dan bentuk sarung bantal yang berbeda. Berdasarkan anailis model sarung bantal dipasaran ditemui bahwa belum ditemui sarung bantal hias yang menggunakan motif Kerawang Gayo yang sudah pernah dikembangkan sebelumnya serta mendapatkan respon positif dari masyarakat dan juga pengerajin Kerawang Gayo. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada desain 1 mendapati skor rata rata 3,40 4,08 4,21 pada desain 2 mendapati skor rata rata 3,40 4,5 4,21 pada desain 3 mendapati skor rata rata 3,40 4 4,21 pada desain 4 mendapati skor rata rata 4,35 4,21 pada desain 5mendapati skor rata rata 3,40 4,5 4,21.Kata Kunci: Sarung Bantal Hias, Kerawang Gayo ABSTRACTDecorative pillows are one part of household linen, such as on the living room sofa, tv room or family room, as well as additional pillows in the bedroom. The pillowcases used are usually decorated with embroidery, embroidery, and printing techniques with various motifs so that they give beauty to the room. In this case, the researcher made a new innovation to give motifs to decorative pillowcases using the Gayo filigree motif so that it gave the impression of a different atmosphere in the room. This study aims to determine the public's interest, especially for housewives to household linen using the Gayo Kerawang motif which is still rarely found. The method used is research and development using descriptive statistics. The research and development in question is directed at developing the Gayo filigree motif on decorative pillowcases which was developed following a 4-D model consisting of 4 main stages, namely: Define (limitation), Design (design), Develop (development) and Disseminate (deployment). The subjects in this study were housewives in Paya Ilang Village, Bebesen District, Central Aceh Regency, while the object of this study was decorative pillowcases. Decorative pillowcases have been designed as many as 5 designs, with different colors and shapes of pillowcases. Based on the analysis of pillowcase models in the market, it was found that decorative pillowcases using the Kerawang Gayo motif that had been developed previously and received a positive response from the community and also Kerawang Gayo craftsmen. Based on the results of the research that has been done in design 1, the average score is 3.40 4.08 4.21 in design 2, the average score is 3.40 4.5 4.21 in design 3, the average score is 3.40. 3.40 4 4.21 in design 4 got an average score of 4.35 4.21 in design 5 got an average score of 3.40 4.5 4.21Keyword : Decorative Pillowcases, Kerawang Gayo
PEWARNAAN MOTIF BATIK ACEH DARI MEDIA BAHAN ALAM KULIT BAWANG MERAH Juliani Pasca Zumarnis; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBatik telah menjadi salah satu seni yang dituangkan pada kain dengan motif yang memiliki arti sesuai kekhasannya. Awalnya batik hanya menggunakan pewarna alami dari alam, seiring berjalannya perkembangan ilmu dan teknologi pewarna batik sudah berkembang dari pewarna sintetis yang mudah didapatkan. Pada penelitian ini peneliti membuat pewarna alami dari kulit bawang merah yang diolah dan diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik batik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membuat pewarna tekstil alami yang didapatkan dari kulit bawang merah, diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik pembatikan, dan untuk mengetahui tingkat kesukaan/respon responden terhadap pewarnaan alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (RD) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI Kriya Tekstil SMK Negeri 1 Masjid Raya sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu dengan studi kepustakaan, observasi, dokumentasi, dan angket. Dari hasil analisis data responden memberikan tanggapan positif terhadap pewarnaan dari bahan alami kulit bawang merah yang diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik batik. Penelitian menciptakan produk yaitu sehelai kain yang berukuran 210105 cm dengan sentuhan motif batik Aceh. Langkah-langkah dalam pembuatan pewarna alami yang diaplikasikan pada tekstil dengan teknik batik yaitu diawali dengan menyiapkan segala alat dan bahan, membuat pewarna alami dengan proses ekstraksi perebusan, membuat desain motif batik, menyiapkan kain untuk pengaplikasian pewarna alami, memindahkan desain pada kain, proses mencanting, proses pewarnaan, proses fiksasi dan proses pejemuran. Hasil analisis tanggapan responden 91% responden menyatakan sangat suka dan suka dari hasil penelitian yaitu kain batik motif Aceh dengan pewarnaan alamiKata Kunci : Pewarnaan Bahan Alam, Motif Batik Aceh, Kulit Bawang Merah. ABSTRACTBatik has become one of the arts on cloth with motifs that have meaning according to their peculiarities. Initially batik only used natural dyes from nature, as the development of science and technology, batik dyes have developed from synthetic dyes that are easily obtained. In this study, researchers made natural dyes from onion skins which were processed and applied to textile materials using batik techniques. The purpose of this research is to make natural textile dyes obtained from the skin of shallots, applied to textile materials with batik techniques, and to determine the level of preference/response of respondents to natural coloring. This research uses development research (RD) method with a qualitative approach. The subjects in this study were students of class XI Textile Crafts at SMK Negeri 1 Masjid Raya as the research sample. Data collection techniques are literature study, observation, documentation, and questionnaires. From the results of data analysis, respondents gave positive responses to the coloring of natural ingredients of onion skin which was applied to textile materials with batik techniques. The research created a product, namely a piece of cloth measuring 210105 cm with a touch of Acehnese batik motifs. The steps in making natural dyes that are applied to textiles using batik techniques are starting with preparing all the tools and materials, making natural dyes with a boiling extraction process, making batik motif designs, preparing fabrics for applying natural dyes, transferring designs to fabrics, embroidering process. , coloring process, fixation process and drying process. The results of the analysis of respondents 91% of respondents stated that they really liked and liked the results of the study, namely Acehnese batik cloth with natural coloring.Keywords: Natural Material Coloring, Aceh Batik Motif, Shallot Skin.
MODEL PEMBELAJARAN MATERI BATIK PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 MESJID RAYA . Fatimah; . Fadhillah; fikriah Noer
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sangat memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu negara dan bangsa, hal ini dapat tercapai bila tujuan pendidikan telah diterapkan. Salah satunya menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Di SMK Negeri 1 Mesjid Raya satu-nya sekolah di Aceh yang memproduksi batik Model pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri 1 Masjid Raya sudah tergolong baik dan sudah menghasilkan produk batik yang layak dipasarkan pada tinggkat daerah, produk yang dihasilkan mampu untuk bersaing secara nasional maupun internasional. Ini dapat dilihat dari karya siswa yang dipamerkan pada acara tertentu. Dari keberhasilan yang diperoleh oleh SMK Negeri 1 Mesjid Raya perlu diadakannya penelitian lebih lanjut untuk dipublikasikan guna dijadikan pedoman bagi sekolah lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model pembelajran materi batik yang tepat pada siswa XI SMK Negeri 1 Mesjid raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian dua guru dan siswa kelas XI. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran yang tepat yang digunakan pada materi batik adalah model pembelajaran inquiry (problem based learning), model pembelajaran ini sangat bagus untuk dipertahankan melihat hasil belajar siswa. Adapun saran dari peneliti yaitu diharapkan penerapan model pembelajaran inquiry based learning di sekolah SMK Negeri 1 Masjid Raya Banda Aceh harus dipertahankan dan dapat dilakukan evaluasi secara kontinu untuk mendapatkan model pembelajaran yang lebih baik.Kata Kunci : Model Pembelajaran, Materi Batik, SMKN 1 Mesjid Raya LEARNING MODEL OF BATIK MATERIAL IN ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 1 MESJID RAYA.ABSTRACTEducation plays an important role to ensure the sustainability of a country and nation, it can be achieved if the educational objectives have been implemented. One of them is by applying an appropriate learning model. SMK Negeri 1 Mesjid Raya is the only school in Aceh that produces batik. The learning model that has been implemented can produce batik products that are feasible to be marketed in certain regions. However, this is not the end point of the achievement that must be achieved. The batik produced is expected to be able to compete national and international competition. The purpose of this research is to find out the appropriate batik material learning model for eleventh grade students of SMK Negeri 1 Mesjid Raya. This study uses descriptive qualitative and the research subjects are two teachers and eleventh grade students. The writer uses a purposive sampling method and collects data by interview and registration. Data analysis was performed by data reduction, data display and conclusions. The learning model used in batik material is the inquiry learning model (problem based learning), this learning model is very good for evaluating student learning outcomes. The application of inquiry based learning model in SMK Negeri 1 Mesjid Raya Banda Aceh must be maintained and evaluation can be carried out continuously to get a better learning model.Keywords: learning model, batik material, SMK Negeri 1 Mesjid Raya
PENGGUNAAN BUKET BUNGA PADA PROSESI ADAT WALIMAH PENGANTIN WANITA ACEH . Rahmati; . Mukhirah; Anizar Ahmad
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih telah banyak membuat perubahan dalam hidup manusia, salah satu bidang yang juga ikut mengalami perubahan adalah budaya adat pernikahan. Pada masa sekarang telah banyak dijumpai pengantin wanita Aceh yang menggunakan buket bunga pada saat acara walimah yang sebenarnya bukan budaya Aceh. Namun, banyak masyarakat Aceh yang tidak paham dengan aksesoris yang sebenarnya dan cenderung menggunakan aksesoris yang sedang berkembang sekarang. Penggunaan buket bunga bukan merupakan bagian dari adat Aceh sendiri karena penggunaan buket tidak mencerminkan identitas sebagai suku Aceh. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kaum wanita mengunakan buket bunga pada prosesi adat walimah pengantin wanita Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang membuat pengantin wanita Aceh menggunakan buket bunga pada acara walimatulnya yaitu, pertama supaya terkesan mewah, glamour dan anggun, kedua supaya bebas berekspresi, ketiga, dapa memberikan tampilan foto yang cantik dan keempat terpengaruh dengan lingkungan baik dari segi teknologi, sahabat sekitar maupun perias. Penambahan hal-hal baru ini akan menyebabkan pudarnya kebudayaan Aceh yang asli, dan lama kelamaan akan ditinggalkan bahkan dilupakan oleh generasi muda Aceh karena sudah tertarik dengan kebudayaan orang lain.Kata Kunci: Buket Bunga, Adat Walimah, Pengantin wanita Aceh ABSTRACKeywords: Flower Bouquet, Wedding tradition of Acehnese brideAs the technology development sophisticatedly increasing, major changes in human life occurring alongside, traditions in wedding culture has undergone changes as well. Nowadays a lot of Acehnese brides are found using flower bouquets in the wedding which actually is not an Acehnese culture. However, many Acehnese do not understand the actual accessories and tend to use accessories that are currently developing. The use of a flower bouquet is not part of Acehnese custom because the use of a bouquet does not reflect an Acehnese ethnic identity. The purpose of this study is to determine factors causing Acehnese bride to use flower bouquets in a traditional wedding procession. The method used in this study was descriptive qualitative method. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The result shows that the factors affecting Acehnese brides to use flower bouquets at the wedding procession are; first is to make it look luxurious, glamorous and elegant, second is to freely express her thought, third is to give photos more beautiful looks ,and fourth is influenced by the environment, in terms of technology, friends, or make-up artist. The addition of these new things will cause the original Acehnese culture to fade, and over time it will be abandoned or even forgotten by the younger generation of Aceh because they are already interested in other cultures.
MOTIVASI PENGANTIN DALAM MENGGUNAKAN HENNA INSTAN DI KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH . Maisharah; . Fadhillah; . Novita
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henna instan adalah henna dalam bentuk pasta siap pakai, yang dibuat secara pabrikan agar lebih mudah digunakan. Henna biasanya digunakan pada upacara Meugaca atau boh gaca , awalnya meugaca atau boh gaca termasuk ke dalam upacara sakral saat pernikahan. Penilitian ini bertujuan mengetahui motivasi pengantin dalam menggunakan henna instan di Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh dan mengetahui aneka warna henna instan yang ada di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian 5 orang di 3 kecamatan yang berbeda. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data yang diperoleh pengguna henna instan dipilih karena proses pengaplikasiannya tidak memakan waktu yang lama, henna instan juga relatif mudah dan efektif untuk digunakan. Dan pesatnya perkembangan zaman yang serba moderen, membuat perubahan pola pikir pengantin dalam menggunakan henna. Diharapkan kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman, masyarakat mempu memilih perubahan yang sesuai dengan adat dan budaya yang ada didaerahnyaKata Kunci: Motivasi Pengantin, Henna instan ABSTRAKInstant henna is henna in pastawhich is manufactured for easy to use. Henna is usually used when meugaca or boh gaca. Initially meugaca or boh gaca include of the sacred ceremony at the wedding.The results of this study aimed to determine the motivation of the bride in using instant henna in the Ulee Kareng District of Banda Aceh City and to know the various colors of instant henna in Banda Aceh city. This study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative type, with research subjects of 5 people in 3 different districts. The results of data collection were obtained by interview, observation, and documentation. The process of data analysis through three stages, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of data analysis obtained by the use of instant henna were chosen because the application process does not take a long time, instant henna is also relatively easy and effective to use. And the rapid development of the era that is completely modern, makes changes in the mindset of brides in using henna. It is expected that all communities in facing the development of the times will be able to choose changes that are in accordance with the customs and culture in their area.Keywords: Motivation of the bride, Instant henna
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA PEMBUATAN POLA DASAR WANITA DEWASA MATA PELAJARAN DASAR POLA DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH 2017 Triana Adhita Rizki; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel Pembelajaran tutor sebaya adalah salah satu upaya dalam mengatasai permasalahan pembelajaran dasar pola di kelas X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan prestasi belajar siswa kelas X BS 5 dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya pada Mata Pelajaran Dasar Pola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Data observasi aktivitas guru dan siswa dianalisa secara deskriptif dengan skor rata-rata. Data hasil observasi hasil belajar siswa dan prestasi belajar siswa, dianalisa dengan mendeskripsikan kegiatan guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data tes hasil belajar siswa dianalisa dengan menggunakan tingkat ketuntasan individual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan Siklus I Hasil Belajar 16 siswa (18%) kategori baik, 6 siswa (21%) hasil belajarnya cukup, dan 6 siswa yang hasil belajarnya kurang. Aktivitas guru dan siswa mendapat skor rata-rata 3,5 (88%) kategori baik, dan Hasil belajar siswa yang tuntas 5 orang dengan nilai rata-rata 39,83 secara klasikal (18%). Pada siklus II Hasil belajar 28 siswa (90%) kategori baik, 2 siswa (14%) kategori cukup, dan 0% dengan kategori kurang. aktivitas guru dan siswa mendapat skor rata-rata 5,10 (93%) kategori baik sekali. Hasil belajar siswa yang tuntas 28 orang dar total keseluruhan 28 orang dengan nilai rata-rata 88 secara klasikal (90%). Dengan demikian hipotesis di terima (H). Model pembelajaran tutor sebaya dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran dasar pola.Kata Kunci : Tutor Sebaya, Hasil Belajar dan Prestasi Belajar, Dasar Pola EFFECTIVENESS OF LEARNING TUTOR MODEL BECOMING IN MAKING BASIC PATTERN OF ADULT WOMEN BASIC LESSONS PATTERN IN SMK NEGERI 3 BANDA ACEHABSTRACTPeer tutoring learning model is one of the efforts to overcome the problems in the classroom learning the basic pattern of X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh. This study aims to determine the activities of teachers and students in improving learning outcomes and student achievement of class X BS 5 by applying peer tutoring learning model in Subjects Basic Patterns. This research uses qualitative approach with Classroom Action Research type (PTK). The subjects of this study are the students of class X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh, amounting to 28 people. Technique of collecting data is done by test and observation. Observation data of teacher and student activity were analyzed descriptively with mean score. Data of observation result of student learning result and student achievement, analyzed by describing activity of teacher and student during learning activity take place. The test data of students' learning outcomes were analyzed using individual and classical mastery. The results showed that the first cycle of learning result 16 students (18%) good category, 6 students (21%) enough learning result, and 6 students whose learning result is less. The activity of teachers and students scored an average of 3.5 (88%) good category, and the result of student learning that complete 5 people with average value 39,83 in classical (18%). In the second cycle Student learning outcomes 28 (90%) good category, 2 students (14%) enough category, and 0% with less category. Teacher activity and students got an average score of 5.10 (93%) excellent category. Student learning outcomes completed 28 people out of a total of 28 people with an average grade 88 in class (90%). Thus the hypothesis is received (H). Peer tutor learning model can overcome the problems faced by students in basic learning patterns.Keywords: Peer Tutor, Learning Outcomes and Learning Achievement, Basic Patter
PENGEMBANGAN RAGAM HIAS UKIRAN INAI PADA PENGANTIN ACEH Zuhra, Maghvirah; Mukhirah, .; Sophiana, Aya; Novita, N; Fitriana, F
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya pelestarian budaya pernikahan masyarakat Aceh khususnya ragam hias ukiran pengantin wanita Aceh (dara baroe), dengan menggali lebih dalam tentang ragam hias ukiran inai yang ada saat ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran nilai budaya pada ukiran inai pengantin wanita Aceh juga perlu diketahui yang kemudian menjadikannya sebagai sumber ide untuk mengembangkan desain ragam hias ukiran inai pada pengantin wanita di Kota Banda Aceh yang sarat dengan budaya Aceh dan tetap mengikuti trend. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang bersifat naturalistik, dengan subjek penelitian lima orang responden. Ragam hias ukiran inai yang sering digunakan pada pengantin wanita Aceh adalah motif India dan Arab serta perpaduan berbagai macam bentuk seperti bentuk bunga, daun, tangkai, segitiga, garis-garis, titik dan berbagai macam bentuk lainnya. Banyaknya bermunculan motif dari luar daerah Aceh dan kurangnya minat masyarakat dalam menggunakan motif Aceh pada inai pengantin wanita Aceh menjadikan ukiran inai dengan ragam hias motif Aceh kurang dikenal dikalangan masyarakat, sehingga ukiran inai pengantin wanita Aceh sudah mulai bergeser dari motif asli daerah Aceh.Kata Kunci:Ragam hias, ukiran inai pengantin