cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 (2013)" : 25 Documents clear
Problem Solving dengan Metode Identifikasi Variabel berdasarkan Skema: Tinjauan terhadap Topik Termodinamika Risti Suryantari
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.155 KB)

Abstract

Metode Identifikasi variabel berdasarkan skema merupakan salah satu metode problem solving dalam fisika terkait formulasi, yaitu menentukan persamaan dengan skema berdasarkan pemahaman persoalan. Formulasi pada dasarnya dibuat untuk menyederhanakan konsep, namun justru yang terjadi adalah pendapat bahwa fisika sulit karena terlalu banyak rumus. Metode ini dibuat untuk menunjukkan bahwa menyelesaikan masalah terkait formulasi bukanlah hal yang sulit. Metode ini sebelumnya telah diterapkan pada formulasi relativitas khusus, pada penelitian ini akan diterapkan pada topik termodinamika. Metode ini mendapat respon positif dari mahasiswa.Kata kunci : identifikasi variabel, skema, termodinamika
PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NO. 50 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA INDUSTRI TEKSTIL : STUDI KASUS PADA INDUSTRI TEKSTIL DI BANDUNG Paulus Sukapto; Harjoto Djojosubroto
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.018 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari kepedulian terhadap implementasi keselamatan di tempat kerja pada empat industri tekstil di Bandung. Untuk itu dilakukan kunjungan agar dapat mengetahui kondisi tempat kerja dan tindakan para karyawan saat melaksanakan tugas serta diskusi mengenai aspek keselamatan dengan berbagai pihak yang terkait. Persepsi mengenai keselamatan di tempat kerja juga dipelajari dari jawaban atas kuesioner yang dibagikan kepada para karyawan. Diamati bahwa aspek keselamatan di tempat kerja pada keempat industri tekstil perlu ditingkatkan. Pada tiga industri tekstil pertama dapat disimpulkan hal-hal berikut: Tingkat penerangan di tempat kerja untuk semua industri perlu ditingkatkan. Tingkat kebisingan pada dua dari tiga industri harus diturunkan. Jawaban kuesioner dari para karyawan mencerminkan bahwa mereka telah merasakan dampak di tempat kerja yang merugikan kesehatan. Sebagai tersirat dari hasil diskusi dan kuesioner, persepsi dan kepedulian para karyawan terhadap keselamatan juga perlu ditingkatkan. Data mengenai jumlah kecelakaan dan keparahan cidera akibat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2011 dan 2012 hanya dimiliki oleh satu industri. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2011 tidak berbeda dengan yang terjadi pada tahun 2012. Satu kecelakaan tahun 2012 mengakibatkan cacat permanen. Disarankan agar solusi atas masalah keselamatan dilakukan berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang menganut pendekatan sistem berdasarkan ergonomi makro.Pada industri tekstil keempat dicoba untuk mengintroduksikan desain sistem keselamatan kerja karyawan di Departemen Weaving pada saat memasang beam tying. Dari hasil pengamatan di lapangan diperoleh data bahwa secara keseluruhan pada tahun 2012 terjadi 15 kecelakaan, dan sampai dengan bulan Agustus 2013 terjadi 59 kecelakaan kerja. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa potensi kececelakaan kerja dengan cidera berat adalah pada saat memasang beam tying di Departemen Weaving. Untuk mengurangi jumlah kecelakaan kerja yang ada maka perlu dibuat suatu konsep disain yang melibatkan kontribusi pihak karyawan dan manajemen, atau dengan pendekatan participatory ergonomics. Proses desain ini menggunakan metode job hazard analysis yaitu suatu metode yang mengidentifikasi dan menganalisis bahaya yang terjadi di tempat kerja. Konsep desain yang diusulkan adalah sistem K3 di Departemen Weaving dan dibentuk organisasi K3 yang terintegrasi dengan organisasi manajemen perusahaan sehingga terbentuk Sistem Manajemen K3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012.Kata kunci: keselamatan kerja, ergonomi makro, sistem manajemen K3 kecelakaan kerja, job hazard analysis, participatory ergonomics.
PENGARUH MEDIA SUB- DAN SUPERKRITIK CO2 DALAM PROSES HIDROLISIS SECARA ENZYMATIC TERHADAP PEROLEHAN GLUKOSA Henky Muljana; Tony Handoko; Lesty Meilianasari; Gischa Widhi
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.679 KB)

Abstract

Tingginya pemanfaatan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar utama di dunia memicu munculnya dua permasalahan besar yaitu semakin menipisnya persediaan minyak bumi (non renewable) dan terkait dengan hal tersebut, harga minyak bumi yang semakin tinggi. Oleh karena itu perlu dicari sumber alternatif energi lainnya yang berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Salah satunya adalah pembuatan bioetanol sebagai energi alternatif dari kertas bekas. Saat ini beberapa kendala yang dihadapai di dalam proses pembuatan bioetanol dari kertas bekas ini adalah masih rendahnya perolehan glukosa dan tingkat kemurnian glukosa yang masih rendah. Dari proses konvensional yang ada saat ini, produk hidrolisis glukosa tercampur dengan komponen furfural, hydroxymethyl furfural (HMF) dan asam-asam organik yang akan mengganggu proses fermentasi glukosa menjadi etanol. Sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi kendala-kendala tersebut adalah dengan melakukan proses perlakukan awal dan proses hidrolisis enzymatis di dalam media super- dan subkritik CO2.Tujuan khusus yang ingin dicapai di dalam penelitian ini adalah meliputi : i) mempelajari potensi pemanfaatan kertas bekas dan media CO2 di dalam proses perlakuan awal dan proses hidrolisis secara enzymatis dengan terlebih dahulu mempelajari sistem reaksi yang lebih sederhana yaitu dengan menggunakan microcrystalline selulosa (derajat polimerisasi, DP = 230) dan kertas HVS baru (ukuran A4), ii) mempelajari dan melakukan optimasi proses fermentasi glukosa yang diperoleh dari hasil hidrolisis kertas bekas secara enzimatis di dalam media sub- dan superkritik CO2 menjadi bioetanolPenelitian pada tahun pertama ini memiliki fokus untuk mempelajari pengaruh tekanan dan temperatur medium superkrtik CO2 pada proses perlakuan awal terhadap perolehan glukosa. Perlakuan awal dilakukan dengan variasi temperatur pada 50o C, 75o C, dan 100o C serta variasi tekanan pada 80 bar, 120 bar, dan 150 bar. Produk hidrolisis dengan kadar glukosa sebesar 10,9 % - 26,7 % berat/berat dapat diperoleh dengan kondisi percobaan tersebut. Penelitian pada tahun pertama ini menunjukkan potensi penggunaan media superkritik di dalam proses enzimatis kertas dan membuka peluang untuk pemanfaatan lebih lanjut pada berbagai materi lignoselulosa lainnya.
PENGUJIAN DAN PENINGKATAN MASA SIMPAN PRODUK MIE INSTAN BERBASIS HANJELI Asaf Kleopas Sugih; Henky Muljana
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.534 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari roadmap penelitian yang lebih besar di Jurusan Teknik Kimia UNPAR untuk memanfaatkan hanjeli (sumber pati lokal Indonesia yang sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan walaupun mudah ditanam dan produktivitasnya cukup tinggi) sebagai bahan baku produk pangan dan non-pangan, yang telah dimulai sejak tahun 2010. Pemanfaatan hanjeli secara khusus terkendala oleh masih kurangnya pengembangan teknik pasca panen yang tepat dan inovasi produk-produk pangan yang berbasis hanjeli. Pada penelitian sebelumnya, salah satu upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan penggunaan hanjeli adalah dengan membuat produk-produk turunan hanjeli (biskuit, mie dan mie instan, serta food thickener).Pada penelitian ini akan dilakukan studi lanjutan dari penelitian terdahulu tentang pembuatan mie instan dari hanjeli. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mie hanjeli secara umum dapat diterima oleh konsumen, tetapi sebelum dapat diproduksi secara luas masih dibutuhkan pengujian masa simpan (shelf life) dari produk tersebut, mengingat mie instan perlu dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Pada penelitian ini, secara khusus akan dilakukan studi tentang masa simpan mie instan dari hanjeli, serta pengaruh penambahan berbagai aditif pengawet pangan untuk memperpanjang masa simpan mie instan hanjeli. Pendugaan waktu simpan produk akan dilakukan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dengan menyimpan produk pada suhu yang cukup tinggi. Data-data yang diperoleh dari hasil pengukuran kerusakan pangan pada suhu tinggi akan dimodelkan dengan kinetika reaksi orde pertama, dan digunakan untuk memperkirakan masa simpan produk pada suhu penyimpanan normal (suhu kamar).Aditif pangan yang ditambahkan terutama adalah antioksidan yang dapat mengurangi kecenderungan munculnya ketengikan pada minyak nabati yang digunakan untuk menggoreng mie instan, seperti asam askorbat, BHT, dan TBHQ. Penurunan kualitas produk akan diamati menggunakan parameter-parameter sederhana seperti uji organoleptik hingga menggunakan prosedur kimia dengan uji penentuan bilangan peroksida, acid value, dan free fatty acid.
Studi Experimental Pengaruh Pengaku Miring Pada Tekuk Torsi Lateral Balok I Paulus Karta Wijaya; Helmi Hermawan; Victor Victor
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.091 KB)

Abstract

Kemampuan baja memikul beban biasa ditentukan berdasarkan kekuatan dan stabilitas. Kekuatan artinya material baja mencapai kekuatan, yaitu tercapainya tegangan leleh sepenuhnya pada seluruh penampang, yaitu tercapainya momen plastis penampang. Masalah stabilitas pada balok baja adalah masalah tekuk torsi lateral. Adanya masalah stabilitas, membuat kemampuan baja memikul beban menjadi lebih kecil dari kekuatan materialnya, yaitu momen plastis tidak dapat tercapai. Balok hanya dapat memikul momen sebesar momen kritis. Maka orang selalu mengupayakan agar masalah stabilitas dikurangki pengaruhnya, yaitu momen kritis sebesar mungkin. Biasanya hal ini dilakukan dengan memasang tumpuan lateral pada balok. Tetapi bila memasang tumpuan lateral ini tidak dimungkinkan perlu diupayakan cara lain meningkatkan momen kritis. Dalam penelitian ini, dipelajari pengaruh pengaku yang dipasang miring terhadap besarnya momen kritis. Penelitian dilakukan dengan metode experimental. Dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan beban kritis akibat adanya pengaku miring dan peningkatan hasil eksperimental kurang lebih adalah lima puluh persen dari hasil analisis dengan metode elemen hingga.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN SISTEM REHABILITASI BERBASIS TEKNOLOGI TERJANGKAU UNTUK PENDERITA STROKE DI INDONESIA Johanna Renny Octavia Hariandja
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.117 KB)

Abstract

Serangan stroke yang dialami seseorang dapat membawa kelainan neurologis seperti berkurangnya kemampuan motorik anggota tubuh dan otot, kognitif, visual dan koordinasi secara signifikan. Akibat penyakit yang dideritanya, penderita stroke menjadi bergantung pada orang lain dalam menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari (activities of daily living) seperti makan dan minum, mandi, berpakaian dan sebagainya. Kemandirian dan mobilitas penderita stroke menjadi berkurang atau bahkan hilang, hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup (quality of life) yang dimiliki.Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke adalah melalui rehabilitasi. Terapi rehabilitasi berbasis teknologi menjanjikan latihan terapi yang lebih interaktif, efektif dan independen, dibandingkan dengan terapi rehabilitasi yang konvensional. Namun di satu sisi, diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk menyediakan sistem rehabilitasi berbasis teknologi sehingga menjadi relatif tidak terjangkau di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini akan berusaha mengidentifikasi peluang desain akan suatu sistem rehabilitasi berbasis teknologi yang terjangkau (low-cost) untuk penderita stroke di Indonesia.Melalui wawancara dan observasi dengan sekelompok penderita stroke, dokter spesialis rehab medik dan dokter spesialis saraf serta terapis okupasi, diperoleh 16 kebutuhan akan suatu sistem rehabilitasi berbasis teknologi terjangkau untuk penderita stroke di Indonesia yang teridentifikasi. Daftar kebutuhan yang telah dihasilkan menjadi dasar untuk melanjutkan proses perancangan sistem rehabilitasi untuk penderita stroke tersebut.
PERANCANGAN PRODUK CERMIN IKLAN BERBASIS SISTEM OTOMASI SEDERHANA Ignatius A Sandy; Ali Sadiyoko; Romy Loice; Oey, Mario Victor Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.02 KB)

Abstract

Tingkat persaingan bisnis yang ketat dalam era globalisasi menuntut pelaku bisnis untuk mencari strategi pemasaran yang baru dan menarik. Iklan-iklan pemasaran produk dibuat semakin menarik. Namun dengan banyaknya iklan yang ditemui setiap hari, banyak konsumen yang tidak ingin terekspos oleh iklan. Oleh sebab itu, pengiklan selalu mencari cara kreatif untuk memaparkan iklan. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan media iklan kreatif berupa cermin yang berbasis sistem otomasi sederhana.Metode yang digunakan untuk melakukan proses perancangan produk cermin iklan adalah seven step design thinking yang dikombinasikan dengan metode lain. Perancangan dimulai dari identifikasi kebutuhan konsumen melalui wawancara, pembuatan konsep cermin iklan, penentuan komponen-komponen penyusun produk, dan diakhiri dengan pembuatan working prototype. Pemilihan komponen cermin dan pencahayaan dilakukan dengan menggunakan decision matrix diikuti dengan focus group discussion. Konsep sistem otomasi sederhana yang digunakan berupa penggunaan sensor infrared-proximity yang diintegrasikan dengan switch relay, sistem pencahayaan, dan teknik printing.Luaran dari penelitian ini adalah high-fidelity prototype disertai dengan daftar komponen penyusun produk yang sesuai dengan konsep akhir produk. High-fidelity prototype yang dihasilkan merupakan prototipe cermin iklan yang memiliki bentuk, fungsi, dan spesifikasi dari konsep akhir terpilih. Prototipe yang dibuat dapat memperlihatkan iklan pada kondisi audiens jauh dan berfungsi sebagai cermin kembali pada saat audiens dekat.Kata kunci : cermin, iklan, otomasi, high-fidelity prototype.
PENGARUH PERENCANAAN KOTA BARU TERHADAP DINAMIKA DAN KUALITAS RUANG ARSITEKTURAL KORIDOR PENGHUBUNG ANTAR KAWASAN (Studi Kasus Koridor Serpong-Tangerang) Rumiati Rosaline Tobing; Julia Dewi; Ign. Uras Siahaan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.047 KB)

Abstract

Kebijakan pembangunan kota baru di Indonesia memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pihak swasta untuk membuat perencanaan pada lahan yang mereka miliki, termasuk pengadaan infrastruktur. Kebijakan yang ada juga memberikan kesempatan pihak swasta untuk berperan secara aktif mulai dari pengadaan maupun pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, hingga membangun pusat-pusat aktivitas yang menjadi generator pertumbuhan di sekitarnya. Pengembangan yang dilakukan secara terpisah-pisah menyisakan problematika pada ruang yang tidak termasuk dalam lingkup perencanaan dan pengelolaan pengembang. Pertumbuhan yang tidak terkendali mengalahkan kecepatan pemerintah dalam menyusun kebijakan. Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mengenali dinamika elemen-elemen pembentuk struktur kota baik yang terencana maupun tidak terencana dalam relasinya membentuk suatu kualitas ruang kota. Rujukan tentang elemen-elemen kota pembentuk struktur ruang digunakan sebagai dasar menentukan instrumen penelitian, sedangkan rujukan kualitas kota digunakan sebagai dasar penentuan parameter dalam menentukan peningkatan dan penurunan kualitas ruang. Kasus studi yang diambil adalah periferi kawasan kota mandiri Bumi Serpong Damai.Kata kunci: Kota baru, Elemen struktur kota, Kualitas ruang
STUDI KINETIKA DEHIDRASI OSMOTIK PADA IKAN TERI DALAM LARUTAN BINER DAN TERNER Judy Retti Witono; YIP Arry Miryanti; Lia Yuniarti
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.451 KB)

Abstract

Pengolahan ikan asin di Indonesia sebagian besar masih dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan sinar matahari. Meskipun metode ini murah, namun dapat menurunkan kualitas produk karena laju dehidrasinya tidak dapat bersaing dengan laju pembusukan ikan. Sedangkan penggunaan garam sampai batas tertentu dapat meningkatkan kecepatan pengurangan air namun dapat menimbulkan masalah dengan tekstur dan rasa ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kinetika dehidrasi osmotik ikan teri dalam proses pengawetannya sehingga dapat mengendalikan kecepatan pengurangan air dan penambahan solute (NaCl & C12H22O11).Metodologi penelitian ini meliputi analisis awal ikan teri segar (kadar air, kadar garam, dan tekstur), proses dehidrasi osmosis dan dilanjutkan dengan pengeringan. Proses dehidrasi osmosis dilakukan dengan variasi jenis larutan osmosis (larutan NaCl – larutan Biner dan NaCl + sukrosa – larutan Terner), variasi konsentrasi larutan Biner (15%, 24,24%-jenuh, dan 50%). Penggunaan larutan Terner hanya diterapkan pada konsentrasi NaCl 24,24% dengan penambahan sukrosa 30%. Seluruh percobaan dilakukan pada temperatur ruang dan 40oC. Sebagai perbandingan, juga dilakukan penggaraman kering 10% dan 35 %-berat. Analisis produk ikan asin meliputi kadar air, kadar garam, kadar abu tak larut dalam asam, tekstur (kekerasan dan kekenyalan) sesudah pengeringan, serta uji rasa dan kesukaan pada ikan yang digoreng.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya air karena difusi garam ke substrat ikan mengalami peningkatan secara paralel dengan peningkatan konsentrasi larutan osmosis dan temperatur. Namun pada konsentrasi NaCl yang sangat tinggi (50%), temperatur tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, penggunaan larutan Terner akan meningkatkan hilangnya air dan juga mengurangi penetrasi garam. Koefisien difusivitas air berada dalam rentang 1,001x10-5 sampai 4,736x10-5 cm2 s−1, sedangkan koefisien difusivitas NaCl berada dalam rentang 1,25x10-4 sampai 2,929x10-5 cm2 s−1. Kekerasan ikan meningkat dan kekenyalan ikan berkurang setelah mengalami proses dehidrasi osmosis yang diteruskan dengan pengeringan.Kata kunci : dehidrasi osmosis, ikan teri, larutan Biner, larutan Terner
Uji Eksperimental Kuat Lentur Balok dan Pelat Beton Bertulang dengan Agregat Kasar dan Halus Beton Daur Ulang Buen Sian; Adhijoso Tjondro; Riani Sidauruk; Sisi Nova Rizkiani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.466 KB)

Abstract

In this experimental study, recycled concrete was used on cylinder specimens, the reinforcedconcrete beams, and the reinforced concrete slabs. Recycled concrete made of waste material fromlaboratory experiment is used for fine and coarse aggregates in this experiment. Cylinder specimens,beams, and slabs were used to determine the mechanical properties such as compressive strength,shear strength, split tensile strength, and flexural strength. Two mix designs with fc’ = 25 MPa andFc’ = 20 MPa were used in this study.Three different persentage variations of recycled concrete aggregates were used in mixdesign with ' c f = 20 MPa. Firstly, it consists of 100% recycled coarse aggregates (RCA) and 0%recycle fine aggregates (RFA). Secondly, it consists of 80% RCA and 20% RFA, and thirdly, it consistsof 60% RCA and 40% RFA. Nine reinforced concrete slabs with three variations of mix design weretested. The test results showed that the mechanical properties such as compressive strength, splittensile strength, shear strength, and flexural strength decreased when using more RFA. The flexuralstrength of reinforced concrete slab showed that the yield and ultimate moment are close to eachother, but ductility decreased when the RFA increased.Three different persentage variations of coarse recycled concrete aggregates (RCA) wereused in mix design with ' c f = 25 MPa, which are 0%, 50%, and 100% of RCA. The test results showedthe characteristics of compressive strength values are: fc’=28.7 MPa and fc’=28.4 MPa for each ofthe mixtures of 50% and 100% RCA. The split tensile strength values are: fct= 2.38 MPa, fct= 2.78MPa, and fct= 2.81 MPa for 0%, 50% and 100% RCA. While the shear strength are: Fv= 5,55 MPa, fv=4,28 MPa, and fv= 3.86 MPa for 0%, 50%, and 100% RCA.Keywords: recycled coarse aggregates, recycled fine aggregates, compressive strength, split tensilestrength, shear strength, flexural strength, ductility.

Page 2 of 3 | Total Record : 25