cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 (2014)" : 33 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN RANTAI PASOK ENERGI DI INDONESIA Carles Sitompul; Alfian Alfian; Kinley Aritonang
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.676 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ekplorasi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan model manajemen rantai pasok energi bagi perusahaan-perusahaan dengan konteks kebijakan danlingkungan di Indonesia. Tujuan yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya alternatif-alternatif manajemen rantai pasok energi bagi perusahaan di lihat dari berbagai aspek yang meliputi: sumber energi, lokasi sumber energi, serta teknologi penyimpanan energi yang memberikan hasil yang efisien dalam rangka pencapaian rantai pasok yang sustainable, serta terbangunnya model manajemen rantai pasok energi yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkannya secaraefisien dan efektif.Studi literatur akan dilakukan dalam rangka pengembangan dasar teori serta kerangka teoritis untuk mencapai tujuan penelitian. Wawancara dan survey akan dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Jakarta sebagai bagian dari usaha untuk mengidentifikasi pola-pola manajemen rantai pasok, khususnya pemenuhan energi di perusahaanperusahaan tersebut. Pengolahan data secara kualitatif dilakukan untuk mengolah data hasil wawancara serta survey tersebut. Penyusunan kuesioner penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengukur model manajemen rantai pasok yang ada berdasarkan kerangka teoritis dan hasil wawancara. Langkah berikutnya adalah pengolahan data kuantitatif untuk mengembangkan model manajemen rantai pasok energi yang efisien dan efektif.Output atau hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya alternatif manajemen rantai pasok energi serta terbangunnya model manajemen yang efisien dan efektif bagi pelaksanaan rantai pasok energi di Indonesia.  
Peluasan Rentang Suhu Thermochromic Liquid Crystal sebagai Peluang untuk Aplikasi Penderita Neropati Diabetik Flaviana Flaviana; Risti Suryantari; Aloysius Rusli
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.051 KB)

Abstract

Temperatur merupakan salah satu parameter penting yang merepresentasikan kondisi kesehatan tubuh manusia. Pengukuran secara konvensional belum sepenuhnya akurat, ringkas dan tepat, maka diperlukan material Thermochromic Liquid Crystal (TLC) yang berdasarkan karakteristik susunan molekulnya, memiliki respon terhadap perubahan temperatur lokal yang ditunjukkan dengan perubahan warna.Tujuan penelitian ini adalah melakukan dan mempelajari penerapan sistem pengukuran distribusi temperatur berbasis TLC pada sejumlah subyek telapak tangan manusia. Manfaat penelitian ini adalah bahwa hasil pemetaan temperatur terhadap sejumlah subyek tersebut memberikan peluang aplikasi terhadap penderita Diabetes Melitus yang mengalami komplikasi kronis dengan gejala berupa ulkus/borok yang tidak sembuh-sembuh pada kaki atau tangan. Metode penelitian yang digunakan ialah menggunakan sistem berbasis pada penelitian Flaviana tahun 2012 dan spesifikasi alat untuk pengambilan citra yang dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak serta metode pengolahan citra, dengan mengambil citra kanal hue sebagai parameter, melalui operasi morfologi matematika.Kata kunci : pengukuran distribusi temperatur, Diabetes Melitus, Thermochromic Liquid Crystal, morfologi matematika, citra kanal hue.  
KAJIAN GEOTEKNIK INFRASTRUKTUR UNTUK KOTA PADANG MENGHADAPI ANCAMAN GEMPA DAN TSUNAMI Paulus Pramono; Budijanto Widjaja; Sylvia Herina; Anastasia Sri Lestari; Aswin Lim; Siska Rustiani; Stefani Wiguna; Vienti Hapsari
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12029.498 KB)

Abstract

Latar belakang Gempa 30 September 2009 sebagai “alarm” bagi kota Padang, posisi kota Padang menghadapi resiko bencana dimasa mendatang, khsusnya terhadap Gempa megathrust dan Benioffyang berpotensi menimbulkan resiko tsunami dan liquifaksi. Banyaknya bangunan yang gagal akibat liquefaksi, pengalaman beberapa peneliti dalam penanganan kasus di Padang.Metode kajian berupa site visit ke lokasi, pengumpulan data-data kerusakan kota Padang saat gempa 29 September 2009, data-data geologi dan kegempaan, data bor dan CPT / CPTu, analisis likuifaksi menggunakan konsep NCEER dan perhitungan Liquefaction Potensial Index (LPI), pemetaan kerentanan terhadap likuifaksi dan tinjauan bahaya tsunami di kota Padang.Kesimpulan dan rekomendasi dari studi:(1) Tanah dikota Padang lapisan atas didominasi oleh pasir halus yang memiliki konsistensi lepas hingga sedang dan berpotensi mengalami liquefaksi dengan tingkat yang amat tinggi.(2) Masalah keamanan bangunan di Padang, bukan saja akibat dari kondisi bangunan yang buruk, mungkin tidak dirancang dan dilaksanakan terhadap gempa, tetapi kondisi tanah dasar juga memerlukan perhatian khususnya bahaya liquefaksi yang dapat mengakibatkan kegagalan pada pondasi dan selanjutnya dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur atas secara langsung.(3) Untuk bangunan yang masih survive, maka proteksi yang dapat diterapkan disamping peninjauan dan perkuatan struktur adalah dengan melakukan underpinning atau grout pada lapis tanah pasir dibawahpondasi. Bangunan bangunan yang sudah tidak dapat digunakan karena tingkat kerusakan yang berat maka sebaiknya pondasi dirancang ulang untuk menahan kemungkinan terjadinya potensi liquefaksi misalnya dengan menggunakan pondasi dalam sebagai sub struktur.(4) Zonasi kerentanan terhadap likuifaksi dapat dilakukan berdasarkan Liquefaction Potential Index.(5) Mengingat keseluruhan kota Padang terletak pada area yang rendah, maka kerentanan terhadap potensi kerusakan akibat tsunami cukup tinggi, untuk itu disarankan kajian yang lebih mendalam mengenai tsunami diperlukan.(6) Berdasarkan resume hasil analisis LPI terlihat bahwa rata-rata potensi likuifaksi yang terjadi pada kota Padang sangat besar (very high). Dengan besaran settlement yang terjadi berkisar antara 15.5 – 71.2cm dan besaran lateral displacement yang terjadi berkisar antara 2.9 – 13.5 cm.(7) Direkomendasikan untuk merencanakan tsunami hill atau tempat tempat tinggi ditempat publik yang dapat menyelamatkan masyarakat dari bahaya tsunami. Lokasi tersebut dapat dipilih pada area terbuka yang mudah dijangkau oleh orang orang yang berada disekitaranyaKemungkinan lain adalah membuat dinding pertahanan terhadap tsunami (tsunami wall) sepanjangpantai, misalnya dengan memanfaatkan jalan jalan dipinggir pantai seperti diantaranya jalan Samudera
SISTEM MANAJEMEN EVALUASI KINERJA GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SMK Rosa de Lima E. Padmowati; Akdon Akdon
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.478 KB)

Abstract

Pertambahan jumlah SMK Swasta berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan guru SMK yang berkualitas. Tiga tugas utama guru SMK adalah, pertama, mengajar, mendidik, membimbing, dan melatih peserta didik. Kedua, membantu pengelolaan dan pengembangan SMK, dan ketiga, mengembangkan keprofesionalan melalui studi lanjut, kegiatan penelitian, atau praktek magang di perusahaan.SMK dipimpin oleh kepala SMK dan kepala program keahlian. Salah satu wewenang Pimpinan SMK adalah menyusun rencana penugasan guru, memberikan dukungan, pengarahan, dan keleluasaan, sehingga mereka termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan sekaligus mengembangkan sekolah. Pimpinan SMK harus melakukan kontrol dan evaluasi terhadap hasil kerja guru. Hasil evaluasi kinerja guru SMK dapat digunakan sebagai pendukung proses pengambilan keputusan pimpinan SMK. Misalnya, sebagai dasar pertimbangan saat promosi jabatan, mutasi/rotasi, penetapan guru teladan, pemutusan hubungan kerja, sertifikasi guru, dan proses akreditasi SMK.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan dokumen analisis model sistem manajemen evaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan SMK. Studi kasus dilakukan pada sebuah SMK swasta di kota Bandung, menggunakan empat belas kriteria utama dan setiap kriteria utama memiliki 2-4 sub-kriteria.Standar penilaian menggunakan normalisasi data (berbasis keuntungan dan biaya) dan konversi data. Teknik penilaian menggunakan Weighting Method dan Grid Analysis. Teknik Weighting Method digunakan untuk proses evaluasi kinerja guru di setiap akhir tahun ajaran. Teknik Grid Analysis digunakan untuk proses pengembangan hasil evaluasi kinerja tahunan, sesuai kebutuhan pihak eskternal (perusahaan atau pemerintah). Untuk pengembangan sistem manajemen evaluasi kinerja guru SMK, pimpinan SMK dapat mengelola data kriteria/sub-kriteria, mengelola data nilai (kuantitatif, kualitatif, konversi) dalam standar penilaian, dan mengelola data bobot setiap kriteria sesuai teknik penilaian yang digunakan.  
PENGARUH JENIS MUSIK DAN AROMATERAPI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA UNTUK TIAP TIPE KEPRIBADIAN Thedy Yogasara; Daniel Siswanto; Hanky Fransiscus; Catharina Catharina
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.045 KB)

Abstract

Musik telah lama diyakini memiliki pengaruh terhadap kemampuan otak manusia, terutama untuk memperoleh stimulasi yang seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Jika digunakan secara tepat, musik dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif manusia. Di samping musik, penggunaan aromaterapi juga dapat memberikan stimulus untuk meningkatkan fungsi memori manusia. Pada penelitian ini akan diuji pengaruh musik dan aromaterapi terhadap kemampuan kognitif mahasiswa. Kemampuan kognitif yang diuji meliputi kemampuan menghapal, berhitung, dan membuat keputusan. Eksperimen dilakukan terhadap mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan. Hasil pengujian tersebut selanjutnya dikelompokkan berdasarkan hasil evaluasi tipe kepribadian mahasiswa. Output dari penelitian ini digunakan untuk menentukan kombinasi terbaik dari musik dan aromaterapi terhadap tiap kemampuan kognitif dan tipe kepribadian.  
KAJIAN HIDRODEOKSIGENASI MINYAK BIJI KAPOK (CEIBA PENTANDRA) DENGAN KATALIS Ni-Mo/γ-Al2O3 UNTUK SINTESA BIOHIDROKARBON Tedi Hudaya; I Gede Pandega Wiratama
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.132 KB)

Abstract

Energi merupakan salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat terutama di sektor transportasi, yaitu bahan bakar minyak. Dalam proses produksi bahan bakar minyak, masih digunakan minyak bumi sebagai bahan baku, tetapi minyak bumi merupakan bahan bakar yang tak terbaharui, serta jumlahnya dalam lapisan kulit bumi pun terbatas sehingga menyebabkan harga bahan bakar minyak semakin melonjak. Meninjau dari permasalahan ini, banyak dilakukan penelitian untuk memproduksi hidrokarbon dari bahan substitusi yang dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar hayati (biofuel).Minyak biji kapok merupakan salah satu jenis minyak nabati yang berpotensi sebagai bahan substitusi produksi hidrokarbon yang terbaharukan di Indonesia. Minyak non pangan ini mengandung asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh, dan asam lemak bergugus siklopropenoid yang dapat diolah menjadi biohidrokarbon. Ikatan rangkap dalam asam lemak minyak biji kapok ini dijenuhkan dan kandungan oksigen di dalamnya dihilangkan hingga membentuk hidrokarbon jenuh rantai panjang dengan produks samping berupa air, propana, CO, dan CO2 melalui proses hydrotreating dengan reaksi hidrogenasi dan hidrodeoksigenasi, dengan reaksi samping dekarboksilasi secara simultan.Percobaan dalam penelitian akan diawali dengan proses persiapan dan pembuatan katalis untuk reaksi hidrodeoksigenasi serta proses sulfidasi katalis. Katalis yang disintesa adalah katalis NiMo/γ-Al2O3 dengan variasi massa H3PO4 dan K2CO3, serta rasio Ni/Mo dalam katalis percobaan. Tahap selanjutnya adalah proses hidrodeoksigenasi minyak biji kapok menjadi hidrokarbon rantai panjang. Proses hidrodeoksigenasi ini akan dilangsungkan dalam reaktor batch pada tekanan 6 MPa dan temperatur 360oC dengan waktu operasi 6 jam untuk mengetahui performa katalis untuk hydrotreating minyak biji kapok. Beberapa analisa terhadap produk pengolahan yang dilakukan adalah analisa FTIR, GC, XPS, uji besson, titrasi dengan reagen Durbetaki, pengukuran densitas, penentuan bilangan iodium, dan perhitungan konversi.  
Evaluasi Peraturan Pembelian Energi Terbarukan Pada Desa Peternak Sapi untuk Meningkatkan Keamanan Energi di Ciater, Subang Meity Martaleo; Catharina Badra Nawangpalupi; Loren Pratiwi; Yani Herawati
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.184 KB)

Abstract

Seiring dengan munculnya sumber-sumber energi terbarukan, antara lain biogas dan biomassa menyebabkan melimpahnya sumber penghasil tenaga listrik, sehingga PT PLN sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2012 perlu membeli lebih banyak kelebihan tenaga istrik. Kewajiban PT PLN (Persero) untuk membeli kelebihan tenaga listrik dari berbagai sumber mengakibatkan perlunya suatu evaluasi untuk menilai apakah kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif. Desa Peternak Sapi Ciater sebagai salah satu sumber penghasil biogas harus mampu menghasilkan energi terbarukan untuk pemanfaatan bagi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan penerangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi efektivitas regulasi untuk Desa Peternak Sapi Ciater. Kegiatan yang dilakukan difokuskan pada bagaimana regulasi dapat diimplementasikan secara teknis di desa dan seberapa efektif peraturan tersebut dapat diterapkan di masyarakat melalui dukungan pemerintah daerah. Beberapa peternak sapi di Desa Ciater, Subang telah memasang reaktor biogas (atau biodigester) dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk sumber bahan bakar memasak. Para peternak juga telah menggunakan energi (dalam aplikasi terbatas) untuk sumber penerangan. Dari hasil survey, diketahui terdapat 194 orang peternak sapi perah. Namun, dari 194 orang peternak, hanya sekitar 95 orang yang menggunakan biodigester sebagai pengolah kotoran ternak. Banyaknya peternak yang belum mengaplikasikan teknologi biogas dikarenakan banyak faktor, antara lain biaya pembelian biodigester yang mahal dan kurangnya pemahaman mengenai biogas. Pengadaan instalasi biogas ini membutuhkan dana yang cukup besar. Para peternak harus menyediakan dana sekitar Rp 4.600.000,- hingga Rp 7.000.000,- untuk membangun 1 unit instalasi biogas dengan ukuran 4m3 – 6 m3. Kurangnya pemahaman para peternak disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan serta minimnya dukungan dari pihak pemerintah. Karakteristik peternak yang cocok untuk diberikan penyuluhan mengenai penggunaan biogas adalah peternak yang memiliki karakteristik jumlah anggota keluarga > 5 orang, jumlah sapi > 3 ekor, dan lama keanggotan KPSBU ≥ 5 tahun. Selain karakteristik peternak yang cocok untuk mengikuti program biogas ini, dilihat juga kelayakan pemasangan instalasi biogas dari aspek financial. Berdasarkan aspek finansial, program instalasi biogas in dianggap layak karena mampu mengurangi konsumsi atau pembelian sumber energi gas LPG untuk memasak dan sumber energi listrik PLN untuk penerangan. Selain pengurangan konsumsi sumber energi dari LPG dan PLN, instalasi biogas juga diharapkan mampu memberikan penghasilan tambahan bagi para peternak dengan penjualan pupuk kandang hasil pengolahan instalasi biogas.  
KARAKTERISTIK FISIK KORIDOR KOMERSIAL ANTAR KOTA BARU DALAM KAITANNYA DENGAN PENATAAN PERIFERI KAWASAN TERSTRUKTUR DAN REGULASI Kasus Studi: Koridor Serpong Tangerang Selatan Rumiati Rosaline Tobing; Ing Uras Siahaan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2292.843 KB)

Abstract

Masalah urbanisasi, keterbatasan lahan, dan permasalahan kota lainnya menyebabkan perkembangan fisik arsitektural di perkotaan sulit untuk dikendalikan. Pengembangan kota baru merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan termasuk pemerataanpembangunan fisik maupun memperbaiki kualitas fisik arsitektural kota induk/kota utama dengan menyediakan kota penunjang di wilayah yang berdekatan.Pada kenyataannya terjadi gejala ketidak seimbangan struktur fisik kota akibat konsep linkage yang tidak dipikirkan dengan serius. Karena pembentukan fisikarsitektural kota membutuhkan waktu yang panjang dan merupakan akumulasi setiap tahap perkembangannya. Pengembangan kota baru tidak hanya menyangkut aspek fisik spasial yang berkaitan dengan arsitektur, geografi dandemografi, tetapi dipengaruhi pula oleh aspek sosial dan budaya dari lingkungan perkotaan yang dikembangkan.Dengan demikian pengembangan kota baru akan menimbulkan dampak yang seharusnya diantisipasi melalui perencanaan dan perancangan penghubungnya, karena berbagai masalah akan timbul terutama terhadap kualitas fisik arsitektural. Antara lain tekanan urbanisasi yang tidak terkendali akan mengubah srtuktur kota kearah negatif, dan mengakselerasi alih-fungsi pada struktur, pola ruangarsitektural dan wajah permukiman. Sehingga muncul fenomena pemadatan fisik, ketidak teraturan struktur ruang dan berbagai hal negatif lainnya. Melalui 3 tahap, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisistruktur fisik arsitektural kawasan penyambung antara kota baru dan kota utama, agar ditemukan kekuatan dan kelemahan dalam proses perancangan maupun pembangunannya. Tahap pertama adalah kegiatan identifikasi secara detail tentang kondisi fisik kotabaru, penyambung dan kota induk. Tahap kedua menemukan kekuatan-kekuatan fisik arsitektural yang ada dan kelemahan yang ada serta tahap ketiga menemukanaspek khusus yang mempengaruhi perkembangan fisik arsitektur yang ideal dalam menghubungkan kota induk dan kota baru. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : Pendekatan melalui kasus studi sebagai unit amatan, kerangka pemikiran, prosedurpenelitian,teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, analisis dan penarikan kesimpulan.  
PEMODELAN PERPINDAHAN MASSA ADSORPSI ZAT WARNA PADA FLORISIL DAN SILICA GEL DENGAN HOMOGENEOUS AND HETEROGENEOUS SURFACE DIFFUSION MODEL Aditya Putranto; Stephanie Angelina
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1998.225 KB)

Abstract

Adsorption process has been extensively applied in many industries for impurities removal and waste water treatment. Activated carbon is one of the most effective adsorbent which is used in adsorption process. Activated carbon has complex structure, that’s why mass transfer characteristics of adsorption process using activated carbon have to be investigated by using model. Mass transfer is influenced by types of adsorbate, initial concentration of dye solution, and temperature.The objectives of this research are to studymass transfer phenomena occurred in dyes adsorption using activated carbon, to determine values of Heterogenous SurfaceDiffusion Model parameters, such as external liquid film mass transfer coefficient (kf), surface diffusion coefficient (Ds), branched pore rate coefficient (kb), and fraction oftotal adsorptive capacity in macropores (f), and to study the effects of adsorbate types, initial concentration of dye solution, and temperature to the values of kf, Ds, kb, and f.This research was carried out by using 2 types of adsorbate, 3 variation of initial concentration, and 4 variation of temperature. Adsorption experiment was carried out inshaking waterbath that had been setted in certain operating condition. Concentration of dye solutions in certain time interval was determined by measuring absorbance usingUV spectrophotometer. Analysis procedures of experimental data in this research consist of several steps: arranging model based on adsorption phenomena, finishingmodel that consists of differential equations, validation between experimental data and model, and determining values of Heterogenous Surface Diffusion Model parameters.The results of this research show that the values of kf, Ds, kb are influenced by types of adsorbate, initial concentration of dye solution, and temperature; if initial concentration increases, the values of kf, Ds, kb will increase; if temperature increases, the values of kf, Ds, kb will increase; the values of kf, Ds, kb for methylene blue solution are greater than methyl orange; the value of f is not influenced by types of adsorbate, initial concentration of dye solution, and temperature; and Heterogenous Surface Diffusion Model is suitable to show mass transfer characteristics that occurs in dyes adsorption using activated carbon.  
PELATIHAN GURU FISIKA 2014 Elok Fidiani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.147 KB)

Abstract

Pelatihan Guru Fisika (PGF) merupakan acara rutin yang diadakan oleh Program Studi Fisika, Universitas Katolik Parahyangan sebagai wujud pengabdian para dosen untuk memberi pelatihan kepada para Guru Fisika Indonesia. Pelatihan Guru Fisika (PGF) 2014 memusatkan perhatian pada bidang termodinamika. PGF 2014 dilaksanakan selama 3 hari dan dibagi dalam 6 sesi yang terdiri dari 3 sesi materi tentang teori termodinamika (Hukum ke-0 , hukum pertama dan kedua Termodinamika), 2 sesi perakitan alat (membuat spectrophotometer sederhana dan stirling engine) dan 1 sesi diskusi yang merupakan sesi terakhir untuk mengulas keseluruhan acara PGF dari hari pertama sampai terakhir. Peserta PGF 2014 berjumlah 41 orang yang terdiri dari guru-guru SMP / SMA dan mahasiswa S1 / S2 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia (Sumatera, Jawa dan Bali). Dari angket yang kami bagikan, sebagian besar peserta merasa puas dengan adanya kegiatan PGF 2014 karena merasa terbantu untuk kegiatan pembelajaran mereka selanjutnya. Dari angket yang kami sebarkan, sekitar 80 % peserta mengajukan usulan untuk melaksanakan PGF yang akan datang dengan tema “Listrik & Magnet”. Secara keseluruhan acara PGF 2014 berjalan dengan lancar dan sukses.  

Page 1 of 4 | Total Record : 33