cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
PENGAJARAN MATERI FISIKA MATERIAL UNTUK MAHASISWA FISIKA Risti Suryantari; Elok Fidiani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.637 KB)

Abstract

Kerjasama yang baik antar disiplin ilmu menghasilkan perkembangan aplikasi material (baikorganik maupun anorganik material) dalam berbagai bidang seperti teknologi informasi,bioteknologi, dan yang termutakhir adalah nanoteknologi. Perkembangan ilmu material modernjuga telah melahirkan material-material fungsional yang disebut smart material (material cerdas)seperti sensing material (fiber optic dan biosensor), actuation material (liquid qrystal) danbiomaterial. Melalui kuisioner terhadap beberapa mahasiswa jurusan fisika, sebanyak 40%menyatakan sangat tertarik, 20% menyatakan tertarik dan 30% cukup tertarik dengan bidangilmu material, namun belum pernah ada kegiatan eksperimen selama perkuliahan sementarasebanyak 60% mahasiswa berpendapat bahwa kegiatan eksperimen sangat penting dan 40%mahasiswa berpendapat penting. Sebagai masukan pengembangan metode perkuliahan sebanyak70% mahasiswa mengusulkan adanya kegiatan eksperimen atau laboratorium, selebihnyamengusulkan metode perkuliahan yang atraktif, variasi pembelajaran dengan presentasi olehmahasiswa, dan simulasi dengan komputer. Berdasarkan pendapat dari mahasiswa danperkembangan ilmu pengetahuan terkini, telah disusun prioritas materi dalam satuan acaraperkuliahan dan pengembangan metode perkuliahan dengan memasukkan unsur kegiataneksperimen, seperti eksperimen sederhana dan simulasi.Kata kunci : fisika material, metode perkuliahan
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR ASAM BASA PT. BIOTECH SURINDO Tony Handoko
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.9 KB)

Abstract

PT. Biotech Surindo adalah perusahaan pengolahan limbah hasil laut, berupa kulit udang dan cangkang kepiting, menjadi produk kitosan. Pengolahan limbah tersebut menggunakan prosesdemineralisasi menggunakan asam untuk menghasilkan produk antara berupa kitin dan proses deproteinisasi dan deasetilisasi untuk mengubah kitin menjadi produk kitosan. Akibat ketigaproses tersebut, limbah asam dan basa dihasilkan dalam jumlah yang cukup besar.Pengolahan limbah sudah tersedia di dalam pabrik namun belum bekerja secara optimal. Adanya endapan kapur dalam limbah menjadi masalah utama dalam proses pembuangantahap akhir. Endapan tersebut sebenarnya tidak berbahaya namun tidak disukai oleh masyarakat sekitar dan belum memenuhi standar baku mutu limbah. pH air buangan jugabelum memenuhi standar baku mutu karena proses penetralan yang belum optimal.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membuat teknologi sederhana yang dapat membuat proses penetralan dan pengendapan dalam pengolahan limbah berjalan dengan optimal. Hasil yang ingin dicapai adalah teknologi tepat guna yang mampu membuat air buangan limbah memenuhi baku mutu tanpa mengubah desain pengolahan limbah yang sudah ada dan memberikan biaya operasi yang murah. FeSO4 merupakan koagulan yang cocok dengan kebutuhan pengolahan limbah karena penggunaan dalam jumlah sedikit membuat pHcampuran netral dan menghasilkan 2 fasa. Hal ini memudahkan dalam pemisahan selanjutnya.
PERANCANGAN SISTEM EVALUASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN Y.M. Kinley Aritonang; Ignatius A Sandy; Fenny Anggadipura
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4680.963 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan harus dilaksanakan oleh setiap lembaga pendidikan untukmengatasi persaingan tersebut. Oleh karena itu Jurusan Teknik Industri Fakultas TeknologiIndustri Universitas Katolik Parahyangan harus menerapkan suatu sistem evaluasi yang baik.Perbaikan sistem evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan teori-teori mengenai sistemevaluasi yang diterapkan secara khusus untuk pendidikan berdasarkan Pedoman EvaluasiProses Pembelajaran. Teori tersebut diterapkan bersamaan dengan tahapan-tahapan sertateori mengenai evaluasi program menurut pandangan Fitzpatrick dalam Program Evaluation(2004). Tahapan yang dilakukan dalam sistem evaluasi ini adalah tahap penentuan tujuanevaluasi, pemilihan pendekatan, penentuan evaluator, memfokuskan evaluasi, sertaperencanaan evaluasi dalam pelaksanaan dan juga secara manajerial.Rancangan sistem usulan melengkapi faktor-faktor penilaian yang berpengaruh terhadapproses pembelajaran sebagai usaha untuk memperbaiki sistem yang ada. Desain evaluasiyang digunakan adalah cross section dan pre-post. Pada sistem usulan dirancangpengumpulan data dilakukan secara online serta menerapkan teknik sampling dalampengumpulan data evaluasi. Usaha perbaikan lain adalah dengan menambahkan sumberdata dari sistem evaluasi, serta memperbaiki penyampaian laporan hasil evaluasi.Penetapan waktu serta personel evaluasi dalam sistem usulan ini juga diperbaiki agar dapatdilakukan tindak lanjut sebagai usaha peningkatan kualitas dari pendidikan yang diberikan.
PERILAKU LOAD TRANSFER INTERFACE BETON DAN TANAH STIFF CLAY PADA PONDASI TIANG BOR BERDASARKAN HASIL UJI INSTRUMENTASI DAN PEMODELAN UJI LABORATORIUM Lestari AS; Ayal MR; Raharjo PP; Wahyuni M
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.383 KB)

Abstract

Perilaku tiang bor akibat beban aksial pada tanah stiff clay dimonitor menggunakan uji beban (loading test) dengan menggunakan instrumentasi pada tiang bor ( test pile). Instrumentasi terdiri dari alat ukur regangan, alat pengukur berupa dial di bagian atas tiang ( tell tales) serangkaian Vibrating Wire Strain gauges (VWSG) pada beberapa segmen yang diharapkan merupakan segmen lapisan tanah. Hasil instrumentsi yang baik dapat memberikan data sebagai transfer beban yang dapat di analisa berdasarkan hasil pengukuran perpindahan strain-gauges dan beban bertahap yang diberikan. Penelitian ini juga didukung berdasarkan hasil uji lapangan Pressuremeter, Bor log , N-SPT. Tanah yang di analisa merupakan jenis Stiff clay pada proyek Senopati Jakarta.Perilaku interface antara tanah dan beton dapat dimodelkan di laboratorium menggunakan uji geser langsung antar muka tanah- beton dan uji Triaxial yang dicetak dengan asumsi kemiringan bidang longsor sebesar empat puluh lima derajat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan geser pada interface tanah- beton lebih tinggi dari hasil uji lapangan yang dianalisa dari pembacaan instrumentasi. Hal ini dapat dikaitkan dengan ukuran sampel (efek skala) dan efek batas, dibandingkan dengan uji Triaxial CU hasil yang diperoleh memberikan nilai lebih kecil.Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa nilai α ( alpha = factor adhesi) yang merupakan ratio perbandingan antara interface tanah-beton dan tanah asli masih dalam range yang direkomendasikan Kulhawi untuk tiang bor.Kata kunci: perilaku interface, transfer beban.
EVALUASI FORMULA PENENTUAN DAYA DUKUNG AKSIAL TIANG PANCANG TUNGGAL MENGGUNAKAN DATA CPT BERDASARKAN METODE LANGSUNG (DIRECT METHOD) Aswin Lim
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2118.756 KB)

Abstract

Dewasa ini, perkembangan alat penyelidikan tanah di lapangan (in-situ testing) telah berkembang sangat pesat. Salah satu yang sangat populet dan luas digunakan dalam dunia geoteknik adalah alat Cone Penetration Test (CPT) atau yang lebih dikenal dengan istilah alat Sondir. Alat Sondir selain lazim digunakan untuk menentukan stratifikasi tanah, juga bisa digunakan untukmengestimasi daya dukung pondasi aksial tiang pancang tunggal. Salah satu alasannya adalah metode pengujian sondir sangat persis dengan mekanisme pemancangan tiang.Metode untuk mengestimasi daya dukung aksial pondasi tiang pancang menggunakan alat sondir adalah dengan menghubungkan skala atau algoritma dengan single-step process sehingga komponen daya dukung pondasi tiang (gesekan selimut dan daya dukung ujung tiang) dapatdikorelasikan dengan hasil bacaan (output) uji sondir secara langsung (direct method). Pada penelitian ini, sejumlah lima (5) uji kapasitas aksial tiang pancang (loading test : Kentledgemethod) digunakan untuk memverifikasi tujuh (7) metode langsung yang terpilih antara lain metode Begemann, Nottingham & Schmertman, Aoki & Velloso, Penpile, Price & Wardle, Meyerhoff, dan Philipponant.Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa metode Nottingham & Schmertman merupakan metode yang baik dalam mengestimasi besarnya daya dukung aksial pondasi tiang pancang dengan besar simpangan kesalahan lebih kecil dari 10% dari acuan hasil loading-test.
Isolasi Zat Warna Ungu pada Ipomoea batatas Poir dengan Pelarut Air Anastasia Prima Kristijarti; Ariestya Arlene
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4890.281 KB)

Abstract

Zat warna banyak digunakan pada makanan, minuman, tekstil, kosmetik,peralatan rumah tangga dan banyak lagi. Penggunaan zat warna sangat diperlukanuntuk menghasilkan suatu produk yang lebih bervariasi dan juga menambah nilaiartistik produk tersebut. Masalah terjadi bila zat warna jenis sintetis digunakandalam bahan pangan. Zat warna yang terkandung di dalam akar tanaman ubi ungubernama antosianin.Kandungan antosianin pada ubi jalar ungu berkisar antara 14,68 – 210mg/100 gram bahan baku. Semakin ungu warna ungu pada ubi jalar, semakin tinggikandungan antosianinnya. Isolasi antosianin yang terkandung dalam ubi ungu inidapat dilakukan dengan cara ekstraksi padat cair. Ekstraksi padat cair atau biasajuga disebut leaching adalah suatu proses pemisahan satu atau lebih konstituen darisuatu padatan dengan mengontakkannya dengan pelarut cair. Prinsip dari ekstraksipadat-cair adalah komponen yang terlarut dari suatu padatan, yang mengandungmatriks inert dan agent aktif, diekstraksi dengan menggunakan pelarut.Proses ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi batch dengan pengadukan.Proses ekstraksi dilakukan dengan variasi pelarut, yaitu air, variasi F:S, yaitu 1:5,1:10, dan 1:20 serta variasi temperatur pengadukan, yaitu 30oC, 50oC, dan 70oC.Proses analisis hasil dilakukan menggunakan spektrofotometer dan FTIR. Kesimpulan dari hasil percobaan adalah F:S yang menghasilkan rendemen dan yield terbaik untuk pelarut air adalah 1:10. Temperatur yang menghasilkan rendemen dan yield terbaik untuk pelarut air adalah 50°C. Sinar matahari, temperatur dan tempatpenyimpanan, pH, serta penambahan oksidator menyebabkan perubahan konsentrasipada zat warna.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN MUTU JASA PENDIDIKAN TINGGI Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.487 KB)

Abstract

Pendidikan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia yang berperan dalammembentuk manusia yang bermartabat. Pendidikan dibagi ke dalam beberapajenjang yaitu dasar, menengah, dan tinggi. Walaupun Indonesia masihmemfokuskan pada pemenuhan pendidikan dasar sampai menengah, tidakberarti pendidikan tinggi diabaikan. Ada ratusan perguruan tinggi di Indonesaibaik negeri maupun swasta yang mengemban tugas mulia sebagai ujung tombakdalam menghasilkan manusia yang berkualitas. Untuk menghasilkan manusiayang berkualitas dibutuhkan institusi pendidikan yang berkualitas pula. Perbaikanyang berkesinambungan menjadi suatu keharusan bagi institusi pendidikan agardapat menjadi institusi pendidikan yang berkualitas. Salah satu elemen kuncidalam perbaikan adalah pengukuran mutu yang didalamnya melibatkaninstrumen pengukuran. Dalam penelitian ini akan dikembangkan instrumenpengukuran mutu jasa yang dapat digunakan untuk mengukur mutu jasapendidikan tinggi dengan memperhatikan konteks dan budaya Indonesia.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 12 faktor yang digunakan dalammengukur mutu layanan pendidikan tinggi di TI-Unpar yaitu: Tata Usaha,Asisten, Perhatian Personal, Dosen, Fasilitas Perkuliahan, Fasilitas Pendukung,Lokasi, Pendaftaran Kuliah, Perkuliahan, Materi, Perpustakaan, danKenyamanan Gedung.
RANCANG BANGUN BANGUNAN BAMBU: SARANA IBADAH BAGI KOMUNITAS PETANI P4S TANI MANDIRI DESA CIBODAS, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG EB. Handoko
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.677 KB)

Abstract

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Mandiri ini merupakan salah satu P4S binaan BBPP Lembang, juga merupakan salah satu tujuan kegiatan magang penyuluh/ petani Nasional maupun Internasional seper ti Asia, Pasifik, dan Amer ika. Visi dar i P4S Tani Mandiri ini adalah menyebar luaskan ilmu dan pengalaman usaha tani dalam rangka membangun jiwa dan usaha agrobisnis insan-insan pertanian. Sedangkan misinya adalah melaksanakan pelatihan pertanian sayuran bagi petani, siswa-siswa, dan mahasiswa pertanian serta membangun pola usaha tani spesifik dan memberikan pilihan usaha untuk masyarakat desa dalam rangka menekan urbanisasi. Dalam menunjang visi dan misinya, maka P4S mempunyai beberapa sarana yang menunjang salah satunya sarana ibadah.Dalam mendukung kegiatan kelompok tani yang tergabung dalam P4S Tani Mandiri ini Program Studi Arsitektur mempunyai kegiatan pengabdian masyarakat ini terkait erat dengan kebutuhan P4S Tani Mandiri yaitu mensosialisasikan manfaat bambu sebagai material lokalyang dapat menjadi material konstruksi yang berkelanjutan. Bambu merupakan material yang berpotensi sebagai material bangunan. Kegiatan ini diharapkan akan mengubah pandangan masyarakat mengenai material bambu dan kemudian memanfaatkan kembali danmembudidayakan material lokal ini.Kegiatan ini terdiri dari kegiatan sosialisasi, penyuluhan, memberi rancangan dan membangunkan prototipe bagi masyarakat. Dampak positif dari kegiatan pengabdian ini terhadap mitra selain ketersediaan sarana yang diperlukan mitra, yaitu up-dating ilmu pengetahuan dan teknologi mengenai bambu sebagai material konstruksi kekinian. Sedangkan dampak positif bagi akademisi adalah peningkatan atensi komunitas akademik terhadap kelompok masyarakat kecil serta peningkatan kegiatan pengembangan ilmu, teknologi dan senidi program studi. Selain itu, dampak bagi mahasiswa arsitektur adalah pengembangan softskils dan hardskils.Kata kunci : sarana ibadah, bambu, pengabdian masyarakat   
INDIKASI KEESTETIKAAN LINGKUNGAN PERKOTAAN PADA RUAS KORIDOR JALAN DI TEPIAN SELOKAN MATARAM DAN RUAS KORIDOR JALAN DI KAWASAN NGASEM YOGYAKARTA FX. Budiwidodo Pangarso; Diyanto Diyanto; Iwan Purnama; Roni Sugiarto; Tri Yuniastuti; Prawatya Widyanto; Asies Sigit Pramujo; Gideon Suryanugraha; A. Nityasa Swinareswari P
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4747.476 KB)

Abstract

Perkara ke-estetika-an lingkungan seringkali menjadi suatu intensi seseorang atausekelompok masyarakat, yang secara umum dianggap sebagai sesuatu ungkapan ekspresikeindahan atas tatanan fisik/spasial dan kultural, sehingga akan menunjukkan eksistensikegiatan dan pola aktivitas lingkungan perkotaan tertentu. Premis mayor ini merupakanlandasan penelitian bertema keestetikaan lingkungan perkotaan yang berbasis kulturalhistoriografis, dengan tujuan memperoleh unsur fisik/spasial dan unsur normatif yangsecara eksistensial maupun arsitektural berpotensi determinatif-indikatif dalam menciptakeestetikaan lingkungan.Lingkungan perkotaan yang di pilih yaitu Koridor Selokan Mataram (SM) KabupatenSleman Yogyakarta dan Koridor Wisata Ngasem (NG) Tamansari Kota Yogyakarta.Kedua lokasi ini merupakan pengembangan tema tipologis dari penelitian sebelumnya diKoridor Jalan Kesambi Kota Cirebon. Kedua koridor perkotaan ini memiliki keterkaitanfungsional masing-masing dan norma simbolik eksistensial atas Karaton NgayogyakartaHadiningrat secara historis dan secara administratif perkotaan berada pada tempat yangberbeda satu sama lain. Koridor SM berada di kawasan Bulaksumur Kampus UGM, Kab.Sleman; sedangkan koridor NG berada di kawasan Jeron Beteng Karaton NgayogyakartaHadiningrat. Saat ini secara fungsional koridor SM pada ruas jalan Pogung-Gejayan inibertumbuh menjadi area kegiatan campuran secara linier, yang tentu akan berdampakpada nilai strategis yang dimilikinya. Sementara pada ruas koridor NG jalan Kauman-Tamansari tetap sebagai fungsi pengendali kesinambungan eksistensi tradisi budaya,walaupun saat ini berkembang menjadi area kepariwisataan. Kondisi kedua lokasi inisecara estetis menjadi unik, oleh karena dalam pertumbuhan dan upaya peningkatankebutuhan masyarakat serta ragam kegiatannya berlangsung melalui proses keselarasanantara nilai-budaya tradisi dan nilai-modernitas kehidupan urban, tetapi tetap dapatmemberikan ekspresi nilai strategis kultural.Metoda kualitatif & kuantitatif serta analisis visual lingkungan, akan didaya-gunakanterhadap tatanan maupun ekspresi rupa ragam elemen fisik/spasial panorama perkotaan(“townscape”) dan disintesis padu-padankan dengan norma kultural strategis, perilakudan pola aktivitas disepanjang kedua koridor. Berbasis metoda tersebut diharapkan dapatmenunjuk berbagai model indikasi positif eksistensi nilai-nilai keestetikaan lingkungan.Praduga yang mengemuka pada observasi awal adalah, bahwa indikasi keestetikaan yangberbasis pada nilai-nilai kultural telah dapat dikelola, sejalan dengan pengendalian citralingkungan kultural strategis atas eksistensi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Olehkarenanya manfaat dari penelitian ini, bisa memberi inspirasi cara pola pikir keestetikaanlingkungan dan memberi alternatif model pertimbangan dalam penyusunan kebijakanpengelolaan estetika lingkungan perkotaan.Penelitian ini dilakukan dalam format multidisiplin keilmuan, yang difokuskan padabidang arsitektur-kota dan bidang seni-rupa lingkungan, melalui proses studi literatur,observasi visual lapangan, pengolahan data, analisis fenomenologis citra kultural kota,diskusi dengan para nara-sumber terkait dan penyimpulan atas praduga awal.Kata kunci : keestetikaan lingkungan, panorama perkotaan, strategis kultural, analisis visual.
PENGUJIAN KUANTITATIF KANDUNGAN LOGAM DALAM CAT DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI SINAR X Elok Fidiani; Thori Setradianshah
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.287 KB)

Abstract

Cat merupakan suatu bahan yang sering digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Meski demikian, cat banyak mengandung logam berat yang tidak bersahabat dengan manusia seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Dalam penelitian ini telah dilakukan pengujian kandungan logam dengan teknik radiografi sinar-x. Radiografi sinar-x bekerja berdasarkan penurunan intensitas sinar-x setelah melalui bahan yang dilewatinya. Dalam hal ini bila sampel cat yang digunakan mengandung lebih banyak kandungan logam, maka sampel tersebut akan menahan lebih banyak sinar-x, dimana perbandingan intensitas sinar-x yang diteruskan dan ditahan ditunjukkan dalam kontras citra radiografi.Citra radiografi yang dihasilkan melalui teknik ini telah menunjukkan perbedaan kecerahan / kontras dari masing-masing sampel cat. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan konsentarsi nomor atom berat dalam masing-masing cat seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Pengujian menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA) menunjukkan tingginya kandungan Pb dan Hg dari sampel cat tersebut. Ada beberapa jenis cat yang mempunyai kandungan Pb jauh diatas ambang batas minimum yang ditetapkan oleh WHO yaitu 90 part per million (ppm). Walaupun kecerahan citra radiografi yang terhitung menggunakan densitometer tidak menunjukkan keselarasan dengan kadar Pb, namun dari beberapa sampel menunjukkan adanya keselarasan nilai kecerahan dengan kandungan Hg di dalam cat. Untuk itu analisa lebih lanjut perlu dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui logam berat lain yang terkandung di dalam cat sekaligus pengembangan software image processing menggunakan MATLAB yang akan dilakukan dalam penelitian selanjutnya.Kata kunci : radiografi, kandungan logam, timbal dalam cat.