cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Desain Lansekap Taman Sari Objek Studi : Goa Sunyaragi Cirebon Franseno Pujianto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0 KB)

Abstract

Dewasa ini peranan lansekap atau pengolahan tata ruang luar semakin ditingkatkan. Lansekapdigunakan untuk membantu merestorasi alam dari kerusakannya, membantu meningkatkankinerja manusia, membantu pemulihan, hingga menciptakan pensuasanaan tertentumendukung desain bentuk bangunan.Peranan lansekap yang banyak ini membuat banyak arsitek maupun lansekap arsitekmengacu pendisainan pada berbagai macam lanskap seperti lanskap Eropa, Cina maupunJepang. Sangat disayangkan hingga saat ini sangat sedikit penelitian ataupun literature yangmembahas mengenai lansekap nusantara sendiri, padahal Indonesia memiliki banyak lanskapyang cantik, seperti Taman Sari sebagai bagian dari Keraton.Taman sari pada jamannya diciptakan sebagai tempat peristirahatan, tempat hiburan, maupuntempat pertahanan, dan semuanya dapat dicapai hanya dengan mendesain lansekapnya. Olehkarena itu penelitian ini ditujukan uintuk mengetahui desain Taman Sari sebagai salah satucontoh lansekap nusantara.Taman sari yang akan dibahas adalah Taman Air Gua Sunyaragi yang merupakan tamanpeninggalan Keraton Cirebon. Desain lansekap Taman Sari Sunyaragi banyak dipengaruhioleh lansekap Cina. Penelitian ini menganalisis sejauh mana konsep lansekap Cina masukdalam lansekap Taman Sari Sunyaragi dan apa saja perbedaannya atau pengadaptasiannya,melalui konsep Aksis, Tatanan, Sirkulasi dan Aksesibilitas serta Sequenses dan Vista yangbanyak digunakan di lansekap Cina.
Perencanaan Rantai Pasok di Level Strategis Studi Kasus: PT. X di Bandung Carles Sitompul; Dedy Suryadi
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.421 KB)

Abstract

Perencanaan strategis mencakup tujuan jangka panjang dan seringkali melibatkaninvestasi yang sangat besar. Oleh karena itu, suatu perencanaan yang baik diper-lukan agar tujuan rantai pasok tercapai untuk memenuhi kebutuhan pelanggandan juga untuk meraih keuntungan bagi seluruh rantai pasok. Secara alami, keti-dakpastian adalah hal yang tidak dapat dihindarkan terutama sekarang ini ketikalingkungan bisnis semakin kompetitif dan penuh perubahan. Untuk menghadapiketidakpastian ini, pelaku bisnis dan perencana rantai pasok harus memiliki suatualat atau strategi agar rencana strategis perusahaan menjadi handal. Satu rencanadisebut tangguh (robust) apabila mampu menghadapi ketidakpastian, yaitu tetapberperformansi stabil meskipun beberapa parameter perencanaan berubah-ubah.Penelitian ini membahas integrasi transportasi dan produksi dalam rantai pasokdi level strategis sehingga rencana yang dihasilkan menjadi tangguh menghadapibeberapa perubahan pada parameter perencanaan. Suatu formulasi dan modeloptimasi diusulkan untuk menangani permasalahan yang timbul akibat ketidak-pastian permintaan dan ketidakpastian jalur transportasi.i
KALIBRASI SISTEM PENGUKURAN DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA THERMOCHROMIC LIQUID CRYSTAL DENGAN METODE PENGOLAHAN CITRA Risti Suryantari; Flaviana Flaviana; Aloysius Rusli
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.943 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengamati hubungan nilai statistik citra hue pada permukaan Thermochromic Liquid Crystal (TLC) yang mengalami kontak dengan suatu benda bertemperatur tertentu. TLC yang digunakan memiliki rentang temperatur 250-300 C dan 300-350 C. Teknik pengambilan citra dilakukan dengan scanner untuk setiap variasi temperatur pada rentang tersebut. Citra asli yang diperoleh dalam bentuk RGB dikonversi menjadi HSV (Hue, Saturation, Value), dengan mengambil komponen hue saja, kemudian citra hue tersebut diolah dengan teknik pengolahan citra berdasarkan morfologi matematika menggunakan perangkat lunak Matlab2013a dengan proses utama opening dan closing untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Berdasarkan analisis visual pada citra akhir hasil pengolahan citra, terdapat perbedaan setiap citra untuk berbagai temperatur yang tampak dari tingkat kecerahan dan perbedaan pola lingkaran yang dibentuk. Secara kuantitatif, citra akhir untuk setiap temperatur tersebut dapat dibedakan berdasarkan nilai statistiknya. Nilai max dan mean citra hue semakin meningkat seiring meningkatnya temperatur untuk setiap sampel. Berdasarkan nilai mean, kedua sampel menunjukkan kecenderungan hubungan linearitas yang sama.Kata kunci: Thermochromic Liquid Crystal (TLC), citra hue, morfologi matematika  
INDIKASI KEESTETIKAAN LINGKUNGAN PERKOTAAN SEPANJANG KORIDOR JALAN KESAMBI MENUJU ALUN-ALUN KASEPUHAN DI KOTA CIREBON FX. Budiwidodo Pangarso; Iwan Purnama
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29687.702 KB)

Abstract

Perkara ke-estetika-an seringkali menjadi suatu idaman seseorang atau sekelompokmasyarakat, yang diartikan secara umum sebagai sesuatu yang indah, sehingga sedikitbanyak akan mendukung eksistensi kegiatan dan aktivitas pada lingkungan tertentu.Secara strategis koridor kesambi-pulasaren-ariodinoto ini menghubungkan karatonkasepuhan ke arah kota Kuningan yang memiliki kaitan historis. Saat ini secarafungsional menjadi arena kegiatan campuran secara linier, yang tentu akan berdampakpada nilai strategis yang dimilikinya. Perkembangan kondisi ini tentu berproses secaraperlahan seturut peningkatan kegiatan sekaligus penurunnya nilai-nilai strategis kultural.Dengan mendayagunakan metoda analisis panorama lingkungan visual, elemen-elemenpanorama perkotaan (“townscape”) disepanjang koridor tersebut tentu akan dapatmenunjukkan berbagai indikasi positif, netral atau negatif terhadap nilai-nilai visualkeestetikaan tertentu dengan atau tanpa pola kultural strategis tersebut di atas. Secaraoperasional, penelitian ini dilakukan melalui studi literatur, observasi visual lapangan,pengolahan data, analisis fenomenologis citra kultural kota, dan penyimpulan ataspraduga awal. Praduga yang mengemuka pada observasi awal adalah bahwa indikasikeestetikaan yang berbasis pada nilai-nilai kultural belum secara optimal dijadikan kuncikeestetikaan lingkungan perkotaan secara ekspresif, fisik-spasial, seiring dengan faktaeksistensial Karaton Kasepuhan.Kata kunci : keestetikaan, panorama perkotaan, strategis kultural, analisis visual.
Produksi Pigmen Merah dari Kapang P. purpurogenum dan M. purpureus dengan Fermentasi Cair secara Batch Anastasia Prima Kristijarti; Ariestya Arlene Arbita
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6357.187 KB)

Abstract

Penicillium purpurogenum, dan Monascus purpureus merupakanmikroba yang dapat menghasilkan zat warna. Zat warna dari mikroba inidapat diproduksi dengan optimum dengan ditentukan jenis substratpertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah zat warna yangdihasilkan dapat diproduksi dan dapat dipergunakan sebagai zat warnaalami, yang aman untuk dikonsumsi dan dapat diproduksi secara massal. Sertastabilitas zat warna tersebut terhadap beberapa perlakuan dalam pengolahanmakanan.Dua jenis kapang yakni Penicillium purpurogenum, dan Monascuspurpureus ditumbuhkan pada empat macam sumber karbon yakni pati jagung,pati kentang, glukosa, dan sukrosa dengan proses fermentasi cair secarabatch. Analisis yang dilakukan adalah analisis berat sel kering, analisisabsorban, serta analisis kestabilan. Analisis kestabilan zat warna yangdilakukan meliputi cahaya (UV dan sinar matahari), panas (autoklaf 121°C, 15psi seta autoklaf 105°C,17,5 psi), bahan pengawet (asam sitrat, asamaskorbat, dan sodium bisulfit) dan pH.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Monascus purpureusmenghasilkan konsentrasi zat warna merah yang lebih tinggi daripadaPenicillium purpurogenum. Medium pertumbuhan dengan sumber karbon darikentang merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan sel danmenghasilkan zat warna yang lebih banyak. Zat warna yang dihasilkan stabilterhadap bahan pengawet, namun tidak stabil terhadap panas, cahaya, danpH.
Budaya Tektonika Bugis di Kabupaten Bone Yenny Gunawan; Kamal A. Arif
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2788.834 KB)

Abstract

Penelitianini merupakan lanjutan dari rangkaian penelitian saya mengenai Budaya Tektonik. Penelitian saya sebelumnya (tahun 20110), yaitu mengenai Budaya Tektonik Tamkesi di Pulau Timor, Indonesia Timur. Pada kesempatan kali ini, Bugis dipilih sebagai objek penelitian, karena adanya kerjasama penelitian antara Unpar dengan Universiti Malaya diKuala Lumpur. Titik berangkat kerjasama penelitian ini adalah persamaan etnis yang ada di Indonesia dan Malaysia yaitu: masyarakat Aceh, Bugis, Padang, dan Jawa. Oleh karena itu, sebagai bagian dari kerjasama penelitian tersebut, masyarakat Bugis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi objek telaah penelitian kali ini.Masyarakat Bugis terkenal sebagai masyarakat pelaut yang tangguh yang dengan kapal Pinisinya berlayar ke berbagai penjuru dunia sejak lama. Hal ini menarik para ahli untuk meneliti mengenai budaya, bahasa dan legenda La Galigo masyarakat Bugis, namun telaah mengenai budaya tektonik rumah Bugis masih sangat jarang. Sesuai dengan pemahamankata tektonik, budaya tektonik pada penelitian ini akan dilihat melalui prosesnya dan keterkaitannya dengan para buildernya.Penelitian ini akan dibagi menjadi empat tahap: tahap pertama, studi literatur mengenai budaya masyarakat Bugis; tahap kedua adalah proses pembangunan rumah Bugis. Tahap ketiga adalah studi lapangan yang terdiri dari 2 bagian, yaitu: 1. observasi dan pengukuran rumah Bugis, dan 2. wawancara dengan penghuni rumah terkait dengan pembangunanrumahnya. Tahap ketiga adalah analisa dan rumusan budaya tektonik rumah Bugis di Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran aktor pada tahapan proses pembangunan yang terjadi. Pada akhirnya penelitian ini, menyimpulkan perbedaan dan persamaan proses pembangunan rumah Bugis dengan budaya membangun yang terjadi pada masa kini.Kata Kunci: budaya tektonik, Bugis, Kabupaten Bone.   
HIBAH PENGABDIAN BAGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT KOMUNITAS IBU BELAJAR MATEMATIKA (IbM) DI SDN CIUMBULEUIT 3 Livia Owen; Farah Kristiani; Ferry Jaya Permana; Liem Chin; Taufik Limansyah
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.138 KB)

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh kelompok dosen dan mahasiswa jurusan Matematika UNPAR untuk kedua kalinya. Sebelumnya kami telah mengadakan dengan SD mitra SDN Bandung Baru 1, SDN Bandung Baru 2, SDN Ciumbuleuit 4 pada tahun 2012. Program ini berupa pelatihan dan pendampingan bagi komunitas ibu untuk belajar Matematika yang biasanya dianggap sulit. Merujuk pada Millennium Development Goals (MDGs) yang dideklarasikan oleh PBB tahun 2000, pendidikan dasar, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah dua diantara delapan tujuan milenium tersebut. Ibu merupakan salah satu faktor penting dalam pendidikan anak-anak, namun kadang karena belum setaranya kesempatan pendidikan bagi perempuan mengakibatkan akses untuk memasuki lapangan kerja tidak mudah demikian pula untuk keterlibatan dalam pendidikan anak-anak mereka. Komunitas Ibu Belajar Matematika (IbM) adalah suatu program pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada kelompok ibu-ibu yang memiliki putera-puteri yang sedang belajar ditingkat sekolah dasar. Melalui program IbM ini, kami ingin membantu pihak sekolah, khususnya SDN Ciumbuleuit 3, untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat siswa dalam mempelajari matematika dengan mengubah pandangan bahwa belajar matematika adalah menyenangkan. Pada program IbM ini dilakukan revisi dari modul sebelumnya dan penambahan beberapa modul baru.
PENGARUH RASIO BIJI TEH / PELARUT AIR DAN TEMPERATUR PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH SECARA BATCH Susiana Prasetyo S; Felicia Yosephine
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3862.774 KB)

Abstract

Indonesia merupakans alah satu negara penghasil teh terbesar di dunia.Namun, pemanfaatan teh di Indonesia masih terbatas pada daunnya saja padahalsemua bagian tanaman teh juga menyimpan segudang manfaat. Buah teh hanyadibiarkan jatuh di perkebunan tanpa terpikirkan pemanfaatannya dan dibatasiproduksinya padahal merupakan sumber minyak nabati dan saponin yang patutdiperhitungkan. Biji teh merupakan sumber terbesar saponin, sangat aplikatifsebagai foaming agent, emulsifier dan zat bioaktif. Isolasi saponin biji teh masihjarang dilakukan sehingga metode pemisahan yang seramah mungkin sertamenghasilkan produk minyak dan saponin dengan yield dan kualitas tinggimenjadi tantangan tersendiri bagi penelitian ini.Bahan baku berupa buah teh akan mengalami perlakuan awal terlebihdahulu berupa penghilangan daging buah, pemecahan tempurung, sortasi inti biji,pengeringan inti biji di bawah sinar matahari hingga kadar air ±10%, perlakuantermal terhadap inti biji hasil sortasi berupa pemanggangan. Biji teh kemudian dipressmenggunakan pengepres hidrolik pada kondisi pengepresan yang ditentukanuntuk menghilangkan kandungan minyaknya terlebih dahulu. Cake yangdidapatkan kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air untuk mendapatkanekstrak saponin. Variabel ekstraksi yang akan dikaji adalah temperatur ekstraksidan rasio biji teh terhadap pelarut. Ekstraksi dilakukan secara batch denganpengontakan secara dispersi di dalam sebuah ekstraktor berpengaduk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur ekstraksiakan meningkatkan yield saponin yang dihasilkan, namun menurunkan kualitassaponin yang didapat. Peningkatan jumlah pelarut hingga rasio pelarur terhadapbiji teh sebesar 15:1 (g/mL) masih memberikan peningkatan yield saponin yangsignifikan. Rasio pelarut terhadap biji teh tidak memberikan kecenderunganpengaruh terhadap kadar saponin yang dihasilkan. Kondisi ekstraksi yang efektifdan memberikan hasil produk saponin yang masih cukup baik diperoleh padarasio pelarut/biji teh sebesar 15:1 (g/mL) dan temperatur ekstraksi 40oC denganyield sebesar 82,9271% dan kadar saponin sebesar 74,3976%.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH (PONDASI) DAN STRUKTUR ATAS PEMBANGUNAN MENARA LONCENG DI PAROKI MARIA RATU PENCINTA DAMAI (MRPD) PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT Aswin Lim; Anastasia Sri Lestari; Felix Hidayat; Helmy Hermawan tjahjanto; Herry Suryadi
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.996 KB)

Abstract

Pada makalah ini menyajikan laporan perencanaan struktur bawah (pondasi) dan struktur atas pembangunan menara lonceng di paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak, Kalimantan Barat. Makalah ini dibuat untuk menindaklanjuti permohonan dari paroki MRPD Pontianak kepada Universitas Katolik Parahyangan untuk merencanakan sebuah menara lonceng yang akan menjadi monumen khas dari paroki tersebut. Dari hasil perencanaan, struktur bawah (pondasi) dari menara lonceng ini menggunakan pondasi tiang pancang ukuran 20cm x 20 cm dengan panjang bervariasi antara 12 m dan 18 m. Stabilisasi sistem tanah untuk mencegah penurunan berlebih menggunakan cerucuk kayu ukuran diameter 10 cm dengan panjang 10 sampai dengan 12 m. Struktur atas direncanakan menggunakan beton bertulang dengan penggunaan tulangan besi ulir diameter 16 dan besi polos diameter 10 sertamutu beton K-225. Aspek penting dalam perencanaan menara lonceng ini adalah beban angin dan gaya dinamik lonceng, serta karakteristik tanah lunak yang rentan terhadap penurunan. Semua aspek telah diperhitungan, sehingga konstruksi menara lonceng aman dilaksanakan.
PEMBUATAN MASTERPLAN LINGKUNGAN GUA MARIA BUKIT KANADA RANGKASBITUNG Nancy Yusnita Nugroho; Yenny Gunawan; Franseno Pujianto; Anastasia Maurina; Irma Subagio; Santoso Sukangto; Anthony Anthony; Vanni Vanni; Paramitha Paramitha
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11516.23 KB)

Abstract

Gua Maria Bukit Kanada yang terletak di kota Rangkasbitung provinsi Banten adalah salah satu tempat ziarah umat Katolik yang berada di bawah naungan Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Keuskupan Bogor. Gua Maria ini dibangun pada tahun 1988 oleh umat dengan dukungan dariKongregasi Suster-suster Fransiskan Sukabumi. Gua Maria ini lalu diberkati oleh Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Gua ini merupakan tempat ziarah pertama di tanah Banten.Seiring dengan berjalannya waktu, Gua Maria ini telah menginjak umur 25 tahun. Paroki Santa Maria Tak Bernoda – Rangkasbitung, Banten merasa perlu untuk menata ulang kawasan ini, sekaligus membuatkan masterplan dalam rangka pengembangan kawasan ziarah dan salah satu pusat kegiatan keagamaan di Rangkasbitung seiring dengan peningkatan kebutuhan untuk pelayanan umat di Rangkasbitung. Atas permintaan pihak paroki melalui Pastor Paroki, Unpar menugaskan tim pengabdian masyarakat untuk merespon dan membantu kebutuhan tersebut.Tim pembuatan Materplan Lingkungan Gua Maria Bukit Kanada telah ditugaskan untuk membuat desain materplan sesuai dengan kondisi eksisting tapak yang ada berdasarkan survei lapangan dan juga sesuai dengan kebutuhan ruang baik sebagai pendukung kegiatan Gua Mariamaupun sebagai pendukung kegiatan Paroki setempat. Analisis terhadap potensi tapak dan kebutuhan akan fungsi telah dilakukan selama proses pengembangan desain agar desain masterplan yang dihasilkan sesuai untuk kebutuhan umat namun tetap sesuai dengan lingkunganfisik dan budaya masyarakat setempat.Proses pembuatan masterplan dibagi menjadi 3 tahap (secara garis besar), yaitu : pengumpulan data dan analisa awal (November-Desember 2013), pembuatan konsep & masterplan serta pembuatan gambar penataan rinci untuk area Gua Maria (detail), dan terakhir adalah pengembangan desain masterplan (jika diperlukan). Kegiatan ini telah menghasilkan usulan konsep penataan area Gua Maria berupa 2 alternatif desain, sesuai permintaan pihak Paroki. Hasil rancangan telah dipresentasikan kepada Uskup Bogor menjelang akhir tahun 2014,dan tim dimohon untuk melanjutkan rancangan dengan mengerucutkan menjadi satu rancangan berdasarkan masukan-masukan yang telah diberikan.