cover
Contact Name
Melianus Salakory
Contact Email
jglk.jurnal@mail.unpatti.ac.id
Phone
+6281247201324
Journal Mail Official
ijakobis.makulua@lecturer.unpatti.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon, 97233, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 30259134     DOI : https://doi.org/10.30598/jglk.3.1.2025
Jurnal Geografi, Lingkungan Dan Kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel konseptual dan penelitian terkait Geografi, Lingkungan dan Kesehatan. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarkan penelitian berkualitas tinggi tentang topik-topik tersebut. Secara khusus, hal ini mendorong publikasi karya ilmiah yang relevan untuk meningkatkan hubungan dan kegunaannya bagi penelitian dan kebijakan.
Articles 46 Documents
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome di Penjahit PT. X Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2025 Andini, Nadya; Mahyuni, Eka Lestari; Lubis, Halinda Sari
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.20951

Abstract

Carpal tunnel syndrome merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh penekanan pada saraf median di dalam terowongan karpal di pergelangan tangan. Salah satu pekerjaan yang berisiko mengalami carpal tunnel syndrome ialah penjahit, karena menjahit melibatkan banyak aktivitas tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CTS pada penjahit PT. X Kecamatan Tanjung Morawa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh penjahit berjumlah 31 orang sebagai sampel melalui teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, riwayat keturunan, indeks massa tubuh (IMT), serta gerakan berulang, dengan keluhan CTS sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ), wawancara, dan pengukuran langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,7% penjahit mengalami keluhan CTS. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,015), riwayat keturunan (p=0,018), dan gerakan berulang (p=0,021) dengan keluhan CTS. Namun, IMT tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=1,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia lanjut, adanya riwayat keluarga, dan tingginya frekuensi gerakan berulang berperan dalam meningkatkan risiko CTS pada penjahit. Upaya pencegahan melalui pengendalian beban kerja, edukasi ergonomi, dan penerapan istirahat teratur perlu dioptimalkan untuk menekan angka kejadian CTS pada penjahit PT. X.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Kondom pada Kelompok Lelaki Seks Lelaki di Puskesmas Helvetia Medan Hasibuan, Rara Maura; Bukit, Dhani Syahputra
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.20988

Abstract

Perilaku penggunaan kondom adalah kebiasaan individu dalam menjaga kesehatan seksual melalui keputusan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Perilaku ini mencakup pemahaman tentang pentingnya penggunaan kondom, konsistensi dalam penggunaannya, serta kepatuhan terhadap praktik hubungan seksual yang aman. Perilaku penggunaan kondom dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap seseorang. Namun, pengetahuan dan sikap saja tidak cukup untuk membentuk atau mengubah perilaku ini. Diperlukan faktor-faktor lain seperti kemudahan akses terhadap ketersediaan akses kondom, serta pengaruh peer group. Faktor-faktor ini dapat berkontribusi secara positif atau negatif terhadap perilaku penggunaan kondom dalam suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kondom pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL) di Puskesmas Helvetia Medan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling (purposive sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan kondom pada kelompok LSL di Puskesmas Helvetia Medan (ρ = 0,278). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap (ρ = 0,000), ketersediaan akses kondom (ρ = 0,001), dan pengaruh peer group (ρ = 0,011) dengan perilaku penggunaan kondom. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sikap, akses terhadap kondom, serta dukungan sosial berperan penting dalam membentuk perilaku seksual yang aman pada kelompok LSL. Diharapkan kelompok LSL dapat terus menggunakan kondom sebagai perlindungan dari infeksi menular seksual (IMS). Peningkatan pengetahuan, sikap positif, kemudahan akses kondom, dan dukungan teman sebaya juga penting untuk membentuk perilaku seksual yang aman.
Hubungan Postur Kerja dan Gerakan Repetitif dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Penjahit Pakaian di Pusat Industri Kecil Menteng Medan Tahun 2025 Manurung, Kezia Natalia; Lubis, Arfah Mardiana
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.21439

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan salah satu gangguan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk penjahit pakaian, sebagai akibat dari postur kerja yang tidak ergonomis dan gerakan repetitif selama proses menjahit. SDGs poin ke-3 menekankan pentingnya kondisi kerja yang aman guna melindungi pekerja dari risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan gerakan repetitif dengan keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit pakaian di PIK Menteng Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan jumlah sampel 38 penjahit yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) yang diisi sebelum dan sesudah bekerja, pengamatan postur kerja menggunakan metode REBA, serta penilaian gerakan repetitif berdasarkan jumlah gerakan tangan per jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penjahit berusia >30 tahun (89,5%), perempuan (73,7%), dan memiliki masa kerja >10 tahun (71,1%). Tingkat keluhan MSDs terbanyak berada pada kategori sedang (89,5%), dengan keluhan tertinggi setelah bekerja terjadi pada bagian pinggang (92,1%). Sebagian besar penjahit memiliki postur kerja berisiko tinggi (92,1%) serta gerakan repetitif berisiko (94,7%). Analisis hubungan menunjukkan korelasi sangat kuat antara postur kerja dan keluhan MSDs dengan nilai r = 0,870 dan p < 0,001, menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko postur kerja, semakin tinggi pula tingkat keluhan MSDs. Selain itu, mayoritas penjahit dengan gerakan repetitif berisiko juga menunjukkan tingkat keluhan MSDs kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa postur kerja tidak ergonomis dan gerakan repetitif yang tinggi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit. Intervensi ergonomi, perbaikan desain ruang kerja, serta edukasi terkait posisi kerja yang benar sangat diperlukan untuk mengurangi risiko MSDs pada pekerja sektor konveksi.
Pemanfaatan Metode Universal Soil Loss Equation untuk Penentuan Kawasan Konservasi Lahan di Sub Daerah Aliran Sungai Cihaur Herliawati, Reisha; Awaliah, Khusnul; Nurrohman, Andy Wibawa; Ihsan, Haikal Muhammad
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.21530

Abstract

Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), khususnya pada wilayah dengan topografi curam dan intensitas hujan tinggi seperti DAS Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju erosi dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) serta menentukan zonasi kawasan konservasi lahan di Sub DAS Cihaur. Data yang digunakan meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan (C), serta tindakan konservasi (P), yang dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa Sub DAS Cihaur memiliki variasi Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dari sangat ringan hingga sangat berat. Sebagian besar wilayah termasuk kategori sangat ringan hingga ringan (±69,4%), sedangkan wilayah dengan kategori berat hingga sangat berat mencakup ±21,5% dari total area, yang umumnya berada di lereng curam dengan penggunaan lahan pertanian terbuka. Zonasi konservasi yang dihasilkan merekomendasikan perlindungan vegetasi alami dan pengendalian alih fungsi lahan pada TBE sangat ringan–ringan, konservasi vegetatif intensif seperti agroforestri, cover crops, dan rotasi tanaman pada TBE sedang, serta konservasi mekanik sederhana, revegetasi prioritas, dan penanaman strip rumput pada TBE berat–sangat berat. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa novelty pada penerapan USLE dalam konteks Sub DAS Cihaur yang belum banyak dikaji sebelumnya. Hasil penelitian tidak hanya menghasilkan prediksi kuantitatif erosi, tetapi juga memberikan dasar aplikatif bagi penentuan kawasan konservasi lahan, sehingga dapat mendukung strategi pengelolaan DAS Citarum Hulu yang berkelanjutan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Penenun di Galeri Ulos Sianipar Medan Tahun 2025 Naibaho, Rini Novita Sari Br; Lubis, Arfah Mardiana; Salmah, Umi; Mahyuni, Eka Lestari
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.22102

Abstract

Kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 yang menekankan kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Penenun ulos sebagai bagian dari sektor industri kreatif tradisional memiliki risiko tinggi mengalami kelelahan kerja akibat beban fisik, mental, serta kondisi kerja yang monoton dan membutuhkan ketelitian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja penenun ulos di Galeri Ulos Sianipar Medan Tahun 2025, meliputi intensitas kerja mental, kondisi kesehatan, dan nutrisi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional pada 55 penenun ulos yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner KAUPK2 untuk kelelahan kerja, NASA-TLX untuk intensitas kerja mental, form keluhan kesehatan, serta food recall 2×24 jam untuk status nutrisi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penenun mengalami kelelahan tingkat sangat lelah (58,2%), intensitas kerja mental tinggi (56,4%), kondisi kesehatan tidak fit (55,5%), dan status nutrisi kurang (67,3%). Terdapat hubungan signifikan antara intensitas kerja mental dengan kelelahan kerja (r = 0,369; p = 0,006), kondisi kesehatan dengan kelelahan kerja (r = –0,559; p < 0,001), serta nutrisi dengan kelelahan kerja (r = –0,666; p < 0,001). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas kerja mental, serta semakin buruk kondisi kesehatan dan status nutrisi pekerja, maka semakin tinggi tingkat kelelahan kerja yang dialami. Beban kerja mental yang tinggi, pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian, serta kondisi kerja monoton berperan penting dalam memicu kelelahan penenun ulos. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan manajemen kerja, peningkatan asupan nutrisi, dan upaya pemeliharaan kesehatan untuk mencegah kelelahan kerja pada penenun ulos sebagai bagian dari upaya pencapaian SDGs bidang kesehatan kerja.
Peran Geografi Pembangunan dalam Pengembangan Ekonomi di Kota Tasikmalaya Laeliyah, Sari Muna; Fadjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.23440

Abstract

Pembangunan ekonomi perkotaan merupakan proses multidimensional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pemerataan kesejahteraan, pengurangan ketimpangan spasial, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Geografi Pembangunan (Development Geography) menawarkan kerangka analisis yang menempatkan ruang sebagai faktor aktif dalam proses pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Geografi Pembangunan dalam pengembangan ekonomi Kota Tasikmalaya dengan menekankan analisis distribusi spasial aktivitas ekonomi, peran infrastruktur, serta implikasi kebijakan pembangunan berbasis wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen resmi pemerintah yang relevan dengan pembangunan ekonomi perkotaan dan tata ruang wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Tasikmalaya terkonsentrasi pada pusat kota dan koridor transportasi utama, sementara wilayah pinggiran masih didominasi oleh UMKM rumah tangga dengan keterbatasan akses infrastruktur. Infrastruktur fisik dan digital berperan sebagai spatial enabler yang mendorong mobilitas ekonomi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing UMKM. Namun, konsentrasi pembangunan yang tidak merata berpotensi memperlebar ketimpangan spasial apabila tidak diimbangi dengan kebijakan berbasis wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Geografi Pembangunan penting dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi Kota Tasikmalaya yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan konektivitas, pengembangan kluster ekonomi lokal, serta integrasi kebijakan ekonomi dan penataan ruang.