cover
Contact Name
Melianus Salakory
Contact Email
jglk.jurnal@mail.unpatti.ac.id
Phone
+6281247201324
Journal Mail Official
ijakobis.makulua@lecturer.unpatti.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon, 97233, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 30259134     DOI : https://doi.org/10.30598/jglk.3.1.2025
Jurnal Geografi, Lingkungan Dan Kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel konseptual dan penelitian terkait Geografi, Lingkungan dan Kesehatan. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyebarkan penelitian berkualitas tinggi tentang topik-topik tersebut. Secara khusus, hal ini mendorong publikasi karya ilmiah yang relevan untuk meningkatkan hubungan dan kegunaannya bagi penelitian dan kebijakan.
Articles 38 Documents
Dampak Erosi terhadap Peningkatan Risiko Banjir di Daerah Aliran Sungai Lomaya Kabupaten Bone Bolango Asrul, Asrul; Merlin, Merlin; Rahim, Melinda Riani; Rejki, Muhammad; Zakaria, Zakaria
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17286

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah ekosistem penting untuk keberlangsungan hidrologi dan kehidupan manusia. Pengelolaan DAS merupakan upaya manusia untuk mengatur hubungan timbal balik antara manusia dan sumber daya alam dalam DAS dan segala aktivitasnya sehingga terwujud kelestarian daerah aliran sungai (DAS) sebagai ekosistem penting untuk keberlangsungan hidrologi dan kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara erosi dan risiko banjir dan memberikan saran untuk pengelolaan DAS yang lebih baik. menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder untuk memahami fenomena. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor utama curah hujan, topografi, dan perubahan penggunaan lahan, sangat memengaruhi erosi dan meningkatkan risiko banjir di DAS Lomaya. Curah hujan tinggi meningkatkan aliran permukaan, sedangkan topografi curam mempercepat proses erosi. Pergeseran lahan dari vegetasi menjadi pemukiman memperburuk kondisi ini karena tanah menjadi kurang mampu menyerap air. Akibatnya, untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut, perlu dilakukan upaya konservasi tanah dan pengelolaan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat di DAS Lomaya, sangat penting untuk menerapkan metode mitigasi seperti reforestasi dan praktik pertanian konservatif. Sehinga Upaya mitigasi yang terintegrasi diperlukan untuk mengatasi erosi dan risiko banjir di DAS Lomaya. Rekonstruksi dapat dilakukan untuk memulihkan vegetasi alami dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap air.
Polutan dari TPA Sampah Malimpung di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan terhadap Kesehatan Masyarakat Byla, Najlah Shalsa; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17440

Abstract

Polutan dari TPA Sampah Malimpung yang letaknya ± 500 meter dengan permukiman berdampak pada kesehatan masyarakat, seperti gangguan pernafasan dan penyakit kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak polutan TPA Sampah Malimpung terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan 8 informan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi non-participant, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPA Sampah Malimpung berdampak negatif pada kesehatan masyarakat, seperti gangguan pernafasan seperti sesak nafas, pusing, dan mual, serta penyakit kulit seperti gatal-gatal, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai pemulung. Meskipun beberapa informan belum merasakan dampak langsung, mereka tetap memiliki kekhawatiran terhadap masalah kesehatan di masa depan. Dampak kesehatan dari keberadaan TPA Sampah Malimpung memerlukan tindakan seperti memperhatikan jarak aman antara TPA dengan pemukiman penduduk, meningkatkan pengelolaan sampah, melakukan pemantauan kesehatan secara rutin, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan memperbaiki infrastruktur di sekitar TPA untuk mengurangi dampak negatifnya.
Kualitas Air Bersih di Negeri Sehati Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Mokiha, Martina; Salakory, Melianus
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17778

Abstract

Sebagai Negara tropis dengan iklim mosson serta curah hujan tinggi, tetapi sebagai Negara kepulauan dengan jumlah pulau pulau kecil yang jumlahnya 17.508 buah pulau, maka Indonesia juga rentan terhadap ketersediaan air tanah yang juga merupakan sumber air bersih apalagi aktivitas pembangunan yang cukup dinamis. Ini dapat terlihat dari aktivitas penduduk yang harus menempuh berkilo kilo meter hanya untuk memperoleh air bersih di musim kemarau. Akan menjadi sebaliknya di musim penghujan air permukaan akan melimpah yang dapat melebihi daya tamping permukaan yang selanjutnya meluap banjir. Terlihat juga harga air kemasan dan air isi ulang cukup cukup tinggi mengimbangi harga minyak bumi, padahal sesungguhnya air termasuk sumber daya alam yang melimpah di bumi. Hasil sesuai pengamatan di lapangan dan uji Laboratorium maka dapat disimpulkan bahwa, kualitas air berdasarkan Permenkes nomor 32 tahun 2017 untuk parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, maka untuk parameter fisika yaitu bau, TDS, kekeruhan, suhu, warna, layak memenuhi standar maksimum yang diperbolehkan. Parameter kimia: total kromium, nitrit, nitrat, besi, kesadahan, khlorida, mangan, pH, layak memenuhi standar maksimum yang diperbolehkan. Parameter mikrobiologi: total koliform layak memenuhi standar maksimum yang diperbolehkan. Apabila di bandingkan dengan (Rinda et al., 2022),(Fakir, Salakory, 2023), (Pooroe, Salakory, & Riry, 2024), (Teslatu, Salakory, & Leuwol, 2023), maka hasilnya adalah tidak berbeda jauh sebagai air bersih yang dapat dipergunakan oleh masyarakat hanya saja pada tidak dapat langsung diminum tetapi harus disaring dan melalui proses pendidihan sampai pada titik didih yaitu suhu 100oC.
Hukum Adat Lalakwe Solidti dalam Kehidupan Masyarakat Negeri Buria Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat Batumuly, Rosinta N.; Leuwol, Ferdinand S.
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17791

Abstract

Hukum adat Lalakwe Solidti merupakan sistem hukum tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di Negeri Buria, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat. Hukum adat ini berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik sosial, khususnya dalam kasus pembunuhan dan kehamilan di luar nikah, melalui konsep "bayar darah" sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pemulihan keseimbangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan hukum adat Lalakwe Solidti dalam kehidupan masyarakat Negeri Buria serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankannya di tengah perubahan sosial dan hukum modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh adat, raja negeri, pemuka agama, serta anggota masyarakat yang memiliki pengalaman langsung dalam penerapan hukum adat ini. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memahami pola penerapan hukum adat Lalakwe Solidti, dampaknya terhadap harmoni sosial, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat Lalakwe Solidti masih memiliki peran penting dalam menjaga keteraturan sosial di Negeri Buria. Namun, modernisasi dan perubahan sistem hukum negara menimbulkan tantangan dalam mempertahankan praktik ini. Generasi muda cenderung kurang memahami nilai-nilai adat, sementara sistem hukum nasional belum sepenuhnya mengakomodasi hukum adat ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian, seperti dokumentasi hukum adat, edukasi kepada generasi muda, serta integrasi dengan sistem hukum negara agar hukum adat Lalakwe Solidti tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Analisis Dampak Bencana Banjir di Urimessing Kelurahan Ahusen, Sirimau Kota Ambon dan Kaitannya dengan Kesadaran Masyarakat dalam Penanganan Bencana Banjir Mauleky, Daniel W.; Lasaiba, Mohammad A.
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17793

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase yang tidak optimal. Kota Ambon, khususnya di Urimessing, Jalan Diponegoro, Kelurahan Ahusen, Sirimau, sering mengalami banjir akibat kombinasi faktor alam dan antropogenik, seperti curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang tersumbat, serta perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak banjir di wilayah tersebut dan mengkaji tingkat kesadaran masyarakat terhadap upaya mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak banjir yang paling signifikan meliputi kerusakan infrastruktur rumah (85,7%), gangguan terhadap aktivitas ekonomi (71,4%), serta peningkatan risiko penyakit seperti diare dan infeksi kulit (64,3%). Meskipun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana cukup tinggi (78,6%), tingkat partisipasi dalam tindakan konkret seperti penyusunan rencana evakuasi (50%) dan penggunaan sistem peringatan dini (42,9%) masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan pelibatan masyarakat dalam program mitigasi bencana. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi mitigasi banjir harus mencakup peningkatan infrastruktur drainase, kebijakan tata ruang yang lebih ketat, serta edukasi yang lebih luas mengenai kesiapsiagaan bencana. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait sangat diperlukan untuk membangun ketahanan komunitas terhadap bencana banjir yang berulang.
Analisis Kuantitas dan Kualitas Air Bersih Wijk Jambu Manis Negeri Wakal Maluku Tengah Mahu, Junovia; Tetelepta, Edward G.
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas air bersih di Wijk Jambu Manis, Negeri Wakal, Maluku Tengah, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Kuantitas air dievaluasi melalui pengukuran debit aliran dan kapasitas sumber daya air yang tersedia, sementara kualitas air dianalisis berdasarkan parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, yang mencakup suhu, jumlah zat padat terlarut (TDS), pH, kandungan logam berat, serta keberadaan bakteri koliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas air yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama akibat keterbatasan kapasitas sumber daya air dan sistem distribusi yang belum optimal. Dari aspek kualitas, sebagian besar parameter air memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan dalam Permenkes No. 32 Tahun 2017 dan Permenkes 416/Menkes/Per/IX/1990. Namun, ditemukan kandungan besi yang melebihi ambang batas yang diperbolehkan pada semua sampel air yang diuji. Selain itu, sampel air dari rumah paling dekat dengan sumber menunjukkan tingkat kontaminasi bakteri koliform yang signifikan, melebihi batas maksimum yang diizinkan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan sistem pengelolaan air bersih, baik dalam aspek kuantitas maupun kualitas. Disarankan agar dilakukan optimalisasi kapasitas sumber daya air melalui perbaikan infrastruktur distribusi, penerapan sistem filtrasi dan desinfeksi yang lebih efektif, serta pengawasan berkala terhadap kualitas air untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak bagi masyarakat Wijk Jambu Manis.
Analisis Dampak Bencana Longsor di Desa Batu Meja dan Kaitnya dengan Kesadaran Masyarakat dalam Penangan Tanah Longsor Eideul, Esterlina; Riry, Roberth B.
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.17795

Abstract

Bencana tanah longsor merupakan salah satu ancaman alam yang berdampak signifikan terhadap kehidupan manusia, lingkungan, serta aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Desa Batu Meja di Kecamatan Sirimau, yang terletak di wilayah rawan longsor dengan topografi berbukit dan curah hujan tinggi, sering kali terdampak bencana tanah longsor yang merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ketahanan sosial masyarakat Desa Batu Meja dalam menghadapi ancaman tanah longsor, dengan fokus pada tingkat kesadaran masyarakat, partisipasi dalam mitigasi, serta solidaritas dalam menghadapi bencana. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode campuran, dengan pengumpulan data melalui survei kuantitatif, wawancara kualitatif, dan observasi lapangan. Sampel penelitian terdiri dari 40 responden, termasuk warga, tokoh masyarakat, dan petugas penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat menunjukkan solidaritas sosial yang kuat dalam upaya gotong royong dan pembangunan infrastruktur penahan longsor, masih terdapat kekurangan dalam kesiapsiagaan sosial dan koordinasi dengan pihak eksternal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program edukasi berbasis komunitas, perluasan pelatihan kesiapsiagaan bencana, serta penguatan sistem peringatan dini untuk meningkatkan ketahanan sosial masyarakat. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang strategi mitigasi yang lebih komprehensif, yang melibatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait untuk menghadapi potensi bencana tanah longsor di masa depan.
Perbandingan Model Pembelajaran Jigsaw dan Numbered Heads Together terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X dalam Mata Pelajaran Geografi pada SMA Negeri 1 Ambon Maahury, Estin I.; Rosely, Merti S.
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.1.18118

Abstract

Pemerintah memiliki peranan penting dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, sebagai persiapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan dan mendukung semua kebutuhan anak. Keberhasilan dalam pendidikan sangat dipengaruhi oleh efektivitas kegiatan belajar mengajar. Proses mengajar bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar yang ditetapkan dengan menggunakan berbagai metode yang bervariasi, demi meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi. Tingkat keberhasilan belajar seorang peserta didik dapat diukur melalui tes, baik tes sumatif maupun formatif. Penting bagi pendidik untuk memperhatikan peserta didik tidak hanya di dalam kelas saat proses tatap muka, tetapi juga di luar kelas. Oleh karena itu, pendidik perlu memilih model yang tepat untuk peserta didik di masa kini, hal ini terlihat di SMA Negeri 1 Ambon. Metode yang digunakan digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian kuantitatif dengan menggunakan model Jigsaw Kelas Eksperimen) dan kelompok yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together (Kelas Kontrol) Dari hasil perhitungan di peroleh lebih kecil dari Ft (1,87) < F hitung (0,8571). Dengan demikian maka Hipotesis Nol (Ho) diterima dan sebagai konsekuensinya hipotesis alternatif (H1 ) ditolak hasil belajar terakhir (0,2223) > t-tabel (1,701), dengan menggunakan derajat kebebasan (df 28 α 0,05) jauh lebih kecil dari nilai t-tabel (1,701). Maka Ho yang mengatakan tidak ada pengaruh antara Jigsaw dan Numbered Head Together diterima.

Page 4 of 4 | Total Record : 38