cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
HUBUNGAN STRES, DEPRESI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN NUTRISI DAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Minta Ito Melinda Harahap; Sori Muda Sarumpaet; Mula Tarigan
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.117 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6794

Abstract

ABSTRAKHemodialisis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal (TPG) yang paling umum dijalani oleh pasien gagal ginjal kronik (GGK).Hemodialisa akan cenderung berdampak pada emosi, kognitif dan perilaku adaptasi seperti munculnya stres, depresi dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan stress, depresi, dan dukungan social dengan kepatuhan pembatasan nutrisi dan cairan pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 96 responden, populasi yang didapat dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46-55 tahun berjumlah 42 responden (43,8%) dan rata-rata lamanya responden menjalani hemodialisa 12 bulan berjumlah 67 responden (69,8%). Analisis hasil penelitian menggunakan uji spearman (bivariat). Pada analisa korelasi didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara stres, depresi, dukungan social dengan kepatuhan pembatasan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronik (p=-0,231, p=- 0,355, p=-0,113) dan ada hubungan yang bermakna antara stres, depresi, dukungan social dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik (p=-0,226, p=-0,238, -0,317). Perawat di ruangan hemodialisaharus mampu meningkatkan pemahaman dan kompetensinya dalam memberikan asuhan keperawatan terkait kepatuhan pembatasan nutrisi dan cairan pasien khususnya pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisaKata kunci:Stress, Dukungan Sosial, Gagal Ginjal KronikABSTRACTHemodialysis which is one of renal replacement therapy (TPG) is most commonly endured by patients with chronic renal failure (CRF). Haemodialysis would be likely to have an impact on the emotional, cognitive and behavioral adaptations such as the emergence of stress, depression and social support. The purpose of this study is to identify and explain the relationship of stress, depression, and social support with nutrients and fluid restriction compliance in patients with chronic renal failure. The study design was Cross-sectional with sample of 96 respondents, obtained by purposive sampling. The data was collected with questionnaire. The results showed that the majority of respondents aged 46-55 years amounted to 42 respondents (43.8%) and the average length of undergoing hemodialysis respondent 12 months of which 67 respondents (69.8%). Analysis used the Spearman test (bivariate). In the correlation analysis found a significant relationship between stress, depression, social support and nutritional restriction compliance in patients with chronic renal failure (p = -0.231, p = -0.355, p = -0.113), and there is a significant correlation between stress, depression, social support to compliance with fluid restriction in patients with chronic renal failure (p = -0.226, p = -0.238, -0.317). Nurses in the room hemodialysis should be able to increase the understanding and competence in providing nursing care related to compliance with the adherence of nutritions and fluids restrictions on cronic kidney disease patientsKeywords: Stress, Social Support, Cronic Kidney Disease
MANAJEMEN PERSALINAN OLEH PERAWAT DAN BIDAN DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT PEMERINTAH ACEH Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.063 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6444

Abstract

ABSTRAKIbu yang menghadapi persalinan akan mengalami rasa takut, cemas dan bercampur bahagia saat proses persalinan.  Ibu yang akan menghadapi proses persalinan akan memberikan respon positif, risiko komplikasi akan kurang apabila dipersiapkan, dikelola (manage) dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen persalinan oleh  perawat dan bidan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah Aceh dan Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2015. Jenis Penelitian ini jenisnya berbentuk deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Juni s/d 10 Juli 2015. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu 33 orang perawat dan bidan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah Aceh dan Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa sebagian besar fungsi manajemen dari aspek perencanaan persalinan berada pada kategori efektif (66,7%),  pengorganisasian persalinan berada pada kategori efektif (72,7%), penggerakan dan pelaksanaan persalinan berada pada kategori efektif (54,5%), pengawasan dan pengendalian persalinan berada pada kategori efektif (63,6%) dan fungsi manajemen persalinan berada pada kategori efektif sebanyak 19 responden (57,6%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan agar dapat melakukan sosialisasi tentang manajemen persalinan dalam bentuk workshop, sehingga dapat mencegah terjadinya penyulit persalinan dan lebih baik lagi manajemen persalinan di masa yang akan datang. Kata kunci: Kualitas,  Manajemen, persalinan ABSTRACTMother who are dealing with giving birth will experience fear, anxiety, and happy together with happiness. They will give positive respond that will reduce risk of complication if it is well prepared and maintained. The aim of this research is to know the delivery and birth management performed by nurse and midwife in obstetric ward at Ibu dan Anak Hospital and Meuraxa Hospital located in Banda Aceh in 2015. This is a descriptive explorative research which was conducted from 29th June to 10th July 2015. The technique of sampling used was total sampling in which involved 33 nurses and midwifes in obstetric ward at Ibu dan Anak Hospital and Meuraxa Hospital in Banda Aceh. The result of this study shows that most of the management function of delivery and birth is effective (66,7%), and from the organization of delivery and birth is effective (72,7%), the aspect of activating and implementing is also effective (54,5%), and the supervising and controlling aspect is effective as well (63,6%), and last from the management function of delivery and birth is in effective level which involved 19 respondents (57,6%). It is expected that the result of study will provide comprehensive input for medical staff to socialize the management function for delivery and birth including workshop in order to prevent difficulties that might occur during delivery and also improve the existing management to be better in the future.Key Words: Quality, Management, Dilivery
GAMBARAN PENYESUAIAN DIRI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih; Rizki Andriani
Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.354 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i3.6379

Abstract

ABSTRAKAnak merupakan individu yang berada dalam rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang berkebutuhan khusus tidak akan mencapai tingkat tumbuh kembang seperti anak yang normal. Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus kemungkinan besar akan mengalami stress dan reaksi psikologis negatif lainnya sehingga orang tua memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Penyesuaian diri yang positif, dapat mengoptimalkan pengasuhan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyesuaian diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner sebanyak 24 pernyataan dengan nilai reliabilitas 0,666. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran penyesuaian diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Banda Aceh tahun 2011 berada pada kategori baik dengan persentase 54,05%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya bantuan dan dukungan terhadap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sehingga setiap orang tua dapat menyesuaikan dirinya dengan baik dan pengasuhan serta pendidikan anak berkebutuhan khusus dapat berjalan sama seperti anak normal lainnya.Kata kunci: Anak berkebutuhan khusus, penyesuaian diri, orang tua.ABSTRACTChildren are individuals in a range of change of growth and development. Children with special needs will not achieve level of growth and development like normal children. Parents having children with special needs possibly have stress and negative psychologic reaction so that parents need time to self adaptation. Positive self adaptation can optimize parents’ caring for children with special needs. The research aims to identify self adaptation description of parents who have children with special needs by using deskriptive explorative method. The sample were 74 people. Sampling technique used proportional stratified random sampling method. Instrument was used questionnaire with 24 statements containing reliability value 0,666. The result of the study showed that self adaptation description of parents who have children with special needs in Banda Aceh in 2011 was in good category with 54,05%. Recommendation from the research is necessary assistance and support for parents having children with special needs so that they are able to adapt their self well and caring and education for children with special needs will be the same with other normal children.Keywords: Children with special needs, self adaptation, parents.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN STRES PASIEN FRAKTUR DI RUMAH SAKIT Nunung Febriany Sitepu
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.531 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6725

Abstract

ABSTRAKKeluhan utama yang didapat dari sejumlah pasien fraktur adalah nyeri. Perilaku seseorang akan berubah apabila ia merasakan nyeri sehingga berdampak pada aktifitas sehari hari. Nyeri yang parah jika tidak segera diatasi akan berpengaruh pada peningkatan tekanan darah, takikardi, pupil melebar, diaphoresis dansekresi adrenal medulla sehingga menyebabkan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan stres pasien fraktur dengan menggunakan desain deskriptif korelasi. Pengambilan data dimulai pada bulan Februari sampai dengan April 2013 dengan jumlah responden 30 orang, metode pengumpulan data cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner Verbal Numerical Rating Scale (VNRS), dan kuesioner Patient Distress Checklist. Analisa data dengan menggunakan korelasi Product Moment Pearson’s (Pearson’s). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki intesitas nyeri yang sedang (73.3%) dan tingkat stres sedang (70 %), p Value = 0,007. Berdasarkan hal ini diharapkan pada saat pengkajian nyeri, sebaiknya perawat tidak hanya mengkaji nyeri yang dirasakan pasien, namun juga mengkaji faktor multidimensional nyeri terutama dimensi psikologis yang berdampak kepada stress. Diamping itu, perawat sebaiknya memperhatikan tingkat stres pasien yang mengalami nyeri kronik agar menghindari timbulnya penyakit lain akibat stres.|Kata Kunci: fraktur, nyeri, stressABSTRACTThe main complaint derived from a patient's fracture is pain. Behavior will be change when felt pain so it can be impact to daily activities. Severe pain if not ne solved will affect the increase in blood pressure, tachycardia, dilated pupils, diaphoresis and secretion of adrenal medulla that cause stress. This study aims to identify the significant relationship between pain intensity with stress fractures using descriptiven correlation design. Data collection on February to April 2013, samples 30 people with methods crosssectional. The research instrument used in the form of questionnaires Verbal Numerical Rating Scale (VNRS), and Patient Distress Checklist questionnaire. Data analysis using Pearson's Product Moment correlation (Pearson's). The results showed that more than half of the respondents had moderate pain intensity (73.3%) and moderate stress levels (70%), P value = 0,007. Based on this case is expected at the time of assessment of pain, the nurse should assess not only the pain felt by the patient, but also examine the multidimensional factors, especially pain that affects the psychological dimension of stress. Beside, nurses should pay attention to stress levels of patients who experience chronic pain in order to avoid the onset of stress-related diseases.Keywords: fracture, pain, stress
PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT Hinsa Parulian
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.602 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1621

Abstract

RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan merupakan rumah sakit pusat rujukan untuk pelayanan kesehatandi Kota Medan, namun dalam pelaksanaannya kualitas pelayanan masih belum sesuai denganharapan pasien, terutama dalam pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Hal tersebut dapatdisebabkan karena kompetensi dan komunikasi interpersonal perawat masih rendah. Tujuanpenelitian untuk mengetahui hubungan kompetensi dan komunikasi interpersonal dengan kinerjaperawat di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Jenis penelitian adalah survei dengan desain penelitiancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inapRSUD Dr. Pirngadi Kota Medan yang berjumlah 370 orang, dan dijadikan sampel sebanyak 79orang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner.Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padaumumnya (54,4%) perawat memiliki kompetensi baik, komunikasi interpersonal perawat tidak baik(53,2%), dan kinerja perawat adalah baik (58,2%). Berdasarkan hasil analisis statistik chi-square,diperoleh bahwa kompetensi perawat (p-value=0.023) dan komunikasi interpersonal (pvalue=0.003) memiliki hubungan secara signifikan dengan kinerja perawat di RSUD Dr. PirngadiKota Medan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik hubungan kompetensi dankomunikasi interpersonal perawat maka kinerja perawat di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan jugasemakin baik. Disarankan bagi manajemen RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan agar mengembangkankompetensi perawat melalui pelatihan-pelatihan. Dengan pengembangan kompetensi ini akanberpengaruh terhadap kinerja dalam melaksanakan asuhan keperawatan.Kata Kunci : kompetensi kerja, komunikasi interpersonal, kinerja perawat 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ASMA BRONKHIAL Rita Astuti; Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.046 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.11447

Abstract

ABSTRAKInsidensi penyakit asma bronkhial menduduki peringkat ke-5 besar sebagai penyebab kematian di Indonesia. Asma bronkhial adalah penyakit inflamasi pada saluran pernapasan yang mengakibatkan penyempitan saluran napas yang ditandai dengan episode mengi, sesak napas, kekakuan dada, dan batuk berulang. Pengetahuan sangat penting dalam mengelola dan mengontrol pencegahan kekambuhan penyakit asma. Pasien dan keluarga yang memahami penyakit asma bronkhial akan menyadari bahaya yang dihadapi bila menderita asma sehingga pasien akan berusaha untuk menghindari faktor-faktor pencetus asma bronkhial seperti olahraga, menghindari alergen asap rokok, debu, virus, emosi dan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan asma bronkhial. Penelitian dilakukan mulai tanggal 20 September sampai dengan 16 Oktober 2017. Jenis penelitian adalah descriptive correlative dengan desain penelitian cross sectional study dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan berada pada kategori baik dengan jumlah responden 69 orang (81.2%) dan upaya pencegahan kekambuhan asma berada pada kategori baik dengan jumlah responden 65 orang (76,5%). Hasil analisa data di peroleh nilai P-Value = 0,002 sehingga H0 di tolak yang berarti terdapat hubungan pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan asma bronkhial pada pasien di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diharapkan kepada perawat agar senantiasa memberikan pendidikan kasehatan yang disertai dengan media sehingga dapat melakukan upaya pencegahan kekambuhan yang lebih baik lagi.Kata kunci: Asma bronkhial, upaya pencegahan kekambuhan. ABSTRACTThe incidence of bronchial asthma has been ranked as the fifth cause of death in Indonesia. Bronchial asthma is an inflammatory disease of the respiratory tract that causes airway constriction characterized by episodes of wheezing, shortness of breath, chest tightness, and coughing. Based on that, knowledge is important to manage and control the prevention of asthma relepse. Patients and families will be aware of the dangers so it is better for them to avoid the disease by doing such things: exercise, avoid allergens, cigarette smoke, dust, viruses, get emotional and others.This study aims to determine the relationship between patient’s knowledge and effors to prevent recurrence of bronchial asthma. The study was conducted from 20 September to 16 October 2017. The type of this research is descriptive correlative with cross-sectional study design by purposive sampling method. The result showed that knowledge was in the best category with the number of respondents 69 people (81.5%) and the prevention of asthma relapse was in the best category  with the numbers of respondents 65 (76.5%). From the results of the data processing, the P-Value = 0.02 so H0 is rejected. Somehow, that means there is a relationship between patients’ knowlegde and efforts to prevent bronchial asthma to relapse. Furthermore, it is also suggested that nurses should continue to provide comprehensive health education to asthma patients so that they will be able to make better prevention of the recurrenceKeywords: Bronchial asthma, effort to prevent recurrence
KESEHATAN FISIK PADA LANSIA YANG MEROKOK DI GAMPONG PIYEUNG MON ARA ACEH BESAR Ibrahim Hs
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.514 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i3.6526

Abstract

ABSTRAKSecara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara fisik, psikologik, maupun sosial. Kesehatan fisik merupakan penilaian individu terhadap keadaan fisiknya seperti rasa sakit, rasa tidak nyaman, dan lain-lain. Pola hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi rokok dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan fisik padalansia yang merokok di Gampong Piyeung Mon Ara Kecamatan Montasik Aceh Besar dengan desain deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian adalah 33 responden dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Teknik pengumpulan data wawancara terpimpin dengan menggunakan kuisioner dalam bentuk skala likert yang terdiri dari 32 item pertanyaan. Dari hasil penelitian diperoleh kesehatan fisikpada lansia yang merokok dilihat dari merasa tidak nyeri dan nyaman berada pada kategori sehat dengan frekuensi 18 orang (54,5%), tenaga dan lelah berada pada kategori tidak sehat dengan frekuensi 20 orang (60,6%), tidur dan istirahat berada pada kategori tidak sehat dengan frekuensi 19 orang (57,6%), pergerakan berada pada kategori sehat dengan frekuensi 23 orang (69,7%), aktivitas hidup sehari-hari berada padakategori tidak sehat dengan frekuensi 23 orang (69,7%), ketergantungan pada pengobatan atau perlakuan berada pada kategori tidak sehat dengan frekuensi 23 orang (69,7%) dan kapasitas pekerjaan berada pada kategori tidak sehat dengan frekuensi 19 orang (57,6%). Secara umum dapat disimpulkan bahwa kesehatan fisik pada lansia yang merokok berada pada kategori tidak sehat dengan frekuensi 20 orang (60,6%).Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada tim penyuluhan di Puskesmas Montasik untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok terhadap kesehatan kepada masyarakat di gampong Piyeung Mon Ara Kecamatan Montasik Aceh Besar.Kata kunci: kesehatan fisik, lansia, merokokABSTRACTGenerally, physical condition of someone who enters the elderly age declines physically, psychologically, and socially. Physical health is individual appraisal on his physical condition such as pain, uncomfortable feeling, etc. unhealthy life pattern such as smoking can influence people health. This study aimed at finding out the physical health of smoking elderly at Gampong Piyeung Mon Ara in Montasik Sub district of Aceh Besar. This study used descriptive explorative design. Population was 33 respondents. Samples were collected by using total sampling technique. Data were collected by using guided interview technique instrumented by questionnaire in the form of likert scale consisting of 32 question items. The result showed that the physical health of smoking elderly viewed from painless and comfortable feeling was in healthy category with frequency of 18 people (54.5%), strength and tiresome was in unhealthy category with frequency 20 people (60.6%), sleep and rest was in unhealthy category with frequency of 19 people (57.6%), movement was in healthy category with frequency of 23 people (69.7%), daily activities was in unhealthy category with frequency of 23 people (69.7%), dependence on medication or treatment was in unhealthy category with frequency of 23 people (69.7%) and work capacity was in unhealthy category with frequency of 19 people (57.6%). In general, the physical condition of smoking elderly was in unhealthy category with frequency of 20 people (60.6%). Based on the result of the study, it is expected that the counseling team in Montasik Community Health Center (Puskesmas) provide information/counseling about dangers of smoking for the community in Gampong Piyeung Mon Ara of Montasik Sub district of Aceh Besar.Keywords: physical health, elderly, smoking
MANAJEMEN NYERI PADA BAYI Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6364

Abstract

ABSTRAKSepanjang tahun pertama kehidupannya, bayi akan mendapat imunisasi rutin. Imunisasi merupakan salah satuprosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar imunisasi diberikan melalui penyuntikan. Rasanyeri tersebut merupakan suatu masalah yang harus diatasi, karena rasa nyaman yang diterima bayi sangatpenting guna perkembangan rasa percaya, yang merupakan salah satu tugas perkembangan pada usia bayi.Menurut teori Erikson, pada fase pertama ini (lahir sampai 1 tahun) perkembangan rasa percaya ini adalahrasa percaya terhadap diri sendiri, orang lain dan dunia sekitarnya. Orangtua yang tidak berhasil memberikankenyamanan akan menyulitkan bayinya dalam mengembangkan rasa percaya. Dalam jangka panjang,keadaan ini akan mengakibatkan gangguan interpersonal dan menarik diri. Saat bayi merasa tidak nyaman,keberadaan orangtua bersama bayi akan meningkatkan rasa nyaman, membantu bayi mengembangkan rasapercaya dan belajar respons koping adaptif yang sehat. Hal ini memicu dilakukan studi-studi yang berkaitandengan upaya meningkatkan rasa nyaman selama masa bayi, diantaranya termasuk studi mengenai upayauntuk menurunkan nyeri akibat prosedur keperawatan yang dilakukan terhadap bayi. Dengan demikiandiperlukan peran perawat untuk menmberikan kenyamanan pada bayi dengan memilih manjemen nyeri yangtepat.Kata Kunci: nyeri, bayi, prosedur keperawatanABSTRACTThroughout the first year of life, infants will receive routine immunizations. Immunization is one of theprocedures that cause pain because most immunizations are given by injection. The pain is an issue that mustbe addressed, because the baby received a sense of comfort are very important to the development of trust,which is one of the developmental tasks at age infants. According to Erikson's theory, in this first phase (birthto 1 year) believe this is the development of a sense of self-confidence, others and the world around them.Parents who fail to comfort the baby will make it difficult to develop a sense of trust. In the long term, thissituation will result in impaired interpersonal and withdrew. When babies feel uncomfortable, the existenceparents with infants will increase the sense of comfort; help babies develop a sense of trust and adaptivelearning healthy coping responses. This triggers conducted studies related to efforts to improve comfortduring infancy, some involving the study of an effort to reduce pain related to nursing procedures areperformed on infants. Thus the role of nurses needed to provide comfort to the baby by choosing appropriatepain management.Keywords: pain, infants, nursing procedures
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT MEMILIH OBAT TRADISIONAL DI GAMPONG LAM UJONG Ismail, Ismail
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.048 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6632

Abstract

ABSTRAKPenggunaan obat tradisional semakin berkembang baik sebagai obat maupun untuk tujuan yang lain, terlebih dengan adanya anjuran untuk kembali ke alam. Permasalahan akan timbul apabila pemilihan obat tradisional tersebut adalah sebagai bentuk pelarian dari pelayanan medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat memilih obat tradisional Di Gampong Lam Ujong. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Gampong Lam Ujong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2014 yang berjumlah 250 orang dengan sampel 72 orang. Metode pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Data yang digunakan adalah data skunder, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan telah dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 18 Juli 2014. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh antara sumber informasi (p-value=0,021), sosial budaya (p-value=0,037) dan pendapatan (p-value=0,046) terhadap keputusan masyarakat dalam memilih obat tradisional. Diharapkan kepada tenaga promosi kesehatan di Puskesmas agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk memeriksakan penyakitnya terlebih pada tenaga kesehatan, sehingga masyarakat dapat menggunakan obat tradisional secara lebih bijak dan sesuai kebutuhan yang diinginkan.Kata kunci: Pemilihan, Obat TradisionalABSTRACTThe use of traditional medicine is growing both as a medication and for other purposes, especially with the recommendation to return to nature. Problem arises when traditional medicine is used as a form of escapism from medical services. This research aimed to identify factors affecting society’s decision on choosing traditional medicine in Gampong Lam Ujong.This is a descriptive analytic study with cross sectional approach. The population in this study were all patriarchs in Gampong Lam Ujong Meunasah Manyang Krueng Barona Jaya District of Aceh Besar in 2014, with the total 250 people and sample of 72 people. The sampling method is done by simple random sampling. The data used is secondary data, data collected by using questionnaire and was conducted on 4 to 18 July 2014. Data analysis was performed using chi-square test with significance level of 95% (α = 0.05).This study concluded that there is an influence of resources (pvalue = 0.021), sociocultural (p-value = 0.037) and income (p-value = 0.046) against the society’s decision when it comes to choose traditional medicine. Health promotion workers in health centers are expected to provide information to the public in order to check their disease prior to health care, so that society can engage in traditional medicine in such a wiser way and depends on the needs desired.Keyword: Selection, traditional medicine
STATUS NUTRISI DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH DI KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR . Fithria
Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.276 KB) | DOI: 10.52199/inj.v4i1.1600

Abstract

makanan yang mengandung nutrisi seimbang, agar proses tersebut tidak terganggu Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan status nutrisi dengan perkembangan kognitif anak usia sekolah di desa Lamceukecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Varibel dependen penelitian ini adalah perkembangan kognitif anak usiasekolah yang meliputi tiga dimensi yaitu kemampuan klasifikasi, kemampuan konservasi dan kemampuanpenghilangan sifat egosentrisme. Variabel independen adalah status nutrisi anak usia sekolah. Desainpenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study.Populasi penelitian adalah seluruh anak usia sekolah (10-12 tahun) yang tinggal di desa Lamceu kecamatanKuta Baro Aceh Besar. Metode pengambilan sampel dengan total sampling yang berjumlah 33 anak usiasekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran dan wawancara terpimpin yang terdiri dari 8pernyataan berbentuk skala Guttman. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Chi Square( )2 dan diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar status gizianak usia sekolah berada pada kategori baik yaitu 23 orang (69,7%) dan kemampuan kognitif anak sebagianbesar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 23 orang (69,7%). Berdasarkan hasil analisa bivariatdidapatkan bahwa tidak ada hubungan antara status nutrisi dengan kemampuan klasifikasi, tidak adahubungan antara status nutrisi dengan kemampuan konservasi, tidak ada hubungan antara status nutrisidengan kemampuan penghilangan sifat egosentrisme. Secara umum hasil penelitian menunjukkan tidak adahubungan antara status nutrisi dengan perkembangan kognitif anak usia sekolah di Desa Lamceu KecamatanKuta Baro Aceh Besar. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perkembangan kognitif anak usia sekolahdapat ditingkatkan dengan cara memperhatikan faktor nutrisi anak dan meningkatkan hubungan interpersonalantara orang tua dan anak.Kata kunci : status nutrisi, perkembangan kognitif, dan anak usia sekolah 

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue