cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA PASIEN PASCA STROKE Cut Mala Dewi; Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.241 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.8824

Abstract

ABSTRAKPasien yang menderita penyakit stroke dapat mengalami hemiplegia dan hemiparese sehingga dapat mengganggu aktifitas pasien, selalu bergantung pada orang lain, bahkan  sampai kehilangan pekerjaan. Stroke juga menyebabkan  aphasia sehingga pasien kesulitan berbicara, kesulitan mengucapkan kata-kata,  serta sulit bersosialisasi dengan orang lain. Kondisi ini merupakan penyebab timbulnya depresi pada pasien. Keluarga sebagai orang yang terdekat sangat berperan dalam proses  penyembuhan  dan  pemulihan pasien pasca stroke. Tujuan penelitian ini adalah   untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada pasien pasca stroke. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif  korelatif  dengan desain cross  sectional  study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 88 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner baku Beck Depression Inventory (BDI)  dan  teknik  wawancara  terpimpin.  Data dianalisa menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada pasien pasca stroke (p-value = 0,000); secara khusus ada hubungan antara dukungan informasional (p-value = 0,035), dukungan penilaian (p-value = 0,001), dukungan tambahan (p-value =0,002), dan dukungan emosional (p-value = 0,001) dengan depresi pada pasien pasca stroke. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan program edukasi kepada keluarga agar lebih memahami pentingnya keterlibatan keluarga dalam dalam mengurangi depresi sehingga dapat meningkatkan penyembuhan pasien pasca strokeKata kunci: Depresi, Dukungan Keluarga, Pasien Pasca Stroke. ABSTRACTPost-stroke patient can experience hemiplegia and hemiparesis that interfere with patient daily living.  They become dependent on others and could cause them to lose their job. Stroke also caused aphasia that make patient difficult to speak and to say words, this situation will make it difficult for the patient to socialize with others, and this condition could lead to depression. Family is an integral part for post-stroke patient during their healing and recovery time. The purpose of this study is to know the relationship between family support and with depression in post-stroke patient.  This study used descriptive correlative method with cross sectional study design. The sampling technique used was purposive sampling in 88 respondents. The results showed a relationship between family support and depression in patients post-stroke (p-value = 0.000); (P-value = 0.002), supplemental support (p-value = 0.002), and emotional score (p-value = .001) with depression in post-stoke patients. It is expected that nurses as part of health care provider can provide educational programs to families to better understand things that can help the healing process of post-stroke patient.Keywords: Depression, Family Support, Post-stroke Patients.
KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DALAM MERAWAT PASIEN HIV/AIDS Cut Husna; ita Fitriani
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.566 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6470

Abstract

ABSTRAKKompetensi adalah sekumpulan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menunjang melakukan suatu pekerjaan. Kompetensi perawat adalah sesuatu yang ditampilkan secara menyeluruh dalam memberikan pelayanan profesional kepada klien yang aman dan etis yang dipersyaratkan dalam  praktek keperawatan. Prevalensi kasus HIV/AIDS terus meningkat oleh karena itu perlu meningkatkan  kompetensi perawat dalam merawat pasien ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi perawat pelaksana dalam merawat pasien HIV/AIDS di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum  Daerah  dr. Zainoel  Abidin  Banda Aceh  Tahun  2015. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan total sampling pada 42 responden dan alat pengumpulan data berupa angket. Hasil penelitian didapat bahwa secar umum kompetensi perawat pelaksana dalam merawat  pasien HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori kurang yaitu 19 orang (59,4%). Adapun pengetahuan perawat pelaksana berada pada kategori kurang yaitu 23 orang (54,8%), keterampilan perawat pelaksana berada pada kategori kurang yaitu 27 orang (64,3%), sikap perawat pelaksana berada  pada  kategori  negatif dalam merawat pasien HIV/AIDS sebanyak 25 orang (59,5%). Berdasarkan hal tersebut diharapkan perawat pelaksana dalam merawat pasien HIV/AIDS dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien tersebut. Kata kunci: pengetahuan, keterampilan, sikap, kompetensi  ABSTRACTCompetency is consisted of knowledge, skill and attitude to support the duty. Nurses’ competency is showed comprehensive applied to clien by professional services with safety and ethical perquisites in nursing practice. The prevalence of HIVIAIDS cases continue to  grow, it  is necessary  to increase nurses’ competency in caring the patients.  This  study   aims  to   determine  the competence  of  nurses  in caring  for patients  with  HIVIAIDS  in patient  wards Regional  General  Hospital  dr.  Zainoel  Abidin  Banda  Aceh  Year  2015  Type  of research   is  descriptive   exploratory,   at  42  the  sample,   with  a  total  sampling techniques,  data  collection  tools  using   a  list  of  statements   in  the  form of  a questionnaire.  The result is that the competence of nurses in caring for patients with HIVIAIDS majority are at less category as much as l9 people (59.4%), knowledge of nurses majority are at less category as much as 23 people (54.8%), the majority of nurses skills are at less category as much as 27 people (64.3%), the attitude of nurses in patient wards of the General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh majority are in the negative category n caring HIV/AIDS patients as much as 25 people (59.5%).  Based on this expected of nurses  in  caring   for  patients  with  HIVI AIDS  can  improve their  skills  and knowledge in providing carefor patients.Keywords: knowledge, skills, attitude, competencies
ANALISIS FRAKSI EJEKSI KLIEN GAGAL JANTUNG PRE DAN POST PENERAPAN MODEL AKTIVITAS DAN LATIHAN INTENSITAS RINGAN Halimuddin, Halimuddin
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.475 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6735

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh model aktivitas dan latihan klien gagal jantung terhadap fraksi ejeksi Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasy Experiment) tanpa kontrol group. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Jantung dan pembuluh darah Harapan Kita Jakarta. Populasi sampel adalah klien gagal jantung sebanyak 24 orang, dengan Kriteria inklusi: fraksi ejeksi 40%, tekanan darah sistole 80 – 120 mmHg, diastole 60 – 80 mmHg. Klasifikasi fungsionil NYHA: II dan III, mendapat terapi pengobatan gagal jantung Standar (Angiotension Converting enzymes - inhibitor, beta blockers, diuretic, digitalis), tidak ada disritmia yang mengancam kehidupan/bersifat fatal, infark tidak luas dan non elivasi segmen ST, usia 30 –70 tahun, mendapat izin dari dokter. Setiap responden di berikan model aktivitas dan latihan selama 6 hari di rumah sakit. Intensitas latihan di ukur dengan skala Borg. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan nilai fraksi ejeksi sebelum dan sesudah intervensi aktivitas dan latihan. Dengan intensitas latihan pada fase akut selama dirumah sakit (inpatient) adalah ringan. Rekomendasi penelitian ini  adalah model aktivitas dan latihan klien gagal jantung yang dikembangkan peneliti dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas pada fase akut selama di rumah sakit (inpatient). Pengawasan terhadap over aktivitas sangat di butuhkan selama penerapan model pada fase akut.Kata kunci: Gagal jantung, aktivitas dan latihan, dan fraksi Ejeksi ABTRACTThese research objectives are to identify the effect of activity and exercise model of heart failure client toward ejection fraction. This research used a Quasy Experiment design without control group. Thisresearch was done at National Cardiovascular Center of Harapan Kita, Jakarta. The samples were are heart failure clients, there were 24 people participated in the research who have inclusion criteria: ejection fraction 40%, systolic blood pressure 80 - 120 mmHg, diastolic 60 - 90 mmHg. In addition, the criteria were Functional classification NYHA: II and III, receiving a standard pharmacologic therapy (Angiotension Converting enzyme-inhibitor, beta-blockers, diuretics, digitalis), no fatal dysrhythmia, infarct was not large and non elevation of ST segment, age 30 - 70 years old, had permission from their attending cardiologist. Each respondent was given activity and exercise model during 6 days at the hospital. Exercise intensity is measured by Borg scale of perceived exertion. The research results indicated that there were differences between value of ejection fraction before and after activity and exercise intervention. with a light exercise intensity at acute phase during hospitalization (inpatient). This research recommendations showed that the activity and exercise for heart failure client exercise which were developed by a researcher can be implemented to fulfill an activity requirement during acute phase at hospital (inpatient period). It also suggested close observation during applying the model at this acute phase. Key words: Heart failure, activity and exercise, ejection fraction
MANAGEMENT INCREASED INTRACRANIAL PRESSURE IN PATIENTS WITH STROKE AND BRAIN TUMOR Cut Husna
Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.765 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i1.6355

Abstract

ABSTRACTManagement increased intracranial pressure (IICP) in stroke and brain tumor patients consists of pharmacotherapy and non-pharmacotherapy. Pharmacotherapy intervention comprises hyperosmolar therapy, euglycemia, hyperventilation and normocapnia, optimal oxygenation, controlling cerebralmetabolism (sedation), anticonvulsant prophylaxis, and maintenance of normothermia, Furthermore, nonpharmacotherapy consist of positioning of head on bed position 15-30 degrees, initial trauma asessment (airway, breathing, and circulation), suctioning, control fluid and electrolytes, and nutrition need. The design of study was descriptive explorative for three patients in Songkla Nagarind Hospital, Hatyai, Thailand. The aim of the study was to describe management increased intracranial pressure in patients withstroke and brain tumor patients by using three questionnaires that consisted of Demographic Data Questionnaire (DDQ), Management of IICP Questionnaire (MIQ), and Glasgow Coma Scale (GCS). Data collection was conducted for three patients hospitalized with stroke (1 case) and brain tumor (2 cases). The study was analyzed by using descriptive statistic with mean (x) and standard deviation (SD). The results of the study showed that management of IICP in those patients was good, and the Glasgow Coma scale (GCS) was delirious (1 case) and consciousness (2 cases). The study recommended that to caring the patients with IICP, the nurses must monitor for Cushing triad (hypertension, bradycardia, and bradypnea), vital signs, neurological signs, risk for ischemia cerebral, potential hyperthermia, fluid imbalance, and pain post surgical incision (craniotomy and V/P shunt) particularly for brain tumor patients and hydrocephalus.Keywords: knowledge, abortus, related factors of abortus
KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT DEPRESI LANJUT USIA Fazila Fitriana; Khairani Khairani
Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.002 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i2.11410

Abstract

ABSTRAKDepresi merupakan gangguan mental yang paling sering terjadi pada lansia. Namun, gangguan ini sering tidak terdeteksi dan diabaikan. Faktor pencetus depresi yaitu kematian pasangan, penurunan kemampuan fisik, pensiun, interaksi sosial, pekerjaan dan tempat tinggal. Depresi dapat terjadi secara akut maupun kronik dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Depresi yang parah dapat menyebabkan bunuh diri Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir dan pekerjaan dengan tingkat depresi lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah correlative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah  30.335 lansia yang tinggal di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling  menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 200 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terpimpin menggunakan Geriatric Depression Scale Short Version (GDS-15). Data penelitian dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan usia, jenis kelamin, pekerjaan dengan tingkat depresi lansia. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan terakhir, status perkawinan dengan tingkat depresi pada lansia. Diharapkan kepada kepala Dinas Kesehatan khususnya bagian kesehatan masyarakat untuk melakukan screening rutin dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan depresi lansia. Kata kunci: Usia, Jenis Kelamin, Status Perkawinan, Pendidikan Terakhir, Pekerjaan, Depresi, Lansia ABSTRACTDepression is a mental disorder which is commonly suffered by elderly people. However, this mental disorder is often undetected in elderly people. The factors that initiate the depression are the death of spouse, physical strenght deterioration, retired, social interaction, financial income and living space Depression can occur both acutely and chronically. Moreover, severe depression can be a risk of suicide in themselves.The aim of this research is to find out the correlative between age, gender, marial status, last education, and jobs and the depressed elderly . The type of research is correlative study with cross sectional study design. The population is 30.335 elderly people from Banda Aceh City. Sample collecting technique is non-probability sampling using accidental sampling to 200 respondents. Data collection technique is guided interview using Geriactric Depression Scale (GDS). The data analysis was conducted using spearman rank test. The result of the study shows that no correlation between age, gender and jobs an depression in elderly. And there is correlation between last education, marial status and depression in elderly. It is expected that the Head of Health Department, especially the Public Health division to do the routine sceening and socialize more about health issues especially how to avoid the depression in the senior citizens. Keywords : Age, Gender, Marital Status, Last Education, Jobs, Depression, Elderly 
HUBUNGAN KONSEP DIRI TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN Budi satria; Raudhatul Jannah
Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i3.6564

Abstract

AbstrakKonsep diri mencakup persepsi diri, penampilan, nilai, dan keyakinan yang mempengaruhi perilaku.  Konsep ini sangat berkaitan erat dengan kecerdasan emosional yaitu kemampuan untuk memonitor perasaan, emosi sendiri dan orang lain untuk membimbing perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri terhadap kecerdasan emosional pada remaja di Panti Asuhan Nirmala Banda Aceh Tahun 2014. Penelitian ini berbentuk Deskriptif Korelatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu metode total sampling. Jumlah sampel sebanyak 53 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang berbentuk skala Likert. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kecerdasan emosional pada remaja (p value 0,000). Analisa subvariabel konsep diri diperoleh ada hubungan citra tubuh (p value = 0,006), ideal diri (p value = 0,041), harga diri (p value = 0,019), peran (p value = 0,010), identitas (p value = 0,014) dengan kecerdasan emosional. Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bagi kepada kepala panti untuk terus memberi bimbingan pada remaja sehingga konsep diri serta kecerdasan emosional remaja baik.Kata kunci : Kecerdasan Emosional , Konsep Diri, RemajaAbstractSelf-concept includes self-perception, appearance, values, and beliefs that influence behavior. Self-concept consists of five components including body image, self-ideal, self-esteem, role and identity. This concept is closely related to emotional intelligence that is the ability to monitor the feeling, self-emotion and others to guide behavior. This research aimed to find out the relationship of self-concept with emotional intelligence in teenagers in Nirmala Orphanage of Banda Aceh in 2014. This research used descriptive correlative with total sampling technique. Data was collected on May 9, 2014 in Nirmala orphanage of Banda Aceh. The number of sample is 53 people. Data was collected by using questionnaire in form of Likert scale. Data was processed by using SPSS with Chi square test. Based on the data analysis found that there was significantly correlation between self concept with emotional intelligence in adolescene (p value = 0,000). Analysis sub variable of self concept found that there is correlation between body image (p value = 0,006), self ideal (p value = 0,041), self esteem (p value = 0,019), the role  (p value = 0,010), identity (p value = 0,014)with emotional intelligence the result of study was recommended for head of orphanage to guide teenagers in order to improve their self concept and emotional intelligence.Keywords : Emotional Intelligence, Self- Concept, Teenagers 
PENGARUH DUKUNGAN INFORMASI TERHADAP KECEMASAN DAN PERAN IBU SELAMA PEMASANGAN INFUS BALITA DI RSUDZA BANDA ACEH . Sufriani
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.173 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1585

Abstract

Ibu melambangkan perlindungan, keamanan dan kenyamanan bagi balita. Kehadiran ibu  saat anak mendapat tindakan invasif, dapat memberi pengaruh negatif atau positif tergantung pada peran ibu. Memberikan informasi merupakan bagian dari persiapan psikologis dalam managemen nyeri, bagi orangtua dan anak sebelum dilakukan tindakan pemasangan infus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan informasi terhadap kecemasan dan peran ibu selama tindakan pemasangan infus pada anak. Desain penelitian adalah kuasi-eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalent post test-only control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Hasil analisis dengan menggunakan Uji Chi-Square didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat cemas pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, terdapat perbedaan peran ibu pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: tidak ada pengaruh dukungan informasi dengan tingkat kecemasan ibu (p value = 0,069), namun ada pengaruh dukungan informasi dengan peran ibu selama tindakan pemasangan infus pada balita (p value = 0,038).  Diharapkan dukungan informasi pada ibu sebelum tindakan pemasangan infus pada anak dapat diterapkan pada pelayanan keperawatan anak untuk meningkatkan partisipasi ibu dalam penanganan nyeri anak selama tindakan. 
METODE PENCEGAHAN LUKA DECUBITUS PADA PASIEN BEDREST TOTAL MELALUI PERAWATAN KULIT Henny Syapitri; Laura Marianti Siregar; Daniel Ginting
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.76 KB) | DOI: 10.52199/idea.v8i2.8827

Abstract

ABSTRAKDekubitus merupakan masalah yang dihadapi oleh pasien-pasien dengan penyakit kronis, pasien yang sangat lemah, dan lumpuh dalam waktu lama, bahkan saat ini banyak dialami oleh pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit. Upaya pencegahan terjadinya luka tekan sebaiknya dilakukan sedini mungkin sejak pasien teridentifikasi berisiko mengalami luka tekan. Nigela sativa oil mengandung berbagai karbohidrat rendah gula, protein, berbagai asam amino, asam lemak, vitamin, mineral dan serat. Saponin yang terkandung dalam nigella sativa berperan dalam membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode pencegahan luka decubitus pada pasien bedrest total melalui perawatan kulit. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan pre-test and post test control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien yang berisiko mengalami luka tekan di dengan tirah baring lama (bedrest total) melalui pengkajian risiko dekubitus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran derajat resiko decubitus dan pengukuran Index Massa Tubuh (IMT). Data dianalisa dengan menggunakan dependent T-test yang bertujuan untuk membandingkan rata-rata derajat resiko decubitus sebelum dan sesudah perlakukan pada masing-masing kelompok, sedangkan untuk menganalisis perbandingan rata-rata derajat resiko decubitus pada ke 2 kelompok dengan menggunakan independent T-test.Hasil penelitian didapatkan rata-rata derajat resiko dekubitus pada kelompok intervensi adalah 7,73 sedangkan rata-rata derajat dekubitus pada kelompok kontrol adalah10,41.Hasil uji statistik didapatkan p-value 0,000 (p0,05), artinyaterdapat perbedaan rata-rata derajat resiko dekubitus secara siginifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagi data evidance based practise pada pasien bedrest total dan dapat dijadikan sebagai manajemen non farmakologi/terapi komplementer bagi perawat, tim medis dan tenaga kesehatan lainnya.Kata kunci: nigela sativa oil, bedrest total, decubitus. ABSTRACTDecubitus is a problem faced by patients with chronic diseases, weak patients, and paralysis for a long time, even today experienced by many hospitalized patients. In efforts to prevent the occurrence of injuries should be done as soon as possible since the patient is identified at risk of injury press. Nigela sativa oil contains various low-sugar carbohydrates, proteins, various amino acids, fatty acids, vitamins, minerals and fiber. Saponins contained in nigella sativa play a role in helping the wound healing process. This study aims to apply the method of preventing decubitus injury in bedrest patients through total skin care. The research design used was Quasi Experiment with pre-test design and post test control group design. Subjects in this study were patients who met the inclusion criteria of patients at risk of injury pressed with bed rest of the total (bedrest total) through the assessment of risk dekubitus. Data collection was done by interview, observation, measurement of risk degree decubitus and measurement of Body Mass Index (IMT). Data were analyzed by using dependent T-test which was aimed to compare mean of decubitus risk level before and after treatment in each group, whereas to analyze the comparison of mean of degree of decubitus risk in the 2 groups using independent T-test. The result showed that the average of decubitus risk level in the intervention group was 7.73 while the mean of decubitus level in the control group was 10,41. The statistical test results obtained p-value 0,000 (p 0.05), meaning that there is a significant difference in the degree of decubitus risk between the intervention group and the control group. The results of this study can be used as evidance based practice data in total bedrest patients and can be used as non-pharmacology/complementary therapeutic management for nurses, medical teams and other health workers.Keywords: nigela sativa oil, bedrest total, decubitus.
PENGARUH VCT HIV/AIDS TERHADAP PERUBAHAN SIKAP SEKSUAL PADA KALANGAN TRANSGENDER DI BANDA ACEH Anita, Anita; Maghfirah, Maghfirah
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.141 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6459

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Infeksi HIV di Indonesia meningkat dengan banyaknya hubungan seksual yang tidak terlindungi. Kasus AIDS menurut faktor risiko terdiri dari heteroseksual 34.305, homo seksual 1.366, IDU 8.462, transfusi darah 130, transmisi perinatal 1.506 kasus. Jumlah kumulatif di Aceh tahun 2014 untuk kasus HIV sebanyak 162 dan AIDS 193. Tujuan Penelitian : mengetahui pengaruh voluntary counseling and testing (VCT) HIV/AIDS terhadap perubahan sikap seksual pada kalangan transgender (Waria) di Banda Aceh. Metode Penelitian : Jenis Penelitian ini adalah quasi experiment. Jumlah sampel 20 responden, masing-masing 10 responden untuk kelompok intervensi dan control. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil pretest sikap pada kelompok yang melakukan VCT diperoleh  nilai rata-rata 47,2 dan nilai postest 52,3. Nilai perbedaan sikap pada kelompok VCT adalah sebesar 4,1 dan kelompok kontrol  nilai perubahan sikap yang diperoleh adalah 0,8. Selisih perbedaan nilai sikap sebesar 3,3 menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p sebesar 0,03. Kesimpulan: Terdapat perubahan sikap yang bermakna antara transgender yang mendapat VCT dibandingkan transgender yang tidak mendapatkan  VCT. Saran : Bagi Dinas kesehatan meningkatkan program layanan VCT lebih dari satu Puskesmas di Banda Aceh dan juga bekerjasama dengan LSM untuk membuka layanan VCT.Kata kunci: VCT, HIV/AIDS, sikap seksual, transgender ABSTRACTBackground: HIV infection in Indonesia increased with the number of unprotected sexual intercourse. AIDS cases by risk factors consisted of 34 305 heterosexual, homosexual, 1366, the IDU 8462, 130 blood transfusion, perinatal transmission of 1,506 cases. Total cumulative in Aceh in 2014 for cases of HIV 162 and AIDS 193.Objective: To determine the influence of voluntary counseling and testing (VCT) of HIV / AIDS to changes in sexual behavior in the transgender (Transvestite) in Banda Aceh. Method: This study is a quasi experiment. Total sample of 20 respondents, respectively 10 respondents to the intervention and control groups. Purposive sampling technique. Results: pretest attitudes in the group that did VCT obtained average values of 47.2 and 52.3 postest value. Value difference in attitude in the group of VCT is at 4.1 and the control group rate of change of attitude obtained was 0.8. Difference in attitude score difference of 3.3 indicates a significant difference with ap value of 0.03. Conclusion: There is a significant change of attitude among transgender who received VCT compared transgender who did not get VCT. Suggestion: For health authorities improve VCT services program more than one health centers in Banda Aceh and also in cooperation with NGOs to open up VCT service.Keywords: VCT, HIV / AIDS, sexual attitudes, transgender
PENGETAHUAN PERAN PROFESIONAL PERAWAT DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PSIK-FK UNIVERSITAS SYIAH KUALA Putra Ardia
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.546 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1572

Abstract

Pengetahuan peran profesional perawat yang mencakup sebagai pemberi pelayanan kesehatan, pendidik, pengelola dan peneliti diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa baik secara internal dan eksternal yang sedang menjalani proses pendidikan untuk perubahan tingkah laku. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan peran profesional perawat dengan motivasi belajar mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh. Jenis penelitian Deskriptif Korelasi dengan desain cross sectional study teknik pengambilan sampel random sampling. Penentuan jumlah menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel 91 responden melalui teknik undian (lottery technique) untuk menentukan sampel setiap angkatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk soal Multiple Choice Question dan Skala Likert. Analisa data menggunakan chi-square test. Hasil penelitian peran profesional perawat dengan motivasi belajar P-value (0,010); peran profesional sebagai pemberi pelayanan kesehatan dengan motivasi belajar P-value (0,010); sebagai pengelola P-value (0,004); sebagai pendidik P-value (0,017). Sebagai peneliti P-value (0,209) yang berarti tidak memiliki hubungan yang berarti. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengajar agar lebih memfokuskan pengetahuan mahasiswa tentang peran perawat sebagai peneliti dengan cara mengikut sertakan mahasiswa dalam setiap penelitian dan mengadakan pelatihan-pelatihan tentang penelitian agar pengetahuan mahasiswa dibidang penelitian semakin baik. 

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue