cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERAWATAN LUKA EPISIOTOMI POST PARTUM DI RSIA . Darmawati
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.852 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i3.1590

Abstract

Banyak perempuan mengalami luka episiotomi setelah melahirkan, luka episiotomi membutuhkan perawatanyang baik agar mencapai kesembuhan yang maksimal dan tidak menimbulkan infeksi. Bila ibu memilikipengetahuan yang baik dan memiliki sikap yang positif terhadap perawatan luka maka luka akan sembuhpada hari ketujuh setelah persalinan, dan bila tidak dirawat dengan baik maka akan terjadi infeksi pada ibuPost partum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibudengan perawatanluka episiotomi Post partum. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelasional danmenggunakan teknik pengambilan data dengan 51 sampel secara purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan dari tanggal 4 September sampai dengan 4 Oktober 2012 di Rumah Sakit Ibu dan Anak PemerintahBanda Aceh Tahun 2012. Alat pengumpulan data dilakukan berupa kuesioner dalam bentuk skaladichotomos choise yang terdiri dari 7 pernyataan dan skala guttman yang terdiri dari 17 pernyataan, skalalikert yang terdiri dari 10 pernyataan. Didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuandengan perawatanluka episiotomi Post partum dengan p-value 0,009. Ada hubungan antara sikap denganperawatanluka episiotomi Post partum p-value 0,003. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkankepada tenaga kesehatan khususnya perawat agar dapat memberikan informasi secara akurat kepada ibu-ibunifas yang mengalami luka episiotomi tentang perawatanluka episiotomi Post partum terutama pada saat ibumau pulang kerumah.Kata kunci: pengetahuan, sikap, perawatan luka episiotomi. 
PENGALAMAN MENGGUNAKAN INFUS SAAT DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Bayhakki Bayhakki; Erwin Erwin; Wasisto Utomo
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.706 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i2.8823

Abstract

ABSTRAKSebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan infus selama perawatan. Pasien-pasien yang diinfus memiliki persepsi dan pengalaman yang beragam terkait infus yang terpasang di tangan mereka. Infus atau terapi intravena merupakan salah satu tindakan invasif yang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman mendapatkan infus selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologi yang merekrut 15 orang pasien secara purposive sampling di ruang rawat bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dianalisis dengang nemnggunakan metode Colaizzi. Trustworthiness dari penelitian ini dijaga selama penelitian dengan menerapkan credibility, transferability, confirmability, dan dependability. Hasil penelitian menunjukkan ada 4 tema yang muncul: persepsi terkait pasien dan infus, tujuan diinfus, masalah dalam penggunaan infus, dan cara menangani masalah infus. Perawat perlu menjelaskan infus yang diberikan ke pasien secara lengkap dan benar serta memberikan perawatan yang tepat untuk meminimalisir masalah-masalah yang muncul akibat penggunaan infus dalam rangka meningkatkan kualitas asuhan keperawatan untuk pasien yang terpasang terapi infus.Kata kunci: Infus, Pasien, Fenomenologi ABSTRACTMost of hospitalized patients need intravenous therapy or infusion. Patients being infused have various perceptions and experiences related to their infusions. Infusion or intravenous therapy as one of invasive interventions may also cause problems for the patients. Objective of this study was to explore experiences of receiving infusion during hospitalization. This study was phenomenological study which recruited purposively15 patients hospitalized in medical ward of Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru, Indonesia. Data were collected using in-depth interview and analyzed using Colaizzi’s method. Trustworthiness was maintained throughout this study by achieving credibility, transferability, confirmability, and dependability of the study. The results showed that 4 themes emerged from the data: perception regarding patients and infusion, goals of being infused, problems in using infusion, and ways to deal with infusion’s problems. Nurses need to explain infusion therapy given to patients completely and correctly as well as provide appropriate treatment to minimize problems regarding use of infusion in order to enhance quality of nursing care for patients with infusion therapy. Keywords: Infusion, Patients, Phenomenology
PENGARUH STRES, DUKUNGAN KELUARGA DAN MANAJEMEN DIRI TERHADAP KOMPLIKASI ULKUS KAKI DIABETIK PADA PENDERITA DM TIPE 2 Elpriska, Elpriska
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.914 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6464

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang terjadi akibat pankreas tidak mampu memproduksi insulin atau ketika tingkat sensivitas tubuh terhadap insulin menurun. Penderita DM tipe 2 beresiko mengalami komplikasi sehingga penderita DM tipe 2 cenderung mengalami permasalahan- psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres,dukungan keluarga dan manajemen diri terhadap komplikasi ulkus kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control yang bersifat retrospektif, dan  dilaksanakan di RSUD. Dr. Pirngadi Medan. Sampel penelitian adalah pasien DM tipe 2 dengan dan tanpa komplikasi ulkus kaki diabetik yang berjumlah 80 orang pasien( 40 orang kasus dan 40 orang kontrol)  yang diambil dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh stres (p value= 0,000), dukungan keluarga (p value= 0,007) dan manajemen diri (p value= 0,000) terhadap komplikasi ulkus kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Sedangkan variabel yang paling mempengaruhi terjadinya komplikasi ulkus kaki diabetik pada penderita DM tipe 2 adalah stres yang tinggi dengan OR 7.757, CI 95% ( 2.590-22.151). Diharapkan dengan adanya penelitian ini perawat hendaknya memberikan dukungan untuk menghindari stres, menjaga kestabilan gula darah, meningkatkan manajemen diri sehingga terhindar dari komplikasi ulkus kaki diabetik.Kata Kunci : DM tipe 2, ulkus kaki diabetik,  stres, dukungan keluarga, manajemen diri ABSTRACTDiabetes Melitus Type 2 are risky to have some complication that they  tend wich have a psychological problem, such as stress which can influence their abilities to manage themselves that stress management family support are needed to improve self management to prevent some complication related to diabetes and maintainance their life quality. The objectivitas of research are to find out the influences of stress, family support and self management toward complication of diabetic foot ulcer of sufferers of DM type 2. The research is a quantitative with a retrospective case contolled design carried out in RSUD Dr. Pirngadi Medan. The sample is 80 sufferers ( 40 case and 40 controled) of DM type 2 with or without any complication of diabetic foot ulcers determined by purposive sampling and questionnaires as the research instrumens. The research result show there are influences of stress (p value= 0,000, family support (p value= 0,007) and self management ( p value= 0,000) towards the complication of diabetic foot ulcer of sufferers of DM  type 2. The most influential variables that cause the complication of diabetic foot ulcer ofsufferers of DM type 2 are stres with OR 7.575, CI 95% ( 2.590-22.151). Hopefully with this research nurses should continue to provide support to patients to avoid stress conditions , maintain stable blood sugar levels , improve management themselves , so avoid the complications of diabetic foot ulcers.Keywords: DM type 2, diabetic foot ulcers, stress, family support, self management
TINJAUAN PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN DENGAN BUNUH DIRI Syarifah Rauzatul Jannah
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.523 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6347

Abstract

ABSTRAKBunuh diri yakni suatu upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan individusecara sadar berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati. Perilaku-perilaku bunuh diri dapatberupa isyarat -isyarat, percobaan atau ancaman verbal yang mengakibatkan kematian, luka atau menyakitidiri sendiri. Bunuh diri merupakan salah satu masalah yang perlu mendapatkan penanganan yang intensifoleh karena efek yang ditimbulkan dari perilaku bunuh diri dapat menyebabkan kerusakan integritas diribahkan kematian. Bunuh diri juga satu dari penyebab utama kematian pada usia 15-34 tahun selain faktorkecelakaan. Tujuan penulisan ini adalah ingin menggambarkan tentang penatalaksanaan keperawatankegawatdaruratan pada pasien dengan bunuh diri. Tujuan utama dari intervensi keperawatan adalah untukmelindungi, meingkatkan harga diri dan penguatan coping mechanism. Intervensi yang dibuat dandilaksanakan terus mengacu pada etiologi, diagnosa keperawatan serta sesuai dengan tujuan yang akantercapai sehingga diharapkan perawat dapat senantiasa memahami penatalakasanaan keperawatankedaruratan pada pasien dengan bunh diri.Kata kunci: bunuh diri, penatalaksanaan, kegawatdaruratan.ABSTRACTSuicide is an intentional effort that aims to end individual life with desire and try to apply the desire todie. Suicide behaviors can be signals, trials, or verbal threats that cause death, wound, or self-hurting.Suicide is one of the problems that need intensive treatment due to its effects that can cause self-integritydamage and even death. It is also one leading cause of death of age 15-34 year besides accident factors. Theobjective of this paper is to describe the emergency nursing treatment for the suicidal patients. The mainobjective of this treatment is to protect, improve self-esteem, and strengthen coping mechanism. The createdintervention is done considered by its etiology, nursing diagnosis, and is suitable with the purpose that willbe achieved. It is expected that nurses can understand the emergency nursing treatment for the suicidalpatients.Keywords: suicide, treatment, emergency.
Educational Program for Promoting Breast Self-Examination: A Literature Review Juanita Juanita; Piyanuch Jittanoon
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.149 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.12281

Abstract

ABSTRACTBreast cancer was the most common type of cancer in women worldwide. It was the leading cause of death in young women. Therefore, detected breast cancer in the early stage were needed. Breast self-examination was one of methods can detect breast cancer. In addition, program that promote BSE was important to incerase awarness of women to perform BSE. The study aimed to to find or formulate the applicable, effective, and efficient educational program for promoting BSE. Methods of the study by using electronic databases, such as CINAHL, Pub Med, Science Direct, and Ovid. The articles which were included in this review were published from 1990 to 2010. The study also used the universal case entry website like goggle-web and goggle-scholars. The keywords that already used such as the effect of educational program for promoting BSE, breast cancer screening, breast self-examination, program for promoting BSE, breast cancer, factors influencing BSE, define of BSE, factor related to BSE practice. The results of the study were categorized into five main topic such as concept of BSE, factors related to BSE practice, educational program for promoting BSE, strengths and weakness of those program, and recommendation. Conclusion and recomendation, most of the program effectiveness to increase BSE practice and BSE self-efficacy among women, but many factors influence the program such as cultural, level of knowledge, and demographic data. Besides, most of the programs use the HBM and SCT to develop their program, because both of these theories have variables that can encourage women to perform BSE. But, both of the theories did not consider the important role of cultural on health behavior, which it can affect of the BSE practice and self-efficacy. In addition, for the further recommended program should consider the role of cultural and use multifaceted method to improve BSE practice. Keywords: Breast cancer, educational program, cultural sensitivity.
EVALUASI TITIK EVAKUASI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT JIWA ACEH Liza Safrina; Hermansyah, Hermansyah,; T. Budi Aulia
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.605 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6534

Abstract

ABSTRAKPembangunan Rumah Sakit Jiwa Aceh yang berjalan saat ini mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan letak pada titik kumpul (assembly point) bahkan beberapa area evakuasi gempa bumi mengalami alih fungsi, sehingga dianggap sulit untuk melakukan mobilisasi ke area tersebut. Beberapa bangunan yang dipersiapkan untuk evakuasi tsunami tidak lagi memenuhi syarat untuk digunakan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan peta titik evakuasi yang efektif saat bencana gempa bumi dan tsunami pada BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif  kualitatif yang terfokus pada penelitian lapangan dengan menggunakan metode diskusi kelompok terarah (FGD) yang dilakukan terhadap 8 staf yang dipilih berdasarkan pengalaman melakukan evakuasi saat gempa bumi dan tsunami serta telah mengikuti simulasi evakuasi bencana, serta terhadap 2 orang stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan staf saat sebelum dilakukan sosialisasi dan simulasi bencana adalah seluruh staf menyatakan sangat panik dan tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, sebagian besar staf menyatakan tidak mengetahui lokasi yang tepat dan aman untuk mengevakuasi pasien saat terjadi bencana. Setelah dilakukannya simulasi, sebagian besar staf tidak panik karena mereka sudah tahu arah dan lokasi evakuasi yang harus dilalui.Kata Kunci: Evaluasi, Titik Evakuasi, Gempa Bumi, Tsunami. ABSTRACTDeveloped of Aceh Mental Hospital now resulted many changes to the location of assembly point and some of the evacuation area earthquakes experienced over the function, so it is considered difficult to mobilize to the area. Some buildings are prepared for a tsunami evacuation is no longer eligible to use. Therefore, this study was conducted to get a map of an effective evacuation point when the earthquake and tsunami in Aceh Mental Hospital. The method used in this paper is a qualitative descriptive focused on field research using focus group discussions (FGDs) were conducted on 8 staff were chosen based on experience to evacuate when the earthquake and tsunami, and has followed the simulated evacuation, as well as against 2 stakeholders. The results showed the preparedness of staff time before socialization and disaster simulation is the entire staff stated very panic and do not know what should be done, most of the staff claimed not to know the exact location and safe to evacuate patients when a disaster occurs. After the simulation, most of the staff did not panic because they already know the direction and location of evacuation must be passed.Keywords: Evaluation, Evacuation Point, Earthquake, Tsunami.
DISCHARGE PLANNING DALAM KEPERAWATAN Darliana Devi
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.339 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1579

Abstract

Pelaksanaan discharge planning pada pasien di rumah sakit umumnya hanya berupa catatan resume pasien pulang serta pemberian informasi singkat mengenai jadwal kontrol pasien ke poliklinik, obat-obatan yang harus di minum, serta diet yang harus dipenuhi dan dihindari setelah pasien pulang dari rumah sakit. Hal ini menyebabkan pelaksaan discharge planning tidak efektif dan tidak terjadi kontinuitas perawatan ketika pasien di rumah. Kondisi ini dapat menyebabkan pasien kembali ke rumah sakit dengan  penyakit yang sama ataupun munculnya komplikasi penyakit yang lebih berat. Adapun Metode penulisan artikel ini berupa tinjauan kepustakaan dari berbagai topik yang sesuai. Discharge planning bertujuan untuk memperpendek jumlah hari rawatan, mencegah risiko kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan pasien dan menurunkan beban perawatan pada keluarga. Oleh karena itu diharapkan kepada perawat untuk melaksanakan semua proses pelaksanaan discharge planning secara komprehensif mulai dari seleksi pasien, pengkajian, intervensi, hingga implementasi dan evaluasi. Selain itu, perawat juga perlu menerapkan strategi 4C yaitu Communication, Coordination, Collaboration dan Continual Reassesment  untuk menjamin terjadinya kontinuitas perawatan pasien di rumah.
PENGARUH LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KADAR GULA DARAH DAN ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II” Galfani Volta Simajuntak; Marthalena Simamora
Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.361 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i1.8703

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia yang menyebabkan banyak komplikasi. Salah satunya adalah penyakit arteri perifer (PAP). PAP menyebabkan penurunan aliran darah terutama di ekstremitas bawah yang ditandai dengan ankle brachial index (ABI) yang rendah. PAP merupakan salah satu faktor resiko amputasi pada pasien DM. Relaksasi Otot progresif merupakan latihan yang dapat memperlancar aliran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah dan nilai ABI pada pasien DM tipe II. Metode penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Latihan relaksasi otot progresif dilakukan 3 kali sehari selama 1 minggu. Data dianalisis dengan uji t-dependent dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kadar gula darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi (pvalue 0,001). Namun, tidak ada perbedaan signifikan nilai ABI sebelum dan setelah intervensi (0,997). Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan kadar gula darah, namun tidak dapat meningkatkan nilai ABI. Oleh karena itu, diharapkan pasien DM tipe 2 dapat melakukan latihan relaksasi otot progresif secara rutin untuk membantu mengontrol kadar gula darah.Kata kunci: Ankle brachial index, gula darah, relaksasi otot progresif.ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is a disease characterized by hyperglycemia which normally leads to complications. One of which is peripheral artery disease (PAD). PAD decreases blood flow, particularly in extremities which is indicated by low ankle brachial index (ABI). PAD is a factor causing amputation in patients with DM. Furthermore, progressive muscle relaxation is a training which may increase blood flow. This study aimed to investigate the effect of progressive muscle relaxation training on blood sugar level and ABI value in patients with type 2 DM. Quasi experimental design using one group pre-post test was employed in this study. By using purposive sampling technique, 30 participants were selected as samples in the present study. Progressive muscle relaxation training was carried out 3 times a day for one week. The data was analysed by performing t-test analysis. The result showed that there was a significant difference of blood sugar level, before and after the intervension carried out (p value=0.001). However, there was no significant difference of ABI value, before and after the intervention (p value=0.997). It may indicate that progressive muscle relaxation training is effective to reduce blood sugar level, yet, not effective to increase ABI value. Based on this result, it is expected that patients with type 2 DM can carry out progressive muscle relaxation regularly to help control their blood sugar level. Keyword: Ankle brachial index, blood sugar, progressive muscle relaxation
PENGARUH LATIHAN PERGERAKAN SENDI EKSTREMITAS BAWAH TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE 2 Isni Hijriana; Dewi Elizadiani Suza; Yesi Ariani
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.586 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6452

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan faktor resiko terjadinya berbagai penyakit vaskular pada laki-laki dan perempuan. Komplikasi DM ini berhubungan dengan disfungsi makrovaskular dan mikrovaskular. Berbagai intervensi dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes, salah satunya adalah latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah. Diagnostik dini sangat penting untuk menilai penyakit vaskular perifer, pengukuran nilai ankle brachial index (ABI) merupakan salah satu tindakan non invasif untuk untuk menilai resiko penyakit vaskular perifer dalam perawatan primer. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah terhadap nilai ABI pada pasien DM tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain quasi-eksperiment jenis pre-test and post-test group design. Total sampel  dalam penelitian ini adalah 35 pasien DM Tipe 2. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi yang diberikan yaitu latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah yang dilakukan  secara aktif sebanyak satu kali setiap hari, dengan masing-masing gerakan sebanyak 10 kali pengulangan dan selama 4 minggu pengamatan. Uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pergerakan sendi ekstremitas bawah terhadap nilai ABI, pada ekstremitas kiri (p=0.00) dan pada ekstremitas kanan (p=0.00). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah dapat meningkatkan nilai ABI jika dilakukan secara teratur dan kontinyu. Latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah dapat meningkatkan aliran darah ke arteri dan berefek positif pada metabolisme glukosa, dimana terjadinya penurunan  glukosa dan HbA1c. Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pelayanan keperawatan untuk menjadikan latihan fisik seperti latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah sebagai pencegahan terhadap resiko kaki diabetik serta perlu dilakukannya pemeriksaan ABI untuk mendeteksi dini gangguan pembuluh darah pada ekstremitas pasien DM Tipe 2. Kata kunci: pergerakan sendi ekstremitas bawah, ankle brachial index(ABI), DM Tipe 2 ABSTRACTDiabetes mellitus Type 2 (DMN Type 2) is the risk factor for the incidence of vascular. Its complication is related to macrovascular and microvascular dysfunction. Various interventions have been done to prevent from diabetes complication, and one of them is by lower extremity joint movement. Early diagnostics is very important to evaluate peripheral vascular. Measuring the value of ankle brachial index (ABI) is one of non-invasive actions to evaluate the risk for peripheral vascular in primary treatment. The objective of this research was to determine the influence of joint movement exercise on ABI value in DM Type 2 patients. The research used quasi experiment method with pretest-posttest group design. The samples were 35 DM Type 2 patients, taken by using consecutive sampling technique. Intervention was given by conducting lower extremity joint movement exercise once a day with 10 repetitions and 4 week observations. Wilcoxon Signed Ranks statistic test showed that there was the difference in pre and post intervention of lower extremity joint movement from ABI value, in left extremity (p=0.00) and in right extremity (p=0.00). The conclusion was that lower extremity joint movement exercise could increase ABI value if it was done regularly and continuously. It could also increase blood flow to artery and had positive effect on glucose metabolism in which glucose and HbA1c decreased. This research could bean input for nursing care to make physical exercises such as lower extremity joint movement as prevention from diabetic foot risk and ABI examination is required to early detect blood vessels disorder in DM Type 2 patients’ extremity.Keywords: lower extremity joint movement, ankle brachial index (ABI), DM Type 2.
TINGKAT STRES ORANG TUA DAN INTERAKSI BERSAMA BAYINYA DI RUANG NICU RSUDZA BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.621 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6412

Abstract

ABSTRAKBayi risiko tinggi membutuhkan perawatan khusus untuk memenuhi kebutuhan dan mencegahnya dari infeksi, sehingga perlu dirawat di ruang neonatal Intensif Care Unit (NICU). Kondisi ruang rawat yang tampak asing bagi orangtua akan menimbulkan stress. Perpisahan antara orangtua dan bayinya setelah kelahiran juga dapat berpengaruh pada proses kedekatan antara orangtua dan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress orangtua terhadap interaksi dengan bayinya di ruang Neonatal Intensif Care Unit (NICU) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Variabel penelitian ini melibatkan empat dimensi stress pada orangtua yaitu pemandangan dan suara di NICU, penampilan dan perilaku bayi, perubahan peran orangtua, komunikasi dan perilaku staf sebagai variable independen, serta interaksi orangtua dan bayinya sebagai variabel dependen. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu 86 orangtua, terdiri dari 43 ibu dan 43 ayah, yang bayinya dirawat di ruang NICU RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Chi Square ( )2 dan diolah dengan menggunakan SPSS. Dari hasil analisis diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress orangtua dan interaksi dengan bayinya (P=0,0001). Dari hasil penelitian ini,direkomendasikan bagi perawat NICU untuk memberi dukungan pada orangtua guna mengurangi tingkat kecemasan dan memfasilitasi peningkatan kualitas interaksi orangtua dan bayinya.Kata Kunci: Stres, orangtua, interaksi, bayi, NICUABSTRACTThe high risk baby needs special treatment to meet the needs and prevent them from infection, so they need to be treated in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Ward conditions which seem foreign to the parents would cause stress. Separation between parent and baby after birth can also affect the process of closeness between parent and child. This study aimed to determine the relationship of the level of parental stress on interaction with their babies in a Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh. The variables of this study involves four dimensions of parental stress included the sights and sounds in the NICU, the appearance and behavior of a baby, the changing role of parenting, communication and behavior of staff as an independent variable, and the interaction of parent and child as the dependent variable. The study design is a descriptive correlative study with a cross sectional study approach. The sampling method by using Purposive sampling were 86 parents, consisted of 43 mothers and 43 fathers, whose babies were admitted in the NICU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. The method of analysis used in this study is the ChiSquare ( ) 2 and processed using SPSS. The result from the analysis showed that there is a significant relationship between the level of parental stress and interactions with their babies (P = 0.0001). Based on these results, it is recommended for NICU nurses to provide support for the parents in order to reduce the level of anxiety and facilitate increased the quality of parent and child interaction.Keywords: stress, parents, interaction, baby, NICU

Page 6 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue