cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 10 Documents clear
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PENEMUAN KATA KUNCI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII A DI SMP NEGERI 1 POGALAN IMAM CHOIRUDIN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2290

Abstract

The aims of this study were (1) to improve the ability to write poetry, (2) to increase the ability/professionalism of teachers in using the technique of finding keywords through the media of images to teach writing poetry to students. /2022. This research approach uses classroom action research (Classroom Action Research). This research was carried out in 2 (two) cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely planning, implementation, conservation, and reflection. Sources of data obtained from learning activities and documents. The research instrument for measuring poetry writing skills in class VIIIA students in semester 2 of the 2021/2022 school year at Pogalan 1 Public Middle School consists of aspects: title, diction/choice of words, imagery, rhyme/sound equation, and typography. The achievement indicator in this study was that at least 85% of students scored above the KKM of 75. Based on the results of the study, the following conclusions were obtained: (1) the ability to write poetry for class VIII A students at SMPN 1 Pogalan, Trenggalek experienced an increase of 12.50%. The class average value in the action stage of Cycle I was 75.00% and in the action cycle II the average value increased by 12.50% to 87.50%. (2) the learning behavior of class VIII A students of SMPN 1 Pogalan –Trenggalek experienced a positive change after participating in learning to write poetry using the technique of finding keywords through media images. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi, (2) meningkatkan kemampuan/profesionalisme guru dalam menggunakan teknik penemuan kata kunci melalui media gambar untuk mengajarkan menulis puisi pada siswa Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Pogalan tahun pelajaran 2021/2022. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, onservasi, dan refleksi. Sumber data diperoleh dari kegiatan pembelajaran dan dokumen. Instrumen penelitian untuk mengukur keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VIIIA semester 2 tahun pelajaran 2021/2022 di SMP Negeri 1 Pogalan terdiri dari aspek: judul, diksi/pilihan kata, pengimajian, rima/persamaan bunyi, dan tipografi. Indikator pencapaian dalam penelitian ini adalah setidaknya terdapat 85 % siswa memperoleh nilai di atas KKM sebesar 75. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII A SMPN 1 Pogalan, Trenggalek mengalami peningkatan sebesar 12,50%. Nilai rata-rata kelas pada tahap tindakan Siklus I sebesar 75,00% dan pada tindakan siklus II nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 12,50% yaitu menjadi 87,50%. (2) perilaku belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Pogalan –Trenggalek mengalami perubahan kearah positif setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan teknik penemuan kata kunci melalui media gambar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS XI TGP SMK NEGERI 1 BUNYU RISMADAMAYANTI RISMADAMAYANTI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2291

Abstract

This classroom action research aims to determine the increase in student participation through the application of the Think Pair and Share cooperative learning model in Civics subjects in Class XI TGP SMK Negeri 1 Bunyu. This research was conducted in two cycles. Each cycle uses the Think Pair and Share cooperative learning model by continuously improving the quality of group learning implementation. Each group consists of 2 people, where each study group is given the same problem, in accordance with the learning objectives that are completed with their partner and then present the results of the discussion in front. The teacher's role as a facilitator, manager, motivator, and consultant is very important in implementing the learning process in the classroom so that it is successful. From the results of observations, students have diverse backgrounds and ways of learning. For this reason, teachers must also be able to make variations in learning models and methods so that they will motivate students to learn. Learning that is fun and gives space for students to explore their abilities is the right way to maximize abilities and learning outcomes as well as students' learning motivation. This can be seen from the average classical learning outcomes in cycle I at number 55 and in cycle II it reaches 89.12 with a complete learning percentage reaching 100%. In addition to learning outcomes in cycle II there is also an increase in student activity and motivation. In Cycle I the activity of students was only at 68.75% and in Cycle II there was an increase of 85.62%. The results of the acquisition in cycle II have reached the minimum expected by the author, namely 75%. The results of this action research are expected to be an incentive for teachers to make this research a reference and invite other teachers to carry out action research with other themes in an effort to improve teacher professionalism. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share pada mata pelajaran PKn di Kelas XI TGP SMK Negeri 1 Bunyu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share dengan senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 2 orang, dimana masing-masing kelompok belajar diberikan masalah yang sama, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diselesaikan bersama pasangannya lalu mempresentasekan hasil diskusi didepan. Guru berperan sebagai fasilitator, manajer, motivator, maupun konsultan sangat penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas agar berhasil. Dari hasil pengamatan peserta didik memiki latar belakang dan cara belajar yang beragam untuk itu guru juga harus bisa membuat variasi model dan metode pembelajaran sehingga akan memberi motivasi kepada peserta didik untuk belajar. Pembelajaran yang menyenangkan dan memberi ruang kepada peserta didik untuk mengeksplor kemampuannya adalah cara tepat untuk memaksimalkan kemampuan dan hasil belajar serta motivasi belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar klasikal siklus I pada angka 55 dan pada siklus II mencapai 89,12 dengan prosentase ketuntasan belajar mencapai 100%.Selain hasil belajar pada siklus II juga terjadi peningkatan aktifitas dan motivasi peserta didik. Pada Siklus I keaktifan peserta didik hanya pada angka 68,75% dan pada siklus II terjadi peningkatan yakni 85,62%. Hasil perolehan pada siklus II ini sudah mencapai batas minimal yang diharapkan penulis yakni 75%. Hasil penelitian tindakan ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi guru-guru untuk menjadikan acuan penelitian ini dan mengajak guru yang lain untuk melaksanakan penelitian tindakan dengan tema yang lain dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA 5 MAN 2 JEMBER DWIASIH HENIASTUTI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2292

Abstract

The purpose of this study was to increase the activity and learning outcomes of students in Mathematics Basic Competency (KD) Rows and Series by using the STAD type cooperative learning model for students XI MIPA 5 MAN 2 Jember Academic Year 2022/2023. The subjects of this study were 36 students in class XI MIPA 5 MAN 2 Jember consisting of 13 male students and 23 female students. This research is a classroom action research with two cycles. in cycle I the number of students who have completed (which meet the KKM) is 58,33% and cycle II reaches 80,55%. Based on the learning outcomes of students in the initial test the average value obtained by students was 67,83 (cycle I) and 82,31 (cycle II). Based on the results of the study, it can be concluded that by using the student teams achievement divisions cooperative learning model it can increase the activity and learning outcomes of students in Class XI MIPA 5 MAN 2 Jember even semester 2022/2023 academic year in KD Barisan and Deret. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada pelajaran Matematika Kompetensi Dasar (KD) Barisan dan Deret dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD bagi peserta didik XI MIPA 5 MAN 2 Jember Tahun Pelajaran 2022/2023. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 5 MAN 2 Jember yang berjumlah 36 orang yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. pada siklus I jumlah peserta didik yang telah tuntas (yang memenuhi KKM) sebesar 58,33 % dan siklus II mencapai 80,55 %. Berdasarkan hasil belajar peserta didik pada tes awal nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik adalah 71,86 (siklus I) dan 82,31 (siklus II). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika peserta didik Kelas XI MIPA 5 MAN 2 Jember semester genap tahun pelajaran 2022/2023 pada KD Barisan dan Deret.
PENGGUNAAN TEKNIK ASSOSIASI BEBAS DAN PLAY THERAPY DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MEMBANTU MENGENTASKAN MASALAH SISWA PADA KELAS X 1 DI SMAN TEGALOMBO ASNA TOVIYANI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2293

Abstract

This Classroom Action Research aims to help solve student problems through group counseling services using free association methods and play therapy. The research subjects were class X1 SMAN Tegalombo. Where the data analysis technique uses a qualitative approach (Milles and Huberman) which includes data collection, data reduction, data exposure, triangulation, and drawing conclusions. The results of the study can be summarized as follows: 1. The free association technique helps make it easier for students to uncover problems, problems that were successfully collected by the counselor through the free association technique, namely, fear of not going to class, being scolded by parents, afraid of teachers, not doing assignments, not being able to concentration and compassed friends. 2. Through play therapy activities students become happy, familiar, not awkward. 3. Implementation of group counseling in cycle I there are still students who are less communicative, and there are students who have carried out counseling decisions but the problem is not resolved, there are those who have not carried out counseling decisions and there are those who carry out counseling decisions where problems are resolved but new problems arise, so that in group counseling cycle II the counselor mediates with the party causing the problem and uses the "Empty Chair" technique so that in group counseling cycle II all students are communicative and the problem is resolved. Finally, from this study it can be concluded that the use of free association techniques and play therapy in group counseling can help solve student problems. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk membantu mengentaskan masalah siswa melalui layanan konseling kelompok dengan menggunakan metode asosiasi bebas dan play therapy. Subyek penelitian siswa kelas di X 1 SMAN Tegalombo. Dimana teknik analisis datanya menggunakan pendekatan kualitatif (Milles dan Huberman) yang meliputi Koleksi data,reduksi data,pemaparan data,triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Teknik assosiasi bebas membantu memudahkan siswa mengungkap masalah,masalah yang berhasil dihimpun oleh konselor melalui teknik assosiasi bebas yaitu, takut tidak naik kelas, dimarahi orang tua, takut pada guru, tidak mengerjakan tugas,tidak bisa konsentrasi dan dikompas teman. 2. Melalui kegiatan play therapy siswa menjadi senang,akrab, tidak canggung. 3. Pelaksanaan konseling kelompok pada siklus I masih ada siswa yg kurang komunikatif, dan ada siswa yang sudah menjalankan keputusan konseling tetapi masalah tidak selesai, ada yang belum menjalankan keputusan konseling dan ada yang menjalankan keputusan konseling dimana masalah terselesaikan tetapi timbul masalah baru, sehingga dalam konseling kelompok siklus II konselor melakukan mediasi dengan pihak penyebab masalah dan menggunakan teknik “Kursi Kosong” sehingga dalam konseling kelompok siklus II semua siswa sudah komunikatif dan masalah terselesaikan. Akhirnya dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik assosiasi bebas dan play therapy dalam konseling kelompok dapat membantu mengentaskan masalah siswa.
MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PROSES BELAJAR MATA PELAJARAN BISNIS RITEL MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS XI BDP1 SMK NEGERI I PEMALANG TUNFADILAH TUNFADILAH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2294

Abstract

The low learning outcomes in Retail Business Management are due to the boring materials, approaches used, teaching methods and learning media. This study aims to increase the interest and learning outcomes of class XI BDP 1 SMK Negeri 1 Pemalang in the material describing the meaning of retail business. In this study using Contextual Teaching and Learning and a comparative descriptive method, namely comparing the average test scores for each cycle with its performance indicators. While the research procedure uses classroom action research, which consists of two cycles with each cycle covering 4 steps: Planning, Action, Observation and Reflection. In this study students were able to increase their interest and learning outcomes in the material describing the Definition of Retail Business, which initially students obtained an average score of 6.97 or students who completed 36.84%. After using the Contextual Teaching and Learning method, students achieve an average score of 8.6 or 97.3% completion. So there is an increase of 55%. Cognitive student learning outcomes have met the learning indicators, so it can be said that using the Contextual Teaching and Learning learning model works well. ABSTRAKRendahnya hasil belajar Pengelolaan Bisnis Ritel disebabkan karena materi, pendekatan yang digunakan, métode mengajar dan media pembelajaran yang membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XI BDP 1 SMK Negeri 1 Pemalang pada materi Mendiskripsikan Pengertian Bisnis Ritel. Dalam penelitian ini menggunakan Contextual Teaching and Learning dan métode deskriptif komperatif yaitu membandingkan rata – rata nilai tes tiap siklus dengan indikator kinerjanya. Sedangkan prosedur penelitiannya menggunakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus dengan masing – masing siklus meliputi 4 langkah :Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. Dalam penelitian ini siswa dapat meningkatkan minat dan hasil belajarnya pada materi mendiskripsikan Pengertian Bisnis Ritel, yang semula siswa memperoleh nilai rata – rata 6,97 atau siswa yang tuntas 36,84 %. Setelah menggunakan metode Contextual Teaching and Learning siswa mencapai nilai rata- rata 8,6 atau yang mencapai tuntas 97,3 %. Sehingga ada peningkatan 55 %. Hasil belajar siswa secara kognitif sudah memenuhi indikator pembelajaran ,sehingga dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning berhasil dengan baik.
TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 9 MATERI BIOTEKNOLOGI BEKTI NURHAMIDA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2295

Abstract

This study aims to describe the planning, implementation and evaluation of improving learning outcomes in class IX students of MTs Negeri 2 Sleman by using crossword puzzles as media. This research is a classroom action research (CAR) and the data is presented through qualitative and quantitative descriptive data. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely: planning, implementation, action, observation and reflection. Learning process data, each cycle was analyzed descriptively qualitatively. While the learning outcomes data were analyzed in a quantitative descriptive manner. The subjects of this study were 27 students of class IX. The results showed that the classical completeness score obtained by students in the first cycle was 20.69% while in the second cycle it was 81.48%. The results showed that learning with crossword media could improve student learning outcomes in class IX MTs Negeri 2 Sleman. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi peningkatan hasil belajar pada siswa kelas IX MTs Negeri 2 Sleman dengan menggunakan media teka-teki silang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan datanya dipaparkan melalui data deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelakasanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data proses pembelajaran, setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sedangkan data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 20,69 % sedangkan pada siklus II mencapai 81,48 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan media teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX MTs Negeri 2 Sleman..
PENERAPAN MODEL PERMAINAN KARTU SOAL MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA PADA MATERI KETENAGAKERJAAN KELAS XI IIS SMA NEGERI 9 MALINAU R. ROCHMAT KARTIYANA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2296

Abstract

This study aims to improve students' economic learning outcomes by using the independent question card game model. The use of the independent question card game model on the subject of employment is also considered very appropriate in increasing student learning activities. This research was conducted at SMA Negeri 9 Malinau in semester II of the 2021/2022 academic year with a total of 12 students in class XI IIS. This research was conducted in two cycles from March to April. The increase in student economics learning outcomes from the pre-cycle was 16.67% to 33.33% in cycle I and increased by 91.67% in cycle II. Whereas in observing student activities, from the aspect of student activity showed an increase from 80.56% in cycle I to 90.28% in cycle II, while in the aspect of cooperation it showed an increase of 80.56% in cycle I to 88.89% in cycle II, and in the aspect of accuracy also showed an increase of 77.78% in cycle I to 88.89% in cycle II. Based on the research data and discussion, it can be concluded that by using the independent question card game model, it can improve students' economic learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa dengan menggunakan model permainan kartu soal mandiri. Penggunaan model permainan kartu soal mandiri pada pokok bahasan ketenagakerjaan juga dirasa sangat tepat dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 9 Malinau pada semester II tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 12 siswa kelas XI IIS. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dari bulan Maret sampai April. Peningkatan hasil belajar ekonomi siswa dari pra siklus sebesar 16,67% menjadi 33,33% pada siklus I dan meningkat sebesar 91,67% pada siklus II. Sedangkan pada pengamatan aktivitas siswa, dari aspek keaktifan siswa menunjukkan adanya peningkatan dari 80.56% pada siklus I menjadi 90.28% pada siklus II, sedangkan pada aspek kerjasama menunjukkan adanya peningkatan sebesar 80.56% pada siklus I menjadi 88.89% pada siklus II, dan pada aspek ketepatan pun menunjukkan peningkatan sebesar 77.78% pada siklus I menjadi 88.89% pada siklus II. Berdasarkan data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model permainan kartu soal mandiri dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS POSTER DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN MEDIA SCRAPBOOK SISWA KELAS VIIID MTsN 2 GUNUNGKIDUL MUHAMMAD YUSUF ISNAINI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2316

Abstract

This study aims to improve the skills of writing posters using a contextual approach using the scrapbook media for class VIIID students at MTsN 2 Gunungkidul using the scrapbook media. The hypothesis of this classroom action research is: learning using scrapbook media can improve the poster writing skills of class VIIID students. This study uses a class action research design. The subjects of this study were 32 students of class VIIID MTsN 2 Gunungkidul. This study consisted of two cycles, namely cycle I and cycle II. Data collection techniques using tests. The test is in the form of writing a poster. The results obtained showed that the writing skills of class VIIID students at MTsN 2 Gunungkidul increased. The results of the pre-action test showed an average value of 65.9 and in cycle I an average value of 70.46 was obtained. This means an increase of 4.56 points . In cycle II, the class average was 77.68. This shows an increase from cycle I to cycle II of 7.22 points. So the increase that occurred from pre-action to cycle II was 11.78 points. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis poster dengan pendekatan kontekstual menggunakan media buku temple pada siswa kelas VIIID MTsN 2 Gunungkidul dengan menggunakan media buku temple (Scrapbook). Adapun hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah: pembelajaran menggunakan media buku tempel dapat meningkatkan keterampilan menulis poster siswa kelas kelas VIIID. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIID MTsN 2 Gunungkidul sebanyak 32 siswa. Penelitian ini terdiri atas dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Tes berupa menulis poster. Hasil yang diperoleh menunjukkan keterampilan menulis siswa kelas VIIID MTsN 2 Gunungkidul meningkat. Hasil tes pratindakan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 65,9 dan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 70,46. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 4,56 poin . Pada siklus II diperoleh rata-rata kelas sebesar 77,68. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 7,22 poin. Jadi peningkatan yang terjadi dari pratindakan sampai pada siklus II sebesar 11,78 poin.
EFEKTIVITAS UPAYA PENERAPAN METODE TANYA JAWAB DENGAN VARIASI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MP PKN KELAS VII E MTsN JOMBANG HARI ESTUNING
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2317

Abstract

The objectives of this class action research activity are: (1) to find out the application of the Question and Answer Method with a variety of learning media in Civics learning; and (2) to determine the effectiveness of the application of the Question and Answer Method with a variety of learning media in Civics learning towards improving student learning outcomes. The results of implementing classroom action research that took place in 3 research cycles can be concluded: 1). During PTK, efforts to apply the Question and Answer method with a variety of learning media have been well managed. 2). Learning activities using the Question and Answer method with well-managed media variations are quite effective in increasing student learning outcomes, 3). Learning media for making essays and drawing varied with the Question and Answer Method turned out to be quite effective for conveying material on Understanding Applicable Norms in Community, National and State Life, 4). The action hypothesis which states "if efforts to apply the Question and Answer method with a variety of learning media can run effectively, then student learning outcomes will increase" can be accepted. ABSTRAKTujuan kegiatan penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) untuk mengetahui penerapan Metode Tanya Jawab  dengan variasi media pembelajaran dalam pembelajaran PKn; dan (2) untuk mengetahui efektivitas penerapan Metode Tanya Jawab  dengan variasi media pembelajaran dalam pembelajaran PKn terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 3 siklus penelitian dapat disimpulkan: 1). Selama berlangsung PTK, upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan variasi media pembelajaran telah dikelola dengan baik. 2). Kegiatan pembelajaran dengan metode Tanya Jawab  dengan variasi media yang dikelola dengan baik ternyata cukup efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa, 3). Media pembelajaran membuat karangan dan menggambar yang divariasikan dengan Metode Tanya Jawab ternyata cukup efektif untuk menyampaikan materi Memahami Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, 4). Hipotesis tindakan yang menyatakan “apabila upaya penerapan metode Tanya Jawab dengan variasi media pembelajaran dapat berjalan efektif, maka hasil belajar siswa akan meningkat” dapat diterima.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW KELAS VIII D MTs NEGERI DARMA LELA NURLAELA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2318

Abstract

The research action taken was the application of the Jigsaw Learning model which was carried out in class VIII D of MTs Negeri Darma in the Odd Semester of the 2015/2016 Academic Year. This study aims to increase student activity and learning outcomes by applying the Jigsaw learning model. The minimum completeness criterion for Social Studies class VIII D at MTs Negeri Darma is 70. Classical absorption is obtained by at least 85% of the number of students in the class who have achieved an individual score of 70. By using the Jigsaw learning model students learn with feelings of pleasure, students respond well and more easily understand the material. There is an increase in student activity, students are not limited to receiving material but are actively seeking and conveying information in group discussions. Based on research, students who actively seek information in the Expert Team in cycle 1 22.22% in cycle 2 increase to 30.55%, students who actively seek information in the Origin Team in cycle 1 27.78% in cycle 2 to 36.11%, students who active asking When presenting in cycle 1 16.67% in cycle 2 rose to 27.78%, students who did activities alone in cycle 1 33.33% in cycle 2 decreased to 5.55%. The results of the research show that the acquisition of data on student learning outcomes is in the process of using the Jigsaw learning model. Students who scored less than 70 reached 11.11% (4 students) while students whose grades were completed reached 88.89% (32 students), in this case it appears that classical learning completeness has been completed. From these data it can be concluded that learning is carried out using the Jigsaw learning model (Team of Experts) which is significant for increasing student activity and learning outcomes. ABSTRAKTindakan Penelitian yang dilakukan adalah Penerapan model Pembelajaran Jigsaw yang dilaksanakan di kelas VIII D MTs Negeri Darma Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw. Kriteria ketuntasan minimal untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VIII D di MTs Negeri Darma adalah 70. Daya serap klasikal diperoleh nilai sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa di kelas tersebut yang telah mencapai nilai perorangan sebesar 70. Dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw siswa belajar dengan perasaan senang, siswa merespon dengan baik dan lebih mudah memahami materi. Adanya peningkatan aktivitas siswa, siswa tidak sebatas menerima materi tetapi aktif mencari dan menyampaikan informasi dalam diskusi kelompok. Berdasarkan penelitian Siswa aktif mencari informasi dalam Tim Ahli dalam siklus 1 22,22% di siklus 2 naik menjadi 30,55%, Siswa yang aktif mencari informasi dalamTim Asal dalam siklus1 27,78% di siklus 2 menjadi 36,11%, siswa yang aktif bertanya Ketika presentasi di siklus 1 16,67% di siklus 2 naik menjadi 27,78%, siswa yang beraktifitas sendiri di siklus 1 33,33% di siklus 2 turun menjadi 5,55%. Hasil penelitian menunjukan perolehan data hasil belajar siswa dalam proses menggunakan menggunakan model pembelajaran Jigsaw. Siswa yang mendapat nilai kurang dari 70 mencapai 11,11 % (4 siswa) sedangkan siswa yang nilainya tuntas mencapai 88,89% (32 siswa), dalam hal ini nampak ketuntasan belajar secara klasikal sudah tuntas. Dari data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan model pembelajaran Jigsaw (Tim Ahli) signifikan terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10