cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 59 Documents
PERAN LEMBAGA AGAMA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ( Studi di LAZDAI Kota Bandar Lampung ) Fitrianasari, Rya
Socio Religia Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 No. 1 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v1i1.5753

Abstract

Lembaga amil zakat adalah tempat atau wadah bagi muslimin untuk melakukan kegiatan transaksi zakat dan solusi ekonomi yang ditawarkan oleh Islam. Tidak hanya sekedar menjadi tempat transaksi kegiatan zakat saja tetapi lembaga amil zakat menjadi wadah dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan ekonomi muslimin seperti kesenjangan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dengan sistem mengelolah dana zakat, infaq dan shodaqoh untuk usaha pemberdayaan masyarakat menuju kesejahteraan secara merata yang dilakukan LAZDAI dengan mewujudkan  dan membentuk program-program kegiatan kesejahteraan sebagai bentuk upaya pembinaan masyarakat menuju sejahtera. Sebagai bentuk penelitian lapangan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data utama adalah para ketua-ketua program kegiatan LAZDAI. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan adanya program kegiatan LAZDAI berupa RPDLSC dan PROCERMAT (Bidang Pendidikan), LEKAT (Bidang Ekonomi), SEHAT (Bidang Dakwah), dan LANSIA (Bidang Kemanusiaan). Membawa suatu peningkatan kesejahteraan sebagai wujud dari peran LAZDAI dan berguna bagi masyarakat khususnya para penerima manfaat dari program-program tersebut.
Kontruksi Sosial Gender Di Pesantren Studi Kesenjangan antara Laki-Laki dengan Perempuan Salim, Luthfi
Socio Religia Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Sosio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v1i2.8415

Abstract

Abstrak            Perempuan di lingkungan pesantren masih menjadi topik yang eksklusif dalam internal pesanten atupun ruang public dan sebagai cermin perempuan islam di Indonesia. Gender merupakan atribut yang melekat antara laki-laki dengan perempuan yang di bentuk secara kultur dan gender membedakan struktur dalam aspek kehidupan sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Konsep analisis sosial gender mengacu dalam sebuah sifat, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada laki-laki dan perempuan sebagai bentuk budaya. Permasalahan dalam penelitian ini tentang isu gender di dalam pesanteren yaitu pertama, kontruksi antara laki-laki dan perempuan di pesantren, dan kedua Kyai dan Nyai mengsosialisasikan pengembangan nilai-nilai feminisme di dalam pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjawab kontruksi tradisi antara laki-laki dan perempuan di dalam pesantren dan pengembangan nilai-nilai feminism di pesantren .Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann dan teori  kekuasaan michel foucault, hasil penelitian ini tentang kontruksi sosial gender di pesantren masih sebatas partisipatoris dalam kerangka struktur fungsional, karena peran tersebut masih membatasi kapasitas antara laki-laki dengan perempuan. Sedangkan mengembangkan nilai-nilai feminisme di dalam pesantren sudah ada dan berjalan cukup baik karena dari pesantren memberikan ruang untuk mengembangkan peranan dan partisipasi terhadap perempuan. Sedangkan secara kultural, masih terdapat budaya partiarki yang tidak mudah di hilangkan dari pesantren meskipunn sudah terdapat perubahan sedikit demi sedikit. Adapun perubahan nilai-nilai feminism dalam pesantren saat ini sedikit berubah menjadi egaliter terhadap eksistensi perempuan, karena sudah banyaknya literature agama yang menjelaskan bahwa kedudukan perempuan dengan laki-laki sama yang menyebabkan terjadi pergeseran tradisi egalitarianism dalam memandang perempuan, akan tetapi jika nilai-nilai budaya tentang perempuan Indonesia masih tersubordinasi karena kurangnya apresiasi yang proposional dari pemimpin dan pemikir agama yang mayoritas laik-laki karena adanya bias tradisi patrikhal masyarakat jahiliyah dalam pemahaman keagamaan dalam lembaga keagamaan, artiannya para pemegang otoritas lembaga keagamaan ini tidak bisa membedakan antara tradisi dengan ajaran, hal ini yang menyebabkan diskrepansi (jarak) yang jauh antara ajaran dengan praktik keagamaan ketika agama harus di terapkan didalam kontruksi sosial degan tradisi dan budaya yang berbeda dengan kontruksi sosial dan tradisi tempat turunnya agama. Kata Kunci: Kontruksi Sosial, Gender, Pesantren, Perempuan
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA Ferlitasari, Reni; ., Suhandi; Rosana, Ellya
Socio Religia Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Sosio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v1i2.8435

Abstract

Abstrak           Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang diberikan media sosial Instagram terhadap perilaku keagama remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket. Metode analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji linearitas, uji koefisien regresi linear sederhana dan uji hipotesis menggunakan uji determinasi atau R2. Kemudian pengolahan datanya menggunakan aplikasi SPSS for windows 18. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial Instagram memberikan pengaruh kepada remaja rohis di SMA Perintis 1 Bandar Lampung lewat penggunaan fitur-fitur yang disajikan, sehingga dengan adanya media sosial Instagram remaja rohis dapat terpengaruh dalam perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai keislaman melalui memanfaatkan fitur  hastag (#), mentions, follow, like & komentar.  Berdasarkan uji  determinasi atau R2 pengaruh media sosial Instagram terhadap perilaku keagamaan remaja adalah sebesar 11,9% itu berarti perilaku keagamaan remaja dapat dijelaskan oleh penggunaan  konten atau fitur dari media sosial Instagram. Oleh karena itu remaja harus cerdas dalam penggunaan media sosial Instagram, dengan berbagai macam fitur yang dapat digunakan jadikanlah Instagram sebagai bahan dakwah.Kata kunci: Media sosial Instagram, pemanfaatan fitur, Perilaku Keagamaan Remaja
EKSISTENSI TRADISI SEBAMBANGAN ( Minat Kaum Muda dalam Melakukan Pernikahan Sebambangan di Desa Canggu, Kalianda, Lampung Selatan) Hanifah, Azhaar Afaf
Socio Religia Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Sosio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v1i2.8436

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana eksistensi tradisi Sebambangan di kalangan muda mudi Desa Canggu, Kalianda, di Lampung Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jenis dan sumber data dalam penelitian meliputi data primer yang didapat dari hasil wawancara dengan menggunakan 9 orang sebagai informan. Data sekunder didapat dari jurnal, artikel serta buku-buku yang mendukung dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebambangan di desa Canggu masih diminati oleh beberapa pasangan muda musi yang ingin melakukan pernikahan. Bisa dikatakan bahwa tradisi Sebambangan merupakan sebuah solusi pagi pasangan yang ingin menikah tetapi mendapatkan kendala dalam proses menuju pernikahan. Salah satu kendala pasangan yang ingin menikah adalah faktor materi. Tradisi Sebambangan bisa dijadikan alternative pagi pasangan yang ingin menikah tetapi tidak memiliki kecukupan materi yang memadai. Mengingat bahwa melakukan pernikahan adat Lampung dengan adat murni memang dikenal mahal. Intensitas pasangan yang melakukan pernikahan dengan cara Sebambangan saat ini memang sudah mulai menurun. Namun, masyarakat tetap mengakui dan menghargai tradisi Sebambangan sebagai suatu kearifan lokal budaya suku Lampung yang harus tetap dijaga keberadaannya. Sehingga, eksistensi tradisi Sebambangan masih tetap terjaga keberadaannya.Kata kunci: eksistensi, Sebambangan
ETOS KERJA MASYARAKAT PENDATANG ( Studi Empiris masyarakat Kampung Bumi Putra, Kabupaten Way Kanan) Huzaimah, Siti; Ruslan, Idrus
Socio Religia Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Sosio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v1i2.8443

Abstract

AbstrakPendatang adalah masyarakat yang berpindah dari tempat asalnya ke tempat yang baru. Sebagai orang baru dalam sebuah wilayah baru, masyarakat tentu akan menemui banyak kesulitan dan banyak perbedaan. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana etos kerja para pendatang di lingkungan barunya. Peneltian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris sosiologis.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa etos kerja para pendatang di kampung Bumi Putra dapat dibilang tinggi. Adanya semboyan “ adoh-adoh lungo ninggalne kampung halaman nek gak lueh makmur kui rugi, isin ape tilik kampung halaman nek teko ora gowo opo-opo”, yang maksudnya jauh-jauh meninggalkan kampung halaman tapi kalau kehidupannya tidak ada perubahan yang lebih baik itu rugi, malu dengan tetangga dan keluarga saat pulang kampung halaman jika tidak membawa apa-apa, jika tidak ada perubahan hidup yang lebih mapan.  Rasa gengsi yang tertuang dalam semboyan tersebut secara tidak langsung membuat para pendatang termotivasi untuk giat bekerja dalam melakukan berbagai upaya agar tujuannya tercapai, salah satunya agar tidak merasa malu jika pulang kampung.  Kemudian, tingginya etos kerja masyarakat berdampak pada keberhasilan masyarakat dalam berbagai hal, baik dalam hal sosial, kebudayaan, dan yang utama adalah hal ekonomi. Tingginya etos kerja masyarakat membuat masyarakat menjadi lebih sejahtera kehidupan ekonominya. Key Word: Etos Kerja, Masyarakat Pendatang.
PERAN DUTA GENRE UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) PIK SAHABAT SEBAGAI ROLE MODEL TERHADAP PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG Lestari, Amilia
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9686

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Duta GenRe (generasi berencana) ukm pik sahabat sebagai role model terhadap pencegahan pergaulan bebas dan faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan perannya sebagai Duta GenRe. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penilitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian penelitian ini dilakukan analisa data di olah dengan cara reduksi data, display data, dan verifikasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Duta GenRe sebagai role model terhadap pencegahan pergaulan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan cara melakukan pelayanan informasi dan konseling, mengadakan pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya, pembinaan dan controlling, edukasi, serta menjalin kerjasama. Upaya pencegahan itu untuk mewujudkan tegar remaja yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhinadar dari resiko TRIAD KRR (3 Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja) yaitu seks bebas, NAPZA dan HIV/AIDS, serta mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga. Faktor pendukung dalam menjalankan perannya adalah sikap semangat, antusias dari anggota, dukungan instansi,sarana dan prasarana, dukungan alumni, semakin luasnya kerjasama, dan respon organisasi lainnya yang merupakan faktor pendukung untuk kemajuan pembinaan generasi muda. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu adanya perbedaan pendapat antar Duta GenRe dalam strategi penyampaian materi-materi GenRe, perbedaan pendapat itu sebagai sebuah kreasi para Duta GenRe dalam menjalankan program-programnya. Adanya masing-masing kesibukan baik dari Duta GenRe, karena hal tersebut belum muncul rasa dalam diri para Duta GenRe bahwa dirinya adalah seorang Duta yang dipilih untuk melakukan berbagai perubahan.
Fungsi Sosial Pengajian Rutin (Studi Pada Jam’ah Muslimah Asyakirin Lingkungan 1 Kelurahan Gunung Mas Teluk Betung Selatan Bandar Lampung) Harti, Julfanny
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9688

Abstract

Fungsi sosial pengajian rutin merupakan suatu kegiatan kemasyarakatan untuk mendalami ajaran agama Islam yang dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat yang rutin dilakukan secara bergantian atau bergilir ke rumah warga. Kesibukan dan pekerjaan yang menyebabkan masyarakat lingkungan 1 kelurahan Gunung Mas kurang dapat memenuhi kebutuhan spiritual karena harus menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Bagaimanapun ruang spiritualitas dan bimbingan keagamaan tetap mereka butuhkan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut tentunya dengan cara yang sangat mudah dan hemat waktu. Kenyataan di lapangan, pengajian Muslimah Asyakirin melaksanakan pengajian secara bergilir ke rumah warga dan memiliki fungsi lain dari pengajian selain fungsi agama, yakni fungsi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja fungsi sosial yang terdapat dalam pengajian Muslimah Asyakirin dan apa saja pengaruh dari pengajian Muslimah Asyakirin terhadap kehidupan sosial Jamaah Muslimah Asyakirin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan snowball sampling. Informan penelitian dimulai dari ketua pengajian Muslimah Asyakirin, jamaah pengajian dan warga yang mengetahui Pengajian Muslimah Asyakirin. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunujukkan Fungsi sosial yang terdapat dalam pengajian Muslimah Asyakirin meliputi fungsi sosial dalam bidang agama, fungsi persuasif, fungsi sosial dalam bidang budaya, dan fungsi sosial dalam bidang ekonomi. Fungsi sosial dalam bidang agama dengan meningkatkan tali silaturahmi masyarakat kelurahan Gunung Mas dalam berbagai kegiatan sosial seperti takziyah, rekreasi, bersedekah dalam bentuk santunan anak yatim, dan mengunjungi panti sosial lanjut usia. Fungsi persuasi berupa ajakan untuk bisa meningkatkan produktitas warga kelurahan Gunung Mas salah satunya dengan mengikuti kegiatan pengajian, dan memotivasi remaja untuk lebih aktif bermasyarakat baik dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Fungsi sosial dalam bidang budaya meliputi gotong royong, memperingati hari besar Islam, kesenian Qasidah, dan perayaan hari raya serta HUT RI. Fungsi sosial ekonomi adanya arisan dan sebagai tempat penggalangan dana. Pengajian ini berpengaruh mengingkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah seperti menjalankan shalat 5 waktu dan sunnah, lancar membaca Al-Qur’an, bersedekah, pola pikir yang lebih universal, berpakaian yang lebih baik, sopan santun dan beretika. Pengajian ini berpengaruh baik bagi warga kelurahan Gunung Mas dalam kegiatan sosial namun dalam bidang keagamaan tidak berpengaruh secara maksimal. Kata Kunci: Fungsi Sosial,Pengajian, Muslimah Asyakirin
TRADISI HIPPUN SEBAGAI MODEL PEMBENTUKAN INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT LAMPUNG (Studi di Pekon Pagar Dewa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat) Sintia, Icha
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9689

Abstract

Hippun merupakan tradisi musyawarah pada masyarakat Lampung adat sai batin. Hippun biasanya dilaksanakan  ketika akan membuat perencanaan suatu acara atau digunakan sebagai sarana untuk menyelesaikan konflik dalam masyarakat. Tulisan ini memfokuskan objek penelitiannya pada masyarakat Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Lampung Barat. Di Pekon Pagar Dewa, tradisi Hippun masih terus berlangsung hingga saat ini, terutama saat akan merencanakan acara pernikahan. Dalam pelaksanaanya, Hippun melibatkan seluruh warga untuk saling bekerjasama dalam proses persiapan sebelum dilangsungkan, saling bertukar pikiran saat Hippun berlangsung, dan diakhiri dengan makan bersama. Hippun dalam hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kohesivitas sosial masyarakat di Pekon Pagar Dewa, dengan menyediakan ruang-ruang sosial untuk warga saling berinteraksi dan melakukan kegiatan secara kolektif. Kohesivitas sosial dalam tradisi Hippun ini juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, seperti meningkatnya solidaritas sosial dan integrasi sosial masyarakat. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai sosial tradisi Hippun pada masyarakat Islam Lampung di Pekon Pagar Dewa dan bagaimana pembentukan integrasi sosial melalui tradisi Hippun di Pekon Pagar Dewa. Adapun tujuan penelitian untuk mengelaborasi nilai-nilai sosial yang terdapat dalam tradisi Hippun yang kemudian menjadi faktor pembentukan integrasi sosial di Pekon Pagar Dewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Hippun memiliki nilai-nilai sosial yaitu nilai silaturahmi, nilai kerja sama, solidaritas serta nilai integratif. Nilai-nilai sosial tersebut memberikan dampak dalam membentuk integrasi sosial masyarakat. Pembentukan integrasi sosial melalui Hippun, dirasakan masyarakat dari intensitas interaksi yang terjaga dengan adanya kegiatan ini, penggunaan metode musyawarah, gotong royong yang melahirkan memelihara rasa empati, simpati dan rasa kebersamaan, serta keterlibatan semua lapisan masyarakat tanpa memandang kelas sosial. Keterlibatan semua masyarakat kemudian berdampak pada hilangnya segregasi baik dari status ekonomi, pendidikan maupun status sosial. Tradisi Hippun terbukti efektif dan mampu dijadikan model dalam pembentukan integrasi sosial. Kata kunci: Tradisi Hippun, Masyarakat Lampung, Integrasi sosial
TRANSFORMASI SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DESA KARANGANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Saphira, Khoirunnisa
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9690

Abstract

Transformasi atau perubahan merupakan suatu keladziman yang akan terjadi dalam kehidupan masyarakat serta dapat merubah sistem kehidupan manusia baik dari segi sosial maupun keagamaan, dalam kehidupan dimasyarakat sejatinya masyarakat tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial serta keagamaan. Indonesia adalah negara dengan bangsa yang bersuku-suku dan ragam akan agama baik itu Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Buddha sampai Kong Hu Cu. Begitupun dengan masyarakat di desa karang anyar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sosial keagamaan dan faktor-faktor yang terjadi dalam perubahan tersebut. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dan metode sosiologis dengan menggunakan logika-logika serta teori sosiologi baik teori klasik maupun modern untuk menggambarkan fenomena sosial keagamaan serta pengaruh suatu fenomena terhadap fenomena yang lainnya.Teori yang digunakan oleh penulis adalah teori sistem yaitu dengan menggunakan konsep perubahan sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara atau interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan sosial keagamaan masyarakatyaitu kegiatan sosial dan keagamaan dalam bentuk ibadahseperti semakin terbukanya pemikiran masyarakat khususnya ibu-ibu dalam membantu pekerjaan suami untuk memperbaiki perekonomian keluarga dengan hadirnya organisasi-organisasi  yang ada di masyarakat, pengajian rutin dan risma masjid yang masih berjalan hingga sekarang, serta penggunaan smartphone dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai media informasi untuk mengkaji ilmu keagamaan secara cepat dan praktis. Hal ini juga dapat dimanfaatkan  dalam teknis beribadah warga yang non-muslim, yaitu adanya inovasi baru dalam penggunaan alat-alat teknologi untuk memfasilitasi jalannya acara ibadah umat non-muslim. Faktor yang memengaruhi perubahan di Desa karang anyar adalah hadirnya teknologi yang mudah di terima oleh masyarakat dan berakhir dengan terbukanya pola fikir yang maju serta tidak tabu lagi dalam menerima suatu perbedaan. Hadirnya teknologi di Desa dapat melahirkan sikap individualisme antar masyarakat serta dapat memengaruhi kesehatan psikis pada anak. Kata Kunci : Masyarakat, Transformasi, Sosial Keagamaan 
RESPON DAN PERAN GENERASI MUDA DALAM AGENDA PERUBAHAN IKLIM Hidayatullah, Ari Dhika
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.11658

Abstract

Perubahan Iklim merupakan tantangan bagi seluruh makhluk di bumi. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan iklim terjadi, diantaranya kemajuan manusia dalam hal teknologi, di satu sisi hal ini berdampak baik pada kehidupan manusia karena mempermudah sekaligus mempercepat suatu pekerjaan, tetapi dari kemajuan ini juga berdampak pada terciptanya anomali baru, yaitu perubahan iklim. Dari perubahan iklim banyak hal yang membuat manusia waspada dan bahkan dianggap menjadi ancaman bagi kehidupan. Pasalnya perubahan ini membawa banyak perubahan, mulai dari segi alam, sosial dan ekonomi. Generasi muda yang dikatakan mendominasi populasi, seperti data yang mengatakan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia adalah anak-anak dan remaja. Dalam tingkatannya generasi ini bisa dimasukan dalam generasi Z dan generasi milenial. Dalam beberapa peryataan generasi muda bisa disebut agen of change.. Dalam tulisan ini jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif uang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk sumber datanya terbagi menjadi dua, pertama yaitu sumber prime, dimana sumber ini di dapat dari informasi dari buku. Kemudian kedua, sumber sekunder. Sumber ini di dapat dari bacaan seperti buku, jurnal, artikel baik secara softfile ataupun hardfile. Dalam penelitian ini dihasilkan bagaimana respon generasi muda yang masih tinggi terhadap perubahan iklim, kemudian tentang bagaimana peran generasi muda dalam membantu mengatasi perubahan iklim seperti membantu di daerah asal, dan disamping itu juga bagaimana gangguan dan hambatan yang akan dihadapi oleh generasi muda.