Jurnal Baut Dan Manufaktur
Industrial Engineering Focus and Scope Operations Engineering and Management Work Design and Measurement Engineering Management Operations Research and Analysis Product Design and Development Engineering Economics Analysis Supply Chain Management Facilities Engineering and Energy Management Quality & Reliability Engineering Ergonomics and Human Factors Safety Information Engineering System Design and Engineering Mechanical Engineering Focus and Scope Acoustical engineering concerns the manipulation and control of vibration, especially vibration isolation and the reduction of unwanted sounds, Automotive engineering, the design, manufacture and operation of motorcycles, automobiles, buses and trucks. Energy Engineering is a broad field of engineering dealing with energy efficiency, energy services, facility management, plant engineering, environmental compliance and alternative energy technologies. Energy engineering is one of the more recent engineering disciplines to emerge. Energy engineering combines knowledge from the fields of physics, math, and chemistry with economic and environmental engineering practices. Manufacturing engineering concerns dealing with different manufacturing practices and the research and development of systems, processes, machines, tools, and equipment. Materials Science and Engineering, relate with bio materials, computational materials, environment and green materials, science and technology of polymers, sensors and bio electronics materials, constructional and engineering materials, nano materials and nanotechnology, composite and ceramic materials, energy materials and harvesting, optical, electronic and magnetic materials, structure materials. Power plant engineering, field of engineering that designs, construct and maintains different types of power plants. Serves as the prime mover to produce electricity. Thermal engineering concerns heating or cooling of processes, equipment, or enclosed environments: Air Conditioning; Refrigeration; Heating, Ventilating, Air-Conditioning (HVAC) and refrigerating. Vehicle engineering, the design, manufacture and operation of the systems and equipment that propel and control vehicles.
Articles
89 Documents
Analisis Pengendalian Kualitas Produk X Di PT ABC
sambas sundana;
Raihana Aristawidya
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 1 Tahun 2024 |April 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i1.3638
Kualitas menjadi elemen penting untuk kesuksesan bisnis perusahaan farmasi, pertumbuhan dan penentuan posisi yang lebih baik dalam persaingan bisnis. PT. ABC merupakan industri farmasi yang menghasilkan produk berkualitas. Namun pada prosesnya terdapat permasalahan terkait kualitas produk, yaitu ditemukan adanya cacat produk pada label. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengendalian kualitas produk X berada dalam batas kendali, jenis reject yang paling dominan pada produk X untuk diidentifikasi dalam menetapkan prioritas penyelesaian permasalahan dan faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya reject paling dominan. Teknik pengendalian kualitas statistik yang digunakan yaitu SQC (Statistical Quality Control) dengan peta kendali p. Jenis cacat label yang perlu diperhatikan diantaranya label sobek, label terlipat, label berkerut dan label miring. Dengan total produksi produk X sebanyak 263.980 unit pada periode Agustus dan September 2023, terdapat produk yang terindikasi cacat label yaitu 967 unit produk. Berdasarkan data check sheet reject label produk X, diperoleh rincian jenis cacat label yaitu label sobek sebesar 534 unit, label terlipat sebesar 79 unit, label berkerut sebesar 212 unit, dan label miring sebesar 142 unit. Peta kendali p menunjukkan terdapat 16 titik yang berada di luar batas atas dan bawah (penyimpangan produksi) sedangkan 24 titik yang lainnya berada di dalam batas kendali. Jenis reject label yang paling dominan terjadi adalah label sobek sebanyak 534 unit (55,2%). Berdasarkan analisis fishbone diagram menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab reject label yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode dan faktor material.
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PRODUK CACAT REFRIGERATOR PADA PT. PANASONIC MANUFACTURING INDONESIA
sambas sundana;
Lingga Verlyan Yulianto
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 1 Tahun 2024 |April 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i1.3662
Panasonic Manufakturing Indonesia bergerak pada bidang industri manufaktur, salah satu produknya adalah refrigerator. Namun pada proses produksi refrigerator tipe AF171D mengalami penurunan kualitas akibat cacat inner linner, terutama cacat bocor, cacat keriput dan cacat gores. Pada penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis presentase cacat, penyebab terjadinya cacat hingga membuat usulan perbaikan pada cacat inner linner. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2022, dengan melakukan pemeriksaan menggunakan checksheet, dengan presentase masing-masing cacat adalah 9% pada cacat bocor, 16% pada cacat keriput dan 7% pada cacat gores. Nilai ini melebihi batas standar perusahaan yang sebesar 4%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode DMAIC, pada tahap define digunakan tools berupa checksheet jumlah cacat dan alur proses operasi. Lalu pada tahap measure digunakan diagram pareto dan peta kendali p, untuk menghitung presentase cacat secara statistik. Pada tahap analysis menggunakan fishbone, untuk mengetahui penyebab potensial terjadinya masalah. Lalu pada tahap improve menggunakan perhitungan risk priority number, dengan menentukan jenis cacat yang memiliki nilai paling besar berdasarkan faktor manusia, mesin, metode dan material. Lalu pada tahap control berupa usulan pencegahan kegagalan.
IMPLEMENTASI LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PROSES PEMBUATAN KACA
Gayuh Lemadi;
dian eko adi prasetio;
Alim Wulandara
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 1 Tahun 2024 |April 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i1.3702
Cipta Kreasi Prima Mandiri is a company operating in the manufacturing sector which produces glass products. The increasingly competitive level of competition currently requires a company to process all its resources optimally and make improvements intensively and efficiently. However, in reality PT. Cipta Kreasi Prima Mandiri still produces 45,727 units of defective products every year and there is waste during production, such as non-value added activities. Based on the problems above, improvements need to be made to overcome them. In this research, the first step taken was to create a Value Stream Mapping and determine the CTQ standards for the company. Based on the calculation of the process capability index, the result was 0.76. Calculating the company's DPO value, the value obtained is 0.0024. Calculating the DPMO value, the value obtained is 2445. After these calculations, the company's sigma level value is known to be 3.99. The results of this research were that the process capability assessment criteria were obtained with the glass manufacturing process capability still being low. After it was discovered that this capability was still low, an analysis step was carried out which obtained the results that defective products were mostly caused by human factors. Therefore, corrective steps are needed that are in accordance with the company's problems to improve product quality and achieve a sigma value of 4.5 in the next year.
PENGARUH DEBIT AIR DAN CURAH HUJAN PADA PLTA WAY BESAI LAMPUNG BARAT TERHADAP PRODUKTIVITAS ENERGI YANG DI HASILKAN
Tugiman Farudin;
Henry Pernama
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 1 Tahun 2024 |April 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i1.3717
ABSTRAK "Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Besai, yang terletak di Provinsi Lampung, dibangun untuk menghasilkan daya maksimum sebesar 90 MW (2 x 45 MW) dengan menggunakan aliran air dan ketinggian. Ketersediaan air dan sedimentasi adalah masalah utama yang sering terjadi di bendungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh curah hujan dan debit air terhadap produktivitas energi listrik yang dihasilkan di pembangkit listrik tenaga air. Dengan kata lain, curah hujan tidak mempengaruhi langsung produktivitas energi listrik yang dihasilkan, sedangkan debit air mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan untuk menggambarkan data penelitian debit air dan curah hujan terhadap produktivitas energi listrik. PLTA Way Besai adalah pembangkit listrik tenaga air tipe aliran sungai dengan area penampungan atau kolam harian, mencakup area seluas 415 km2, dengan volume total penampungan kotor di KTH (tinggi air tertinggi yang mungkin) sebesar 1.200.000 m3 dan volume efektif sebesar 1.070.000 m3. Luas permukaan waduk adalah 0,70 km2 dengan debit pembangkit sebesar 24,30 m3/det.". Kata kunci: ArcGIS, DAS, Sedimentasi, USLE, Way Besai
ANALISA EMISI GAS BUANG PADA MESIN 4 LANGKAH 125 CC FI DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR BIOFUEL DAN PERTAMAX TERHADAP LINGKUNGAN
syahrul anwar;
Amiral Aziz;
pulung fajar
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 1 Tahun 2024 |April 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i1.3734
Gas buang kendaraan bermotor mengandung unsur senyawa kimia yang mempunyai efek tidak baik untuk manusia dan lingkungan juka jumlahnya melampaui batas. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor maka produksi gas buang kendaraan juga akan meningkat yang artinya udara semakin tercemar mengakibatkan kesehatan manusia dan lingkungan akan terancam. Oleh karena itu di lakukan berbagai macam penelitian agar gas buang kendaraan lebih ramah lingkungan, misalya menciptakan kendaraan listrik atau hibryd, meningkatkan kualitas bahan bakar, dan juga melakukan pencampuran bahan bakar fosil dengan bahan bakar organik ( biofuel). Pada kesempatan ini penulis melakukan penelitian tentang gas buang kendaraan dimna bahan bakar yang di gunakan adalah campuran antara Etanol dengan Pertamax Turbo. Variasi campuran Etanol dengan Pertamax Turbo adalah 0% Etanol dengan 100% Pertamax Turbo., 10% Etanol dengan 90% Pertamax Turbo, 20% Etanol dengan 80% Pertamax Turbo, 30% Etanol dengan 70% Pertamax Turbo, 40% Etanol dengan 60% Pertamax Turbo, 50% Etanol dengan 50% Pertamax Turbo, Variasi bahan bakar tersebut di atas di uji menggunakan putaran mesin idle pada mesin sepeda motor 4 langkah 125 cc FI. Metode yang digunakan adalah metode experimen. Parameter yangdiukur adalah emisi gas buang Carbonmonoksida (CO) dan Hidrocarbon (HC). Dari hasil penelitian campuran yang paling ideal adalah etanol 20% dengan 80% Pertamax Turbo.
PERENCANAAN ULANG MESIN POLES METALOGRAFI LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK MESIN
syahrul anwar;
dudung hermawan
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 1 Tahun 2024 |April 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i1.3762
Kebutuhan bahan logam dalam kehidupan semakin dibutuhkan, baik bidang kontruksi, permesinan, bangunan dan lain lain, dengan bertambahnya tersebut bahan logam yang digunakan juga semakin meningkat. Maka, ilmu tentang bahan logam sangat dibutuhkan. llmu logam bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar pengamatan, pengukuran, dan pengujian. Hal ini disebabkan karena sifat logam yang dapat diubah, sehingga pengetahuan tentang metalurgi terus berkembang. Untuk mengetahui kualitas suatu logam, dilakukan pengujian yang sangat era kaitannya dengan pemilihan bahan untuk dipergunakan dalam kontruksi suatu alat, selain itu juga bisa untuk membuktikan suatu teori yang sudah ada ataupun penemuan baru dibidang metalurgi. Pada perancangan, mesin poles yang dirancang adalah mesin poles metalografi yang dirancang dengan metode VDI2221. Ada beberapa tahap pengujian yang dilakukan untuk mengetahui unsur partikel sebuah bahan, salah satunya yaitu pengujian metalografi. Dari pengembangan mesin Perencanaan Ulang Mesin Poles Metalografi Laboratorim Teknik Mesin. Dimulai dengan menambahkan kerangka penyangga bawah untk kenyamanan operator. Pemilihan pompa dan dimer pompa yang digunakan HL1600 25Watt output 1500 Liter/jam dan tinggi maksimal 1,5 meter, untuk dimmer yang sesuai menggunakan dimmer 4000watt.
PERANCANGAN BRACKET PENGANGKUT MESIN VACUUM STUDI KASUS CV. JAVA CLEAN
moh amirudin;
Gayuh Lemadi;
Dian Eko Adi Prasetio
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 2 Tahun 2024 |Oktober 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i2.3930
CV. Java Clean adalah sebuah perusahaan jasa vacuum sedot debu dan tungau, yang merupakan bisnis jasa pembersih soft furniture. Dalam kesehariannya Java Clean dihadapkan dengan beberapa masalah, operator masih menggunakan pegangan bagian belakang di jok motor bawaan dari pabrik. Dimana pegangan belakang di jok motor bawaan pabrik ini sering merusak sepaket alat vacuum cleaner, selain itu tas vacuum cleaner juga sering mengalami goresan sampai tersayat oleh pegangan bagian belakang besi jok motor dan saat mengendarai posisi duduk terasa sempit atau tidak nyaman bagi operator. Maka dari itu penelitian akan melakukan perancangan alat bantu pengangkut vacuum cleaner dengan mengunakan metode Quality Function Deployment (QFD), diawali dengan pembentukan matriks House Of Quality (HOQ) yang memperlihatkan struktur yang menyerupai sebuah rumah kunci. Membangun House Of Quality (HOQ) difokuskan pada kebutuhan konsumen sehingga proses desain dan pengembangannya lebih sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen untuk perancangan alat yang menghubungkan dengan karakteristik teknik. Dari hasil uji coba yang dilakukan kepada pengguna didapatkan rancangan desain terbaik adalah desain nomor 3. Dimana keunggulannya adalah spesifikasinya tidak mudah berkarat, braket sejajar dengan jok motor, sedikit lebih panjang ke belakang, dan bahan material yang kuat menggunakan besi as bulat stainless, warna produk chrome, panjang braket 57 cm, lebar depan 30 cm, lebar belakang 25 cm, plat strip 5 mm, bahan material braket besi pipa bulat stainless, as bosh, karet mounting, maksimal beban braket 80 kg, pembuatan braket dengan cara pengelasan dan dipress. Braket yang telah dirancang membuat pengguna menjadi lebih mudah dan nyaman serta braket tidak mudah berkarat, tas dan mesin vacuum cleaner tidak mudah rusak.
ANALISIS TINGKAT RISIKO ERGONOMI PADA PRODUCT SUPPORT PEMBUATAN PALLET MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT DI PT XYZ
sambas sundana;
Setio Bagus Wahyu Utomo
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 2 Tahun 2024 |Oktober 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i2.4042
ABSTRAK Argha Karya Prima Industry Tbk. Merupakan Perusahaan yang bergerak pada pembuatan flexible packaging. Dimana produk dari Perusahaan tersebut juga didistribusikan sampai dengan keluar negeri. Dalam setiap kegiatan usahanya banyak sekali risiko-risiko yang muncul dan dapat membahayakan pekerjanya, begitu juga pada proses pembuatan pallet sebagai alat bantu penopang pengiriman produk finish goods. Bedasarkan pengamatan yang saya lakukan pada proses pembuatan produk support berupa pallet, terdapat 3 pekerja dimana masing-masing pekerja memiliki pekerjaan yang berbeda yaitu memotong papan kayu, menghaluskan papan kayu, dan merangkai papan kayu menjadi pallet. Dimana dari ketiga pekerjaan tersebut ditemukan rutinitas pekerjaan yang menurut penulis dapat menimbulkan risiko ergonomi, yaitu postur dari pekerja yang bertugas merangkai papan kayu menjadi pallet. Berdasarkan grand skor dari tabel diatas maka analisis dari postur pekerjaan pada aktivitas pembuatan pallet mendapatkan nilai 7. Dimana pekerjaan tersebut beresiko tinggi dan perlu dilakukan perubahan cara kerja sesegera mungkin. Kata Kunci: Postur Kerja, Pembuatan Pallet, Tingkat risiko Ergonomi, Penilaian Cepat Anggota Tubuh Bagian Atas
Perbaikan Proses Pengemasan Sekunder Untuk Mengurangi Aktivitas Waste Dengan Metode Lean Manufacturing Di PT. XYZ
Muhamad Aji Prasetyo;
Dian Eko Adi Prasetio;
Doddy Lombardo
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 2 Tahun 2024 |Oktober 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i2.4154
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya penurunan waktu proses pengemasan sekunder pada produk IRNTB di PT. XYZ yang dimana target sebelumya adalah 15-16 jam/BN, sementara rata-rata waktu produksi proses pengemasan sekunder belakangan ini adalah 27 jam/BN. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan strategi perbaikan dengan menggunakan metode Lean Manufacturing untuk mengurangi pemborosan serta aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. Value Stream Mapping digunakan dalam penelitian ini untuk memetakan aktivitas value added dan non value added dan berusaha memberikan rekomendasi perbaikan dalam rangka mengurangi aktivitas pemborosan (waste). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif evaluatif. Data diperoleh dari pengamatan atau observasi langsung, lalu dalam pengamatan tersebut dilakukan pencatatan waktu aktivitas. Aktivitas tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Value Added (VA), Non Value Added (NVA) dan Necessary Non Value Added (NNVA). Analisis potensi terjadinya aktivitas waste apakah dari aktivitas Value Added (VA), Non Value Added (NVA) atau Necessary Non Value Added (NNVA). Hasil penelitian menunjukan pada current value stream map, jumlah waktu proses aktivitas bernilai 204,9 menit. Setelah saran perbaikan diusulkan pada future value stream map jumlah waktu aktivitas berkurang sebanyak 41,9% menjadi 85,9 menit.
PENGUKURAN WAKTU BAKU PADA PROSES PEMBUATAN PRODUK FLANGE ACCESS FITTING CLASS 300# RF DI PT. X (MEASUREMENT OF RAW TIME IN THE MANUFACTURING
sundana, sambas;
Pratama, Muhammad Yusuf
Baut Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 6 No. 2 Tahun 2024 |Oktober 2024
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v6i2.4174
PT.X adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi rangkaian lengkap peralatan dan layanan pemantauan korosi internal untuk industri minyak dan gas, pabrik Petrokimia dan pengolahan air. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, perusahaan kerap kali mengalalami suatu kemunduran jadwal produksi pada pengerjaan Flange Access Fitting Class 300# RF yang disebabkan oleh ketidaksesuian waktu produksi aktual dengan estimasi waktu yang telah menjadi standar dan ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung berapa lama waktu baku yang seharusnya berlangsung dengan mengidentifikasi kembali setiap proses yang dilakukan pada pengerjaan produk Flange Access Fitting Class 300# RF. Beberapa langkah yang dibutuhkan terkait pengukuran waktu kerja dengan metode Jam Henti diantaranya yaitu melakukan pemantauan dan pencatatan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Setelah data terkumpul maka melakukan uji kecukupan dan keseragaman data. Berikutnya, mengidentifikasi waktu siklus dengan menambahkan faktor penyesuaian dengan pendekatan Westinghouse, dan yang terakhir yaitu menetapkan waktu baku dengan memperhitungkan faktor kelonggaran.Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan didapatkan waktu baku untuk keseluruhan proses pembuatan produk Flange Access Fitting Class 300# RF yaitu selama 495,76 menit atau sekitar 8,26 jam.