cover
Contact Name
Dian Eko Adi Prasetio
Contact Email
bnm.fst@uia.ac.id
Phone
+6281382906098
Journal Mail Official
bnm.fst@uia.ac.id
Editorial Address
Gedung Alawiyah Lt. 4, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Baut Dan Manufaktur
ISSN : 26865351     EISSN : 29644461     DOI : https://doi.org/10.34005
Industrial Engineering Focus and Scope Operations Engineering and Management Work Design and Measurement Engineering Management Operations Research and Analysis Product Design and Development Engineering Economics Analysis Supply Chain Management Facilities Engineering and Energy Management Quality & Reliability Engineering Ergonomics and Human Factors Safety Information Engineering System Design and Engineering Mechanical Engineering Focus and Scope Acoustical engineering concerns the manipulation and control of vibration, especially vibration isolation and the reduction of unwanted sounds, Automotive engineering, the design, manufacture and operation of motorcycles, automobiles, buses and trucks. Energy Engineering is a broad field of engineering dealing with energy efficiency, energy services, facility management, plant engineering, environmental compliance and alternative energy technologies. Energy engineering is one of the more recent engineering disciplines to emerge. Energy engineering combines knowledge from the fields of physics, math, and chemistry with economic and environmental engineering practices. Manufacturing engineering concerns dealing with different manufacturing practices and the research and development of systems, processes, machines, tools, and equipment. Materials Science and Engineering, relate with bio materials, computational materials, environment and green materials, science and technology of polymers, sensors and bio electronics materials, constructional and engineering materials, nano materials and nanotechnology, composite and ceramic materials, energy materials and harvesting, optical, electronic and magnetic materials, structure materials. Power plant engineering, field of engineering that designs, construct and maintains different types of power plants. Serves as the prime mover to produce electricity. Thermal engineering concerns heating or cooling of processes, equipment, or enclosed environments: Air Conditioning; Refrigeration; Heating, Ventilating, Air-Conditioning (HVAC) and refrigerating. Vehicle engineering, the design, manufacture and operation of the systems and equipment that propel and control vehicles.
Articles 89 Documents
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN BAGIAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN METODE NASA-TASK LOAD INDEX (STUDI KASUS: PT. MUARA KEMBANG SHIPYARD) Yudi Sukmono; Dharma Widada; Herwandi Herwandi
Baut Dan Manufaktur Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 4 No.2 Tahun 2022 | Oktober 2022
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v4i2.2327

Abstract

PT. Muara Kembang Shipyard merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perkapalan dan mengelola perbaikan kapal. Dalam melakukan berbagai kegiatan perusahaan, PT. Muara Kembang Shipyard dibantu oleh beberapa bagian, salah satunya adalah bagian administrasi. Bagian administrasi memiliki tugas utama melayani pelanggan yaitu dengan menghubungi pelanggan terkait pembelian barang dan penagihan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja mental yang dialami karyawan bagian administrasi dan serta memberikan usulan perbaikan kepada PT. Muara Kembang Shipyard. Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan kuisioner NASA-TLX kepada lima orang karyawan bagian administrasi, diketahui bahwa beban kerja mental termasuk kategori tinggi. Beban kerja mental karyawan yang diperoleh menggunakan metode NASA-TLX adalah 83.33, 62.67, 66.67, 70.67, dan 78.67. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil rekomendasi perbaikan untuk karyawan bagian administrasi yaitu mengadakan family gathring setiap 6 bulan sekali dan membagi tugas karyawan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki karyawan dan membangun hubungan yang baik
REDESAIN BODI PADA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA BERBASIS MATLAB R2008a Tugiman Farudin
Baut Dan Manufaktur Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 4 No.2 Tahun 2022 | Oktober 2022
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v4i2.2328

Abstract

Redesain bodi pada kendaraan bermotor roda dua merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang masing-masing mengalami perkembangan yang pesat, walaupun dalam laju yang berbeda. Menentukan koefisien aerodinamika dan posisi titik tengah kendaraan, setiap kendaraan mempunyai 6 koefisien aerodinamik yaitu 3 buah koefisien gaya aerodinamik dan 3 koefisien momen aerodinamik. Dalam penelitian ini menentukan ke enam koefisien aerodinamika dari suatu kendaraan roda dua yang menggunaka kanopi. Maka ketiga momen aerodinamik yang bekerja pada kendaraan dapat di tentukan hambatan dan kecepatannya. Koefisien aerodinamik kendaraan dapat dicari secara eksperimen dan dengan simulasi dengan prinsif dinamika Fluida. Dalam penelitian ini mengunakan salah satu metode elemen hingga berbasis matlab 2008 untuk mendapat koefisien hambatan (CD) dan koefisien (fr) suatu kendaraan bermotor roda dua dengan memodelkan matematika untuk dapat menghitung besaran yang dicari yaitu Cd dan Cf. Redesain kanopi pada kendaraan bermotor roda dua dan pola aliran udara pada kendaraan maka besaran kemungkinan titik kerja ketiga gaya angin tersebut yang pada umumnya disebutkan “center of pressure” (Cp) berada diluar titik pusat massa dari kendaraan (Cg). Karena letak Cp dan Cg berbeda maka ketiga gaya aerodinamik diatas dapat menimbulkan momen aerodinamik diatas dapa menimbulkan momen aerodinamis terhadap sumbu x, y, z. Maka dalam bodi kendaraan roda dua di titik beratkan pada keamanan, kenyaman, dan keselamatan. Dari hasil perancanaan dikembangkan analisis perhitungan kanopi pada kendaraan roda dua yang diperoleh hasil panjang kanopi 1320 mm, lebar kanopi 730 mm, tinggi 1060 mm
PERBAIKAN POSTUR KERJA PROSES GANTI DIES CUTTING MENGGUNAKAN METODE RULA DAN REBA DI PT. DWA Wandiyanto Wandiyanto; Herlina K Nurtjahyo; dian eko adi prasetio
Baut Dan Manufaktur Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 4 No.2 Tahun 2022 | Oktober 2022
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v4i2.2329

Abstract

PT. DWA merupakan industry manufactur berdiri sejak tahun 1978, bergerak di industri otomotif dengan produksi polyurethane, Reaction Injection Molding (rim), composite dan Plastic, memiliki beberapa proses yang menggunakan dies untuk melakukan proses produksi, dan dies untuk proses produksi diperlukan proses ganti dies, yang membutuhkan tenaga besar dan membutuhkan fokus dalam pengerjaannya, membuat postur tubuh mengalami tegang dan nyeri akibat postur kerja yang tidak baik. Perlu adanya analisis dengan tujuan mengetahui postur kerja operator melalui metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment) yang akan di jadikan sebagai bahan pertimbangan perbaikan postur tubuh dalam bekerja, serta analisis yang dapat dilakukan dengan metode NBM (Nordic Body Map), RULA dan REBA, penggunaan metode ini didukung dengan kondisi operator ganti dies saat bekerja merasakan keluhan sakit pada tubuh, metode RULA dan REBA digunakan untuk analisis postur tubuh operator ganti dies untuk dilakukan perbaikan posisi postur tubuh pada saat melakukan aktivitas, berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan menunjukan bahwa skor NBM mendapatkan skor 64 dan RULA mendapatkan skor 7, serta REBA mendapatkan skor 12 artinya berdasarkan jawaban skor NBM memperoleh skor yang tinggi dikarenakan apa yang pekerja rasakan dengan postur kerja saat ini mengganggu aktivitasnya. Perubahan postur kerja harus dilakukan secepatnya berdasarkan pada skor penilaian RULA dan REBA. Perubahan yang harus segara dilakukan untuk mencegah terjadinya kelelahan postur tubuh yang berkepanjangan maka perlu adanya dibuatkan alat bantu angkat dies untuk meminimalisir terjadinya cedera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya alat bantu angkat ini dapat memperbaiki postur tubuh.
STUDI KELAYAKAN INVESTASI MESIN BLOW-MOLDING HDPE DRUM DI PT. XYZ Raihan Aulia Kurniawan; dian eko adi prasetio
Baut Dan Manufaktur Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 4 No.2 Tahun 2022 | Oktober 2022
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v4i2.2330

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu dari perusahaan pengemasan di Indonesia, memproduksi berbagai macam varian salah satunya HDPE Drum. 3 tahun terakhir, selisih permintaan dan produksi tersaji semakin menipis. Di tahun 2020, permintaan meningkat 102% dibandingkan tahun 2019, di tahun 2021, permintaan naik sebesar 78%. Dibutuhkan perencanaan investasi mesin yang tentu tidak dapat dilaksanakan secara mendadak dan tanpa perhitungan, dibutuhkan studi kelayakan investasi. Penelitian ini menggunakan studi kelayakan bisnis (Harahap, 2018) sebagai metode penelitian dengan parameter PB, NPV, MARR, IRR, PI, dan BCR. PB akan terjadi di tahun ke-7 investasi, kurang dari umur investasi selama 10 tahun. Penghitungan NPV memiliki nilai Rp617.388.195,70, artinya ini lebih dari 0. IRR memiliki nilai 13,22%, berada di atas nilai MARR 10,05%. Dalam parameter BCR, menghasilkan 1,22, di atas 0. Perhitungan PI menghasilkan nilai sebesar 1,03, memenuhi kelayakan yang harus lebih dari 1. Hasil dari parameter tersebut menyimpulkan bahwa studi kelayakan investasi layak untuk dijalankan. Terkhusus dalam aspek keuangan, meskipun menghasilkan status layak, disarankan untuk tetap mengevaluasi kembali hasil dari perhittungan yang ada, Hasil penelitian ini akan menjadi lebih kuat dan mungkin memberikan hasil yang berbeda jika perusahaan bersedia memberikan data yang lebih luas dan lengkap kepada peneliti.
Perbaikan Ketidaksesuaian Bahan Rib Dengan Metode DEFINE, MEASURE, ANALYZE AND IMPROVE Di PT. Yamaha Indonesia Saeful Rivai; Deviana Emra
Baut Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 5 No. 1 Tahun 2023 | April 2023
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v5i1.2460

Abstract

PT. Yamaha Indonesia didirikan pada bertepatan pada 27 Juni 1974. Awal mulanya PT. Yamaha Indonesia memproduksi bermacam perlengkapan musik antara lain piano, electone, pianica, dll. yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Saat ini terjadi permasalahan pada departemen wood working di bagian rib dimana permasalahan reject pada rib semacam rusak, retak rambut, mata mati, bluestain, pinhole, gompal, dekok, agresif, cutter mark. Yang lebih dominan terbentuknya reject pada produk rib ialah pecah. kasus yang terjalin pada department wood working dalam periode bulan desember sampai februari 2021. Perihal ini butuh dilakukan pengendalian kualitas bahan rib guna meminimalisir terbentuknya ketidaksesuaian produk. Penelitian ini memakai metode Define, Measure, Analyze, and Improve. karena pendekatan six sigma ialah suatu sistem yang komprehensif serta fleksibel untuk menggapai, mempertahankan, serta mengoptimalkan keberhasilan perusahaan. Dari hasil analisa dan pembahasan tentang perbaikan ketidaksesuaian bahan rib pecah dengan menggunakan metode define, measure, analyze, and improve di PT. Yamaha Indonesia dapat dilihat bahwa bahan rib yang pecah sebanyak 1643 pcs dalam kurun waktu tiga bulan dengan nilai presentase 2,47% dari total produksi. Selajutnya berdasarkan hasil perhitungan tersebut produksi bahan rib yang dilakukan di departemen wood working memiliki tingkat sigma 3,47 dengan kemungkinan kerusakan 27094,32 untuk sejuta produksi. Hal ini tentunya akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan jika tidak dilakukan perbaikan dalam proses bisnisnya. Adapun faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian bahan rib pecah, diantaranya faktor manusia, mesin, metode, material, uang, dan lingkungan. Diharapkan dapat melakukan semua usulan pengendalian yang telah diberikan peneliti yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian bahan rib yang dihasilkan. Selanjutnya memonitoring semua rekomendasi pengendalian yang dilakukan agar dapat terhindar dari segala risiko negatif yang telah diketahui.
ANALISIS RISIKO PADA PROSES PRODUKSI REFRIGERATOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA DI PT. PANASONIC MANUFACTURING INDONESIA mochammad farhan meiditama
Baut Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 5 No. 1 Tahun 2023 | April 2023
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v5i1.2496

Abstract

PT. Panasonic Manufacturing Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang elektronik, salah satunya yaitu produk refrigerator. Dalam proses pembuatan refrigerator terdapat potensi risiko bahaya yang teridentifikasi risiko pada kategori risk priority number (RPN) very low (Sangat Rendah – Rendah) sebanyak 6 risiko, kategori very low – low (Sangat Rendah – Rendah) sebanyak 3 risiko, kategori low (Rendah) sebanyak 14 risiko, kategori moderate (Sedang) sebanyak 2 risiko dan kategori moderate – high (Sedang – Tinggi) sebanyak 10 risiko. Pada kategori moderate – high (Sedang – Tinggi). Usulan pengendalian risiko pada proses pembuatan refrigerator pada PT. Panasonic Manufacturing Indonesia menggunakan metode FMEA yaitu pada kategori moderate – high. Usulan pengendalian risiko yang diberikan yaitu terjadinya fatigue karena terus berdiri dan menunduk yaitu dilakukan perusahaan dianjurkan untuk melakukan perbaikan, evaluasi dan pengecekan berguna untuk mengurangi potensi risiko yang dapat membahayakan kesahatan dan keselamatan pekerja, dan usulan pengendalian risiko pada uap pada mesin dapat terhirup oleh pekerja dengan memberi arahan kepada pegawai agar memakai APD respirator dan memberikan arahan kepada pegawai dampak dari uap mesin yang terhirup atau memberi sanksi tegas terhadap pegawai yang tidak menggunakan respirator saat mesin dioperasikan.
ANALISIS BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DI LABORATORIUM KIMIA PT XYZ Alfian Cahyo Nugroho; Sambas Sundana
Baut Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 5 No. 1 Tahun 2023 | April 2023
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v5i1.2529

Abstract

KECELAKAAN KERJA merupakan kecelakaan yang berhubungan dengan aktivitas dalam suatu pekerjaan termasuk penyakit akibat kerja. Adapun faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja antara lain faktor manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan bagaimana mengidentifikasi bahaya dan risiko di laboratorium kimia, menilai tingkat risiko di laboratorium kimia dan bagaimana mengklasifikasikan tingkatan risiko di laboratorium kimia. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengamatan pada tiga aktivitas analisa yaitu Analisis Kadar Protein, Analisis Total Organic Matter (TOM), dan Analisisi Kadar Chemical Oxygen Demand (COD). Adapun hasil penilaian risiko diperoleh bahwa pekerjaan analisisi kadar protein yang memiliki 15 langkah diperoleh hasil tahapan yang memiliki kategori risiko rendah sebanyak tujuh dan kategori sedang sebanyak lima serta kategori tinggi sebanyak tiga. Kemudian analisis Total Organic Matter (TOM) yang memiliki 18 langkah diperoleh hasil tahapan yang memiliki kategori risiko rendah sebanyak tujuh dan kategori sedang sebanyak 11 serta kategori tinggi tidak ada. Selanjutnya analisis kadar chemical oxygen demand (COD) yang memiliki 11 langkah diperoleh hasil tahapan yang memiliki kategori risiko rendah sebanyak tujuh dan kategori sedang sebanyak satu serta kategori tinggi sebanyak tiga.
Tata letak From to Chart (FTC), Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan Area Allocation Diagram (ADD). Prasetyani Rini Rini Prasetyani
Baut Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 5 No. 1 Tahun 2023 | April 2023
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v5i1.2532

Abstract

Waste management in Tegal Regency is using an open dumping system. Open dumping waste treatment system is the worst waste management system, because in principle this system is disposing of garbage, stockpiled with soil obtained from the hills in the landfill, and there is no follow up from the waste. So we need a waste management system with the concept of zero waste. A waste management system with the concept of zero waste is a waste management system that does not produce waste again when the output of the processing results. The concept will later be developed into PLTSa in Tegal Regency. The making of PLTSa will certainly require a large enough area to have enough supporting areas to run the process of PLTSa. Later Penujah PLTSa area will not only be designated as a power plant but will also be developed into an educational tourism area. Making PLTSa will certainly require a large enough area to have enough supporting areas for the process of PLTSa to run. This mini plant area was designed using the From to Chart (FTC) method, Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), and Area Allocation Diagram (ADD). The results of the design produce the type of production layout that is Group Technology Layout and alternative layout 1 as a proposed layout.
The Implementation Of The Kanban System To Improve The Effectiveness Of Production Processes In The Food Industry Gayuh Lemadi
Baut Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 5 No. 1 Tahun 2023 | April 2023
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v5i1.2552

Abstract

The Kanban system is an information system approach that jointly controls the amount of material in each production process. In preparing raw materials for the biscuit production process, it turns out that there are still often differences when shipping raw materials from inventory to production which results in a buildup of raw materials in production. One way to overcome the problem of differences in raw material delivery is to design a Kanban system in the production process. The purpose of this study is to reduce the difference in raw materials that occur by designing Kanban in the biscuit production process and measuring the effectiveness of Kanban in the biscuit raw material demand process. The results of Kanban design obtained 3 processes in the form of production planning design, pull Kanban design, and production Kanban design. Measurement of the effectiveness of Kanban is carried out after the implementation of Kanban, and results are obtained where before the delivery of Kanban there is a difference in the process of shipping raw materials, where for raw materials that often experience differences, namely BFLO18 with an average difference of 16% per month, then BGUL07 with an average difference of 24% per month and BFAT13 with an average difference of 29% per month. After implementation using the Kanban system, the difference in raw material delivery is 0%, or it can be said that there is no difference. When the Kanban system has begun to be implemented continuously, training will be carried out to provide an understanding of the work process of the Kanban system created and the preparation of SOP (Standard Operating Procedures) on the implementation of the Kanban system.
PERANCANGAN ULANG CONVEYOR OTOMATIS PADA MESIN PENCACAH BOTOL PLASTIK Aang Khunaefi Rasdian; dudung hermawan; syahrul anwar; Tugiman Farudin
Baut Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 5 No. 1 Tahun 2023 | April 2023
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v5i1.2555

Abstract

Mesin konveyor otomatis saat ini di butuhkan dalam masa mempercepat produksi pencacah Botol plastik skala UKM pada daerah TPST di bantargebang. Mesin konveyor ini untuk mengangkut dan press Botol plastik. Pada mesin konveyor ini motor listrik yang digunakan adalah motor listrik satu phase menggunakan motor listrik NMRV dengan daya 0,75 watt dan Reducer 1;40 dengan Kecepan putaran 30 RPM yang terhubung langsung dengan poros/puley conveyor, yaitu puley dengan ukuran berdiameter 400 mm untuk head pulley dan berdiameter 400 mm untuk tail pulley.dan panjang belt conveyor yang dirancang adalah 1,8 meter dengan sudut inklinasi dan horizontal. Untuk roll pres yang digunakan bersistem roller dengan jarak antara roller 4 cm dan sirip roller sebanyak 4 buah.Sistem transmisi yang digunakan adalah rantai dan sprocket dan roda gigi untuk menaikan rpm.dengan kapasitas angkut 13kg/jam.