cover
Contact Name
Andi Muhammad Husni Tamrin
Contact Email
jujurnalmail@gmail.com
Phone
+62895343316872
Journal Mail Official
mail@jujurnal.com
Editorial Address
Jl. Jend. Sudirman, Ciperna, Kec. Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Asian Journal of Multidisciplinary Research
Published by Jujurnal Publisher
ISSN : -     EISSN : 30476224     DOI : 10.59613
The Asian Journal of Multidisciplinary Research is dedicated to publishing cutting-edge research and scholarly articles that span a broad range of disciplines, focusing on interdisciplinary approaches and innovative solutions to contemporary global challenges. The journal serves as a platform for the exchange of knowledge and ideas among researchers, practitioners, and policymakers from diverse fields, promoting the integration of insights and methodologies from various academic traditions. Focus Include: Social Sciences & Humanities: Articles that explore social, cultural, and psychological phenomena, addressing issues such as governance, education, ethics, and human behavior in contemporary society. Technology & Engineering: Research that contributes to advancements in fields like artificial intelligence, robotics, sustainable engineering, and information technology, including their practical applications in solving real-world problems. Health & Medicine: Interdisciplinary research that focuses on public health, medical innovations, healthcare systems, epidemiology, and the intersection of health policy with technological and social factors. Environmental Studies & Sustainability: Papers examining the scientific, economic, and policy aspects of environmental sustainability, climate change, renewable energy, and the conservation of natural resources. Economics & Business: Research on economic models, financial systems, entrepreneurship, management strategies, and global business practices, with a focus on innovation, economic development, and market trends. Education & Pedagogy: Scholarly work that addresses innovative teaching methods, curriculum development, educational technology, and the intersection of education with societal needs and technological advancements.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 69 Documents
Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Kebijakan Publik melalui Platform Digital Pemerintah Surya Jati Perdana
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/ed5hd387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik melalui platform digital pemerintah sebagai bagian dari implementasi e-government. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, laporan penelitian, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan e-participation, kebijakan publik, dan e-government. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital pemerintah berperan penting dalam memperluas akses partisipasi masyarakat, meningkatkan transparansi, serta mendukung proses pengambilan kebijakan yang lebih responsif. Namun, implementasi e-participation masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, kesenjangan akses teknologi, dan belum optimalnya respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, dan optimalisasi tata kelola e-government guna mewujudkan partisipasi masyarakat yang lebih efektif dalam proses kebijakan publik.
Peran Kepemimpinan Kepala Daerah dalam Mendorong Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Icha Elyanida
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/w1jj9b26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala daerah dalam mendorong inovasi tata kelola pemerintahan. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi berbagai konsep, pola, dan temuan yang berkaitan dengan kepemimpinan dan inovasi pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala daerah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong lahirnya inovasi tata kelola pemerintahan melalui penyusunan visi pembangunan, pengambilan kebijakan inovatif, penguatan koordinasi birokrasi, serta pengembangan budaya organisasi yang adaptif. Inovasi yang dihasilkan mencakup digitalisasi pelayanan publik, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, peningkatan transparansi, dan penguatan partisipasi masyarakat. Keberhasilan inovasi dipengaruhi oleh kepemimpinan yang visioner, dukungan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Temuan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan kepala daerah merupakan faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik melalui Inovasi Pelayanan Digital Dita Rosyalita
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/1gvcby27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kepercayaan publik melalui inovasi pelayanan digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dan dokumen relevan lainnya yang berkaitan dengan pelayanan publik digital dan kepercayaan publik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan informasi penting yang mendukung tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan digital berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kemudahan akses layanan, percepatan proses administrasi, transparansi informasi, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Selain itu, faktor-faktor seperti keamanan data, akuntabilitas, responsivitas pemerintah, dan kualitas pelayanan menjadi determinan utama dalam membangun kepercayaan publik. Dengan demikian, implementasi inovasi pelayanan digital yang didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik mampu memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
KEBIJAKAN KUOTA GENDER: ANALISIS KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM POLITIK DI INDONESIA Muhammad Faried
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/3rkpes92

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang sistem kuota gender perempuan, yang dimana contoh implementasi dari sistem tersebut adalah kebijakan kuota gender 30% yang ada di parlemen Indonesia. Pendekatan dalam artikel ini merupakan deskriptif-analitis, sedangkan metode yang digunakan adalah kualitatif dan studi literatur sebagai sumber datanya. Hasil analisis menunjukkan jika kebijakan kuota gender masih belum sepenuhnya dioptimalkan, hal ini karena masih menguatnya anggapan di masyarakat jika dunia politik merupakan ranah untuk laki-laki. Selain itu terdapat peran dari partai politik sebagai pihak gatekeeper dalam menyeleksi kandidat perempuan yang akan diusung pada kontestasi politik, turut menjadi penentu dari keterwakilan perempuan di parlemen atau lembaga politik lainnya. Kesimpulan dari penelitian artikel ini adalah adanya sistem kuota tersebut relevan sebagai langkah awal affirmative action, namun secara berkelanjutan perlu diimbangi dengan adanya reformasi struktural pada institusi serta tubuh partai politik. Disisi lain penguatan pendidikan politik bagi perempuan perlu dilakukan, hal ini untuk membangkitkan minat dan membentuk perspektif untuk lebih melek terhadap politik.
Pengembangan Arsitektur Federated Learning untuk Privacy-Preserving Analytics pada Sistem IoT Skala Besar Abdurrohman Abdurrohman; Wemby Juniarrochman
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 1 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/tdf9mr96

Abstract

Penelitian ini mengembangkan arsitektur Federated Learning (FL) hierarkis tiga tingkat untuk mengatasi berbagai tantangan pokok dan signifikan terkait privasi, skalabilitas, serta heterogenitas data pada sistem Internet of Things (IoT) skala besar. Melalui pendekatan terintegrasi, arsitektur yang diusulkan mengintegrasikan perangkat edge, gateway cluster, dan server cloud, yang dilengkapi dengan mekanisme privacy-preserving bertingkat menggabungkan differential privacy, secure aggregation, dan audit berbasis blockchain. Algoritma agregasi adaptif (FedAdapt) dirancang khusus untuk menangani data non-IID dan serangan Byzantine secara robust. Hasil eksperimen pada tiga domain aplikasi utama menunjukkan dengan jelas bahwa arsitektur mencapai akurasi rata-rata 92,8% serta yang menekan overhead komunikasi hingga 73,4% dibandingkan pendekatan standar. Sistem ini juga terbukti sangat tangguh terhadap serangan hingga 30% klien jahat, dengan tingkat keberhasilan serangan inferensi ditekan dari 72,3% menjadi 8,1%. Secara keseluruhan, arsitektur yang dikembangkan menawarkan keseimbangan optimal antara akurasi, efisiensi, dan privasi, menjadikannya solusi praktis dan skalabel untuk implementasi analitik data cerdas pada ekosistem IoT masa depan.
Integrating MTTR, FMEA and Criticality Matrix Analysis for Enhancing Maintenance Strategy in the Ice Cream Industry: A Case Study in Indonesia Dede Roni; Elaeys Mulia Bulqis
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/41v0yy47

Abstract

In the highly competitive ice cream manufacturing industry, production line stability is critical due to the vulnerability of perishable materials. One of the main challenges faced by companies is the high frequency of machine downtime, which disrupts production targets, increases energy consumption, and elevates the risk of raw material waste. This study aims to evaluate repair speed performance across production lines based on the Mean Time to Repair (MTTR) tolerance limit, identify and prioritize critical failure modes using the Risk Priority Number (RPN), and formulate maintenance strategy recommendations by classifying assets into three criticality levels: High, Medium, and Low. The analysis results indicate that lines 4, 8, and 9 are the most critical production areas, as their performance exceeds the company’s MTTR tolerance limit of 40 minutes. The highest average MTTR values were recorded on line 4 (46.67 minutes), line 8 (42.57 minutes), and line 9 (65.00 minutes). These results are supported by the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), where the highest RPN values were identified on the molding machine in line 4 (RPN 140 and 100), the tunnel machine in line 8 (RPN 100), and the tunnel machine in line 9 (RPN 100). Furthermore, the Criticality Matrix consistently positions line 4 and line 9 within the High Criticality zone, indicating that failures on these lines have a significant impact on production flow and therefore require immediate maintenance prioritization compared to assets in the medium and low risk categories. Based on this risk mapping, the study recommends a strategic transition from reactive maintenance toward a differentiated maintenance policy, including the implementation of Condition Based Maintenance (CBM) on critical lines and the standardization of maintenance Standard Operating Procedures (SOPs). This approach is expected to improve equipment reliability, reduce unplanned downtime, and support the long term sustainability of production quality.
Strategi Bisnis Berkelanjutan Perusahaan Pembangkit Listrik Milik Negara menuju Net Zero Emission 2060: Integrasi Bauran Energi 2026 dan RUPTL 2025-2034 Asep Yanyan Herdiyana; Muhammad Awaluddin; Mohamad Rizan
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/91j75947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka strategi bisnis berkelanjutan bagi perusahaan pembangkit tenaga listrik milik negara dalam merespons urgensi transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pada tahun 2026, realitas operasional utilitas nasional masih menghadapi dilema besar, di mana bauran energi (energy mix) didominasi oleh energi fosil: Batu Bara (≈ 64,87%), Energi Baru Terbarukan/EBT (≈ 17,89%), Gas (≈ 13,86%), dan Bahan Bakar Minyak/BBM (≈ 3,38%). Kondisi ini menghadirkan tantangan sosial-ekonomi yang kompleks seiring dengan pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025—2034 yang menargetkan 76% dari total tambahan kapasitas pembangkit baru harus berbasis EBT dan sistem penyimpanan energi (storage). Melalui pendekatan mixed-method konseptual dan Systematic Literature Review (SLR) yang berpijak pada teori Dynamic Capabilities, Triple Bottom Line (TBL), serta Energy Trilemma, penelitian ini merumuskan empat pilar strategi yang humanis dan transformatif. Strategi tersebut mencakup: (1) Pensiun dini PLTU melalui pembiayaan blended finance (JETP) yang berlandaskan transisi berkeadilan (Just Transition) bagi pekerja; (2) Dekarbonisasi aset fosil eksisting melalui co-firing dan teknologi Bioenergy with Carbon Capture and Storage (BECCS); (3) Modernisasi Smart Grid dan Battery Energy Storage System (BESS) untuk menjamin keandalan listrik masyarakat; serta (4) Komersialisasi ekonomi karbon berstandar ISO 14064. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengejar efisiensi bisnis, tetapi juga memelihara keadilan ekologis demi masa depan yang lebih baik.
Analisis Transaksi Afiliasi terhadap Kualitas Laba dan Penyajian Laporan Keuangan dalam Perspektif Manajemen Perpajakan Irpan Kristanto; Yustiana Dwiatmaja; Poltak Maruli John Liberty Hutagaol
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/k7fw7053

Abstract

Transaksi pihak berelasi (related party transactions) merupakan fenomena yang umum terjadi pada perusahaan dengan struktur grup usaha yang kompleks. Transaksi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi melalui efisiensi bisnis, namun juga memiliki risiko terhadap kualitas laba, transparansi laporan keuangan, dan pengelolaan perpajakan apabila tidak dilakukan berdasarkan prinsip kewajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transaksi afiliasi terhadap kualitas laba dan penyajian laporan keuangan dalam perspektif manajemen perpajakan pada PT Astra International Tbk periode 2021-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, dan catatan atas laporan keuangan PT Astra International Tbk periode 2021-2024. Analisis dilakukan menggunakan tiga indikator utama yaitu rasio transaksi pihak berelasi (Related Party Transaction Ratio/RPT Ratio), Cash Flow to Net Income Ratio (CFNI) sebagai indikator kualitas laba, dan Effective Tax Rate (ETR) sebagai indikator manajemen perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi pihak berelasi PT Astra International Tbk memiliki proporsi yang signifikan terhadap aktivitas perusahaan dengan rasio 36,88%-42,14% terhadap pendapatan bersih. Analisis kualitas laba menunjukkan nilai CFNI sebesar 0,76-1,49 yang mengindikasikan bahwa laba perusahaan secara umum masih memiliki dukungan arus kas operasi yang memadai. Dari perspektif perpajakan, nilai ETR sebesar 18,31%-20,91% menunjukkan tingkat beban pajak efektif yang relatif stabil. Penelitian menyimpulkan bahwa transaksi afiliasi pada PT Astra International Tbk periode 2021-2024 lebih mencerminkan kebutuhan operasional perusahaan sebagai kelompok usaha terintegrasi dibandingkan sebagai instrumen manipulasi laba atau penghindaran pajak agresif. Transparansi pengungkapan transaksi pihak berelasi dan penerapan prinsip kewajaran menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan.
Implementasi Pemberdayaan dan Kualitas Sumber Daya Aparatur terhadap Efektivitas Organisasi di Kantor Camat Tarakan Barat Wartono Wartono
Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2026): Asian Journal of Multidisciplinary Research
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/4kfkqg09

Abstract

This study aims to analyze the implementation of employee empowerment and the quality of human resources in relation to organizational effectiveness at the West Tarakan Subdistrict Office, Tarakan City. The study originated from the observed gap between the public service targets set by the West Tarakan Subdistrict Office and the realities encountered in practice. Although various employee empowerment programs have been implemented by the Regional Civil Service Agency of Tarakan City, public complaints are still frequently reported regarding slow service processes, unfriendly attitudes of personnel, and overlapping authorities among divisions. This situation raises the question: Have the empowerment initiatives and human resource quality improvement efforts effectively enhanced the performance of government personnel? This concern motivated the researcher to conduct a more in-depth investigation into how employee empowerment and the quality of human resources influence the work effectiveness of personnel at the West Tarakan Subdistrict Office. This research employed a descriptive research design using quantitative data analysis supported by qualitative data analysis. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of 10 civil servant respondents working within the West Tarakan Subdistrict Office and five Village Administrative Offices under the jurisdiction of West Tarakan Subdistrict, excluding those holding functional positions. Informants were selected using purposive sampling until data saturation was achieved. The findings indicate that the implementation of employee empowerment has not been optimal due to the limited delegation of authority from leaders to operational staff. The quality of human resources remains suboptimal, particularly in terms of limited training opportunities and competency development programs. The effectiveness of employees' work is further constrained by an uneven distribution of workload among staff and inadequate supporting facilities and infrastructure. In conclusion, the implementation of employee empowerment and the quality of human resources in improving organizational effectiveness at the West Tarakan Subdistrict Office has not yet reached an optimal level. Several issues were identified, including weak managerial supervision and guidance, limited employee involvement in decision-making processes, the presence of forced or reluctant work attitudes, inadequate education and training, excessive workload, insufficient facilities and infrastructure, and the lack of an effective reward and punishment system.