cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Pengetahuan dan sikap tentang penggunaan herbal oleh geriatri di Banda Aceh Auzan Al Kautsar; vera dewi mulia; Suryawati Suryawati; Hafni Andayani; Nichola Anti Perdana; Hijra Novia Suardi; zahratul aini
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23882

Abstract

Peningkatan penggunaan produk obat herbal terutama pada lansia menimbulkan kekhawatiran akan keamanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensurvei penggunaan obat herbal lansia sehingga dapat dipantau penggunaannya. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain potong-lintang pada pasien usia lanjut (≥60 tahun) yang berobat di sepuluh puskesmas di Banda Aceh. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terpimpin menggunakan kuesioner. Sebanyak 294 responden tergabung dalam penelitian ini. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa 40% responden menggunakan tanaman obat herbal daripada resep dokter, 49% responden mengakui bahwa resep dokter belum tentu lebih mahal daripada tanaman obat herbal, 56% responden percaya bahwa obat herbal mempunyai efek lebih baik daripada resep dokter. Sejumlah responden sudah teredukasi terkait tanaman obat herbal, dimana 48% responden tidak setuju bila tanaman obat herbal dapat dikonsumsi tanpa batasan dosis, dan 67% responden menyebutkan tidak semua tanaman obat herbal terbukti ilmiah dapat mengobati penyakit. Berdasarkan pengakuan responden didapatkan bahwa 66% responden setuju bahwa penggunaan tanaman obat herbal tetap memerlukan obat resep dokter dan 67% responden merasa perlu memberitahukan dokter tentang tanaman obat herbal yang digunakan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa pasien geriatri dengan penyakit degeneratif dan kronis yang menggunakan obat herbal sudah teredukasi
Penerapan Modalitas Anti-PD-1/PD-L1 pada Pasien KPTN di Indonesia Ibnu Purwanto
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.24785

Abstract

Hingga saat ini tatalaksana KPTN masih belum menghasilkan peningkatan kesintasan yang memuaskan. Jika dibandingkan subtipe KPD lainnya, KPTN bersifat lebih imunogenik dengan ekspresi PD-1/PD-L1 yang lebih tinggi sehingga menjadi kandidat yang baik dalam penggunaan anti-PD-1/PD-L1. Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa anti-PD-1/PD-L1 dapat digunakan secara efektif dalam terapi KPTN sebagai kombinasi dengan kemoterapi sistemik, baik dalam seting adjuvan maupun neoadjuvan. Tidak semua anti-PD-1/PD-L1 menunjukan manfaat yang sama dan sejauh ini pembrolizumab merupakan agen anti-PD-1/PD-L1 yang menunjukan respon paling baik pada KPTN. Telaah literatur ini bertujuan untuk merangkum bukti klinis yang ada serta membuat rekomendasi terkait penerapan agen PD-1/PD-L1 dalam manajemen pasien KPTN di Indonesia.
Perlukaan Tajam Pada Pelaku Perjudian vernando parlindungan simanjuntak
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23563

Abstract

Dalam tahun 2016 hingga 2018, Badan Pusat Statistik mencatat perubahan signifikan pada orang yang mengalami luka ringan dan luka berat hingga mengakibatkan kematian. Data luka ringan pada tahun 2016 tercatat 120.532 orang, sedangkan pada tahun 2018 tercatat 130.571 orang. Data luka berat pada tahun 2016 tercatat 20.075 orang, sedangkan pada tahun 2018 tercatat 13.315 orang. Mekanisme benturan (crushing) mungkin memiliki efek pada penyembuhan luka dan jaringan parut dan peningkatan risiko infeksi pada jaringan yang rusak. Luka sayat (incised wound) dihasilkan oleh tepi yang tajam dan biasanya lebih panjang dari yang dalam. Kematian pada kasus luka tajam ketika organ vital terluka, dan jika ditemukan ada satu luka tusukan pada ekstremitas juga bisa terbukti fatal jika merusak pembuluh darah besar.
Karakteristik penderita rinosinusitis di Bagian/Kelompok Staf Medis THT-KL Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Andra Dea Riskia
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23673

Abstract

Rinosinusitis adalah suatu kondisi peradangan pada hidung dan sinus paranasal. Rinosinusitis disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor lingkungan, anatomi dan penyakit sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita rinosinusitis di Bagian/KSM THT-KL RSUDZA Banda Aceh tahun 2019-2020. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif dengan pengambilan data sekunder berupa rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 335 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pasien rinosinusitis tertinggi pada kelompok usia 36-45 tahun (22,69%), jenis kelamin perempuan (56,12%) dan berasal dari Kota Banda Aceh (33,13%). Berdasarkan lama penyakit, penderita rinosinusitis kronis adalah yang paling banyak ditemukan (60,30%). Pasien paling banyak mendapatkan pelayanan rawat jalan (78,81%) dan terapi medikamentosa (78,81%).
RETROSPECTIVE STUDY: CHARACTERISTICS OF SKIN DISEASE IN GERIATRIC PATIENTS AT THE DERMATOLOGY VENEREOLOGY DEPARTMENT OF DR. M. DJAMIL PADANG HOSPITAL DURING 2016-2018 Yosep Prabowo; Tutty Ariani
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v19i1.18043

Abstract

Abstract. The aging process is unavoidable and sustainable process that concerns the entire organ system. According to the World Health Organization (WHO), geriatrics are individuals over 60 years old. The large number of elderly Indonesian people will have various health problems in the future. Objective: To find out the profile of skin and genital diseases in geriatrics at the dermatology venereology department of Dr. M. Djamil Padang hospital from January 2016 to December 2018. Method: Retrospective study with descriptive design from the patient's medical record data. Results: During the period of January 2016 to December 2018, there were 210 (14,1%) new geriatric patients from total visits of geriatric patients. Those new patients consist of 109 male (51,9%) and 101 women (48,1%) patients. Top five of skin diseases having great number in occurrences were erythropapuloskuamosa (23,3%), tumors (20%), dermatitis (12,9%), fungal infections (11,9%) and viral infections (10,5%). The most common types of erythropapuloskuamosa are seborrheic dermatitis (44,9%), erythroderma (28,6%), and psoriasis (26,5%). Conclusion: New geriatric patients who visited the dermatology and venerology polyclinic in this study were 210 people, there are more male than female and the most types of skin diseases were seborrheic dermatitis.Keyword: geriatric, skin disease, retrospective study
Hubungan usia dengan kalsifikasi kostokondral pada radiografi toraks di Rumah Sakit Royal taruma jakarta Barat Ignatia Chavella Archelly Arisona
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.27730

Abstract

Kalsifikasi kostokondral adalah proses terbentuknya kalsium yang mengalami pengerasan di kartilago hialin yang menghubungkan tulang kosta dengan sternum. Kalsifikasi dapat menjadi hal yang normal pada tulang untuk mempersiapkan tulang rawan menjadi tulang saat masa pertumbuhan namun menjadi hal yang abnormal seperti penumpukan kalsium di jaringan yang menyebabkan pengerasan akibat proses penuaan. Penegakan diagnosisnya melalui pemeriksaan penunjang rontgen toraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kalsifikasi kostokondral. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari 2022 di Rumah Sakit Royal Taruma, menggunakan teknik total population sampling dengan jumlah sampel 217 foto radiografi toraks. Analisis data usia dengan derajat keparahan kalsifikasi kostokondral menggunakan SPSS versi 26. Mayoritas sampel pada kelompok 65 tahun yaitu sebesar 72 (33,2%) sampel dan kalsifikasi kostokondral derajat 3 yaitu sebesar 38 (17,5%). Sebanyak 29 (13,4%) sampel tidak menunjukkan adanya kalsifikasi kostokondral dan sebanyak 188 (86,6%) sampel menunjukkan adanya kalsifikasi kostokondral. Hasil analisis uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p =0,000 (p 0,05) dan didapatkan korelasi kuat (r=0,619) antara usia dengan derajat keparahan kalsifikasi kostokondral.
Hubungan antara Asupan Zat Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Anak Sekolah Dasar di Cijeruk, Bogor Agus Riawan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.27326

Abstract

Abstrak. Anemia pada anak sekolah masih menjadi masalah yang harus diatasi di Indonesia. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi anemia pada anak sekolah di Indonesia adalah 26,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan gizi dengan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar di Cijeruk, Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan pada siswa kelas 4-5 dari 16 SD di wilayah pinggiran kecamatan Cijeruk. Total 500 siswa dipilih untuk penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel 2013 dan Program Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) versi 26 for windows. Hasil univariat menunjukkan bahwa subjek dengan anemia memiliki kadar karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, vitamin B12 dan vitamin C yang rendah. Hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kecukupan energi (p 0,02), hewan protein (p 0,00), konsumsi pangan sumber protein hewani (p 0,02), asupan protein hewani (p 0,00), tingkat konsumsi zat besi (p 0,04) dan tingkat konsumsi vitamin C (p 0,03). Pemenuhan kebutuhan energi, protein hewani, zat besi dan vitamin C memiliki keterkaitan dengan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar. Kata kunci: Anak usia sekolah, anemia, hemoglobin, pemenuhan gizi Abstract. Anemia among school children still becomes a problem that must be addressed in Indonesia. According to the 2018 Basic Health Research report, the prevalence of anemia in school children in Indonesia was 26.8%. The study aimed to analyze the correlation between nutritional intake with hemoglobin level among primary school children in Cijeruk, Bogor. This study was cross-sectional conducted on students grade 4-5 from 16 primary schools in the suburban area of the Cijeruk district. Total 500 students were selected for this research. Data analysis was carried out using Microsoft Excel 2013 and Statistical Program for Sosial Science (SPSS) version 26 for windows. The univariate results show that subjects with anemia have low levels of carbohydrate, protein, fat, vitamin A, vitamin B12 and vitamin C. Bivariate results show that there is a significant positive correlation between hemoglobin level with energy adequay level (p 0.02), animal protein (p 0.00), consumption of animal protein food sources (p 0.02), intake of animal protein (p 0.00), level of iron consumption (p 0.04) and level of vitamin C consumption (p 0.03). Energy adequacy level, animal protein consumption, iron and vitamin C adequacy level correlated with hemoglobin level in elementary school children. Keywords: Anemia, hemoglobin, nutritional intake, school age children
Hubungan konsumsi emping melinjo (Gnetum gnemon L) Aceh terhadap kadar asam urat pada mencit (Mus musculus L) sakdiah sakdiah; Tjut Mariam Zanaria; Suryawati Suryawati; Zakiaturrahmi Zakiaturrahmi; Vinkan Dwika Rendra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.28008

Abstract

Abstrak. Berdasarkan survey World Heath Organization (WHO), penduduk yang mengalami penyakit asam urat terbesar di dunia adalah Indonesia. Dari survey tersebut menunjukkan bahwa penyakit asam urat yang terjadi pada pria yang berusia 34 tahun sebanyak 35%. Asam urat merupakan hasil akhir proses metabolisme purin yang diproduksi oleh tubuh secara alami. Ketika kadar asam urat melebihi kadar normal yaitu7 mg/dl pada laki-laki dan 6 mg/dl pada perempuan, maka keadaan ini disebut hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi emping melinjo (Gnetum gnemon L) Aceh terhadap peningkatan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus L). Penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Research dengan menggunakan design Pretest Posttest With Control Group. Pengelompokkan dilakukan berdasarkan rancangan acak sederhana (simple random sampling) dengan menggunakan hewan coba berupa mencit (Mus musculus L) jantan dengan berat badan berkisar 20-45 gram yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Hasil uji statistik menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) one way menunjukkan P-value = 0,000 dan nilai signifikasinya ( p0,05 ) yang berarti bahwa terjadi peningkatan kadar asam urat darah yang bermakna antar kelompok perlakuan, sehingga dilanjutkan dengan uji Post Hoc metode Duncan dan didapatkan nilai p0,05. Kesimpulan pada penelitian ini, terjadinya peningkatan kadar asam urat darah pada mencit setelah mengkonsumsi emping melinjo dan adanya perbedaan peningkatan kadar asam urat darah setiap pemberian dosis emping melinjo. Kata kunci: Asam urat, emping melinjo, hiperurisemia, mencit Abstract. Based on a survey by the World Health Organization (WHO), Indonesia is the population with the largest gout disease in the world. The survey showed that gout occurred in men aged 34 years as much as 35%. Gout disease is the result of the end process of purine metabolism which is naturally produced by the body. When blood uric acid levels exceed normal levels, namely 7 mg/dl for men and 6 mg/dl, this condition is called hyperuricemia. This study aims to determine the relationship between the consumption of Aceh's emping melinjo (Gnetum gnemon L) to the increase in gout disease levels in mice (Mus musculus L). The research is a True Experimental  Research using Pretest Posttest With Control Group design. The grouping was done based on simple random sampling using experimental animals in the form of male mice (Mus musculus L) with bodyweight ranging from 20-45 grams which were divided into 4 treatment groups. The results of the statistical test using the one-way analysis of variance (ANOVA) test showed P-value = 0.000 and the significance value (p0.05) which means that there was a significant increase in blood uric acid levels between the treatment groups, so it was continued with the Post Hoc test. Duncan's method obtained a p value 0.05. The conclusion in this study was that there was an increase in blood uric acid levels in mice after consuming Aceh's emping melinjo and there were differences in the increase in blood uric acid levels for each dose of emping melinjo.Key Words: Emping melinjo, Gout Disease, , Hiperurisemia, Mice
Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2 Fifi Nurliza Aini Tibar; Intanri Kurniati; Selvi Rahmawati; Agustyas Tjiptaningrum
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.25651

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) awalnya merupakan wabah virus terbaru yang muncul pada akhir tahun 2019 di provinsi Hubei, China. Awalnya virus ini menyebar ke seluruh China dan dalam waktu cepat kemudian menyebar ke seluruh dunia. Virus penyebab penyakit COVID-19 ini menyebabkan masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia, menyelidiki karakteristik SARS-CoV-2 dan memahami interaksinya dengan respon imun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana patogen menyebabkan penyakit pada beberapa individu dan dapat menjadi langkah penting dalam bidang pengobatan. Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2 dimulai saat virus memasuki sel inang dan melakukan invasi. Respon imun innate sebagai pertahanan awal akan menghasilkan produksi IFN-I, IFN-III, dan kemokin yang akan menarik sel imunitas bawaan seperti sel leukosit polimorfonuklear, monosit, sel Natural Killer (NK), dan sel dendritik (DC) untuk melawan virus ini. Sel-sel ini juga menghasilkan kemokin seperti MIG, IP-10, dan MCP-1 yang akan merekrut limfosit, dimana pada gilirannya akan mengenali antigen virus yang disajikan oleh DC. Hal inilah yang menstimulus terbentuknya respon imun adaptif, respon yang lebih spesifik dalam perlawanan terhadap SARS-CoV-2.
Korelasi suplementasi nutrisi terhadap ibu hamil kurang energi kronis untuk pencegahan kejadian stunting Salmon Charles Siahaan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 23, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v23i1.25446

Abstract

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia 2021, diketahui prevalensi stunting nasional terjadi penurunan hingga 1,6% per tahun, dimana tahun 2019 sebesar 27.7% menjadi 24,4% di tahun 2021. Hampir sebagian besar dari 34 provinsi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih ada 5 provinsi yang menunjukkan peningkatan. Stunting merupakan masalah gizi kronik akibat sosioekonomi, kondizi gizi ibu hamil, morbiditas bayi dan rendahnya asupan gizi. Masalah stunting berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif sehingga menjadi tidak optimal. Penelitian ini difokuskan pada korelasi multifaktorial pada ibu hamil KEK untuk pencegahan Stunting. Bertujuan untuk menganalisis hubungan multifaktorial ibu hamil KEK dengan berat badan bayi lahir. Penelitian uji eksperimental pre dan post test dengan randomnisasi pada kelompok ibu hamil KEK pada kecamatan Made Surabaya. Hasil: Berat badan (P = 0,001); LILA (P 0,0001); Hb (P = 0,014); Albumin (P = 0,791); Serum Besi (P = 0,298); TIBC (P = 0,287). Pada penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara berat badan ibu hamil KEK dengan berat badan bayi lahir, kemudian adanya hubungan LILA ibu hamil KEK dengan berat badan bayi lahir, serta hubungan Hemoglobin dengan berat badan bayi lahir yang bermakna

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue