cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Gangguan Penghidu Pada Penderita COVID-19 Teuku Husni T.R; Gilbran Ayyubi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21202

Abstract

Abstrak. Sebagian besar pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 menunjukkan gejala-gejala pada sistem pernapasan seperti demam, batuk, bersin, dan sesak napas. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa terjadi penurunan kemampuan penciuman pada pasien yang dinyatakan positif COVID‐19. Anosmia postviral adalah penyebab paling umum dari gangguan penghidu. Cedera pada epitel olfaktorius adalah mekanisme yang diidentifikasi sebagai penyebab paling mungkin dari gangguan penghidu yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang dapat diperburuk oleh kerusakan sistem saraf pusat. Metode yang dianjurkan untuk deteksi virus adalah amplifikasi asam nukleat dengan  real-time reversetranscription polymerase chain reaction (rRT-PCR). Beberapa teknik dan alat tersedia untuk mengeksplorasi kapasitas penciuman seperti visual analog scale dan teknik psikofisik, neurofisiologis, dan neuroimaging. Pelatihan penciuman muncul sebagai strategi pengobatan utama hilangnya penciuman akibat infeksi virus. Terapi lain termasuk natrium sitrat intranasal, vitamin A intranasal, dan omega-3 sistemik.Abstract. Most of the patients infected with SARS-CoV-2 show respiratory symptoms such as fever, cough, sneezing, and shortness of breath. Several studies revealed there is a decrease in the ability to smell in patients who test positive for COVID-19. Postviral anosmia is the most common cause of olfactory disorder.  Injury to the olfactory epithelium is the mechanism identified as the most likely cause of olfactory disorders caused by SARS-CoV-2, which can be aggravated by damage to the central nervous system. The recommended method for virus detection is nucleic acid amplification with real-time reversetranscription polymerase chain reaction (rRT-PCR). Several techniques and tools are available to explore olfactory capacity such as visual analog scale and psychophysical, neurophysiological, and neuroimaging techniques. Olfactory training has emerged as the main treatment strategy for loss of smell due to viral infections. Other medications include intranasal sodium citrate, intranasal vitamin A, and systemic omega-3.
Hemoglobin dan Adekuasi Berkorelasi dengan Kualitas Hidup dan Kinerja Jantung Pada Pasien Hemodialisis Hardi Yanis; Abdullah Abdullah; Desi Salwani; Muhammad Diah; Muhsin Muhsin; Maimun Syukri
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.24769

Abstract

Pendahuluan. Penyait Ginjal Stadium Akhir (end stage renal disease, ESRD) merupakan stadium Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang memerlukan terapi pengganti ginjal termasuk hemodialisis (HD). Indikator keberhasilan HD termasuk kinerja jantung dan kualitas hidup pasien diyakini tergantung pada indikator proses yang meliputi kecukupan (adekuasi) HD, kejadian anemia serta malfungsi akses vaskular dan infeksi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara indikator proses dan indikator hasil pasien HD. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort yang melibatkan 350 pasien dari 5 unit HD di Provinsi Aceh. Data diperoleh dari rekam medis pasien, sedangkan kualitas hidup pasien HD dinilai dengan kuesioner Kidney Disease Quality of Life (KDQoL). Kinerja jantung dinilai dengan menggunakan ekokardiografi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hemoglobin (Hb) dan adekuasi HD dengan fraksi ejeksi pasien yang menjalani HD. Selain itu, penelitian ini juga menemukan hubungan positif yang signifikan antara Hb dan adekuasi dengan kualitas hidup pasien HD, terutama fungsi fisik dan kesejahteraan emosional. Kesimpulan. Adanya korelasi positif antara Hb dan adekuasi HD dengan kinerja jantung dan kualitas hidup menunjukkan pentingnya indikator proses dalam meningkatkan kualitas pelayanan HD serta pasien HD.
Efek inhibisi ekstrak buah mangrove Sonneratia alba terhadap ekspresi tumor growth factor-beta 1 pada aorta abdominal tikus yang diinduksi aterosklerosis Huriatul Masdar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23397

Abstract

Various studies have proven the antioxidant content of Sonneratia alba fruit. Antioxidants are known to play an important role in inhibiting the formation of fibrotic tissue and atheromatous plaques in atherosclerosis, in which TGF- β1 expression plays an important role in the fibrosis process of atherosclerosis. This study aimed to examine the effect of Sonneratia alba mangrove fruit extract on the expression of TGF- β1 in atherosclerosis-induced rat aorta. A total of 18 male rats, aged 6-8 weeks with a body weight of 180-250 grams were used in this study, divided into the standard (S), positive control (P) and treatment group (T). Groups P and T were induced atherosclerosis in initiation phase by giving a high-fat diet 20 grams per day for three days. Group T was given Sonneratia alba mangrove fruit extract at a dose 500 mg/kg b.w/day for three days orally. TGF- β1 expression in rat abdominal aorta was assessed by immunohistochemical techniques and microscopic imaging was performed in fields of view. The percentage of area expressing TGF- β1 was assessed using ImageJ software. The results showed the average percentage of TGF- β1 expression in group P (17,3%) was higher than in group T (12,2%) and S (8,9%). Statistical analysis using One Way Anova test showed a significant difference between groups (p=0,000). Further analysis using Bonferroni test showed a significant difference in groups P and T (p=0,022), T and S (p=0,023) and Pand S (p=0,000). In conclusion, Sonneratia alba mengrove fruit extract was able to inhibit TGF- β1 expression in atherosclerosis-induced rat aorta in initiation phase.
Penentuan kriteria derajat luka dalam visum et repertum dan analisis medikolegal pada korban kecelakaan lalu lintas Satria Perwira
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23463

Abstract

Background: A traffic accident is an unexpected and unintentional event involving a vehicle with or without other road users which causes human victims to suffer minor injuries, moderate injuries, and serious injuries.Case Presentation: A letter has been received for a request for Visum et Repertum (VeR) Luka from the Surabaya Police with a statement that the person is suspected to have suffered traffic accident injuries on Jalan Raya Medokan Sawah on September 21, 2021 at 10.00 WIB. General examination, wounds and support were carried out. The results of the examination and the conclusion of the degree of injury are then written into a VeR.Conclusion: VeR serves as legal evidence, as evidence for the detention of suspects, and as material for judge's consideration. The application of the degree of injury in the writing of the conclusion of the VeR does not mention the degree of injury, but the impact is stated as formulated in the criminal provisions in the Criminal Code or other laws. 
Cakupan Imunisasi Dasar Bayi Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 di Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Mardhatillah Mukhtar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23096

Abstract

Imunisasi merupakan suatu upaya mengendalikan penyakit dengan cara pemberian vaksin sebagai intervensi kesehatan yang paling hemat biaya. Munculnya pandemi COVID-19 telah mempengaruhi sistem pelayanan kesehatan. Penetapan program pencegahan dan penanggulangan COVID-19 memiliki pengaruh terhadap jadwal dan tatacara pelayanan imunisasi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui cakupan imunisasi dasar bayi sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif menggunakan data retrospektif. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 101 dari laporan bulanan hasil imunisasi bayi lahir Januari 2019 dan Januari 2020 di Kecamatan Kota Juang Bireuen dengan metode total sampling. Kemudian data dianalisis dengan analisis data univariat. Dari penelitian ini diperoleh bahwa jumlah bayi lahir Januari 2019 yaitu 38 bayi dan Januari 2020 yaitu 60 bayi yang didominasi oleh jenis kelamin laki-laki. Setiap desa memiliki pelayanan posyandu (100%). Cakupan imunisasi bayi lahir Januari 2019: HB 0, BCG, dan Polio 1 (89,5%); DPT-HB-Hib 1, 2, 3, dan Polio 2, 3, 4 (86,8%); IPV (52,6%); MR (63,2%); dan imunisasi dasar lengkap (39,5%). Cakupan imunisasi bayi lahir Januari 2020: HB 0 (96,7%);  BCG (83,3%); Polio 1 (85,0%); DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2 (80,0%); DPT-HB-Hib 2 (71,7%); Polio 3 (68,3%); DPT-HB-Hib 3 dan Polio 4 (56,7%); IPV (23,3%); MR (28,3%); dan imunisasi dasar lengkap (18,3%). Hal di atas menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar bayi sebelum pandemi COVID-19 adalah 39,5% dan saat pandemi COVID-19 adalah 18,3%. Penurunan cakupan imunisasi dasar bayi didapatkan 21,2%.Kata kunci: Imunisasi Dasar Bayi, Pandemi COVID-19
Osteogenesis imperfecta and bisphosphonate Panji Sananta; Alva Pribadi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21261

Abstract

Osteogenesis Imperfecta (OI) is defined as genetic disorders presented by various clinical presentations, such as bone deformities, abnormalities in dental structure, deafness, blue sclera, growth retardation, and ligament laxity. Most OI patients have a mutation in collagen type I alpha chains genes, COL1A1 and COL1A2. All those genes are expressed in osteoblasts and mostly responsible for the direct metabolism of collagen type I. Bisphosphonates (BPs), as potent antiresorptive agents, inhibit bone resorption through direct actions in the osteoclasts. They cut the excessive turnover rate and prevent bone tissue loss. The selection of BP regimens for OI patients is still a significant obstacle due to the lack of standardization of therapy and the lack of published evidence to determine the most appropriate type for different OI patients. The current use of BP and its benefit in OI are discussed in this review.
Gambaran Lingkungan Rumah dan Perilaku Orang Tua dalam Pencegahan Alergi Pernapasan pada Anak di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Batipuh I Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Rahmatul - Husna
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.24868

Abstract

Kondisi lingkungan rumah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan alergi pernapasan pada anak. Agen pencetus alergi dapat ditemukan di berbagai sudut ruangan di dalam rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lingkungan rumah anak dengan alergi pernapasan dan bagaimana orang tua meminimalkan faktor pencetus alergi di lingkungan rumah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Batipuh I Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada bulan Oktober 2020 hingga Maret 2021. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner kondisi lingkungan rumah dan perilaku orang tua dalam pencegahan alergi pernapasan pada anak. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 45 responden. Hasil penelitian ini didapatkan kondisi lingkungan rumah anak dengan alergi pernapasan berada pada kategori baik (44,4%), cukup (46,7%), dan kurang (8,9%). Perilaku orang tua dalam pencegahan alergi pernapasan pada anak berada pada kategori baik (80%) dan cukup (20%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, masih banyak ditemukan kondisi lingkungan rumah yang kurang mendukung dan pengendalian lingkungan rumah yang kurang maksimal, sehingga orang tua diharapkan lebih mampu menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat bagi anak.
Hubungan Kualitas Penggunaan Antibiotik dengan Luaran Klinis Pasien Bakteremia yang Disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Endah Widyastuti1; Zinatul Hayati; Nurjannah Nurjannah; Mudatsir Mudatsir; Irwan Saputra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.25400

Abstract

AbstrakPenggunaan antibiotik yang tidak rasional akan berisiko pada kegagalan terapi atau resistensi bakteri terutama pada pasien infeksi yang dirawat inap di rumah sakit. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik dan hubungannya terhadap luaran klinis pasien bakteremia yang disebabkan oleh Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Jenis penelitian ini adalah  analitik menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medik pasien yang dirawat inap di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Januari hingga Desember 2020. Kriteria inklusi yang digunakan adalah pasien dengan hasil kultur darah MRSA. Kualitas penggunaan antibiotik dievaluasi menggunakan metode Gyssens. Luaran klinis diambil dari catatan rekam medis dengan parameter kondisi klinis meninggal atau sembuh. Analisis data untuk karakteristik pasien dan rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan secara deskriptif, sedangkan untuk melihat hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran klinis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA di RSUD Dr. Zainoel Abidin berdasarkan jenis kelamin adalah jumlah pasien perempuan (52,6%) hampir sama dengan jumlah laki-laki (47,4%) dan berdasarkan usia ditemukan rata-rata pasien berada pada usia 52 tahun. Penggunaan antibiotik pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA yang masuk kategori 0 (rasional) sebanyak 35,1% dan irrasional sebanyak 64,29% (kategori I-V). Luaran klinis pasien bakteremia ysng disebabkan oleh MRSA diperoleh angka mortalitas yang cukup tinggi yaitu sebanyak 38,9% pasien meninggal, sementara yang sembuh sebesar 61,1%. Hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,024 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas penggunaan antibiotik dengan luaran hasil klinis pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian antibiotik yang tidak tepat pada pasien bakteremia yang disebabkan oleh MRSA akan menyebabkan kegagalan terapi yang berujung pada kematian.Kata Kunci: Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), luaran klinis, rasionalitas, Gyssens. 
Perbandingan Stabilitas Emosi dan Religiusitas Siswa-Siswi SMP Pondok Pesantren dengan Siswa-Siswi SMP Umum di Kota Banda Aceh Irhamni Rahmatillah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21154

Abstract

Stabilitas emosi adalah kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengontrol emosinya dengan tidak menunjukkan reaksi emosi yang berlebihan ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan. Salah satu faktor yang berperan dalam mempengaruhi stabilitas emosi seseorang adalah lingkungan sekolah, dikarenakan siswa lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Lingkungan sekolah dapat berupa lingkungan sekolah pondok pesantren yang lebih menekankan kepada penanaman nilai-nilai religiusitas dan lingkungan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan stabilitas emosi dan religiusitas siswasiswi SMP pondok pesantren dengan siswa-siswi SMP umum. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 100 responden menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisis penelitian dengan uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara stabilitas emosi siswa-siswi SMP pondok pesantren dengan siswa-siswi SMP umum (p = 0,871). Hasil analisis perbedaan religiusitas dijumpai perbedaan yang signifikan antara religiusitas siswa-siswi SMP pondok pesantren dengan siswa-siswi SMP umum (p = 0,001).
Leptospirosis presenting with acute renal failure, thrombocytopenia, and hyperbilirubinemia Esravila Ariya Wibisono; Yuscha Anindya
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23286

Abstract

Leptospirosis is a spirochaetal zoonotic disease associated with a broad spectrum of clinical manifestations from asymptomatic to multi-organ failure and death. Acute liver and renal involvement in severe forms of leptospirosis is known as Weil’s disease. Gold-standard serology test results may delay treatment and can cause rapid clinical deterioration. We present a patient with severe leptospirosis that was treated with empiric treatment without confirming the gold-standard confirmatory serology tests.

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue