cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Tatalaksana katarak kongenital dengan sangkaan Congenital Rubella Syndrome Eva Imelda; Putri Hermaya
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23180

Abstract

Pendahuluan : Katarak kongenital merupakan  kelainan dimana terjadi kekeruhana pada lensa mata yang terdeteksi sejak lahir. Saat ini katarak kongenital masih menjadi penyebab kebutaan utama pada anak di dunia. Prevalensi 1-15 kasus dalam 10.000 anak, 1-3 kasus dalam 10.000 kelahiran di negara berkembang dan 1.7 – 14.7 kasus dalam 10.000 anak di Asia. Tujuan tatalaksana yaitu membersihkan katarak secepat mungkin untuk mencegah taerjadinya ambliopia.Tujuan : Untuk melaporkan tatalaksana kasus katarak kongenital dengan penyulit Congenital Rubella Syndrome (CRS).Deskripsi Kasus : Seorang anak perempuan uisa 11 tahun dibawa berobat ke poliklinik Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus RS Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan keluhan utama terdapat bintik putih pada kedua mata sejak lahir. Pasien di diagnosa katarak kongenital dan dilakukan pembedahan yang meliputi aspirasi irigasi, kapsulotomi posterior primer dan vitrektomi anterior dalam pembiusan umum.Kesimpulan : Tujuan tatalaksana kasus katarak kongenital adalah mencegah ambliopia dengan membersihkan katarak sesegera mungkin sehingga prognosis penglihatan lebih baik. Pemilihan tehnik operasi dan rehabilitasi optik merupakan hal penting untuk mencapai fungsi visual yang baik.
Efektivitas gel ekstrak jahe gajah (Zingiber officinale var rosc) terhadap kecepatan kesembuhan luka abrasi pada tikus putih (Rattus novergicus) jantan strain wistar erwien isparnadi; Fatah Jati Pamungkas; Diah Hermayanti; yoyok Subagio
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23540

Abstract

Abstract. Background: Abrasion wound is the release of the skin surface caused by friction with rough surface, ginger anti-inflammatory compound so that it can accelerate the healing of abrasion wounds. Objective: the effectiveness of healing abrasion wounds with gel application of ginger extract (Zingiber Officlinale Var Rosc) on white rats (Rattus norvegicus). Method:  True experimental with post test only control group design. The study was conducted for 7 days with samples divided into 4 groups, P1 (NaCl 0.9%), P2 (Gel 0%), P3 (Ginger Gel 8%), P4 (Ginger Gel 12%). Application of extract gel was done on days 1, 3 and 5. Wound area observed on day 7. Data analyzed using the One Way ANOVA test. Results: The results showed abrasion wound area day 7 at P1 = 1.47 cm2, P2 = 0.58 cm2, P3 = 0.31 cm2, P4 = 0 cm2, healing speed P1 = 4.9% / day, P2 = 10.6% / day, P3 = 12.31% / day, P4 = 14.2% / day. One way ANOVA test results showed a significant effect (p 0.05). Conclusion: Elephant ginger extract extract (Zingiber officinale var rosc) can accelerate healing of abrasion wounds in white rats (Rattus norvegicus).
Hubungan ketersedian alat pelindung diri dengan tingkat kepuasan tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19 di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli tazqia Farsya
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21627

Abstract

Abstrak. Corona Virus Disease-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Berdasarkan data World Health Organization, pada tanggal 13 April 2020, lebih dari 1,7 juta orang di dunia telah terinfeksi COVID-19. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, menyebabkan banyak fasilitas kesehatan mengalami kekurangan APD, sehingga banyak tenaga kesehatan tidak puas dengan ketersediaan APD selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketersediaan APD dengan kepuasan tenaga kesehatan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi gamma. Hasil penelitian menunjukkan 49 responden (48.0%) tidak puas dengan ketersediaan APD, 23 responden (22.5%) puas dengan ketersediaan APD, 30 responden (29.4%) sangat puas dengan ketersediaan APD. Hasil uji statistik menunjukkan p value adalah 0,000 (p value 0,05) dan nilai koefisien korelasi (G=0,566) hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara ketersediaan APD dengan kepuasan tenaga kesehatan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli selama pandemi COVID-19.Kata kunci: COVID-19, Alat Pelindung Diri, Kepuasan, Tenaga KesehatanAbstract. Corona Virus Disease-19 is a disease caused by SARS-CoV-2. Based on data from World Health Organization, as of April 13, 2020, more than 1.7 million people in the world have been infected with COVID-1. COVID-19 pandemic has caused many health facilities to experience a shortage of PPE (Personal Protective Equipment), therefore many health workers are not satisfied with the availability of PPE. The purpose of this study was to determine the relationship between the availability of PPE on the satisfaction of health workers at the Tgk Chik Ditiro Sigli Regional Hospital during the COVID-19 pandemic. This study was an observational analytic study with a cross sectional design. The statistical analysis used was the Gamma correlation test. The results showed that 49 respondents (48.0%) were not satisfied, 23 respondents (22.5%) were satisfied, 30 respondents (29.4%) were very satisfied with the availability of PPE.  The results of statistical tests showed the p value was 0.000 (p value 0.05) and the correlation coefficient value (G = 0.566), this indicates that there is a relationship between the availability of PPE and the satisfaction of health workers at Tgk Chik Ditiro Sigli Regional Hospital during the COVID-19 pandemic.keywords : COVID-19, Personal Protective Equipment, satisfied, health workers
Mekanisme resistensi antibiotik pada pengobatan Gonore Miranda Ashar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.20819

Abstract

Gonore merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae. Penyakit dapat menimbulkan komplikasi berupa pelvic inflammatory disease pada perempuan atau epididimitis pada laki–laki yang dapat menyebabkan infertilitas. Gonore dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik. Namun, saat ini terdapat prevalensi tinggi dari strain Neisseria gonorrhoeae yang resistensi terhadap sebagian besar antibiotik seperti penisilin, sefalosporin, makrolida, dan fluorokuinolon. Oleh karena itu, mekanisme resistensi antibiotik pada pengobatan gonore dan data resistensi lokal harus diketahui, sehingga pengobatan yang diberikan kepada pasien dapat efektif dan mencegah terjadinya komplikasi.
Pengaruh faktor usia dan kebiasaan merokok terhadap peningkatan kasus diabetes mellitus di puskesmas banyumulek kabupaten lombok barat Muh Iqbal
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21231

Abstract

Faktor usia dan kebiasaan merokok adalah faktor resiko terhadap berbagai penyakit salah satunya adalah Diabetes Mellitus (DM). Kebiasaan merokok telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertjuan untuk mempelajari pengaruh dari usia dan kebiasaan merokok terhadap peningkatan kasus DM khususnya di Puskesmas Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Dengan menggunakan metode croos sectional dan CMH, 52 responden dengan kategori usia di atas dan di bawah 40 tahun serta merekok dan tidak merokok. Hasil analisa mengunakan dengan croostab menunjukkan bahwa usia di atas 40 tahun lebih rentan terpapar DM (76 %). Diabetes Mellitus Type 2 (T2DM) dominan dalam penelitian ini. Nilai Odd Ratio (OR) dengan metode CMH dapat ditentukan dalam penelitian ini. Pola hidup dengan kebiasaan merokok memilki resiko 23 kali lipat terpapar DM jika dibadingkan dengan kodisi usia di atas 40 tahun. Self-management memiliki keterkaitan dengan pengurangan resiko DM.
Pengaruh Buah dan Sayur terhadap Kebugaran pada Lansia Anita Chandra Hidayat
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21750

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, penduduk lansia memiliki kerentanan kesehatan sehingga perlu mendapat perlindungan dan perhatian khusus. Menurut data hasil Susenas 2019, penduduk lanjut usia (lansia) di DKI Jakarta didominasi oleh kategori lansia muda (60 – 69 tahun) sebesar 71%. Kondisi kebugaran pada lansia adalah salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesehatan pada lansia. Untuk mencapai kesehatan salah satunya berperilaku hidup sehat dan mengkonsumsi gizi adekuat contohnya dengan mengkonsumsi buah dan sayur. Tujuan studi literatur ini mengetahui hubungan antara buah dan sayur terhadap kebugaran pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah systematic literature review, dengan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) dengan kata kunci lansia, sehat, buah dan sayur. Jurnal sampel yang diteliti sebanyak 5 jurnal. Hasil penelitian ini yaitu salah satu cara mempertahankan kebugaran pada lansia yaitu melakukan aktivitas fisik dan menjaga pola makan yang baik, salah satunya mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan antioksidan. Hal ini dikarenakan terdapat salah satu mekanisme yaitu dengan menghambat enzim oksidan dan mengurangi produksi sel reactive oxygen species.
Hubungan kelengkapan konsumsi fe dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di kota Banda Aceh Widia Zahra; Iflan Nauval; Tgk Puspa Dewi; Rajuddin Rajuddin; Marisa Marisa
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.25074

Abstract

Abstrak : Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi di dunia. Selama masa kehamilan, semua ibu hamil harus mengkonsumsi minimal 90 tablet Fe untuk mencegah terjadinya anemia selama masa kehamilan. Ibu hamil juga mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi untuk ibu dan janin karena status gizi yang baik akan menghindarkan terjadinya anemia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelengkapan konsumsi fe dan status gizi terhadap kejadian anemia di kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer berupa kuisioner dan data sekunder rekam medis buku KIA Puskesmas. Total sampel pada penelitian ini yaitu 87 orang yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi di Puskesmas Kopelma Darussalam, Puskesmas Lampaseh Kota dan Puskesmas Lampulo sejak 6 desember 2021 – 10 januari 2022. Pengolahan data menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan uji korelasi spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu hamil yang tidak anemia (62,1%) dan ibu hamil anemia (37,9%) sedangkan ibu hamil non KEK (86,2%) dan ibu hamil KEK (13,8%). Pada uji korelasi spearman didepatkan nilai p value 0,011 (p 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan dalam mengkonsumsi Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Banda Aceh dan didapatkan nilai p value 0,00 (p 0,05) artinya terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Banda Aceh. Kata kunci : Anemia, Status Gizi, Tablet Fe Abstract : Anemia is one of the most common health problems in the world. During pregnancy, all pregnant women must consume at least 90 Fe tablets to prevent anemia during pregnancy. Pregnant women also experience increased nutritional needs for mother and fetus because good nutritional status will prevent anemia in pregnant women. This study aims to determine the relationship between completeness of iron consumption and nutritional status on the incidence of anemia in the city of Banda Aceh. This study used an observational analytic method with a cross sectional approach, using primary data in the form of questionnaires and secondary data from medical records from the MCH Health Center book. The total sample in this study was 87 people who met the inclusion and exclusion criteria at the Kopelma Darussalam Health Center, Lampaseh City Health Center and Lampulo Health Center from 6 December 2021 to 10 January 2022. Data processing used univariate and bivariate analysis with the Spearman correlation test. The results of this study indicate that pregnant women who are not anemic (62.1%) and pregnant women are anemic (37.9%) while pregnant women are non- CED (86.2%) and pregnant women are CED (13.8%). In the Spearman correlation test, a p value of 0.011 (p 0.05) was found, meaning that there was a significant relationship between completeness in consuming Fe and the incidence of anemia in pregnant women in Banda Aceh City and a p value of 0.00 (p 0.05) was obtained. It means that there is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women in Banda Aceh City.Keywords : anemia, Fe tablets, nutritional status
Terapi plasma exchange pada krisis miastenik Yulia Trisna; Fanny Adhy Putri; Reno Bestari
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23336

Abstract

Krisis miastenik adalah perburukan gejala yang terjadi pada pasien miastenia gravis, ditandai dengan kondisi gagal nafas. Sebanyak 15-20 % pasien miastenia gravis mengalami krisis miastenik dalam kehidupannya. Mortalitas akibat krisis miastenik pada saat ini mulai menurun, salah satunya adalah karena peran terapi plasma exchange (PE). Terapi PE dapat menghilangkan substansi seperti antibodi yang bersifat patologis, kompleks imun, dan sitokin, dari plasma, kemudian diganti dengan cairan pengganti. Pada laporan ini, kami membahas kasus seorang perempuan 21 tahun yang telah menderita miastenia gravis tipe okular (sejak tahun 2016), masuk ke unit gawat darurat dengan diagnosis  krisis miastenik yang dipicu infeksi saluran nafas nafas atas.  Pasien dirawat di unit perawatan intensif dan mendapat dukungan ventilator mekanikal, kemudian dilakukan tindakan terapi plasma exchange dengan hasil perbaikan luaran klinis.
HUBUNGAN LAMANYA PAPARAN DEBU KAYU DENGAN KELUHAN PERNAFASAN PADA PEKERJA KAYU DI BANDA ACEH Zia Zia Ambiya
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.22866

Abstract

Menurut data dari Internasional Labour Organization (ILO) setiap tahun terdapat lebih dari 250 juta kasus penyakit akibat kerja bahkan 1,2 juta pekerja meninggal karena kecelakaan serta sakit di tempat kerja. Kasus PAK (Penyakit Akibat Kerja) tingkat dunia mencatat diatas 30% PAK adalah penyakit paru. Salah satu penyebabnya adalah debu kayu. Debu yang terhirup terus menerus mengakibatkan kerusakan paru serta fibrosis sehingga alveoli mengeras dan menurunkan elastisitasnya. Alhasil kapasitas untuk mengikat oksigen menjadi berkurang. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan lamanya paparan debu kayu dengan keluhan pernafasan pada pekerja kayu di Banda Aceh. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian yakni 40 orang yang diambil dengan total sampling. Uji statistik yang digunakan ialah uji Mann/Whitney. Hasil penelitian membuktikan jika terdapat hubungan yang signifikan antara lamanya paparan debu kayu dengan keluhan pernafasan (p0,05). Responden yang bekerja kurang dari 5 tahun 75% tidak mengalami keluhan pernafasan, dan responden yang bekerja lebih dari 5 tahun 88,9% memiliki keluhan pernafasan berat.
Hubungan kejadian drug related problems (DRPs) penggunaan valproat terhadap kontrol kejang pada pasien epilepsi anak di poli anak Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh vonna azizah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21939

Abstract

ABSTRAKEpilepsi adalah kondisi kejang berulang tanpa provokasi yang terjadi pada 2 kejadian kejang atau lebih. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada umur dewasa muda dan pertengahan, kemudian prevalensinya meningkat pada umur lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan kejadian Drug Related Problems (DRPs) penggunaan valproat terhadap kontrol kejang pada pasien epilepsi anak di Poliklinik Anak RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini berjenis observasional yang bersifat analitik dengan metode cross sectional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini dalah kuesioner Adherence to Medication and Clinic Appointments (AMCA) dan Kuesioner Hague Seizure Severity Scale (HASSS). Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus Lemeshow didapat jumlah sampel penelitian sebanyak 68 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa presentase paling besar terdapat dalam kelompok usia masa remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 29 pasien (42,6%) dan mayoritas pasien adalah perempuan yaitu sebanyak 36 pasien (52,9%), jumlah pasien yang mengalami kejang umum/general yaitu 44 pasien (64,7%) , Sodium Valproat merupakan obat yang paling banyak digunakan pada pasien epilepsi anak yaitu sebanyak 43 pasien (63,2%), piracetam merupakan oba tambahan paling banyak digunakan yaitu 26 pasien (38,2%). Kelompok durasi terapi paling banyak yaitu durasi terapi selama 4-7 tahun yaitu 33 pasien (48,5%)  dengan usia awitan paling tinggi pada kelompok usia awitan 4-7 tahun yaitu 30 pasien (44,1%). Terdapat 64 pasien (94,11%) yang mendapatkan dosis yang tepat. Berdasarkan evaluasi kepatuhan pengobatan yang ditanyakan kepada orang tua atau wali pasien, 56 pasien (82,3%) patuh dalam menjalani pengobatan anaknya. Pasien yang mengalami kejang lebih dari 1 kali selama 3 bulan terakhir sebanyak 35 pasien (51,5%). Berdasarkan evaluasi kuesioner HASS, pasien yang masuk kedalam kategori kejang yang parah sebanyak 38 pasien (55,8%). Terdapat hubungan ( p-value 0,029 0,05) antara kejadian Drug Related Poblems (DRPs) terhadap kontrol kejang pada pasien epilepsi Kata Kunci : Epilepsi anak, DRP, Kontrol Kejang, AMCA, HASSSABSTRACTEpilepsy is a condition of recurrent seizures without provocation that occurs in 2 or more seizure events. The prevalence of epilepsy in infants and children is quite high, decreasing in young and middle adulthood, then the prevalence increases in the elderly. This study aims to see the relationship between the Drug Related Problems (DRPs) use of valproate on seizure control in pediatric epilepsy patients at the Children's Polyclinic Hospital of dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. This research is an observational type of research which is analytic with cross sectional method. The measuring instruments used in this study were the Adherence to Medication and Clinic Appointment (AMCA) questionnaire and the Hague Seizure Severity Scale (HASSS) questionnaire. Determination of the number of samples using purposive sampling technique with the Lemeshow formula obtained a total sample of 68 people. The results of this study indicate that the largest presentation was in the adolescent age group (12-16 years) as many as 29 patients (42.6%), the incidence of epilepsy in pediatric occurred in female patients as many as 36 patients (52.9%). 44 patients (64.7%) experienced generalized seizure, sodium valproate was the most widely used drug in pediatric 43 patients (63.2%) and the most widely used additional drug was piracetam 26 patients (38.2%). The most therapy duration group was the duration of therapy for 4-7 years, namely 33 patients (48.5%) with the highest onset age in the onset age group of 4-7 years, namely 30 patients (44.1%). There were 64 patients (94.11%) who received the correct dose. Based on the treatment evaluation that was asked of the patient's parents or guardians, 56 patients (82,3%) were obedient in undergoing treatment for their children. There were 35 patients who had seizures more than once in the last 3 months (51.5%). Based on the evaluation of the HASS questionnaire, there were 38 patients (55,8%) who entered the severe seizure category. There was a relationship (p-value 0.029 0.05) between the incidence of Drug Related Poblems (DRPs) on seizure control in pediatric epilepsy patients.Keyword : Pediatric Epilepsy, DRP, Seizure Control, AMCA, HASSS

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue