cover
Contact Name
Rusdyi Habsyi
Contact Email
rusdy.habsy@gmail.com
Phone
+6281356476549
Journal Mail Official
jimatjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus STKIP Kie Raha kel. Sasa Kota ternate. Gedung D Lantai 1. Program Studi Pendidikan Matematika Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)
ISSN : -     EISSN : 27741729     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1729) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, JIMAT menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), JIMAT dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh JIMAT.
Articles 136 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Pada Materi Bilangan Awal, Yani
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1202

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi bilangan di sekolah menengah pertama masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya hasil belajar siswa, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan tanggung jawab belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi bilangan di kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan desain siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan melihat peningkatan nilai rata-rata, ketuntasan belajar klasikal, serta hasil observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 45,75% pada tes awal, menjadi 60,75% pada siklus I, dan mencapai 86,55% pada siklus II. Selain itu, aktivitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan seiring dengan optimalnya penerapan langkah-langkah model NHT. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah subjek penelitian yang relatif kecil dan ruang lingkup materi yang terbatas pada materi bilangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menerapkan model NHT pada materi matematika lain, melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, serta mengombinasikan NHT dengan pendekatan pembelajaran lain guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah HOTS Ulum, Asifaul; Zayyadi, Moh; Saleh, Hairus
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi Statistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pademawu pada tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS, dipilih tiga siswa sebagai subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS materi Statistika dan pedoman wawancara. Analisis kemampuan siswa didasarkan pada indikator pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah siswa masih tergolong rendah. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu cara dan memenuhi sebagian besar indikator pemecahan masalah. Siswa kategori sedang mampu menyelesaikan sebagian masalah namun masih mengalami kesalahan konsep dan kesulitan dalam mengaitkan data dengan konteks cerita. Sementara itu, siswa kategori rendah belum mampu memahami permasalahan dan tidak memenuhi indikator pemecahan masalah. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya pembelajaran matematika yang berorientasi pada soal HOTS dan proses berpikir siswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Pemahaman Konsep Bentuk Aljabar Siswa SMP Berdasarkan Teori Pirie-Kieren Ditinjau dari Jenis Kelamin Dewi, Mila Rusdiana; Zayyadi, Moh; Irawati, Sri
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1229

Abstract

Pemahaman konsep merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengaitkan konsep, prosedur, dan strategi penyelesaian masalah, khususnya pada materi bentuk aljabar yang bersifat abstrak. Rendahnya pemahaman konsep aljabar masih menjadi permasalahan di tingkat sekolah menengah pertama dan dipengaruhi oleh proses berpikir serta karakteristik individu, salah satunya jenis kelamin. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mampu menelusuri secara mendalam proses pemahaman konsep siswa berdasarkan tahapan perkembangan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep bentuk aljabar siswa SMP ditinjau dari jenis kelamin berdasarkan teori Pirie–Kieren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes pemahaman konsep dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis pemahaman konsep bentuk aljabar dan pedoman wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada lapisan pemahaman teori Pirie–Kieren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes awal kedua subjek berada pada lapisan Image Having dan hanya mampu memenuhi indikator menyatakan ulang konsep. Perbedaan proses berpikir terlihat ketika siswa menghadapi kesulitan, di mana siswa perempuan menunjukkan kecenderungan melakukan folding back sehingga pada tes ulang mengalami peningkatan pemahaman konsep. Sebaliknya, siswa laki-laki tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pembelajaran yang mendorong refleksi dan folding back serta perlunya strategi pembelajaran yang memperhatikan perbedaan proses berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan subjek dan materi yang lebih beragam serta mengkaji faktor lain yang memengaruhi pemahaman konsep berdasarkan teori Pirie–Kieren.
Analisis Commognitive Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Teorema Phytagoras Yuhanna, Anna; Zayyadi, Moh; Rohmahwati, Indah
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1230

Abstract

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir yang diperoleh, tetapi juga oleh proses berpikir dan cara siswa mengomunikasikan ide matematisnya. Analisis terhadap proses tersebut menjadi penting untuk memahami bagaimana siswa membangun makna, memilih strategi, serta merefleksikan langkah penyelesaian yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses commognitive siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas VIII-A SMPN 1 Pademawu yang dipilih berdasarkan variasi strategi penyelesaian masalah dan kemampuan komunikasi matematika. Instrumen penelitian berupa soal esai Teorema Pythagoras dan pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui hasil pekerjaan tertulis siswa dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis dengan mengacu pada tahapan penyelesaian masalah Polya dan komponen commognitive yang meliputi word use, visual mediator, narrative, dan routine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu melaksanakan seluruh tahapan penyelesaian masalah, mulai dari memahami masalah hingga melihat kembali hasil yang diperoleh, dengan memanfaatkan keempat komponen commognitive. Meskipun demikian, setiap subjek menunjukkan pola commognitive yang berbeda sesuai dengan strategi yang digunakan, yaitu substitusi langsung dengan rumus, penggunaan gambar atau sketsa visual, serta strategi coba-coba menggunakan triple Pythagoras. Perbedaan tersebut tampak pada dominasi komponen tertentu, seperti penggunaan simbol formal, mediator visual, maupun prosedur eksploratif. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran matematika perlu memberikan ruang bagi keberagaman strategi dan mendorong siswa untuk mengomunikasikan proses berpikirnya secara eksplisit, sehingga pengembangan kemampuan berpikir dan komunikasi matematika dapat berjalan secara seimbang.
Efektivitas Model Thinking Aloud Pair Problem Solving Berbantuan Powerpoint dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Aritmatika Sosial Iqklima, Berliana; Asyhar, Beni
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.927

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakngi oleh kurangnya pemahaman siswa, kurangnya minat belajar, dan kurangnya variasi media pembelajaran yang berdampak terhadap rendahnya hasil belajar matematika siswa. Pada materi aritmatika sosial, siswa sering mengalami kesulitan mengidentifikasi informasi dan menerjemahkan soal ke bentuk model matematika. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih berupa model pembelajaran langsung, yang masih berpusat pada guru dan terkesan kurang menarik. Sehingga dipilih model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving berbantuan powerpoint. Model TAPPS adalah model yang menekankan siswa untuk berpikir keras (maksudnya dimana siswa harus berpikir sampai menemukan solusi), dan kemudian siswa tersebut akan menjelaskan langkah penyelesainnya kepada pasangan diskusinya. Penerapan model ini dibantu dengan media powerpoint yang dapat menarik minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model TAPPS berbantuan powerpoint efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMPN 2 Kalidawir Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kunatitatif, dengan jenis penelitian quasi experiment dengan desain the nonequivalent posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMPN 2 Kalidawir Tulungagung. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data beruapa tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 72,48, sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ditolak dan diterima, dengan demikian model pembelajaran TAPPS berbantuan powerpoint terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMPN 2 Kalidawir Tulungagung. Disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengaplikasikan model pembelajaran yang serupa pada aspek non-kognitif siswa, namun dilakukan pada jenjang pendidikan yang berbeda dan menggunakan media pembelajaran inovatif lainnya selain powerpoint.
Inovasi Model Proyek Based Learning Berbasis Sains, Teknologi, Teknik, Dan Matematika Terhadap Penalaran Matematis Dan Motivasi Belajar Siswa SMA Tinamba, Safri; La Kalamu, La Yusran
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1070

Abstract

Penalaran matematis merupakan kesanggupan seseorang dalam menyusun bukti, memberi penjelasan dan mengambil sebuah kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan (TIKEP) menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan soal-soal evaluasi yang diberikan belum berorientasi untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematika. Hal ini mengakibatkan rendahnya kemampuan penalaran matematika siswa. Siswa kesulitan menganalisis informasi yang ada, cenderung menerima apa adanya informasi yang disampaikan maupun yang tertulis dalam buku, dan pasif dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari permasalahan yang diajukan guru. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan penalaran matematika siswa masih rendah diakibatkan karena kurangnya motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan penalaran matematis siswa kelas XI SMA Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan sebelum dan sesudah perlakuan model pembelajaran PjBL berbasis STEM; (2) mendeskripsikan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan sebelum dan sesudah perlakuan model Proyek Based Learning (PjBL) berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Pre-Experimental one-Group pretest-posttest design. Waktu penelitian ini dilakukan semester genap. Jumlah populasi penelitian ini adalah 86 siswa dan sampel dipilih 1 kelas dari 3 kelas secara acak diperoleh sebanyak 28 siswa. Instrument pengumpulan data terdiri atas instrument tes dan non test. Instrument test dalam bentuk uraian untuk mengukur kemampuan penalaran matematis. Sedangkan instrument non test merupakan angket motivasi belajar dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan penalaran matematis siswa secara signifikan sebelum dan sesudah perlakuan model pembelajaran PjBL berbasis STEM; (2) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa secara signifikan sebelum dan sesudah perlakuan model Proyek Based Learning (PjBL) berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Bagi peneliti lain, menjadikan hasil penelitian ini sebagai pedoman dan bahan pertimbangan dalam penelitian selanjutnya yang relevan.
Integrasi Etnomatematika Dalam Pembelajaran Problem-Based Learning Untuk Menumbuhkan Kreativitas Dan Cara Berpikir Kritis Siswa SMP Sapsuha, Lisdawati; Husein, Mutia B.Hi; Zulaeha, Ode
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1175

Abstract

Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika penting untuk menghadirkan konteks budaya lokal yang bermakna serta menumbuhkan kreativitas dan berpikir kritis siswa SMP. Dalam pembelajaran abad ke-21, model Problem-Based Learning (PBL) dinilai efektif karena melibatkan siswa dalam pemecahan masalah autentik yang relevan dengan realitas budaya mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi etnomatematika dalam PBL terhadap kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan subjek siswa kelas VIII SMP yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kreativitas dan berpikir kritis, observasi, serta wawancara, selama empat pertemuan pembelajaran PBL berbasis etnomatematika. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan paired t-test dan effect size, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam PBL secara signifikan meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Konteks budaya terbukti memperkuat proses kognitif dan afektif dalam pembelajaran matematika. Implikasinya, guru disarankan mengintegrasikan budaya lokal secara sistematis dalam PBL, dan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan perangkat etnomatematika-PBL yang lebih luas dan terstandar.
Upaya Penguatan Keterampilan Abad 21 Siswa SMP Dilingkungan Pembelajara Model Berdiferensiai Jufri, Yuliana; Rustam, Anona; Zulaeha, Ode
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1176

Abstract

Perkembangan teknologi dan kebutuhan global menuntut peserta didik memiliki keterampilan abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah menengah pertama masih cenderung bersifat seragam, belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar siswa (Tomlinson, 2017). Penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya penguatan keterampilan abad 21 melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada siswa SMP serta menganalisis dampak implementasinya terhadap kemampuan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 62 siswa kelas VIII dari dua sekolah negeri berbeda. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterampilan abad 21, angket persepsi siswa, serta rubrik penilaian proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, penilaian berbasis proyek, dan wawancara singkat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan nilai rata-rata untuk melihat perubahan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan keterampilan abad 21 secara signifikan, terutama pada aspek kolaborasi (Δ = 0.32) dan kreativitas (Δ = 0.28). Siswa dengan variasi gaya belajar yang sebelumnya memiliki capaian rendah menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman konsep. Temuan ini mendukung pandangan bahwa diferensiasi konten, proses, dan produk memungkinkan setiap siswa belajar sesuai kesiapan dan minatnya (Heacox & Cash, 2020). Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengintegrasikan strategi diferensiasi secara konsisten, memperkuat asesmen diagnostik, serta mengembangkan proyek berbasis masalah yang menstimulasi kompetensi abad 21. Implikasi bagi sekolah adalah perlunya pelatihan rutin terkait desain pembelajaran berdiferensiasi guna menumbuhkan budaya belajar adaptif yang relevan dengan tuntutan era modern.
Implementasi Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Deep Learning Untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa SMA Ode, Nur Trifitriani; Miraji, Fikri; Zulaeha, Ode
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1177

Abstract

Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif menjadi tuntutan utama pembelajaran matematika abad ke-21, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional yang kompleks. Namun, praktik pembelajaran di kelas masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang memberi ruang interaksi bermakna dan eksplorasi ide siswa. Penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model pembelajaran inovatif yang mampu menstimulasi kolaborasi, pemecahan masalah, serta elaborasi ide melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti deep learning. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis deep learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA pada materi matematika. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan subjek 68 siswa kelas XI yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen terdiri atas tes berpikir kritis, tes berpikir kreatif, lembar observasi aktivitas kolaboratif, serta log aktivitas pembelajaran berbantuan platform deep learning. Prosedur pengumpulan data mencakup pretest–posttest, observasi kelas, dan analisis jejak digital pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji ANCOVA dan analisis kualitatif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model kolaboratif berbasis deep learning mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Analisis kualitatif mengungkap bahwa visualisasi otomatis, rekomendasi pemecahan masalah, serta umpan balik adaptif dari sistem deep learning mendorong interaksi kolaboratif yang lebih kaya dan eksploratif. Implikasinya, integrasi deep learning dalam pembelajaran matematika direkomendasikan sebagai strategi pedagogis inovatif untuk memperkuat kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru perlu mendapatkan pelatihan tentang desain aktivitas kolaboratif digital, sementara sekolah perlu menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuanberpikir Kritis Matematika Siswa Sekolah Dasar Dalam Kurikulum Merdeka Zulaehe, Ode; Tutu, Aliya Meyani; Fabanyo, Apriyani
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1178

Abstract

Perubahan paradigma pembelajaran pada Kurikulum Merdeka menuntut adanya pendekatan yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan adalah kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika, mengingat siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan soal, tetapi juga memahami proses dan alasan di balik penyelesaian masalah. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan model pembelajaran yang mendorong kemandirian, analisis, dan pemecahan masalah secara autentik di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa sekolah dasar dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas 58 siswa kelas V dari dua sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data diperoleh melalui tes awal dan tes akhir, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan perhitungan N-Gain untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan model PBL mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih signifikan dibandingkan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang menuju tinggi, sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL efektif dalam mendukung tujuan Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kompetensi berpikir. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penerapan PBL sebagai alternatif model pembelajaran matematika di sekolah dasar. Guru disarankan mengintegrasikan masalah-masalah kontekstual dan memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan eksplorasi, diskusi, dan refleksi sebagai bagian dari proses berpikir kritis.