cover
Contact Name
Rusdyi Habsyi
Contact Email
rusdy.habsy@gmail.com
Phone
+6281356476549
Journal Mail Official
jimatjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus STKIP Kie Raha kel. Sasa Kota ternate. Gedung D Lantai 1. Program Studi Pendidikan Matematika Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)
ISSN : -     EISSN : 27741729     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1729) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, JIMAT menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), JIMAT dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh JIMAT.
Articles 114 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Pada Materi Bilangan Awal, Yani
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1202

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi bilangan di sekolah menengah pertama masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya hasil belajar siswa, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan tanggung jawab belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi bilangan di kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan desain siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan melihat peningkatan nilai rata-rata, ketuntasan belajar klasikal, serta hasil observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 45,75% pada tes awal, menjadi 60,75% pada siklus I, dan mencapai 86,55% pada siklus II. Selain itu, aktivitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan seiring dengan optimalnya penerapan langkah-langkah model NHT. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah subjek penelitian yang relatif kecil dan ruang lingkup materi yang terbatas pada materi bilangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menerapkan model NHT pada materi matematika lain, melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, serta mengombinasikan NHT dengan pendekatan pembelajaran lain guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah HOTS Ulum, Asifaul; Zayyadi, Moh; Saleh, Hairus
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi Statistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pademawu pada tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS, dipilih tiga siswa sebagai subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS materi Statistika dan pedoman wawancara. Analisis kemampuan siswa didasarkan pada indikator pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah siswa masih tergolong rendah. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu cara dan memenuhi sebagian besar indikator pemecahan masalah. Siswa kategori sedang mampu menyelesaikan sebagian masalah namun masih mengalami kesalahan konsep dan kesulitan dalam mengaitkan data dengan konteks cerita. Sementara itu, siswa kategori rendah belum mampu memahami permasalahan dan tidak memenuhi indikator pemecahan masalah. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya pembelajaran matematika yang berorientasi pada soal HOTS dan proses berpikir siswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Pemahaman Konsep Bentuk Aljabar Siswa SMP Berdasarkan Teori Pirie-Kieren Ditinjau dari Jenis Kelamin Dewi, Mila Rusdiana; Zayyadi, Moh; Irawati, Sri
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1229

Abstract

Pemahaman konsep merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengaitkan konsep, prosedur, dan strategi penyelesaian masalah, khususnya pada materi bentuk aljabar yang bersifat abstrak. Rendahnya pemahaman konsep aljabar masih menjadi permasalahan di tingkat sekolah menengah pertama dan dipengaruhi oleh proses berpikir serta karakteristik individu, salah satunya jenis kelamin. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mampu menelusuri secara mendalam proses pemahaman konsep siswa berdasarkan tahapan perkembangan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep bentuk aljabar siswa SMP ditinjau dari jenis kelamin berdasarkan teori Pirie–Kieren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes pemahaman konsep dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis pemahaman konsep bentuk aljabar dan pedoman wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada lapisan pemahaman teori Pirie–Kieren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes awal kedua subjek berada pada lapisan Image Having dan hanya mampu memenuhi indikator menyatakan ulang konsep. Perbedaan proses berpikir terlihat ketika siswa menghadapi kesulitan, di mana siswa perempuan menunjukkan kecenderungan melakukan folding back sehingga pada tes ulang mengalami peningkatan pemahaman konsep. Sebaliknya, siswa laki-laki tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pembelajaran yang mendorong refleksi dan folding back serta perlunya strategi pembelajaran yang memperhatikan perbedaan proses berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan subjek dan materi yang lebih beragam serta mengkaji faktor lain yang memengaruhi pemahaman konsep berdasarkan teori Pirie–Kieren.
Analisis Commognitive Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Teorema Phytagoras Yuhanna, Anna; Zayyadi, Moh; Rohmahwati, Indah
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1230

Abstract

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir yang diperoleh, tetapi juga oleh proses berpikir dan cara siswa mengomunikasikan ide matematisnya. Analisis terhadap proses tersebut menjadi penting untuk memahami bagaimana siswa membangun makna, memilih strategi, serta merefleksikan langkah penyelesaian yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses commognitive siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas VIII-A SMPN 1 Pademawu yang dipilih berdasarkan variasi strategi penyelesaian masalah dan kemampuan komunikasi matematika. Instrumen penelitian berupa soal esai Teorema Pythagoras dan pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui hasil pekerjaan tertulis siswa dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis dengan mengacu pada tahapan penyelesaian masalah Polya dan komponen commognitive yang meliputi word use, visual mediator, narrative, dan routine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu melaksanakan seluruh tahapan penyelesaian masalah, mulai dari memahami masalah hingga melihat kembali hasil yang diperoleh, dengan memanfaatkan keempat komponen commognitive. Meskipun demikian, setiap subjek menunjukkan pola commognitive yang berbeda sesuai dengan strategi yang digunakan, yaitu substitusi langsung dengan rumus, penggunaan gambar atau sketsa visual, serta strategi coba-coba menggunakan triple Pythagoras. Perbedaan tersebut tampak pada dominasi komponen tertentu, seperti penggunaan simbol formal, mediator visual, maupun prosedur eksploratif. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran matematika perlu memberikan ruang bagi keberagaman strategi dan mendorong siswa untuk mengomunikasikan proses berpikirnya secara eksplisit, sehingga pengembangan kemampuan berpikir dan komunikasi matematika dapat berjalan secara seimbang.

Page 12 of 12 | Total Record : 114