cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : https://doi.org/10.32528/agribest
Core Subject : Agriculture,
Agribest Journal, the national journal, provides a forum to study original articles, articles, and books from academics, analysts, practitioners, and those who are interested in providing literature on Agribusiness Studies in all aspects. Related scientific articles, Agricultural Counseling, Human Resource Development, Field Managers, Agricultural Researchers, Marketing Managers, Agricultural Policy, Marketing and Banking, Agribusiness Entrepreneurship.
Articles 34 Documents
Manajemen Risiko Agribisnis Kelapa Sawit di Indonesia: Systematic Literature Review Saleh Saleh; Yusmi Nur Wakhidati
Jurnal Agribest Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v10i1.4885

Abstract

Manajemen risiko merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan agribisnis kelapa sawit yang menghadapi berbagai ketidakpastian produksi, pendapatan, rantai pasok, serta risiko sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan, fokus kajian, metode analisis, temuan utama, serta kesenjangan penelitian dalam studi manajemen risiko agribisnis kelapa sawit di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 28 artikel ilmiah terpublikasi periode 2018–2025 yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian manajemen risiko berkembang dari pendekatan parsial berbasis risiko produksi menuju pendekatan yang lebih integratif berbasis rantai pasok. Risiko bersifat multidimensional dan saling terkait, namun penelitian yang ada masih didominasi pendekatan parsial, metode tunggal, dan belum terintegrasi lintas level. Kesenjangan penelitian diidentifikasi melalui perbandingan sistematis terhadap fokus, metode, dan level analisis. Berdasarkan hal tersebut, agenda penelitian ke depan diarahkan pada pengembangan model risiko terintegrasi, penggunaan multi-metode, serta integrasi aspek keberlanjutan.
Analisis Ekonomi Usahatani Padi di Kecamatan Kampar: Studi Komparatif Antara Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan Non-PHT Amalia Amalia; Hamdan Yasid; Khairunnas Khairunnas; Syartiwidya Syartiwidya; Tengku Harumut Rasyid
Jurnal Agribest Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v10i1.5097

Abstract

Konsep Integrated Pest Management (IPM) atau Pengendalian Hama Terpadu (PHT) diperkenalkan sebagai strategi pengendalian OPT yang menekankan prinsip pencegahan dan efisiensi penggunaan input sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja komparatif usahatani padi dengan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan non-PHT di Kecamatan Kampar, Provinsi Riau. Kajian difokuskan pada struktur biaya, penerimaan, dan keuntungan untuk menilai kelayakan ekonomi kedua sistem usahatani tersebut. Data dikumpulkan dari 100 petani padi yang terdiri atas 38 petani PHT dan 62 petani non-PHT melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi berbasis PHT menghasilkan penerimaan lebih tinggi (Rp 6.320.700/ha) dibandingkan non-PHT (Rp 3.362.580/ha). Keuntungan atas biaya total pada PHT sebesar Rp 2.844.115 dengan nilai R/C ratio 1,80, lebih tinggi dibandingkan non-PHT sebesar Rp 1.521.227 dengan nilai R/C ratio 1,52. Komponen biaya utama pada PHT adalah tenaga kerja luar keluarga (15,27%), sedangkan biaya non-tunai lebih besar karena penggunaan kompos dan pestisida nabati buatan sendiri. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PHT menurunkan penggunaan pestisida sintetis, meningkatkan efisiensi input, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, usahatani padi berbasis PHT lebih menguntungkan dan layak dikembangkan untuk pertanian berkelanjutan di Kecamatan Kampar.
Model Kelembagaan Tani Inklusif Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Petani Sawit Swadaya Di Kalimantan Tengah Pajar Hariadi; Asraeni Asraeni; Julitia Julitia; Rokhman Permadi
Jurnal Agribest Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v10i1.5141

Abstract

Kelembagaan pertanian memegang peranan penting sebagai wadah kolektif yang menjembatani kesenjangan struktural antara petani dan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi eksisting peran kelompok tani serta posisi tawar petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kelembagaan kelompok tani. Data penelitian dikumpulkan dari 200 responden petani sawit swadaya dan dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi saat ini, peran kelompok tani masih didominasi oleh fungsi administratif, sementara komunikasi dan koordinasi antaranggota belum berjalan secara optimal. Posisi tawar petani juga masih relatif lemah akibat tingginya ketergantungan terhadap tengkulak serta terbatasnya akses terhadap informasi harga. Hasil analisis struktural memperlihatkan bahwa kemampuan manajerial kelompok tani berpengaruh signifikan dalam meningkatkan peran kelompok tani (β = 0,510; p < 0,001). Selanjutnya, peran kelompok tani terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap posisi tawar petani (β = 0,464; p < 0,001). Sebaliknya, variabel lain seperti jumlah anggota, tingkat keaktifan, motivasi, dan luas lahan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model. Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajerial dan peningkatan aksi kolektif menjadi prasyarat penting agar kelompok tani mampu menjalankan peran yang lebih strategis dalam memperkuat posisi tawar petani sawit swadaya.
Implikasi Manajerial Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usahatani Jagung di Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri Vifi Nurul Choirina; Erlin Widya Fatmawati; Nur Ocvanny Amir; Ernawati Ernawati
Jurnal Agribest Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v10i1.5194

Abstract

Desa Parang di Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri dengan sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan jagung menjadi komoditas pilihan. Jagung yang ditanam ada dua varietas, yaitu jagung varietas Hibrida dan varietas Kristal. Masing-masing petani memiliki persepsi yang tidak sama tentang varietas jagung yang ditanam karena memiliki perbedaan seperti lamanya budidaya, harga jual dan hasil produksi. Permasalahan yang umum dihadapi dalam usahatani adalah mengalokasikan secara tepat faktor-faktor produksi terbatas supaya memaksimalkan pendapatan. Faktor produksi dapat diidentifikasi dari aspek banyaknya pada waktu yang tepat serta aspek efisiensi penggunaannya. Pengoptimalkan penggunaan faktor-faktor produksi (input) terdiri dari lahan, bibit, pupuk, pestisida, pemakaian tenaga kerja, dan manajemen usahatani akan menaikkan jumlah produksi dan pendapatan petani. Metode yang dipakai untuk melakukan analisis efisiensi penggunaan faktor produksi dengan analisis efisiensi alokatif. Kemudian dirumuskan implikasi manajerial baik prosedural maupun kebijakan. Hal ini bertujuan agar petani dapat melakukan manajemen usahatani dengan baik sehingga produksi dan pendapatannya meningkat. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi untuk usahatani jagung hibrida seperti benih, pestisida dan tenaga kerja belum efisien sehingga perlu penambahan dan untuk pupuk tidak efisien sehingga harus dikurangi karena penggunaannya terlalu banyak, sedangkan efisiensi alokatif faktor produksi untuk usahatani jagung kristal sama hasilnya jagung hibrida hanya saja ada satu faktor lain yaitu pestisida yang belum efisien sehingga perlu adanya penambahan jumlah penggunaannya. Implikasi prosedural yang dapat digunakan adalah tata cara pengalokasian faktor produksi yang harus disesuaikan lagi sehingga mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Sedangkan implikasi kebijakan mengikuti kebijakan dari Pemkab Kediri yang ada karena sejalan dengan penlitian ini.

Page 4 of 4 | Total Record : 34