cover
Contact Name
M. Gunawan Supiarmo
Contact Email
edupedikajurnal@gmail.com
Phone
+6285338677454
Journal Mail Official
edupedikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Graha Pelita Nusa Tenggara Perumahan LA Green Blok F No 8 Terong Tawah, Kab. Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EDUPEDIKA
Published by Pelita Nusa Tenggara
ISSN : -     EISSN : 28294319     DOI : -
Core Subject : Education,
Edupedika: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a scientific journal which is managed by Pelita Nusa Tenggara. Edupedika is published in Februari and September with several topic. 1. Teaching and learning design 2. Education technology 3. Educational psychology 4. Education Management 5. Education Evaluation 6. Life outside of school and non-formal education 7. Education on specific content 8. Educational Science
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026" : 5 Documents clear
INTEGRASI ICT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ABAD 21: KAJIAN LITERATUR Heriyanto; Andrianingsih, Vivi; Nurramdaniyah
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/edupedika.v5i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait integrasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam pembelajaran matematika abad 21. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana ICT berkontribusi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C) yang menjadi tuntutan utama di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai artikel penelitian, laporan, dan publikasi akademik dalam kurun waktu 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan ICT, baik dalam bentuk perangkat lunak pembelajaran, aplikasi interaktif, maupun platform digital, mampu meningkatkan motivasi belajar, memperluas akses sumber belajar, serta memperkaya strategi pembelajaran matematika. Selain itu, integrasi ICT terbukti mendorong pembelajaran yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Namun demikian, tantangan yang muncul mencakup kesiapan guru dalam menguasai teknologi, keterbatasan infrastruktur, serta perlunya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kajian ini merekomendasikan penguatan kompetensi digital guru, penyediaan sarana pendukung yang memadai, serta pengembangan model pembelajaran berbasis ICT yang berorientasi pada keterampilan abad 21.
Geometri pada Arsitektur Rumah Adat Sasak Ulya Ulhimami; Elsa Fazila; Siti Nurhaliza; Muhammad Turmuzi; Dita Oktavihari
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/edupedika.v5i1.222

Abstract

Rumah adat Bale Tani yang terletak di Desa Sade, Lombok Tengah, merupakan cerminan budaya Masyarakat Sasak yang kaya akan nilai-nilai tradisional dan filosofi kehidupan. Namun, potensi bangunan ini dalam konteks Pendidikan matematika, khususnya pada aspek geometri, masih belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk geometri yang terdapat dalam arsitektur rumah adat Bale Tani, menganalisis prinsip proporsi dan kesebangunan yang diterapkan, serta memahami makna simbolik dari unsur-unsur geometris dalam rumah adat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bale Tani memiliki berbagai unsur geometri baik dari segi struktur maupun simbolik. Pola kesebangunan, kesimetrian, dan proporsi tampak pada bentuk atap, susunan dinding, dan pola ornamen bangunan. Masyarakat Sasak menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara turun-temurun tanpa Pendidikan formal dalam matematika, melainkan melalui praktik budaya yang diwariskan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat Bale Tani memiliki potensi besar sebagai sumber belajar matematika kontekstual melalui pendekatan etnomatematika. Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar siswa serta mendorong warisana budaya secara edukatif.
Pengembangan LKPD Berbasis Alat Peraga Bernoulli Box untuk Mengenalkan Konsep Distribusi Bernoulli Izza Della Nur Rizki; Nabila Salsabila; Neina Suci Radhani; Putri Nur Erina Sukasna; Fanisha, Siti Nayla; Ratu Ilma Indra Putri; Novita Sari; Sukma, Yovika; Rahma Siska Utari
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/edupedika.v5i1.473

Abstract

Pembelajaran konsep distribusi Bernoulli masih dirasakan abstrak oleh mahasiswa sehingga diperlukan media konkret yang dapat menjembatani pemahaman antara teori dan pengalaman empiris. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Bernoulli Box berbantuan LKPD untuk mengenalkan konsep dasar Distribusi Bernoulli serta mengetahui validitas dan kepraktisan produk yang dikembangkan. Metode penelitian menggunakan Design Research tipe Development Studies yang meliputi preliminary phase dan prototyping phase melalui self-evaluation, expert review, one-to-one, dan small group. Subjek penelitian yaitu sembilan mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui walkthrough, lembar validasi, observasi, tes dalam LKPD, wawancara, dan angket kepraktisan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa Bernoulli Box dan LKPD memiliki validitas isi, konstruk, dan bahasa yang baik. Uji one-to-one dan small group menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengikuti aktivitas dalam LKPD secara mandiri dan memahami dua kemungkinan hasil percobaan Bernoulli dengan benar. Hasil angket kepraktisan memperoleh persentase 98,08% yang termasuk kategori sangat praktis. Dengan demikian, media dan LKPD yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk memperkuat pemahaman konsep Distribusi Bernoulli.
Etnomatematika Pada Alat Musik Tradisional Gendang Beleq Suku Sasak Zahratul Hijriati; Sabariah, Syaepul; Sely Armila; Vidya Safitri
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/edupedika.v5i1.640

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsep matematika yang berhubungan dengan Etnomatematika pada alat musik tradisional sasak yaitu,gendang beleq. Gendang beleq sangat terkenal di Pulau Lombok bahkan sering di gunakan dalam pertunjukkandan acara besar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancara pengrajin gendang beleq dan guru matematika, observasi langsung dan mencari artikel yang berkaitan dengan pembahasan pada penelitian ini di google scholar, publish or perish dan SINTA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah temuan konsep matematika yang terkait Etnomatematika padaalat musik tradisional sasak “gendang beleq” adalah terdiri dari Geometri Bidangdatar, Geometri bangun ruang, Ritme, Pola matematis (teori bilangan), Frekuensi dan Getaran (matematika fisika), serta Teori graf dan Jaringan.
Pengaruh Intensitas Belajar Kalkulus terhadap Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Matematika Lanjut Azhar, Syaiful; Jadid, Muhammad Fauzil; Andini, Putri
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/edupedika.v5i1.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh intensitas belajar kalkulus terhadap sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Matematika Lanjut. Intensitas belajar merupakan faktor penting yang diduga mampu membentuk persepsi, minat, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi mata kuliah dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Intensitas belajar merupakan faktor penting yang diduga mampu membentuk persepsi, minat, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi mata kuliah dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang telah menempuh mata kuliah kalkulus dan sedang atau telah mengambil mata kuliah Matematika Lanjut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kebiasaan belajar mahasiswa serta sikap yang ditunjukkan selama proses pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan intensitas belajar kalkulus yang baik cenderung menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap mata kuliah Matematika Lanjut, seperti meningkatnya kepercayaan diri, ketertarikan, dan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman belajar pada mata kuliah prasyarat berkontribusi dalam membentuk sikap akademik mahasiswa, sehingga pendidik diharapkan dapat mendorong kebiasaan belajar yang konsisten guna membantu mahasiswa menghadapi mata kuliah lanjutan dengan lebih optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5