cover
Contact Name
Hara Permana
Contact Email
coutionbbc@gmail.com
Phone
+62895363144631
Journal Mail Official
coutionbbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153, Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Coution : Journal of Counseling and Education
ISSN : -     EISSN : 27466787     DOI : 10.47453
Coution Journal is managed and published by the Islamic Education Counseling Guidance Study Program of the Tarbiyah Faculty of Islamic University Bunga Bangsa Cirebon. college student. The scope of scientific articles published in this journal is about counseling and education as well as those relating to the scientific study of counseling guidance. Coution Journal is published twice a year, in February and August.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2024): Coution" : 15 Documents clear
Implementasi Pendekatan REBT Untuk Mereduksi Perilaku Self Harm Ade Shofiatul Jannah; Muslimah Muslimah; Achmad Gozali
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor, bentuk, dampak self harm serta implementasi pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy untuk mereduksi perilaku self harm pada peserta didik kelas IX di SMP Telkom Sekar Kemuning Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan interview, observasi, dan dokumentasi, kemudian teknik analisis data bersifat deskriptif kualitatif menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan terdapat 2 subjek penelitian yang melakukan self harm, yang disebabkan oleh faktor disfungsional keluarga serta kurangnya kemampuan mengekspresikan emosi negatif. Bentuk self harm yang dilakukan diantaranya menyayat permukaan kulit, membenturkan kepala atau tangan ke tembok. Proses konseling dilakukan oleh guru BK untuk mereduksi perilaku self harm dengan langkah identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, evaluasi dan follow up. Setelah diberikan layanan konseling individu dengan pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy oleh guru BK, peserta didik mampu mengubah pola pikir serta mereduksi perilaku self harm subjek dan mengubahnya ke arah yang lebih positif.
Nilai-Nilai Bimbingan Dan Konseling Islam Dalam Tradisi Pernikahan Muhammad Hafidz Ilmi; Ramadhanita Mustika Sari
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1617

Abstract

Tradisi pernikahan masyarakat Suku Banjar biasanya berlangsung dengan proses yang panjang dan melibatkan banyak upacara. Meskipun demikian, tingkat pernikahan di masyarakat Banjar justru tergolong tinggi bahkan masuk dalam kategori tertinggi secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana tradisi pernikahan Suku Banjar masih dipraktekkan pada zaman sekarang dan untuk menganalisis nilai-nilai bimbingan dan konseling Islam yang terkandung dalam tradisi pernikahan yang masih berjalan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan ialah penelitian fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Sei Anyar Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong dengan mengambil dua informan kunci dan satu pasangan yang baru menikah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi yang dijalankan pada zaman sekarang tidak sebanyak tradisi pernikahan Suku Banjar zaman dahulu. Meskipun demikian, substansi dari tradisi pernikahan tersebut tetap ada dan terjaga hingga saat ini. Dalam tradisi pernikahan masyarakat Desa Sei Anyar, terdapat tiga nilai bimbingan dan konseling Islam yang ada dalamnya: Pertama, nilai syariat seperti yang tercermin dalam pemahaman hak-kewajiban antara orang tua, keluarga, dan anak di rumah. Kedua, nilai sosial melibatkan praktik silaturahmi, solidaritas, penghormatan terhadap tamu, kerjasama, dan musyawarah. Ketiga, nilai spiritualitas terkait dengan penghormatan terhadap Al-Qur'an, penyucian diri lahir-batin, pemenuhan tata cara berpakaian yang menutup aurat, serta doa sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Penerapan Terapi Perilaku Rasional Emotif Untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan Umum Pada Lansia Djoko Nugroho; Listian Indriyani Achmad; Saiful Muktiali; Nenda Nenda
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1893

Abstract

Proses menua dapat menyebabkan beberapa perubahan yang meliputi perkembangan biologis, psikologis, dan pengaruh kondisi lingkungan sosial yang dirasakan. Orang lanjut usia yang tidak siap menghadapi perubahan tersebut sangat terpengaruh oleh perubahan psikologisnya. Tingkat kecemasan akan lebih tinggi diantara lanjut usia yang dipanti jompo. Tinggal jauh dari keluarga atau sanak saudara menimbulkan rasa kesepian karena tidak ada lagi orang yang bisa diajak tinggal dan diajak berbagi. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran klinis gangguan kecemasan menyeluruh pada orang lanjut usia dipanti jompo, mendapatkan hasil penerapan Terapi Perilaku Rasional-Emotif (REBT) dalam upaya mengatasi gangguan kecemasan menyeluruh pada lansia. Menggunakan konsep teori (ABCDEF) dan teknik Rational Analysis, Reframing, Time Projection, Double Standard-Dispute, dan Exposure. Desain penelitian menggunakan menggunakan metode eksperimental single case design dengan desain A-B-A. Subyek adalah lansia yang tinggal di panti werdha dan memiliki simtom gangguan kecemasan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan.
The Relationship Between Hardiness And Career Adaptability Of Vocational Students Abdul Hadi; Eka Aryani; Anifa Tuzzuhroh Nurbaiti
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1777

Abstract

Vocational education is education that prepares students to be able to work in certain situations in certain fields. In line with the goals of vocational education, it places more emphasis on practice, especially career adaptability. However, there are several obstacles related to this ability, including: students do not understand future career decisions, lack confidence in making job decisions according to their talents, one of which is related to career adaptability. This research is correlational research regarding the relationship between hardiness abilities and vocational school students' career adaptability abilities. The sample in the research was simple random sampling, totaling 40 vocational school students. The data collection instrument used the hardiness and career adaptability scale instruments. The research results show that the correlation test between hardiness (X) and career adaptability (Y) is 0.912 with sig. = 0.000 (p<0.01). In conclusion, there is a significant relationship between these two variables. This can be seen in the aspects of control, commitment and challenge. In line with these results, it means that the higher the student's hardiness, the higher their career adaptability will also be. Apart from that, career adaptability and hardiness are able to make individuals develop and control the situations they face.
Peran Bibliocounseling Dalam Meningkatkan Kedamaian Psikologis M. Syakur; Ahmad Andry Budianto
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1539

Abstract

Bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli secara berkelanjutan dan sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran bibliocounseling dalam meningkatkan kedamaian psikologis. Penelitian ini menggunakan metode penelitin kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap dua orang guru bimbingan dan konseling SMA Negeri di Pamekasan. Hasil dari penelitian ini bahwa bibliocounseling bukan hanya metode tambahan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan, tetapi merupakan alat yang efektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh. Dengan fokus pada pengembangan literasi emosional, refleksi identitas, keterampilan sosial, dan pemecahan masalah, bibliocounseling mampu memberikan dampak positif yang mendalam pada perkembangan pribadi dan sosial siswa.
Strategi Alumni Program Studi Bimbingan Konseling Islam Dalam Meraih Sukses Di Masyarakat Lutfi Faishol; Abdul Basit
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi sukses pengembangan keilmuan alumni Program Studi Bimbingan Konseling Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, penelitian ini data-data yang diteliti bersifat alamiah dan holistic sesuai dengan situasi lapangan. Data diperoleh secara langsung dari alumni program studi Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri Purwokerto melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi dan diperkuat dengan angket. Data langsung tersebut dianalisis dengan menggunakan teori prestasi dari McClelland dan Teori self management approach dalam konseling behavioral. Penelitian ini menunjukan Alumni program studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Saizu Purwokerto sejak pertama kali meluluskan tahun 2001 hingga lulusan tahun 2022 berjumlah 791 alumni. Mereka tersebar dalam berbagai profesi, diantaranya sebagai dosen, Guru Bimbingan Konseling, Penyuluh Agama Islam, Human Resources Development (HRD) Rumah Sakit, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Terapis anak-anak autis, Trainer/ Motivator, Hypnotherapist, Konselor Adiksi, Pekerja Sosial, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Wiraswasta, Karyawan/Staf, dan sebagainya. Kemudian dari sisi tempat bekerja, mereka tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan masih didominasi di wilayah Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Kebumen. Respon alumni program studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Saizu Purwokerto terhadap kompetensi dan capaian pembelajaran program studi Bimbingan Konseling Islam menunjukkan adanya kesesuaian antara pekerjaan yang mereka lakukan dengan kompetensi yang telah dipersiapkan oleh program studi Bimbingan Konseling Islam. Strategi yang dilakukan oleh para alumni program studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Saizu Purwokerto dalam meraih kesuksesan dalam karir dan di masyarakat dilakukan dengan cara melakukan pengelolaan dirinya dengan cara mengenal potensi dirinya dan memperhatikan peluang-peluang yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu, alumni juga memenuhi kebutuhan untuk berprestasi dengan meningkatkan, mengembangkan jaringan di tempat kerja maupun di luar tempat bekerjanya. Selanjutnya, menjaga konsistensi prestasinya dengan memperkuat kekuasaan yang relevan dengan bidang profesi yang digelutinya.
Gambaran Analisis Inventori Tugas Perkembangan Siswa Sekolah Menengah Atas Uli Makmun Hasibuan; Asbi Asbi
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari tugas perkembangan siswa SMA N 13 Medan khususnya pada siswa kelas X E-10 secara detail terhadap pencapaian perkembangan yang ditempuh siswa pada tugas perkembangan masing-masing siswa pada kelas X E-10. Strategi kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif digunakan. Populasi penelitian adalah 36 siswa kelas X E-10 di SMA N 13 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sampling jenuh, artinya sampel penelitian terdiri dari setiap anggota populasi. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen Inventori Tugas perkembangan (ITP) yang dinggunakan berupa perangkat lunak ATP version 3.5.6. Temuan penelitian ini menunjukkan tingkat perkembangan kelas X E-10 SMA N 13 Medan berpengaru pada tingkat individualistik dengan rata-rata levels perkembangan 4,67; simpangan baku 0,11; dan koefisien variansi 4,15%. Oleh karena itu, perlu adanya bantuan khusus kepada anak agar siswa dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya, idealnya dengan berkembangnya kematangan emosi dan perilaku ekonomi otonom pada tingkat konformis (Kof).
Analisis Tingkah Laku Terlambat Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Dalam Program Sistem Zonasi Angena Budi Fatmala; Heri Saptadi Ismanto; Mia Indah Kusumawati
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1869

Abstract

Peraturan sekolah di buat untuk mendidik peserta didik untuk disiplin salah satunya mengenai peraturan jam masuk sekolah. Namun setiap harinya ada saja beberapa peserta didik yang datang terlambat ke sekolah melebihi pukul 07.10 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab peserta didik di SMP Negeri 6 Semarang datang terlambat ke sekolah. SMP Negeri 6 Semarang menerapkan sistem zonasi dimana jarak antara rumah dan sekolah hanya maximal 6 Km saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik yang pernah datang terlambat ke sekolah dari bula Juli 2023 – Desember 2023 dengan detail Kelas 7 22 responden, kelas 8 57 responden dan kelas 9 73 responden. Penyebab peserta didik SMP Negeri 6 Semarang datang terlambat adalah bangun kesiangan, terjebak macet dalam perjalanan, menunggu kereta lewat di perlintasan kereta api, jalan menuju sekolah banjir, berangkat bersama teman dan menunggunya, ban sepeda bocor, ketika di rumah mandinya lama, mandinya bergantian dengan kakak atau adik, menunggu angkutan umum, ada barang tertinggal sehingga harus balik lagi ke rumah, mengantar adik atau kakak terlebih dahulu, kebelet BAB, menunggu antrian isi bensin dan malas datang ke sekolah. Dengan demikian walau sekolah menerapkan system zonasi, peserta didik tetap ada yang datang terlambat.
Pengaruh Kompetensi Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Proses Konseling Yang Diberikan Kepada Peserta Didik Andika Ari Saputra
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1329

Abstract

Pada konteks layanan konseling, Kompetensi yang dimiliki guru bimbingan dan konseling (BK) sangat diperlukan dalam proses konseling. Pada akhirnya, peserta didik akan datang kepada guru BK dan mempermudah penggunaan keterampilan konseling. Penelitian bertujuan mengetahui kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) dapat mempengaruhi proses konseling yang diberikan kepada peserta didik. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskrisptif kuantitatif. Data diperoleh menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu, skala kompetensi guru BK, dan skala proses konseling. Penulis mengajukan hipotesis yaitu, kompetensi guru bimbingan dan konseling mempengaruhi proses konseling yang diberikan kepada peserta didik. Sampel berjumlah 50 peserta didik. Peneliti menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Teknik ini dilakukan agar pertimbangan sampel dari masing-masing strata itu memadai, dalam teknik ini sering pula dilakukan pertimbangan antara jumlah anggota populasi berdasarkan masing-masing strata. Kriteria validitas, nilai r product moment dengan taraf signifikansi 5%. Kriteria pada uji reliabilitas menggunakan kriteria reliabilitas untuk alat ukur yang berupa angket, pada indeks uji reliabilitas dinyatakan bahwa reliabel untuk skala kompetensi guru BK, harga pada r 0,601, serta untuk skala proses konseling dengan harga r 0, 743 Hasil penelitian membuktikan diperoleh Angka r = 0,528, menunjukkan kompetensi guru BK dapat mempengaruhi proses pada layanan konseling yang diberikan kepada individu ataupun peserta didik. Menunjukkan bahwa kompetensi guru BK dapat mempengaruhi proses konseling.
Studi Deskriptif: Prevalensi Flourishing Mahasiswa Dan Implikasinya Pada Bimbingan Dan Konseling Diki Herdiansyah; Nurul Hanifah Puteri; Rohmatus Naini
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1824

Abstract

Psikologi positif memfokuskan kajian pada upaya mengembangkan, menciptakan, dan menemukan situasi yang positif ke arah lingkungan yang mampu menciptakan kekuatan untuk individu itu sendiri. Konsep populer yang baru-baru ini dibahas dalam psikologi positif yaitu berkaitan dengan flourishing, yang menggambarkan kemampuan individu untuk berkembang secara optimal, berfungsi seutuhnya, merasakan kenyamanan dan kepuasan dalam menjalani kehidupan. Selain itu Flourishing dideskripsikan sebagai individu yang mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimilikinya demi suatu tujuan dan sangat menikmati perannya dalam menjalani proses tersebut. Flourishing sangat penting dimiliki oleh calon konselor dalam proses pemberian bantuan pada klien. Penelitian ini dilakukan terhadap 109 siswa bimbingan dan konseling yang berusia antara 17 hingga 25 tahun untuk mengetahui tingkat flourishing mereka sebagai calon konselor/helper. Penelitian ini menggunakan flourishing scale untuk pengumpulan data dan studi deskriptif untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% siswa berada pada kategori berkembang tinggi, 23% berada pada kategori sedang, dan hanya 3% yang berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan tingkat flourishing yang tinggi lebih mampu menangani emosinya dan mengelola berbagai peristiwa kehidupan, sedangkan individu dengan tingkat flourishing rendah cenderung memiliki pandangan negatif terhadap kehidupan dan kesulitan mengelola emosinya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15