cover
Contact Name
Subhan Adi Santoso
Contact Email
jurnalstitmubo@gmail.com
Phone
+6285808460361
Journal Mail Official
jurnalstitmubo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dr. Setyo Budi No.03, Klangon, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62113
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
ISSN : -     EISSN : 30310245     DOI : https://doi.org/10.59829/p9hnqk72
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurnal At-Ta bir merupakan Jurnal berkala yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan November yang diterbitkan oleh STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Jurnal At-Ta bir memuat kajian ilmiah tentang pendidikan islam, inovasi pendidikan, dan pemikiran dalam bentuk : Hasil Penelitian, Gagasan Konseptual, Kajian Kepustakan, serta pengalaman praktis. Dewan redaksi menerima kontribusi berupa tulisan tentang komunikasi intelektual keagamaan khususnya agama islam dari para akademisi, dosen, maupun peneliti. Artikel ilmiah belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Jurnal dapat diakses secara terbuka sehingga semua konten tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik pada pengguna atau lembaganya. Pengguna yang diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, dan mensitasi teks lengkap dari artikel tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dan penerbit, atau penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 59 Documents
Analisis Kritis Klasifikasi Insya' Dalam Buku Ajar Bahasa Arab Tingkat Dasar: Perspektif Pakar Dan Implementasi Dalam Pembelajaran Zulfida; Anwar Sidik
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/fwx2nm14

Abstract

Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa klasifikasi insya' ke dalam muqayyad, muwajjah, dan hurr merupakan kerangka pedagogis yang solid dan diakui oleh pakar untuk pembelajaran keterampilan menulis bahasa Arab tingkat dasar. Kerangka ini dirancang untuk memandu siswa dari latihan menulis yang paling terstruktur menuju ekspresi tulis yang lebih bebas dan kreatif. Namun, penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan antara idealisme klasifikasi ini dengan realitas implementasi di kelas dan perancangan buku ajar.Salah satu temuan kunci adalah bahwa meskipun buku ajar mengadopsi klasifikasi ini, seringkali tidak ada cukup materi atau latihan yang mendukung transisi yang mulus antar tahapan. Siswa sering mengalami kesulitan signifikan saat diminta untuk beralih dari menulis terbimbing ke menulis bebas. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan buku ajar perlu lebih menekankan pada latihan "jembatan" yang secara bertahap mengurangi tingkat bimbingan, sehingga siswa dapat mengembangkan kemandirian menulis secara progresif. Perspektif pakar juga menggarisbawahi pentingnya melampaui aspek tata bahasa murni dalam pembelajaran insya'. Keterampilan menulis tidak hanya tentang kebenaran gramatikal, tetapi juga tentang kemampuan mengekspresikan ide secara kohesif, koheren, dan komunikatif. Buku ajar dan praktik pengajaran perlu lebih mengintegrasikan unsur-unsur berpikir kritis, kreativitas, dan konteks budaya dalam latihan insya'. Memberikan tema-tema yang relevan dengan kehidupan siswa atau isu-isu yang menarik dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan ekspresi mereka. The results of this study confirm that the classification of insya’ into muqayyad, muwajjah, and hurr constitutes a solid pedagogical framework that is widely recognized by experts for teaching basic-level Arabic writing skills. This framework is designed to guide students from the most structured writing exercises toward freer and more creative written expression. However, this study also reveals a gap between the idealism of this classification and the reality of its implementation in classrooms and textbook design. One of the key findings is that although textbooks adopt this classification, they often lack sufficient materials or exercises to support a smooth transition between stages. Students frequently experience significant difficulties when required to move from guided writing to free writing. This indicates that textbook development needs to place greater emphasis on “bridging” exercises that gradually reduce the level of guidance, enabling students to develop writing independence progressively. Expert perspectives also underline the importance of going beyond purely grammatical aspects in teaching insya’. Writing skills are not only about grammatical accuracy, but also about the ability to express ideas cohesively, coherently, and communicatively. Textbooks and teaching practices need to better integrate elements of critical thinking, creativity, and cultural context into insya’ exercises. Providing themes that are relevant to students’ lives or interesting contemporary issues can enhance both their motivation and their expressive abilities.
Arabic Language Errors in High School Students: Grammatical Analysis and Its Implications in Learning Fasich Nur Firdaus
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/407f0a77

Abstract

Analisis kesalahan Berbahasa merupakan prosedur krerja yang dapat digunakan oleh penulis atau guru bahasa yang meliputi: kegiatan mengumpiulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi kesalahan yang terdapat pada sampel, menjelaskan kesalahan tersebut, dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan itu. Pondok pesantren Al- Izzah leadership school merupakan pondok yang mewajibkan siswanya berbahasa arab dalam kegiatannya sehari hari serta dalam pembelajaran. faktanya, dalam kegiatan pembelajaran bahasa Arab, siswa banyak melakukan kesalahan dalam praktek kaidah bahasa Arab. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji kesalahan bahasa Arab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan bahasa Arab yang berfokus pada kesalahan penulisan dalam kategori bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan karena data dikumpulkan langsung dari lokasi penelitian di Pondok Pesantren Al-Izzah Al-Izzah Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat macam kesalahan yang dilakukan siswa, yaitu: kesalahan fonetik, kesalahan morfologis, kesalahan sintaksis dan kesalahan semantik. Error analysis in language is a working procedure that can be used by writers or language teachers, which includes activities such as collecting error samples, identifying errors in the samples, explaining these errors, and evaluating the severity of the errors. Al-Izzah Leadership School is an Islamic boarding school that requires its students to speak Arabic in their daily activities and learning processes. However, in Arabic language learning, students frequently make errors in applying Arabic grammar rules. This fact has motivated the researcher to examine Arabic language errors. The purpose of this study is to identify the types of Arabic language errors, focusing on writing errors in linguistic categories. This research employs a qualitative method and falls under the category of field research because data is collected directly from the research site at Al-Izzah Batu. The findings of the study indicate that students make four types of errors: phonetic errors, morphological errors, syntactic errors, and semantic errors.
Artificial Intelligence Dalam Penerjemahan Arab–Indonesia: Kajian Literatur tentang Akurasi Makna dalam Pembelajaran Bahasa Arab Muh. Zakki Amrulloh; M. Rondi
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/9e085m04

Abstract

Urgensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penerjemahan Arab–Indonesia semakin relevan karena meningkatnya kebutuhan akses terhadap teks Arab dalam pembelajaran, kajian keislaman, dan literatur akademik, sementara bahasa Arab memiliki kompleksitas morfologi, sintaksis, semantik, i‘rab, balaghah, idiom, serta konteks budaya. Artikel ini bertujuan mengkaji peluang dan keterbatasan AI dalam menghasilkan terjemahan Arab–Indonesia yang akurat secara makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review sederhana dengan pengumpulan data melalui penelusuran literatur pada Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, Springer, Taylor & Francis, DOAJ, dan Garuda; data dianalisis melalui identifikasi, seleksi, klasifikasi tema, sintesis temuan, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI, khususnya Neural Machine Translation, mampu mempercepat penerjemahan, membantu pemahaman kosakata, mendukung latihan mandiri, menyediakan bahan ajar, dan memperluas akses terhadap teks Arab. Namun, AI masih terbatas dalam memahami konteks, idiom, teks keagamaan, sastra, dan unsur budaya. Kajian ini menegaskan bahwa AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti kompetensi manusia. Penelitian selanjutnya perlu menguji berbagai platform AI pada korpus Arab–Indonesia. The urgency of using Artificial Intelligence (AI) in Arabic–Indonesian translation has become increasingly relevant due to the growing need for access to Arabic texts in learning, Islamic studies, and academic literature, while Arabic has complex morphology, syntax, semantics, i‘rab, balaghah, idioms, and cultural contexts. This article aims to examine the opportunities and limitations of AI in producing meaning-accurate Arabic–Indonesian translations. This study employs a simple systematic literature review approach, with data collected through literature searches on Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, Springer, Taylor & Francis, DOAJ, and Garuda; the data were analyzed through identification, selection, thematic classification, synthesis of findings, and conclusion drawing. The findings show that AI, particularly Neural Machine Translation, can accelerate translation, support vocabulary comprehension, facilitate independent practice, provide teaching materials, and broaden access to Arabic texts. However, AI remains limited in understanding context, idioms, religious texts, literary works, and cultural elements. This review emphasizes that AI should be used as an assistive tool rather than a substitute for human competence. Future research needs to test various AI platforms using Arabic–Indonesian corpora.
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pembelajaran Bahasa Arab               pada Anak Usia Dini Rizka Aisyah
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/aa2tqt87

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab sangat penting untuk menanamkan dasar keagamaan, memperkuat pemahaman Al-Qur'an, dan meningkatkan kemampuan kognitif dan bahasa. Masa emas ini memudahkan anak menyerap kosakata baru dan membangun fondasi karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam sejak dini. Peran teknologi digital di abad 21 sebagai akselerator transformasi pendidikan, mengubah metode konvensional menjadi interaktif, fleksibel, dan terpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi terkait pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran bahasa Arab pada anak usia dini. Metode  penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. Artikel yang  digunakan dalam penelitian ini sebanyak 16 artikel dari jurnal Nasional dan jurnal Internasional dengan kurun waktu 2014-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis media pembelajaran digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk anak usia dini antara lain video interaktif, game edukatif digital, Augmented Reality (AR) & Virtual Reality (VR), e-book interaktif, serta platform edukasi. Media digital meningkatkan motivasi, fleksibilitas belajar, dan interaktivitas, yang membantu anak belajar sesuai tingkat perkembangan anak usia dini. Penggunaan media digital di PAUD juga menghadapi tantangan, seperti perlunya bimbingan intensif dari guru atau orang tua untuk memastikan efektivitas pembelajaran.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital: Integrasi Artificial Intelligence dan Learning Management System Dalam Pendidikan Bahasa Arab M, Agus Fujiono
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/9y1cyv96

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Learning Management System (LMS) sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Arab. Namun, implementasi teknologi tersebut dalam Pendidikan Bahasa Arab (PBA) masih menghadapi berbagai tantangan pedagogis dan konseptual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran dan potensi integrasi AI dan LMS dalam mentransformasi pembelajaran Bahasa Arab di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, di mana data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap artikel jurnal, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dan LMS mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, mendukung personalisasi belajar, serta mendorong pergeseran peran guru menjadi fasilitator dan desainer pembelajaran. Namun demikian, keterbatasan kompetensi digital guru, infrastruktur, dan model AI yang sesuai dengan karakteristik Bahasa Arab masih menjadi kendala utama. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan LMS dalam PBA merupakan kebutuhan strategis yang menuntut kesiapan pedagogik, kebijakan institusional, dan pengembangan riset lanjutan agar pembelajaran Bahasa Arab menjadi lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21. Digital transformation in education has encouraged the use of Artificial Intelligence (AI) and Learning Management Systems (LMS) as innovative solutions in foreign language learning, including Arabic. However, the implementation of these technologies in Arabic Language Education (ALE) still faces various pedagogical and conceptual challenges. This article aims to comprehensively analyse the role and potential of integrating AI and LMS in transforming Arabic language learning in the digital age. This study uses a qualitative approach with a literature review, where data was collected through a systematic search of relevant journal articles, academic books, and research reports. Data analysis was conducted using qualitative content analysis to identify patterns, themes, and research gaps. The results of the study show that the integration of AI and LMS can improve learning effectiveness, support personalised learning, and encourage a shift in the role of teachers to become facilitators and learning designers. However, limitations in teachers' digital competencies, infrastructure, and AI models that are suitable for the characteristics of the Arabic language remain major obstacles. This article concludes that the integration of AI and LMS in PBA is a strategic necessity that requires pedagogical readiness, institutional policies, and further research development so that Arabic language learning becomes more adaptive, inclusive, and relevant to the demands of the 21st century.
Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al Qur’an : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Zulfida; Anwar Sidik
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/raxb3r68

Abstract

Kajian ini membahas tentang betapa pentingnya peran ilmu balaghah dalam menjaga keaslian bahasa Arab, serta melihat kembali sejarah awalnya sebagai cara mempertahankan gaya bicara bangsa arab. Munculnya ilmu ini bermula dari keinginan para ahli untuk menjaga agar pesan dalam al-Quran tidak salah dipahami akibat masuknya pengaruh asing yang merusak tata bahasa. Pembahasan utama dalam tulisan ini adalah tentang gaya bahasa tasybih yang sering digunakan untuk membandingkan dua hal dalam ilmu bayan. Dengan menggunakan cara penjelasan yang sederhana dan mengambil dasar dari pemikiran tokoh besar seperti Abdul Qahir al-Jurjani tulisan ini mengupas bagian dalam tasybih seperti benda yang dibandingkan serta alasan kesamaannya. Hasil dari pembahasan ini menunjukkan bahwa tasybih bukan sekadar hiasan agar kalimat terdengar indah saja tetapi juga berfungsi untuk menjelaskan ide yang sulit agar lebih mudah dimengerti lewat contoh nyata. Memahami sejarah dan jenis tasybih merupakan kunci utama agar seseorang bisa tetap lancar dan benar dalam berbahasa Arab. Maka ilmu balaghah adalah penjaga abadi bagi keindahan dan kebenaran makna bahasa arab agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. This study discusses the importance of the role of Balaghah science in preserving the authenticity of the Arabic language, while also reviewing its early history as a means of maintaining the speaking style of the Arab people. The emergence of this discipline began with the desire of scholars to prevent the messages of the Qur'an from being misunderstood due to the influence of foreign elements that could damage the structure of the language. The main discussion in this paper focuses on the figurative style of tasybih (simile), which is frequently used in Ilm al-Bayan to compare two things. By using a simple explanatory method and drawing upon the thoughts of prominent scholars such as Abdul Qahir al-Jurjani, this paper examines the elements of tasybih, including the compared objects and the reasons for their similarity. The results of this discussion show that tasybih is not merely an ornament to beautify sentences, but also functions to clarify complex ideas so they can be more easily understood through concrete examples. Understanding the history and types of tasybih is a key factor in enabling someone to speak Arabic fluently and correctly. Therefore, Balaghah remains an eternal guardian of the beauty and accuracy of the meanings of the Arabic language amid the development of the modern era.  
Analisis Kesalahan Gramatikal Dalam Penulisan Insya Tahriry Mahasiswa Nurhidayah; Anwar Sidik
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/mcm6dc87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan gramatikal dalam sebuah insya’ berbahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis kesalahan berbahasa terhadap teks karangan mahasiswa. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan pada aspek nahwu, sharaf, dan uslub, kemudian memberikan perbaikan yang sesuai dengan kaidah bahasa Arab baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan meliputi pemilihan kosakata yang kurang tepat, penggunaan huruf jar yang tidak sesuai, ketidakkonsistenan penggunaan fi‘il māḍī dan mudhāri‘, serta struktur kalimat yang belum fasih. Meskipun demikian, karangan telah menunjukkan alur gagasan yang runtut dan mudah dipahami. Setelah dilakukan revisi, teks menjadi lebih tepat secara gramatikal dan lebih alami dalam bahasa Arab standar. Analisis ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kaidah nahwu, sharaf, dan gaya bahasa Arab sangat penting dalam meningkatkan kualitas keterampilan menulis mahasiswa. Temuan dapat menjadi bahan evaluasi bagi dosen untuk merancang pembelajaran kitabah yang lebih efektif, sistematis, dan berorientasi pada ketepatan berbahasa.
Kebijakan Kepala Madrasah Dalam Penerapan Pekan Bahasa Arab Di Madrasah Subhan Adi Santoso
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/4h869a31

Abstract

Pekan Bahasa Arab di madrasah memiliki peran penting dalam memperkuat budaya berbahasa, meningkatkan minat peserta didik terhadap bahasa Arab, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan kepala madrasah dalam penerapan Pekan Bahasa Arab, termasuk bentuk kebijakan, strategi pelaksanaan, faktor pendukung, dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai pengarah, penggerak, dan evaluator program. Kebijakan yang diterapkan mencakup penyusunan jadwal kegiatan, pelibatan guru bahasa Arab, pembiasaan penggunaan kosakata Arab, lomba kebahasaan, serta evaluasi program secara berkala. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Pekan Bahasa Arab sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala madrasah, komitmen guru, partisipasi siswa, dan dukungan lingkungan madrasah. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian tentang manajemen pendidikan bahasa Arab di madrasah. Kesimpulannya, kebijakan kepala madrasah yang terarah dan konsisten dapat memperkuat pelaksanaan Pekan Bahasa Arab sebagai budaya akademik dan religius. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji efektivitas program ini terhadap peningkatan keterampilan berbahasa Arab siswa secara lebih terukur Arabic Language Week in madrasahs plays a crucial role in strengthening language culture, increasing students' interest in Arabic, and supporting the achievement of Islamic education goals. This research aims to analyze the madrasah principal's policy in implementing Arabic Language Week, including the form of policy, implementation strategy, supporting factors, and challenges faced. This research uses a descriptive qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing stages. The results show that the madrasah principal has a strategic role as a program director, motivator, and evaluator. The policies implemented include preparing activity schedules, involving Arabic language teachers, habituating the use of Arabic vocabulary, language competitions, and periodic program evaluation. These findings indicate that the success of Arabic Language Week is greatly influenced by the leadership of the madrasah principal, teacher commitment, student participation, and the support of the madrasah environment. This research contributes to enriching studies on Arabic language education management in madrasahs. In conclusion, well-directed and consistent madrasah principal policies can strengthen the implementation of Arabic Language Week as an academic and religious culture. Further research is suggested to examine the effectiveness of this program in a more measurable way on improving students' Arabic language skills.
Implementasi Media Talk Now Arabic Dalam Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab Siswa Madrasah Ibtida'iyah M. Rondi; Subhan Adi Santoso
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/qasmkf80

Abstract

Keterampilan berbicara bahasa Arab merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah, namun realitas lapangan menunjukkan pencapaiannya masih memprihatinkan akibat metode konvensional dan minimnya inovasi media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media Talk Now Arabic dalam pembelajaran berbicara bahasa Arab serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan motivasi belajar siswa di MI Muhammadiyah 22 Sugihwaras Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru bahasa Arab, kepala madrasah, dan siswa, observasi partisipan, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media Talk Now Arabic berjalan melalui tiga tahap pembelajaran (pendahuluan, inti, dan penutup) dengan pemanfaatan fitur-fitur interaktif seperti pengenalan kosakata berbasis gambar dan audio, permainan, kuis, perekaman suara, dan sistem poin yang terbukti meningkatkan partisipasi aktif siswa dari 30-40% menjadi 70-75%, rata-rata nilai keterampilan berbicara dari 65-70 menjadi 78-82, serta keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Arab. Temuan ini memperkuat teori konstruktivisme dan motivasi belajar serta mengkonfirmasi efektivitas media interaktif berbasis game dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Talk Now Arabic efektif meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa madrasah ibtidaiyah dan berpotensi menjadi solusi alternatif, meskipun menghadapi kendala keterbatasan sarana prasarana, ketidakfamiliaran siswa dengan teknologi, kebiasaan penggunaan bahasa ibu, kecemasan berbicara, dan keterbatasan kompetensi digital guru. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk memperluas cakupan pada jenjang pendidikan yang berbeda, menguji efektivitas media pada keterampilan berbahasa lainnya, melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, serta mengembangkan media serupa yang lebih adaptif dengan kearifan lokal dan kebutuhan kurikulum madrasah di Indonesia Arabic speaking skills are a fundamental competency in Arabic language learning at Madrasah Ibtidaiyah, yet field realities indicate that their achievement remains concerning due to conventional methods and the lack of innovation in learning media. This study aims to describe the implementation of Talk Now Arabic media in Arabic speaking learning and to analyze its effectiveness in improving students' speaking skills and learning motivation at MI Muhammadiyah 22 Sugihwaras Bojonegoro. The research employed a qualitative approach with descriptive research type and case study design. Data were collected through in-depth interviews with Arabic language teachers, the madrasah principal, and students, participant observation, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of Talk Now Arabic media proceeded through three learning stages (introduction, core activities, and closing) utilizing interactive features such as image and audio-based vocabulary introduction, games, quizzes, voice recording, and a point system, which provenly increased students' active participation from 30-40% to 70-75%, the average speaking skill score from 65-70 to 78-82, as well as students' courage and self-confidence in speaking Arabic. These findings reinforce constructivism theory and learning motivation theory, as well as confirm the effectiveness of game-based interactive media in Arabic language learning. This study concludes that Talk Now Arabic media is effective in improving Arabic speaking skills of madrasah ibtidaiyah students and has the potential to be an alternative solution, although it faces challenges such as limited infrastructure, students' unfamiliarity with technology, habits of using their mother tongue, speaking anxiety, and teachers' limited digital competence. Further research is recommended to expand the scope to different educational levels, test the effectiveness of the media on other language skills, involve larger and more diverse samples, and develop similar media that are more adaptive to local wisdom and the curriculum needs of madrasahs in Indonesia