cover
Contact Name
Wido Cepaka Warih
Contact Email
wido.cepaka@gmail.com
Phone
+62217540121
Journal Mail Official
jcs@poltekip.ac.id
Editorial Address
JOURNAL OF CORRECTIONAL STUDIES Politeknik Ilmu Pemasyarakatan - POLTEKIP BPSDM Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI Jalan Raya Gandul No. 4, Cinere, Depok, Jawa Barat, Indonesia 16514 Telephone: +62217540121 E-mail : jcs@poltekip.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Correctional Studies
ISSN : -     EISSN : 30326125     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Correctional Studies is an national journal published by Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia. It covers all areas of criminal, social, psychology, public administration, management, education, and government law. Its global readership includes educational, teachers, students and others with a professional or personal interest in Correctional Science. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 29 Documents
PERAN BALAI LATIHAN KERJA KOMUNITAS DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TEGALWANGI KABUPATEN JEMBER Nadia, Ilma Shofiatun
Journal of Correctional Studies Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v2i2.577

Abstract

Masyarakat tidak memiliki keterampilan diketahui sebagai faktor tingginya angka pengangguran di Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan program Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK-K) sebagai upaya dalam menganggulangi permasalahan tersebut. Yayasan Darut Tolkhah Taslim adalah salah satu penerima manfaat dari program BLK-K dan sebagai pelaksana pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerja. Pelaksanaan pelatihan tersebut tidak lepas dari peran penting pelaku perubahan sebagai community worker yang diampu oleh tenaga pelaksana pelatihan. Tenaga pelaksana di BLK-K Darut Tolkhah Taslim yang terdiri dari kepala, pengelola, instruktur, dan staf tata usaha merupakan pelaku perubahan yang memainkan peran sebagai community worker dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran BLK-K yang di dalamnya terdapat pelaku perubahan dalam program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan dan menganalisis hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan rangkaian kegiatan BLK-K Darut Tolkhah Taslim dalam pelaksanaan program yang kemudian dianalisis dan ditemukan peran pelaku perubahan sebagai fasilitator, pendidik, perwakilan, pelaksana teknis, evaluator, dan pendamping.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK PADA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Danutirta, Alif Shofa
Journal of Correctional Studies Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v2i2.578

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pemenuhan hak anak atas pendidikan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) serta implikasi kebijakannya di Indonesia. Pendidikan merupakan hak dasar yang melekat pada setiap anak, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana, sebagaimana dijamin oleh konvensi internasional dan peraturan perundang-undangan nasional. Dalam konteks ini, teknologi pendidikan dipandang sebagai solusi strategis untuk mengatasi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di LPKA, seperti keterbatasan tenaga pengajar, akses materi, dan infrastruktur pembelajaran konvensional. Kajian ini menyoroti peran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta pemangku kepentingan eksternal, termasuk lembaga pendidikan dan LSM dalam kolaborasi penyediaan layanan pendidikan berbasis teknologi. Program kesetaraan seperti Catch-Up Program telah menunjukkan kemajuan, namun masih menghadapi hambatan regulasi dan teknis dalam penerapannya di LPKA. Hasil studi ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi pendidikan, seperti media pembelajaran digital dan media interaktif, mampu memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak binaan. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital pendidik, dan belum adanya kebijakan nasional yang terstandarisasi, menjadi kendala yang perlu diatasi. Implikasinya, dibutuhkan kebijakan afirmatif yang mendukung transformasi digital pendidikan di LPKA secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak. Penelitian ini memberikan wawasan dan rekomendasi bagi perumusan kebijakan serta pengembangan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan dalam sistem peradilan anak di Indonesia.
ISU-ISU PEMENUHAN HAK PELAYANAN KESEHATAN BAGI WARGA BINAAN LANJUT USIA Shafiq, Mitsal
Journal of Correctional Studies Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v2i2.579

Abstract

This article aims to explore crucial issues related to fulfilling the right to health services for elderly residents. In an effort to achieve a deeper understanding, this article will discuss several important aspects, including the often limited access, the quality of health services they receive, the impact of social isolation and emotional well-being on this population, as well as the role of government policy and possible system reforms in improving their health services. Thus, this article aims to provide a comprehensive and thorough view of the challenges and solutions related to fulfilling the right to health services for elderly residents
ORANG TUA ADA DAN TIADA: STUDI PADA KASUS VIRAL KEKERASAN ANAK Umronah, Enny
Journal of Correctional Studies Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v2i2.581

Abstract

Baru-baru ini terjadi kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak terhadap seorang anak, aksi kekerasan itu mereka rekam dalam sebuah video berdurasi pendek, dan setelah melakukan aksinya mereka juga menyempatkan berfoto bersama. Dalam video tersebut kelima pelaku secara bergantian memukul, menendang, menjambak, dan bahkan menyundut rokok pada tubuh korban yang sejatinya adalah seorang anak. Masing-masing pelaku seolah melampiaskan kekesalan dan kemarahan pada korban, sementara itu korban anak nampak meraung-raung menangis minta dikasihani. Pelaku dan korban sama-sama berstatus sebagai Anak. Secara fitrah seorang anak tentunya yang tergambar adalah kebaikan, kebahagiaan, keceriaan dan sekian keadaan positif lainnya. Namun pada suatu kondisi anak ternyata mampu mentransformasi diri menjadi pribadi dengan tingkat kejahatan yang tidak mampu dicerna dengan akal sehat orang dewasa. Anak dengan tabiat kefitrahannya ternyata mampu membawa energi merusak yang lebih besar. Dalam sebuah pribahasa disebutkan bahwa “Anak-anakmu yang masih kecil seolah seperti Cicak yang mudah begitu saja engkau apa-apakan, namun ingatlah Cicak ini kelak dapat berubah menjadi Buaya yang ia dapat menerkammu kapan saja”. Sehingga dengan tulisan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk segenap pemerhati anak agar dapat berperan maksimal dalam mendampingi tumbuh kembang mereka.
PEMBERIAN GIZI TAMBAHAN NARAPIDANA PEREMPUAN DITINJAU DARI BANGKOK RULES Mardiansyah, Erik
Journal of Correctional Studies Vol 2 No 2 (2025): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v2i2.582

Abstract

Restorative Justice is an alternative approach to law enforcement that seeks to emphasize responsibility, peace and restoration over punishment. Its implementation in prisons and jails faces significant challenges. One of the main challenges is limited resources and infrastructure. Existing prisons tend to be focused on punishment, so transforming them into environments that support Restorative Justice processes requires substantial investment in training, equipment, and infrastructure that supports dialogue and reconciliation. In addition, it is important to manage the participation of all parties involved, including prisoners, victims, and communities. Ensuring that all parties feel involved in the process and are satisfied with the outcome is a complex task. However, this is also one of the opportunities in implementing Restorative Justice, as it can result in more effective recovery and reduce recidivism rates. Within this overall context, this article discusses the challenges and opportunities in adopting Restorative Justice in the existing correctional system. With an in-depth understanding of the constraints and opportunities, policy makers and practitioners can develop more effective strategies to implement Restorative Justice concepts and achieve positive benefits for prisoners, victims, and society at large.
Strategi Coping pada Perempuan Fatherless di Fase Emerging Adulthood Rofi'ah, Hidayatur
Journal of Correctional Studies Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v3i1.584

Abstract

Fenomena fatherless pada perempuan di fase emerging adulthood menimbulkan permasalahan psikososial yang kompleks. Ketidakhadiran peran ayah memengaruhi perkembangan identitas, emosi, dan kesejahteraan psikososial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi coping yang digunakan perempuan fatherless dalam menghadapi tekanan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan informan utama RH, perempuan 22 tahun dari Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RH mengalami tekanan seperti krisis identitas, kecemasan sosial, dan beban ekonomi. Untuk menghadapinya, RH menggunakan strategi emotion focused coping seperti, menangis sendiri, bercerita pada ibu, self talk, membaca alternate universe, serta problem focused coping seperti, bekerja dari rumah dan termotivasi memperbaiki pola keluarga. Strategi coping ini bersifat adaptif dan membantu RH menjaga keseimbangan psikososialnya. Kata kunci : fatherless, strategi coping, perempuan, emerging adulthood
ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DALAM PRAKTIK: EKSEKUSI YANG TERTUNDA PADA TERPIDANA SILFESTER MATUTINA adinegara_, @irtaza zidan
Journal of Correctional Studies Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v3i1.590

Abstract

Konstitusi telah secara jelas mengakui dan menjamin hak setiap setiap individu untuk diperlakukan sama didepan hukum (Equality Before The Law). Aparat penegak hukum tentunya memiliki kewajiban akan pemenuhan hak-hak mulai dari tahap penyelidikan hingga pelaksanaan putusan (Eksekusi). Namun dalam praktiknya, seringkali terjadi ketidaksetaraan perlakuan antara terpidana dari kalangan elit dan masyarakat biasa. Hal ini tercermin dari tertundanya eksekusi putusan pengadilan terhadap terpidana korupsi Silfester Matutina, padahal putusan tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht) sejak tahun 2019. Metode penelitiannya menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan melakukan kajian pada undang-undang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tertundanya eksekusi terhadap terpidana korupsi seperti Silfester Matutina merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap asas equality before the law. Hal ini memperlemah efek jera dari hukum pidana, merusak kepastian hukum, dan mengikis kepercayaan publik terhadap integritas sistem peradilan. Oleh karenanya untuk meminimalisir penyalahgunaan kewenangan dalam menjalankan penegakan hukum maka diperlukan pembaharuan hukum acara pidana (KUHAP) ataupun undang-undang kejaksaan dengan membangun sebuah sistem peradilan pidana yang terpadu fokus mengatur standar operasional, batas waktu pelaksanaan, serta skema pengawasan dalam proses eksekusi dan sanksi serta penguatan pengawasan internal dan ekesternal.
Dampak Perilaku Gaming Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Pada Siswa SMA (Studi Kasus Siswa SMAN 3 Jember) Fadillah, Amelinda Nuru
Journal of Correctional Studies Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v3i1.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku gaming MLBB pada siswa SMA N 3 Jember. Fomo, adiksi game online, dan dampak bermain game online merupakan fenomena yang sering dialami remaja dan berpotensi memunculkan dampak perilaku gaming. Pada umumnya, individu yang mengalami adiksi menunjukkan dampak yaitu berupa dampak negatif. Namun, dalam penelitian ini ditemukan dampak perilaku gaming, berupa dampak positif dan adanya upaya siswa untuk mengurangi adiksi serta dampak negatif perilaku gaming MLBB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 3 Jember yang intens bermain MLBB. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain dampak negatif, terdapat dampak positif yang dirasakan akibat bermain MLBB, diantaranya kebiasaan reflektif yang baik, motivasi prestasi dan kompetitif, serta mengurangi stres.
Upaya Mahasiswa Papua Universitas Jember Pengrajin Noken Dalam Melestarikan Kearifan Lokal di Daerah Perantauan Mote, Gustaviana Touye Magaa
Journal of Correctional Studies Vol 3 No 1 (2026): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v3i1.630

Abstract

Noken is a cultural heritage of the Papuan people that embodies philosophical, social, and symbolic values and has been recognized by UNESCO as an Intangible Cultural Heritage since 2012. However, in migration contexts, noken is often perceived merely as a handicraft, causing its cultural meanings to be overlooked. This study aims to describe the efforts of Papuan students at the University of Jember who craft noken in preserving local wisdom while living in diaspora, particularly in Jember Regency. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants include Papuan student noken artisans, Papuan students involved in cultural activities, and a cultural activist. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing, with triangulation to ensure data validity. The findings show that Papuan students preserve noken through handmade production, design innovation, social media promotion, daily use of noken, cultural education, and participation in festivals and bazaars. Challenges include limited raw materials, time constraints, minimal institutional support, and low public understanding of noken’s philosophical values. This study concludes that Papuan students act as cultural diaspora agents who sustain and adapt local wisdom in modern life.

Page 3 of 3 | Total Record : 29