cover
Contact Name
Ermin
Contact Email
erminhasan20@gmail.com
Phone
+6281244933492
Journal Mail Official
erminhasan20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus STKIP Kelurahan Sasa Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JBES Journal of Biology Education and Science
ISSN : 2808019X     EISSN : 2808019X     DOI : -
JBES adalahterbitan berkala ilmiah (ISSN: 2808-019X) yang menyajikan publikasikan artikel-artikel ilmiah yang meliputi tema Pendidikan Biologi dan Sain Biologi. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari, Juli, dan November. Fokus dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam bidang Pendidikan Biologi dan Sains Biologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
Karakteristik Morfologi Bunga Kertas (Bougenville) Umaternate, Hendra; Munawar, Suslina; Soamole, Rukia
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan sruktur tubuh bagian luar dari tumbuhan. morfologi berasal dari bahasa latin yaitu,morphus yang artinya bentuk-bentuk dan logos yang berarti ilmu. Morfologi berbada dengan anatomi tumbuhan, morfologi mempelajari bagian luar tumbuhan sedangkan anatomi mempelajari bagian dalam tumbuhan. Morfologi dari suatu jenis tumbuhan merupakan salah satu ciri yang mudah di temukan (jones dan loucsinger, 1987.kemudian Bunga kertas ( bougenfille) adalah salah satu tanaman hias yang mudah di jumpai di pekarangan rumah dan di berbagai tempat. Bunga ini tergolong tanaman semak-semak karena memiliki batang keras. Tanaman bunga kertas ini berasal dari amerika selatan akan tetapi banyak di jumpai di indonesia dan dijadikan tanaman hias karena warna bungan yang beragam dan indah.
Identifikasi Pemanfataan Morfologi Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Mahasiswa Biologi STKIP Kie Raha Ternate Djufri, Kusdayanti; Luang, Likya; Araie, Fatma Hida
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan morfologi tumbuhan sebagai bahan dasar obat tradisional oleh mahasiswa biologi angkatan 2020. Morflogi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh pada tumbuhan. Secara morfologi Tumbuhan terdiri atas daun, batang, dan akar dan organ pelengakap seperti buah, bunga, dan daun pelindung. Karekteristik tumbuhan tumbuhan yang dapat dilihat adalah bagian-bagian daun, jenis-jenis daun, bentuk daun, letak daun, bentuk batang, arah tumbuh cabang, peracabangan, perakaran dan modifikasinya.. Tumbuhan memiliki manfaat sebagai obat yang sudah digunakan sejak dulu. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat sejak dulu disebut obat tradisional. Obat tradisional itu sendiri merupakan bahan ramuan dari bahan alami seperti hewan tumbuhan dan mineral yang sudah digunakan secara turun temurun. Jadi obat tradisioal adalah obat yang berasal dari bahan alami yang sudah digunakan secara turun temurun untuk pengobatan.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuri Terhadap Penguasaan Konsep Dan Sikap Ilmia Siswa Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa Abadi, Sartiti; Arman, Ningsi
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ( direct instruction), pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar biologi siswa terhadap penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa, perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung, pada siswa yang minat belajarnya tinggi, perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung, pada siswa yang minat belajarnya rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebelum melakukan tindakan, setelah melakukan tindakan pada siklu I belum baik dan dilanjutkan dengan siklus II. Pada siklus II suda terjadi peningkatan yang signifikan sehingga bisa dikategorikan tuntas.
Karakteristik Morfologi Tumbuhan Daun Majemuk Mayoru, Siska; Jufri, Wa Ayu; Usman, Nuraisa
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morfologi tumbuhan adalah salah satu cabang ilmuh biologi yang khusus mempelajari bentuk fisik struktur dan struktur tubuh luar dari tumbuhan. Kata mofologi berasal dari bahasa latinmorphologi (Morphus: bentuk; logos: ilmuh). Morfologi tumbuhan secara umum adalah studi tentang perkembangan bentuk, dan struktur tumbuhan, yang di interpretasi berdasarkan kesamaan asal bentuk dan susunan tubuh tersebut sehingga dapat di simpulkan bahwa morfologi tumbuhan merupakan ilmuh yang mempelajari tentang bentuk-bentuk dan susunan tubuh tumbuhan. Daun majemuk adalah daun yang memiliki satu tangkai daun dengan lebih dari satu helaian daun yang duduk pada cabang-cabang ibu tangkai daun.Daun majemuk adalah daun yang memiliki satu tangkai daun dengan lebih dari satu helaian daun yang duduk pada cabang-cabang ibu tangkai daun. Jika kita lihat daun berbagai jenis tumbuhan kita akan melihat pada satu tangkai daun hanya terdapat satu helayan daun itu di sebut daun tungal tapi ketika kita melihat pada satu tangkai daun terdapat banyak helayan daun itu disebut daun majemuk. Daun majemuk merupakan daun yang pada tangakai daun terdapat lebih dari satu helayan daun.
Identifikasi Morfologi Tumbuhan Di Lingkungan Kampus STIKIP Kie Raha Ternate Hadi, Lili; Mugiyanto, Mugiyanto; Candi, Nurlela
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikai morfologi tumbuhan manfaatnya untuk mengetahui apa-apa saja tumbuhan tingkat tinggi dan rendah yang ada di lingkungan kampus stikip kie raha ternate oleh mahasiswa biologi akngkatan 2020. Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang fisik dan susuna tubuh dari tumbuhan. Secara morfologi tumbuhan yaitu daun, batang, akar,dan oragan pelengkap tumbuahan contohnya bunga dan buah serta daun pelindung. Oleh karna itu karkterisitik tumbuhan yang dapat kita lihat adalah jenis daun, bentuk daun, letak daun, begitupun jenis batang, dan bentuk batang, serta percabangan pohon, dan sistem perakaran pohon. Oleh karna itu dari hasil pengamatan dalam penilitian kami dapat mengetahui beberapa jenis-jenis tanaman tingkat tinggi dan tingkat renda yang ada di lingkungan kampus STIKIP kie raha ternate.
Pentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Kota Ternate Batlawi, Nursia; Hamid, Firman
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi sarana penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efesien. Namun di balik itu menjadi tuntutan besar bagi para dosen/guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menguasai teknologi dan media pembelajaran. Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar sangat penting dilaksanakan oleh para pendidik saat ini, karena peranan media pembelajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima dan melalui media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk menjelaskan sesuatu yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu, dosen/guru dituntut untuk menggunakan media di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat berperan untuk mengatasi kebosanan dalam belajar di kelas. Jadi media pembelajaran adalah salah satu metode dalam mengatasi segala macam personalan dalam mengajar, bukan saja mengatasi persoalan, namun media pemberi pembelajaran member berbagai informasi yang komprehensip kepada peserata didik.
Motivasi Belajar Siswa Jenis Dan Cara Meningkatkanya Marsabila, Nabila; Lonika, Tresa; Baluari, Atria
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan April sampai Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah salah satu hal yang berpengaruh pada kesuksesan aktifitas pembelajaran siswa. Tanpa motivasi, proses pembelajaran akan sulit mencapai kesuksesan yang optimum. Menumbuhkan motivasi belajar siswa merupakan salah satu Teknik dalam mengembangkan kemampuan dan kemauanbelajar. Salah satu cara yang logis untuk motivasi siwa dalam pembelajaran adalah mengaitkan pengalaman belajar dengan motivasi siswa. Guru sebagai orang yang membelajarkan siswa sangat berkepentingan dengandengan masalah ini. Sehingga sebagai seorang guru atau calon guru sebisa mungkin kita harus selalu berupaya untuk dapat meningkatkan motivasi belajar terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Dengan melakuakan kegiatan observasi dan melakukan wawancara kepada guru kelas dapat menghasilkan pengetahuan mendasar mengenai cara peningkatkatan motivasi belajar siswa, sehingga Ketika proses belajar mengajar berlangsung biak guru maupun calon guru telah mengetahui cara tata cara peningkatana motivasi belajar dan proses belajar mengajar dapat berjalan secara kondusif.
Pengaruh Model Pembelajaran Koperatif Tipe Student Team Achievent Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP BPD Tuguis Kabupaten Halmahera Barat. Ngongoru, Enjel; Marsaoly, Najamudin
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 3 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan Agustus sampai
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif STAD merupakan pembelajaran kooperatif paling sederhana paling tepat digunakan bagi guru dan siswa yang baru mencoba pembelajaran kooperatif sintaks pembelajarannya paling sederhana dibandingkan dengan sintaks kooperatif tipe yang lain. Tahap awal sebelum melaksanakan kooperatif STADdimana dalam pnggunaan model ini diharapakan dapat memperbaikai hasil belajar yang mau dicapai.Hasil belajar merupakan suatu hal yang sangat penting artinya dari proses pembelajaran karena merupakan indikator keberhasilan proses belajar pembelajaran, berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi di SMP BPD Tuguis Kabupaten Halmahera Barat rata-rata siswa belum mencapai KKM yang di tetapkan karena sarana dan prasarana yang tidak menunjang serta keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran untuk itu diharapkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD hasil belajar siswa menjadi lebih meningkat dari sebelumnya. Pembelajaran kooperatif didasarkan asumsi belajar kooperatif STADadalah memotivasi siswa agar saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai materi pelajaran. Siswa dibiasakan saling mendukung teman satu timnya untuk melakukan yang terbaik dan menunjukkan norma bahwa belajar itu penting. akan bermakna apabila siswa aktif bekerjasama dan berbagi ide dengan siswa lainnya dalam menyelesaikan masalah Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model STAD terhadap hasil belajar siswa di SMP BPD Tuguis Kabupaten Halmahera Barat dimana berdasarkan hasil uji anava posstest diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,030 ≤ 0,05.
Pengembangan Media Video Pembelajaran Biologi Pada Materi Ekosistem Darat Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate Noho, Erniyati; Andres, Jena
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 3 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan Agustus sampai
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi 4.0 merupakan era dimana hampir semua dikendalikan oleh teknologi termasuk dalam dunia Pendidikan. Dampak dari era revolusi indutri 4.0 dalam dunia Pendidikan adalah terbukti semakin banyak media pembelajaran berbasis teknologi yang memudahkan pengajar menyampaikan materi bahkan tidak harus dengan tatap muka. Media pembelajaran merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat membantu guru dalam memperkaya wawasan siswa, dengan berbagai jenis media pembelajaran oleh guru maka dapat menjadi bahan dalam memberikan ilmu pengetahuan pada siswa.Peluang penerapan media animasi pada proses pembelajaran dirasa lebih interaktif karena media tersebut akan menampilkan gambar yang dapat bergerak dan menimbulkan suara yang menjelaskan gambar tersebut. Sehingga pembelajran denga media animasi tidak hanya terfokus pada satu indra namun, akan melibatkan indra penhlihatan dan indra pendengaran secara bersamaan, semakin banya indra yang berperan dalam pembelajaran maka peserta didik semakin mudah mengingat da memahami materi. Dari penelitian di atas hasil dari validitas dan kelayakan media pembelajaran yang telah dinilai oleh tiga ahli dan uji cobah produk kecil pada mahasiswa maka dapat disimpulkam bahwa media telah dibuat, menunjukan nilai rata-rata akhir produk 4,055 ( sangat baik ) dan dinyatakan telah layak untuk digunakan pada tahap selanjutnya yaitu untuk paparkan di tempat penelitian (sekolah)
Isolasi dan Penapisan Kapang-Kapang Tanah Penghasil Enzim Selulase dari Limbah Olahan Sagu Hidayat, Muhammad
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 3 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan Agustus sampai
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batang palem Sagu selain terdapat pati di dalamnya juga terdapat serat-serat seperti selulosa dan hemiselulosa. Pati, selulosa dan hemiselulosa merupakan substrat potensial dalam fermentasi alkohol, asam laktat dan produk lain yang murah dan merupakan sumber terbarukan. Pada umumnya substrat fermentasi adalah karbohidrat dengan struktur sederhana seperti glukosa sehingga dapat langsung difermentasikan oleh mikroorganisme yang dilibatkan.Selulosa (C6H10O5) adalah polimer berantai panjang polisakarida karbohidrat, dari β-glukosa. Selulosa merupakan karbohidrat utama yang disintesis oleh tanaman dan menempati hampir 60% komponen penyusun struktur tanaman.Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia dan tidak larut dalam air, selulosa pada tumbuhan terdapat pada dinding sel pelindung tanaman, terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan.Komponen-komponen organik dan anorganik merupakan substrat atau medium yang bagi kehidupan mikroorgaanisme (Dwijoseputro, 2015).Mikroba merupakan bagian dari tanah yang memegang peranan penting untuk menentukan bentuk, sifat, dan strukttur tanah.Salah satu mikroba tanah adalah kapang. Genus-genus kapang yang umum dijumpai dalam tanah yaitu Acrostalagmus, Botrytis, Cephalosporium, Gliocladium, Monila, Scopulariopsis, Spicaria, Tricoderma, Trichocerium; Verticillium, Alternaria, Cladosporium, Pullularia, Cylindrocarpon dan Fusarium dan yang termasuk fungi Absidia, Cunninghamella, Mortirella, Mucor, Rhizopus, Zygorynchus dan phytium termasuk Phycomcetes; Chaetomium, Aspergilus, Penicilluum termasuk ascomycetes dan Rhizoctonia merupakan kelompok Mycelia sterilia,Dari hasil penelitian isolasi kapang-kapang tanah ditemukan 12 isolat sebanyak 5 genus yang terdiri dari 11 spesies yaitu Aspergillus fumigatus, Miselia sterilia, Cladosporium herbarum (pers) Link ex. Gray, Acremonium charticola (Lindau). W, A. oryzae (Ahlburg) Chon Gams, A. ochraceus Wilhelm, C.ceadosporioides (Fres) de Vries, Verticillium sp,Rhizopus orizae Went & Perinsen Geerl, C. sphaerospermum Penzig, A. tamari Kita, A. niger. Ada 3 genus yang terdiri dari 4 spesies kapang tanah yang menghasilkan enzim selulase yaitu Aspergillus ochraceus Wilhelm, Verticillium sp, Cladosporium sphaerospermum Penzig dan A. niger

Page 3 of 10 | Total Record : 94