cover
Contact Name
T. Fachrul Razie
Contact Email
lpmstitmu@gmail.com
Phone
+6282273123435
Journal Mail Official
lpmstitmu@gmail.com
Editorial Address
Jln. Nasional (Komplek Pendidikan) Padang Meurantee - Susoh
Location
Kab. aceh barat daya,
Aceh
INDONESIA
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 23028327     EISSN : 30479487     DOI : -
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan merupakan publikasi akademis yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah yang mendalam dan terkini dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pemahaman terhadap isu-isu kritis dalam ketiga ranah tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
DINAMIKA PERUBAHAN KURIKULUM DAN TANTANGAN GURU PAI DALAM MENYESUAIKAN PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 SUSOH Putri Hastuti; Ira Juraida
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perubahan kurikulum serta tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menyesuaikan pembelajaran di SMP Negeri 1 Susoh. Perubahan kurikulum yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menuntut guru untuk mampu menyesuaikan perangkat pembelajaran, metode mengajar, serta materi yang diajarkan kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta dokumentasi perangkat pembelajaran berupa Program Tahunan (PROTA), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Silabus, dan Analisis Alokasi Waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 1 Susoh masih menerapkan dua kurikulum, yaitu Kurikulum 2013 pada kelas IX dan Kurikulum Merdeka pada kelas VII dan VIII. Dalam pelaksanaannya, guru menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013 dan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka. Perubahan kurikulum yang terjadi secara berulang menimbulkan berbagai kendala bagi guru, seperti pergantian buku pembelajaran yang terlalu cepat, kesulitan menyesuaikan perangkat pembelajaran, serta belum optimalnya evaluasi terhadap kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan peserta didik. Selain berdampak pada guru, perubahan kurikulum juga memengaruhi peserta didik karena materi pembelajaran dinilai belum sepenuhnya tersusun sesuai tingkat perkembangan usia mereka. Oleh karena itu, diperlukan penerapan kurikulum yang lebih konsisten, evaluasi yang matang, dan penyesuaian secara bertahap agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif.
KONSEP SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL SANTRI: Bahasa Indonesia nur salami
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk kepribadian dan moral generasi muslim. Di tengah perkembangan zaman, pesantren dituntut tidak hanya mencetak santri yang unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kecakapan hidup (life skill) sebagai bekal menghadapi persoalan kehidupan nyata setelah menyelesaikan pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep sistem pendidikan pondok pesantren dan menganalisis bagaimana sistem tersebut dapat berperan dalam meningkatkan life skill santri. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (documentary research), yaitu menelusuri, mengumpulkan, dan menganalisis berbagai literatur berupa buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan sistem pendidikan pesantren dan konsep life skill. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pendidikan pondok pesantren dibangun atas unsur kiai, santri, masjid, asrama, dan pengajaran kitab kuning, serta ditopang oleh prinsip-prinsip seperti keikhlasan, kesederhanaan, kolektivitas, dan kemandirian. Prinsip dan pola kehidupan tersebut secara alami menjadi wahana bagi tumbuhnya empat kategori life skill, yaitu kecakapan personal, sosial, akademik, dan vokasional, melalui jalur kurikuler maupun ekstrakurikuler seperti muhadharah, organisasi santri, dan unit usaha ekonomi pesantren. Namun demikian, penguatan life skill santri masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, tenaga pendidik, dan belum terintegrasinya program kecakapan hidup secara sistematis ke dalam kurikulum inti pesantren.