cover
Contact Name
T. Fachrul Razie
Contact Email
lpmstitmu@gmail.com
Phone
+6282273123435
Journal Mail Official
lpmstitmu@gmail.com
Editorial Address
Jln. Nasional (Komplek Pendidikan) Padang Meurantee - Susoh
Location
Kab. aceh barat daya,
Aceh
INDONESIA
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 23028327     EISSN : 30479487     DOI : -
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan merupakan publikasi akademis yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah yang mendalam dan terkini dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pemahaman terhadap isu-isu kritis dalam ketiga ranah tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK PERADABAN MANUSIA Akmal, Ivandi
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah jalan terindah untuk membangun peradaban. Sehubungan dengan hal itu, kurikulum menjadi rambu-rambu yang akan membantu dan memudahkan kita mencapai tujuan. Sejatinya kurikulum itu sederhana. Ia memuat apa yang akan kita lakukan agar peserta didik yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, malas menjadi rajin, sembrono menjadi disiplin, tidak literat menjadi literat, dan seterusnya. Oleh karena itu, kurikulum yang dirancang harus siap mengantisipasi kebutuhan mereka, baik kebutuhan saat ia belajar maupun kebutuhan di masa datang. Modal yang paling utama yang harus dimiliki adalah pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan harus memiliki integritas yang tinggi dalam rangka memperbaiki sistem, kurikulum, struktur dan proses pendidikan. Konsep pendidikan dewasa ini tampaknya bukan lagi menjadi tanggung jawab pengembang Ilmu Pendidikan formal, tetapi menjadi milik semua aktivitas masyarakat yang membutuhkan layanan pengembangan Ilmu Pendidikan. Masa depan pendidikan di Indonesia dapat dipikirkan dalam kerangka kerja yang lebih luas serta memadai untuk mendukung lahirnya sebuah peradaban baru. Maju mundurnya peradaban suatu bangsa tergantung pada potensi sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Potensi SDM akan maksimal manakala ditopang oleh pendidikan yang maju. Antara pendidikan dan peradaban merupakan dua hal yang berbanding lurus. Oleh karena itu bangsa yang beradab memberikan ruang khusus untuk pendidikan. Semakin banyak ruang untuk pendidikan maka semakin tinggi peradaban yang akan diukir. Sebaliknya, peradaban yang lemah dikarenakan pendidikan tidak mempunyai ruang yang memadai. Dengan demikian bila pembangunan pendidikan dan pembangunan bidang lain misalnya politik, ekonomi, kesejahteraan, ketenagakerjaan dilihat sama-sama memberikan perhatian terhadap upaya membangun peradaban. Berdasarkan analisis secara komprehensip, kerangka kerja yang dibentuk berdasarkan tiga sistem gesekan yang memberi tekanan pada suatu sistem peradaban baru, yaitu pada sistem perencanaan pendidikan nasional yang bersifat membenahi sistem filsafat pendidikan nasional yang bersifat 'antisipatoris' terhadap perkembangan masa depan, menata sebuah sistem pendidikan nasional yang akan melahirkan suatu peradaban manusia baru yang kritis-demokratis.
PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PEMBIASAAN PROGRAM UBUDIYAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUT TAQWA SENGONAGUNG Alif Masruri Abdul Haq; M. Anang Sholikhudin; M. Nur Hadi; Muhammada
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi dengan kurangnya tingkat kedisiplinan siswa. betapa pentingnya sikap kedisiplinan bagi manusia terutama seorang siswa yang masih duduk dibangku sekolah. Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dapat dilakukan melalui program pembiasaan ubudiyah terutama dalam hal sholat berjamaah. serupa yang sudah dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Darut Taqwa Sengonagung dengan membiasakan siswa-siswinya dengan kegiatan ubudiyah sholat berjamaah Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (2) Mendeskripsikan hambatan dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (3) Mendeskripsikan solusi untuk mengatasi kendala dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, observasi yang tekun observasi, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1) Pelaksanaan dalam pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu, keteladanan, praktik langsung/lapangan, pembiasaan (2) Hambatan dalam pelaksanaan pembiasaan program ubudiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu, menyampaikan kesadaran siswa, sikap malas, sikap tidak jujur ​​(3) Solusi dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu, memberikan pengajaran, memberikan hukuman berupa teguran nasehat yang baik, memberikan sedikit kultum seusai melaksanakan sholat Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kedisiplinan siswa. betapa pentingnya sikap disiplin bagi manusia khususnya seorang siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dapat dilakukan melalui pembiasaan program ubudiyah khususnya dalam hal shalat berjamaah. Seperti yang telah dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Darut Taqwa Sengonagung dengan membiasakan siswa terhadap kegiatan ubudiyah shalat berjamaah. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (2) Mendeskripsikan kendala-kendala dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. (3) Mendeskripsikan solusi untuk mengatasi kendala-kendala dalam pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan partisipasi luas, pengamatan cermat, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi dalam pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu keteladanan, praktik langsung/lapangan, pembiasaan (2) Kendala dalam pelaksanaan pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu kurangnya kesadaran siswa, sikap malas, sikap tidak jujur ​​(3) Solusi dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan pembiasaan program ubidiyah di MI Darut Taqwa Sengonagung yaitu memberikan pengajaran, memberikan hukuman berupa teguran nasihat yang baik, memberikan sedikit cultum setelah berdoa.
Internalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Generasi Alfa di Era Digital: Indonesia Nursalami; Hastuti, Putri
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Generasi Alfa cenderung dibesarkan dirumah dengan fasilitas alat-alat teknologi yang sudah semakin canggih, yang membuat generasi ini sibuk dengan perangkat pintarnya. Sehingga memudarnya perilaku terpuji, sopan santun dan etika lainnya. Maka dari itu, pembelajaran pendidikan agama Islam menjadi sarana yang sangat penting untuk membentuk generasi Alfa yang memiliki pemahaman yang kuat tentang pendidikan Agama Islam. Tulisan ini bertujuan menguraikan internalisasi pembelajaran pendidikan Agama Islam pada generasi Alfa agar terbentuk generasi yang memiliki moralitas yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian library research, dengan mengumpulkan data-data dari berbagai literatur-literatur yang berkaitan dengan pembelajaran pendidikan agama Islam di era digital. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam berperan penting dalam mengubah pedoman hidup generasi Alfa terutama mendalami tentang etika dan moral dalam Islam, hukum Islam dan meneladani kehidupan sesuai yang dicontohi Rasulullah SAW.
Konsep Pendidikan Islam Multikultural Perspektif K.H. Ahmad Hasyim Muzadi Arif, Amri Muhammad
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 1 (2025): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep pendidikan Islam multikultural dalam perspektif K.H. Ahmad Hasyim Muzadi. Fokus kajian mencakup landasan filosofis, nilai-nilai utama, dan proses internalisasi pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, menganalisis berbagai karya dan ceramah K.H. Ahmad Hasyim Muzadi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam multikultural menurut beliau berakar pada nilai-nilai universal Islam seperti keadilan, toleransi, persaudaraan, dan dialog. Nilai-nilai ini diterapkan melalui kurikulum berbasis keberagaman, keteladanan guru, serta kegiatan yang mendukung interaksi lintas budaya dan agama. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dalam rangka membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan dalam konteks pluralitas.
POLA KOMUNIKASI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN (Suatu Analisis Psikologi Pendidikan) Authar, Tanzil; Warul Walidin; Syabuddin; Salami Mahmud
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Quran does not specifically discuss Islamic communication practices. Islamic communication, typified by Qaulan, primarily revolves on interpersonal relationships. It involves linguistic interactions that are influenced by context and circumstances. The study employs qualitative methodologies. Research refers to the process of doing library research by analyzing material, such as written texts, notes, or reports, in order to provide novel research discoveries. Analytical terms are used to scrutinize information conveyed via symbols recorded in diverse media, including books, articles, and other mediums. The word "ill-defined" is used when the author is addressing a theory or notion that lacks a clear and precise definition, making it difficult to evaluate and develop into a comprehensible concept. The Qur'an comprises the verses known as Qaulan Karima, Qaulan Layyina, Qaulan Ma'rufa, Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, and Qaulan Shakhila.
Pedidikan Perempuan dalam Pandangan KH. Hasyim Asy'ari Arif, Amri Muhammad
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai seorang tokoh, KH. Hasyim Asy’ari tampil yang memperjuangkan emansipasi perempuan. KH. Hasyim Asy’ari telah banyak memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Namun kajian pendidikan perempuan dalam pandangan KH. Hasyim Asy'ari belum ada penelitian yang mendalam. Ia melakukan berbagai usaha dan cara untuk mewujudkan pendidikan bagi perempuan. Di antaranya menawarkan gagasan tentang konsep pendidikan perempuan. Penelitian ini ingin mengetahui tentang bagaimana pendidikan perempuan dalam pandangan KH. Hasyim Asy'ari dan relevansinya dengan sistem pendidikan nasional masa kini. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan Jenis penelitian library research (kajian pustaka). Analisis datanya menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan deskriptif analisis, dan menyimpulkan sesuai dengan fokus penelitian. KH. Hasyim Asy’ari menawarkan pendidikan yang menempatkan perempuan sejajar dengan laki-laki dalam hak menerima pendidikan, tanpa diskriminasi, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan ketakwaan kepada Tuhan agar mampu memahami kewajiban, tanggung jawab dan haknya sebagai perempuan dan sebagai hamba Allah Swt.
AKTUALISASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK CONTIGUOUS CONDITIONING DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Muhammad Yusron
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 1 (2025): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gege dan Berliner membangun teori belajar behavioristik tentang bagaimana pengalaman mengubah tingkah laku. Input, yang terdiri dari stimulus, dan output, yang terdiri dari respons, adalah komponen penting dari belajar, menurut teori behavioristik. Seorang profesor psikologi di University of Washington menciptakan teori contiguous conditioning, yang merupakan salah satu dasar belajar aliran behavioristik. Teori ini cocok untuk dikembangkan dalam dunia pendidikan untuk menangani masalah yang muncul selama proses pembelajaran. Artikel ini membahas teori contiguous conditioning Edwin Ray Guthrie dan bagaimana teori tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI di sekolah. Teori contiguous conditioning mengatakan bahwa kondisi yang berdekatan terjadi karena hubungan antara stimulus dan respons yang relevan. Belajar didefinisikan sebagai proses perubahan yang disebabkan oleh adanya kondisi (syarat), yang menyebabkan reaksi (respons).Beberapa elemen yang tidak terlepas dari teori ini adalah lupa, hukuman, dorongan, niat, dan pelatihan transfer. Tiga metode yang diciptakan oleh Edwin Ray Guthrie mencetuskan tiga metode yang bisa digunakan untuk mengubah tingkah laku kebiasaan, yaitu Metode Ambang (Threshold Ambang), Metode Kelelahan (Fatigue Method), dan Metode Reaksi Berlawanan (Incompatible Response Method). Ketiga metode tersebut bisa menjadi modal awal bagi seorang guru PAI dalam menerapkannya pada pembelajaran PAI di kelas. Dalam pembelajaran PAI di sekolah teori contiguous conditioning cocok diaplikasikan untuk menumbuh kembangkan kemampuan peserta didik baik dari ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Salah satu cara agar teori ini bisa berjalan secara maksimal yakni seorang guru bisa menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang menarik.
Diagnosis Kesulitan Belajar Hermanita, Hermanita
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 1 (2025): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini masih banyak siswa yang menghadapi kendala dalam belajar. yang ditandai dengan rendahnya semangat dan motivasi dalam belajar, minimnya prestasi yang mereka raih, meningkatnya jumlah siswa yang tidak naik kelas dan tidak lulus Ujian Nasional (UN). Setiap siswa dimanapun berada sudah pasti dan mutlak memiliki kesulitan dalam belajar, namun kesulitan belajar tersebut bisa beragam sesuai dengan tingkat kecerdasan, kematangan dan perkembangan siswa. Masalah diatas bisa saja diatasi oleh guru dengan mengikuti berbagai macam langkah dan kiat-kiat tertentu. Untuk menjawab semua persoalan ini, maka dalam tulisan singkat ini akan dijelaskan berbagai macam kesulitan belajar serta Diagnosis kesulitan belajar siswa. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode Deskriptif Analisis. Sedangkan sumber datanya berasal dari sumber data Primer dan Skunder. Dari data menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi kesulitan belajar pada siswa dan ada beberapa tekhnik yang perlu dilakukan dalam mendiagnosis kesulitan belajar siswa Kata Kunci : Diagnosis, Kesulitan, Belajar
Best Practice Penerapan Wahdatul ‘ulum Bidang diri (Studi Kasus: M. Hasballah Thaib: Pendiri Pesantren Misbahul Ulum Aceh dan Sekolah Al-Manar Medan) Syawal, Muhammad
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 1 (2025): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas contoh penerapan wahdatul ‘ulum pada bidang diri. wahdatul ‘ulum merupakan paradigma keilmuan yang dimiliki oleh UIN Sumatera Medan yang memiliki arti kesatuan ilmu/persatuan ilmu dari ilmu-ilmu keislaman (Islamic Studies) dan ilmu-ilmu pengetahuan Islam (Islamic Science). Dalam wahdatul ‘ulum juga banyak konsep yang menekankan pentingnya integrasi dan keterkaitan berbagai disiplin ilmu serta spiritual dalam kehidupan. Artinya konsep wahdatul ‘ulum ini bisa dikaitkan dan diterapkan dalam situasi apapun konteksnya, salah satunya dalam bidang diri seseorang. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep wahdatul ulum dan konsep manajemen diri atau apa saja yang bisa diimplementasikan dari wahdatul ‘ulum kepada diri seseorang terutama dalam memperkuat akidah, meningkatkan kualitas Ibadah kepada Allah dan memperkukuh akhlak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka yang mana data diperoleh dari hasil bacaan dan analisis peneliti berdasarkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak konsep wahdatul ulum yang bisa diterapkan dalam bidang diri seseorang, yaitu salah satunya dengan meng-integritaskan 5 intergrasi dari wahdatul ulum dan hasil lainnya wahdatul ulum ter-implementasikan juga pada tokoh yang dijadikan sumber penelitian yaitu Hasballah Taib seorang tokoh pendiri pesantren misbahul ulum di aceh dan pendiri sekolah al-manar medan. Contoh Wahdatul ulum yang diterapkan dalam dirinya yaitu menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, menghidupkan dimensi spiritual dalam aktivitas dunia,ibadah sebagai niat yang menggerakkan aktivitas,dll.
METODOLOGI PENDIDIKAN SAINS MENURUT ISLAM KAJIAN EPISTIMOLOGI Safran, Safran
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 1 (2025): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epistimologi membahas mengenai bagaimana cara memperoleh atau mendapatkan ilmu pengetahuan sehingga epistimologi ini berkaitan erat dengan persoalan metode untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan kian pesat seiring dengan dinamika peradaban manusia. Dalam Islam, ilmu agama (naqiyah) merupakan sumber ilmu pengetahuan lain karena ilmu Agama bersifat mutlak. Ilmu agama bersifat normatif tekstual teological khlasik yang meyakini sebagai kebenaran tuhan tidak tiragukan lagi. Berbeda hal nya dengan sains, kepada apa yang dilihat, di ukur dan dapat dibuktikan. Sains bersifat fositifis, empiris dan rasionalis. Sain berpihak pada rasio manusia pada saat itu sehingga kebenaranya bersifat relatif. Namun demikian baik ilmu agama maupun sains, keduanya berkembang untuk tujuan yang sama yaitu meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai khalifah di alam semesta ini. Untuk menganalisis metode pembelajaran sains pendekatan yang digunakan adalah pengkajian sains yang sesuai dengan epistimologi Islam. Metode tersebut melahirkan proses pembelajaran yang integratif antara narasi wahyu dan fakta empiris alam semesta. Model pembelajarn tersebut sanggat dibutuhkan agar sains yang dikembangkan umat Islam bernilai spritual dan material sekaligus serta terhindar dari ataisme dan sekularisme.

Page 2 of 3 | Total Record : 30