cover
Contact Name
T. Fachrul Razie
Contact Email
lpmstitmu@gmail.com
Phone
+6282273123435
Journal Mail Official
lpmstitmu@gmail.com
Editorial Address
Jln. Nasional (Komplek Pendidikan) Padang Meurantee - Susoh
Location
Kab. aceh barat daya,
Aceh
INDONESIA
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 23028327     EISSN : 30479487     DOI : -
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan merupakan publikasi akademis yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah yang mendalam dan terkini dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pemahaman terhadap isu-isu kritis dalam ketiga ranah tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
STRATEGI GURU MENGHADAPI KENAKALAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Her, Hermanita
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan siswa pada masa sekarang ini telah membuat para guru, orangtua djuga masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal mereka merasa bingung, terganggu dan resah dengan berbagai macam tindakan yang mereka lakukan, bahkan ada perbuatan mereka tersebut sudah tergolong dalam pelanggaran hukum. Bermacam-macam jenis tindakan yang dilakukan oleh siswa saat ini dimulai dari yang sederhana hingga kepada tindakan yang paling berat. Contoh perbuatan tersebut seperti Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta orang lain, Perilaku ugal-ugalan, berandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar, Perkelahian antar gang, antar kelompok, antar sekolah, antar suku, sehingga terkadang membawa korbanjiwa, Membolos sekolah, lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil bahkan tindakan Kriminalitas anak remaja seperti: memeras, mencuri, mengancam dan intimidasi juga kerapmereka lakukan. Permasalahan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinan siswa adalah lembaga pendidikan terutama guru. Dengan demikian menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk mengarahkan para peserta didik menjadi siswa yang baik, kembali pada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Dengan kata lain bahwa guru berkewajiban mendidik muridnya dengan cara mengajar dan cara-cara lainnya menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai nilai-nilai Islam. Tindakan siswa pada masa sekarang ini telah membuat para guru, orangtua djuga masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal mereka merasa bingung, terganggu dan resah dengan berbagai macam tindakan yang mereka lakukan, bahkan ada perbuatan mereka tersebut sudah tergolong dalam pelanggaran hukum. Bermacam-macam jenis tindakan yang dilakukan oleh siswa saat ini dimulai dari yang sederhana hingga kepada tindakan yang paling berat. Contoh perbuatan tersebut seperti Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta orang lain, Perilaku ugal-ugalan, berandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar, Perkelahian antar gang, antar kelompok, antar sekolah, antar suku, sehingga terkadang membawa korbanjiwa, Membolos sekolah, lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil bahkan tindakan Kriminalitas anak remaja seperti: memeras, mencuri, mengancam dan intimidasi juga kerapmereka lakukan. Permasalahan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinan siswa adalah lembaga pendidikan terutama guru. Dengan demikian menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk mengarahkan para peserta didik menjadi siswa yang baik, kembali pada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Dengan kata lain bahwa guru berkewajiban mendidik muridnya dengan cara mengajar dan cara-cara lainnya menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai nilai-nilai Islam.
MASJID BABUSSALAM SABANAR BARU SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN ISLAM BAGI JAMA’AH Abdul Arif; Nissa, Farhatun; Nabila, Amalya Nur
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menanamkan pendidikan Islam di lingkungan masyarakat melalui masjid adalah hal yang telah dilakukan sejak masa Rasulullah SAW. Maka dari itu, umat muslim berkewajiban untuk memanfaatkan masjid dalam mengembangkan dan memperoleh pendidikan Islam. Masjid menjadi contoh institusi Pendidikan Islam non-formal seperti pengajian, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan belajar lainnya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana masjid Barussalam Sabanar Baru sebagai sarana dalam mendapatkan pendidikan Islam. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa secara umum Masjid Babussalam Sabanar Baru menjadi salah satu sarana dalam memperoleh pendidikan Islam melalui kegiatan-kegiatan masjid. Kegiatan tersebut berupa kegiatan keagamaan seperti melaksanakan shalat berjama’ah, tadarrus Al-Qur’an, pengajian rutin/ceramah, peringatan hari besar Islam (PHBI). Adapun kegiatan pendidikan non-formal berupa pelaksanaan proses belajar mengajar tingkat TKA dan TPA. Kegiatan lainnya seperti kegiatan sosial berupa santunan anak yatim, pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dengan adanya kegiatan keagamaan yang berjalan secara terus menerus di lingkungan masjid, maka tujuan pemanfaatan masjid sebagai wadah atau sarana pendidikan Islam bagi jama’ah maupun masyarakat masjid setempat dapat meningkat secara berkelanjutan dalam menerima ilmu agama Islam. Ini menunjukkan bahwasanya Masjid Babussalam Sabanar Baru dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana pendidikan Islam.
STRATEGI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENJAGA KEUTUHAN KELUARGA Juanda, Arisman
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah keutuhan keluarga yang menjadi suatu keharusan, dikarenakan keluarga yang utuh akan menciptakan individu yang stabil secara emosional dan psikologis. Didalam Islam pernikahan adalah awal untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Pernikahan bukan hanya tentang dua individu yang bersatu, tetapi tentang menyelaraskan tujuan hidup dan impian bersama. Namun realitanya banyak keluarga yang tidak harmonis dan terjadi konflik didalam keluarga itu sendiri, maka diperlukan peran Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membawa kemashlahatan bagi umat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dan strategi KUA dalam menjaga keutuhan keluarga. Metode yang digunakan metode kualitatif, bertujuan menggali keterangan dari sumber langsung serta mengumpulkan bukti penjelasan dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran KUA dalam menjaga keutuhan keluarga dengan memberikan bimbingan perkawinan pranikah kepada calon pasangan, dan bimbingan pasca nikah, bimbingan ini tidak hanya mencakup formalitas, tetapi juga pemahaman tentang hak dan kewajiban suami-istri, nilai-nilai keagamaan dalam pernikahan, serta keterampilan komunikasi yang sehat. Sedangkan strategi KUA dalam menjaga keutuhan keluarga yaitu melalui program Bina Pelestarian Keluarga dengan tujuan untuk memperkuat keutuhanan keluarga dengan cara diberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat yang sudah menikah. Dengan terdapatnya peran dan strategi KUA diharapkan dapat memberikan pemahaman untuk menjadi keluarga yang seutuhnya.
Kinerja KUA dalam Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya Musbir
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Urusan Agama sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama memiliki peran yang strategis dan krusial dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat. Pada prinsipnya, setiap organisasi memerlukan strategi yang terencana dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Penerapan strategi pelayanan dalam suatu instansi pemerintahan, termasuk KUA Kecamatan Kuala Batee, diharapkan mampu memastikan bahwa kinerja pelayanan yang telah direncanakan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dan harapan. Kinerja berperan sebagai unsur penggerak sekaligus wujud determinasi diri dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga tugas tidak dilaksanakan secara setengah-setengah, melainkan dengan mengoptimalkan seluruh kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Profesionalisme kerja menjadi prasyarat penting agar pekerjaan dapat diselesaikan secara tepat waktu serta selaras dengan peraturan yang ditetapkan oleh instansi pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kinerja Kantor Urusan Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta strategi yang diterapkan dalam mengoptimalkan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini mengumpulkan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kinerja pelayanan di KUA Kecamatan Kuala Batee mampu memberikan hasil yang optimal dalam pelaksanaan pelayanan publik, sehingga masyarakat merasakan kepuasan dan kemudahan dalam mengurus berbagai keperluan, serta menilai bahwa pelayanan yang diberikan tergolong baik. Salah satu bentuk pelayanan publik yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah penerapan pelayanan terpadu oleh pegawai KUA Kecamatan Kuala Batee; dan (2) strategi yang diterapkan KUA Kecamatan Kuala Batee dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan meliputi penerapan kedisiplinan kerja, penguatan kebersamaan antarpegawai, keteladanan pimpinan, serta pemberian motivasi kepada pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.
MODEL KOMUNIKASI PEMIMPIN DENGAN GURU UNTUK MENCIPTAKAN SEKOLAH UNGGUL MIN 2 ACEH BARAT DAYA Hastuti, Putri; Prayogi, Faisal
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi menjadi suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orang lain. Komunikasi kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membangun iklim kerja yang harmonis, meningkatkan kinerja guru, serta mewujudkan visi dan misi lembaga pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi kepala sekolah dengan guru di MIN 2 Aceh Barat Daya meliputi komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok melalui rapat rutin, serta komunikasi persuasif yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti musyawarah, keteladanan, kejujuran, dan ukhuwah. Model komunikasi ini mampu meningkatkan partisipasi guru, memperkuat komitmen bersama, dan mendukung terciptanya sekolah unggul. Faktor pendukung komunikasi kepala sekolah dengan guru meliputi kepemimpinan yang visioner, keterbukaan kepala sekolah, budaya organisasi yang religius, serta adanya rasa saling percaya dan tanggung jawab. Komunikasi yang efektif tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga pada pembinaan akhlak dan nilai spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan manajemen komunikasi kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam.
STRATEGI KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN DI DALAM LEMBAGA Abdya, STIT Muhammadiyah
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dalam menjalankan fungsi kepemimpinan di dalam suatu lembaga. Sebagai makhluk sosial, manusia secara alamiah memiliki potensi untuk berkomunikasi, baik secara sadar maupun tidak sadar. Komunikasi menjadi faktor utama dalam menunjang proses administrasi, koordinasi, dan interaksi antarunsur organisasi. Tanpa adanya komunikasi yang baik, berbagai proses organisasi tidak akan berjalan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Artikel ini membahas konsep komunikasi kepemimpinan, fungsi komunikasi dalam organisasi, gaya komunikasi kepemimpinan, strategi komunikasi, serta hambatan-hambatan yang sering dihadapi dalam komunikasi kepemimpinan
ANALISIS KOMPARATIF TAFSIR SURAT AL-FATIHAH MENURUT IBNU KATSIR DAN BUYA HAMKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Abdya, STIT Muhammadiyah
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif penafsiran Surat Al-Fatihah menurut Ibnu Katsir dan Buya Hamka serta implikasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data primer berasal dari Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan pada aspek tauhid, ibadah, dan permohonan petunjuk sebagai inti kandungan Al-Fatihah. Adapun perbedaannya terletak pada pendekatan penafsiran, di mana Ibnu Katsir menekankan metode tafsir bi al-ma’tsur, sedangkan Buya Hamka menggunakan pendekatan kontekstual dan filosofis. Kedua pendekatan tersebut memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang bersifat integratif antara nilai-nilai klasik dan kebutuhan kontemporer.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN METODE TILAWATI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN Nursalami; Sukma, Laila
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai dengan kaidah tajwid merupakan pondasi penting dalam pembelajaran Al-Qur’an. Ketepatan pengucapan makhrajul huruf, penguasaan hukum tajwid, serta kelancaran membaca ayat-ayat Al-Qur’an menjadi indikator utama dalam kualitas bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pendekatan pembelajaran melalui metode Tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan pendidik, pengelola lembaga, dan peserta didik sebagai subjek penelitian. Dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran metode Tilawati berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas membaca Al-Qur’an peserta didik. Peningkatan tersebut tercermin pada semakin baiknya ketepatan makhrajul huruf, konsistensi penerapan hukum tajwid, serta meningkatnya kelancaran dan kepercayaan diri dalam membaca al-Qur’an. Implementasi metode Tilawati dilakukan melalui kegiatan baca simak yang terstruktur, penggunaan irama/lagu rost, pembiasaan latihan secara berulang, serta pengelompokan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan. Secara keseluruhan, pendekatan pembelajaran metode Tilawati dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi pedagogis yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di lembaga pendidikan al-Qur’an.
KEBIJAKAN PELAYANAN DAN TRUST TERHADAP MINAT MEMBAYAR ZAKAT DI BAZNAS KOTA BANDARLAMPUNG Ramdani, Selva Okta; Purboyo, Muhammad Guntur; SAri, Ifaty Fadliliana
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan pelayanan dan kepercayaan (trust) berperan dalam meningkatkan minat masyarakat menunaikan zakat maal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandar Lampung. Latar belakang kajian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara besarnya potensi zakat dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun oleh lembaga. Selain itu, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zakat maal masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 60%, disertai dengan rendahnya tingkat kepercayaan serta persepsi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh lembaga zakat. Metode yang digunakan ialah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian yakni masyarakat muslim Kota Bandar Lampung yang berpotensi sebagai muzakki, dengan jumlah sampel 100 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari lembaga dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis baik secara parsial (uji t) maupun simultan (uji F). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelayanan dan trust memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat membayar zakat maal sebesar 0,007 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 38,7% variasi minat muzakki, sedangkan 61,3% dipengaruhi faktor lain. Indikator paling dominan memengaruhi minat muzakki membayar zakat maal melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung adalah profesionalisme (69%) dan kejujuran (56,57%). Profesionalisme petugas yang mampu melayani dengan baik serta kejujuran lembaga dalam menyampaikan laporan keuangan terbukti meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat. Dengan demikian, berdasarkan penelitian ini, penguatan pada profesionalisme dan kejujuran perlu menjadi prioritas utama dalam meningkatkan minat mauzakki membayar zakat maal melalui lembaga resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI UNTUK KEPALA SEKOLAH Akmal, Ivandi
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih besar, komunikasi di bidang pendidikan membantu membangun hubungan positif di antara para pendidik. Dalam hal ini, kepala sekolah menggunakan komunikasi organisasi untuk berkomunikasi dengan guru pengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (library study) yang berfokus pada pengumpulan dan analisis literatur yang relevan dengan topik komunikasi organisasi dan kepemimpinan kepala sekolah. Sumber literatur yang digunakan meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen resmi yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir untuk memastikan relevansi dan kekinian informasi. Menciptakan suasana di sekolah yang menumbuhkan prestasi siswa secara optimal dan pembelajaran yang efektif memerlukan komunikasi organisasi yang baik. Agar dapat melaksanakan tugasnya secara efisien, kepala sekolah harus memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, baik secara lisan maupun nonverbal, serta mampu membina hubungan baik dengan setiap siswa di sekolah. Selain itu, membangun iklim sekolah yang mendorong keberhasilan pembelajaran, partisipasi pemangku kepentingan, dan kerja sama yang konstruktif bergantung pada penggunaan alat komunikasi resmi dan informal secara efektif. Hasilnya, peningkatan komunikasi organisasi di sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat meningkatkan pembelajaran siswa dan kinerja sekolah secara keseluruhan.

Page 4 of 4 | Total Record : 40