cover
Contact Name
Sahabuddin Latif
Contact Email
greenplexresearch@gmail.com
Phone
+6285257228519
Journal Mail Official
greenplexresearch@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cak Doko No. 52, Oetete Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal of Green Complex Engineering
Published by CV. Gio Architect
ISSN : -     EISSN : 30259673     DOI : 10.59810/greenplexresearch
Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian dan publikasi di bidang rekayasa kompleks hijau. Jurnal ini menekankan pada perkembangan dan aplikasi solusi teknis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam desain, konstruksi, dan pengelolaan kompleks bangunan. Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para peneliti, ilmuwan, akademisi, praktisi, dan profesional di bidang rekayasa kompleks hijau untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terbaru. Jurnal ini mempromosikan pertukaran informasi yang luas dan kolaborasi di antara para ahli yang tertarik dalam menciptakan bangunan dan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): Februari" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Web – Based Geographic Information System (GIS) dalam Penanggulangan Bencana Banjir Kabupaten Bulukumba Harry Hardian Sakti; Yan Radhinal; Muhammad Isra; Muhammad Fakhruddin; Nurul Wahyuni
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.71

Abstract

Setiap tahun di musim penghujan daerah hulu sampai hilir Kabupaten Bulukumba mengalami banjir. Salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalami luapan berisiko tinggi yaitu DAS Bialo. Pemanfaatan teknologi spasial melalui Web – Based Geographic Information System (GIS) dapat dijadikan sebagai alat bantu mengatasi keterbatasan manusia dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi risiko banjir dengan membedah indeks ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Output dari evaluasi risiko ini selanjutnya diintegrasikan melalui pemanfaatan teknologi spasial, yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web. Metode analisis yang diterapkan untuk mengukur tingkat risiko banjir mencakup pendekatan analisis kualitatif-kuantitatif dan analisis spasial menggunakan Model Waterfall dengan 6 tahap, yakni design, analysis, coding, testing, implementation dan maintenance, dengan kebutuhan data yang disesuaikan dengan data spasial. Informasi yang akan disampaikan mencakup aspek fisik wilayah, peta wilayah, gambar, model perangkat pendeteksi, Jalur evakuasi, serta rekomendasi lokasi evakuasi terdekat untuk warga yang terkena dampak banjir. Web – Based Geographic Information System (GIS) bidang penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Bulukumba diharapkan dapat bermanfaat sebagai sistem pemantauan secara real time bagi pemerintah dan masyarakat dalam membangun kapasitas dan mengurangi kerentanan bencana banjir. Prototype sistem penanggulangan bencana ini juga dapat menjadi percontohan wilayah lainnya dalam membangun wilayah yang tangguh terhadap bencana banjir.
Eksplorasi Bambu Sebagai Material Berkelanjutan pada Bangunan Imriyanti Gaffar Bakri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.92

Abstract

Material bambu sebagai salah satu material bangunan saat ini berkembang pesat sesuai dengan peruntukkannya. Bambu sebagai material bangunan mampu menjadi material  struktural yakni pada bagian bawah bangunan (sub-struktur), tengah bangunan (super-struktur) dan atas bangunan (upper-struktur) yang bersifat berkelanjutan. Tujuan penelitian, eksplorasi keberadaan bambu pada sistem struktur bangunan menjadi material perencanaan bangunan secara umum dan bangunan berkelanjutan secara khusus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu berusaha untuk menghasilkan data yang berupa gambaran sistematis dan akurat dari objek kajian.  Hasil didapati bahwa bambu mampu dieksplorasikan karena sifat mekanik yang terkandung didalamnya seperti: berat jenis, kuat tarik, kuat tekan, kuat lentur dan kuat geser.  Sehingga bambu mampu bertahan dan dimanfaatkan sebagai material struktur bangunan. Penempatan bambu sebagai material bangunan yakni dibagian sistem struktur bangunan yakni: sub-struktur dibagian bawah bangunan atau menjadi fondasi/dasar bangunan; super struktur pada badan/tengah bangunan seperti; lantai, kolom, dinding, dan plafon bangunan; untuk bagian upper bangunan. Penempatan bambu pada bagian rangka atap dan material penutup atap bangunan. Temuan riset ini dapat diimplementasikan ke berbagai bangunan sederhana.
Analisis Tingkat Keteraturan Bangunan Hunian Kelurahan Kampung Buyang Kota Makassar Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.93

Abstract

Kampung Buyang merupakan lokasi kategori kumuh di Kota Makassar, kriteria kekumuhan yang menonjol adalah ketidakteraturan bangunan tempat tinggal. Tujuan Penelitian untuk menganalisis tingkat keteraturan bangunan hunian dari indikator pengaturan bentuk, besaran, peletakan, dan tampilan bangunan pada kawasan permukiman dan indikator pengaturan blok lingkungan, kapling, bangunan, ketinggian dan elevasi lantai, konsep identitas lingkungan, orientasi lingkungan dan wajah jalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan observasi lapangan dengan Indikator keteraturan bangunan tempat tinggal meliputi terpenuhinya tata cara bangunan dalam rencana rinci tata ruang dan kode lingkungan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan hanya ada dua bidang lingkungan skala bangunan yang memiliki keteraturan bangunan mencapai 100% seperti pada RT 002-RW001 dan RT001-RW002.Faktor-faktor seperti pengaturan blok lingkungan, peruntukan , struktur bangunan, material atap, dan ketinggian/elevasi lantai juga menjadi pertimbangan dalam analisis. Penelitian ini memberikan informasi tentang kondisi permukiman di Kelurahan Kampung Buyang, yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan perencanaan tata ruang dan pembangunan yang lebih efektif.
Pendekatan Arsitektur Ekologi pada Perancangan Pusat Daur Ulang Sampah Plastik di Kota Makassar Irlan Nurasyid; Siti Fuadillah A. Amin; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Arsitektur Ekologi dan menyusun konsep perancangan Arsitektur Ekologi pada pusat daur ulang sampah plastik di Kota Makassar. Pusat daur ulang sampah plastik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan pencemaran lingkungan di kota Makassar. Menurut data, jumlah timbunan sampah harian kota Makassar periode 2017-2018 mencapai 1.425 Ton/hari dengan komposisi sampah plastik di Kota Makassar sebesar 16,29%. Konsep arsitektur ekologi merupakan konsep arsitektur yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus, studi dokumen dan grounded theory.  Pusat daur ulang sampah plastik yang direncanakan berlokasi di kecamatan Manggala kota Makassar dengan luas tapak sebesar 21.160 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 6.375,08 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk logo daur ulang yang terdiri dari tiga massa. Siteplan terdiri dari bangunan utama, bangunan penunjang, ruang parkir, bangunan servis, halte, jalan, dan taman. Pusat daur ulang sampah plastik menerapkan empat prinsip arsitektur ekologi yaitu pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, penggunaan material daur ulang, dan pemanfaatan energi alternatif panel surya. Konsep pengolahan sampah terpadu ini dapat di terapkan pada kota-kota yang padat terutama di Indonesia.
Dampak Perubahan Lahan Terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Muh. Syafaat S Kuba; Nini Apriani Rumata; Citra Amalia Amal
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.96

Abstract

Kota Makassar merupakan pintu gerbang dari Indonesia Timur sehingga kota ini selalu mengalami perkembangan pembangunan yang sangat signifikan. Hal ini sejalan dengan perkembangan meluasnya bencana banjir yang terjadi di Kota Makassar. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi perkembangan bencana banjir adalah perubahan fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Kecamatan Rappocini merupakan salah satu kecamatan di Kota Makassar yang mengalami perkembangan perubahan lahan dan banjir yang cukup signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu pertama mengidentifikasikan perkembangan perubahan lahan yang terjadi Kota Makassar pada tahun 2014 dan Tahun 2024 di Kecamatan Rappocini, kedua Menganalisis perkembangan potensi bencana banjir pada tahun 2014 dan tahun 2024 di Kecamatan Rappocini. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis spasial. Analisis deskripsi dengan melakukan interpretasi citra satelit  untuk mengetahui perubahan lahan yang terjadi tahun 2014 dan tahun 2024. Analisis spasial digunakan untuk mengetahui potensi ancaman banjir dengan pendekatan pemetaan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan perubahan lahan menjadi lahan terbangun dari tahun 2014 – 2024 adalah 15%  serta perkembangan luas wilayah yang berpotensi bencana banjir dari tahun 2014 sampai tahun 2024 dengan kerawanan sedang menurun sebanyak 65% dan kerawanan tinggi meningkat menjadi 12%. Penelitian ini menyimpulkan ada penurunan kualitas lahan sehingga terjadi kerawanan banjir sedang menuju tinggi. Disarankan ada tindak lanjut seperti penentuan lokasi evakuasi bencana dan melakukan pengendalian terhadap pemanfaatan lahan secara berlebihan.
Analisis Teori dan Kritik Terhadap Arsitektur Masjid 99 Kubah Makassar Ria Selfiyani Bahrun; Suci Qadriana Ramadhani
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.97

Abstract

Masjid 99 Kubah merupakan salah satu bangunan terunik di kota Makassar yang memiliki fungsi sebagai bangunan ibadah sekaligus dengan fungsi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan kritik arsitektur untuk melihat bagaimana hubungan aspek sejarah, fenomena arsitektur serta beberapa konteks sosial budaya yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi untuk mengaitkan teori dan kritik arsitektur yang ada terhadap fisik bangunannya. Jenis teori dan kritik arsitektur yang digunakan adalah deskriptif (deskripsi fisik bangunan berdasarkan fakta lapangan), interpretatif (menafsirkan bangunan tanpa ada unsur menghakimi), dan kritik fungsionalisme (melihat kesesuaian bangunan dengan fungsinya) yang diuraikan penjelasannya sebagai temuan dari hasil analisis studi kasus di lapangan. Hasil dari penelitian Masjid 99 Kubah adalah arsitektur islam yang diadaptasi dengan gaya arsitektur timur tengah dengan penggabungan style Byzantium dan Ottoman. Bukaan pintu dan jendela memiliki bentuk tradisi islami dan klasik namun ditampilkan dengan material post modern. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menambah wawasan bagi semua kalangan baik akademisi maupun masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6