cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 423 Documents
Hubungan Faktor Sosial dan Akses Pelayanan Kesehatan terhadap Swamedikasi Antibiotik pada Masyarakat: Literature Review Azzahra, Andi Liza; Nadjib, Mardiati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4559

Abstract

Resistensi antimikroba menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat global yang dipicu oleh penggunaan antibiotik secara tidak rasional, termasuk praktik swamedikasi antibiotik di masyarakat. Swamedikasi antibiotik meliputi penggunaan antibiotik tanpa resep tenaga kesehatan, penggunaan sisa obat, serta konsumsi berdasarkan pengalaman pengobatan sebelumnya. Praktik ini tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor sosial dan akses pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan praktik swamedikasi antibiotik pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed dan Google Scholar periode tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik swamedikasi antibiotik masih ditemukan secara luas di berbagai negara dengan prevalensi yang relatif tinggi. Faktor individu seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengalaman penggunaan antibiotik sebelumnya berperan dalam perilaku swamedikasi. Namun, faktor sosial ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan memiliki pengaruh yang lebih kuat, terutama terkait keterbatasan akses fasilitas kesehatan, tingginya biaya pengobatan, kepemilikan asuransi kesehatan, serta kemudahan memperoleh antibiotik tanpa resep. Praktik ini berkontribusi terhadap peningkatan risiko resistensi antimikroba, kegagalan terapi, dan efek samping obat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian swamedikasi antibiotik melalui pendekatan komprehensif yang menitikberatkan pada penguatan sistem pelayanan kesehatan, regulasi distribusi antibiotik, dan peningkatan literasi masyarakat.
Analisis Faktor Risiko Psikososial sebagai Determinan Stres Kerja pada Sektor Konstruksi Mujakar, Ayu Agil; Widanarko, Baiduri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4569

Abstract

Sektor konstruksi dikenal sebagai salah satu sektor kerja dengan tekanan kerja yang tinggi, yang disebabkan oleh kompleksitas pekerjaan, tuntutan penyelesaian dalam waktu singkat, serta kondisi kerja yang dinamis. Situasi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stres kerja yang berdampak pada kesehatan maupun produktivitas pekerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat stres kerja pada pekerja konstruksi serta mengidentifikasi faktor risiko psikososial yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 967 pekerja konstruksi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan uji Chi-square untuk menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat stres kerja, serta analisis pemeringkatan menggunakan pendekatan nilai rata-rata (mean) dan proporsi untuk mengidentifikasi faktor risiko psikososial dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja berada pada kategori stres sedang (70,6%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa usia dan jabatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja (p > 0,05). Berdasarkan analisis pemeringkatan, baik pendekatan mean maupun proporsi secara konsisten mengidentifikasi beban kerja kuantitatif, beban kerja kualitatif, dan konflik peran sebagai tiga faktor risiko psikososial paling dominan, meskipun terdapat perbedaan urutan peringkat antar pendekatan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor psikososial, khususnya beban kerja dan kejelasan peran, dalam sistem keselamatan dan kesehatan kerja untuk menurunkan risiko stres kerja pada sektor konstruksi.
Literasi Pola Makan Digital sebagai Prediktor Perilaku Makan Sehat pada Mahasiswa Kesehatan Syafei, Abdullah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4636

Abstract

Digitalisasi telah mengubah cara individu memperoleh informasi gizi dan membentuk perilaku makan. Literasi pola makan sehat digital menjadi faktor penting dalam mendukung perilaku makan sehat, khususnya pada mahasiswa kesehatan yang memiliki akses tinggi terhadap informasi digital. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 120 mahasiswa kesehatan di Universitas Indonesia Maju Jakarta, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur literasi pola makan sehat digital dan perilaku pola makan sehat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi pola makan sehat digital berada pada kategori sedang hingga cukup baik (mean = 37,28; SD = 4,91), sedangkan perilaku pola makan sehat tergolong sedang (mean = 11,37; SD = 4,19). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi pola makan digital dengan perilaku makan sehat (ρ = 0,198; nilai p = 0,03), namun dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Literasi pola makan sehat digital berhubungan dengan perilaku makan sehat, tetapi kontribusinya relatif kecil. Diperlukan intervensi yang tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga mengintegrasikan strategi perubahan perilaku untuk meningkatkan praktik pola makan sehat secara lebih optimal.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue