cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 439 Documents
Hubungan Faktor Sosial dan Akses Pelayanan Kesehatan terhadap Swamedikasi Antibiotik pada Masyarakat: Literature Review Andi Liza Azzahra; Mardiati Nadjib
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4559

Abstract

Resistensi antimikroba menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat global yang dipicu oleh penggunaan antibiotik secara tidak rasional, termasuk praktik swamedikasi antibiotik di masyarakat. Swamedikasi antibiotik meliputi penggunaan antibiotik tanpa resep tenaga kesehatan, penggunaan sisa obat, serta konsumsi berdasarkan pengalaman pengobatan sebelumnya. Praktik ini tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor sosial dan akses pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan praktik swamedikasi antibiotik pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed dan Google Scholar periode tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik swamedikasi antibiotik masih ditemukan secara luas di berbagai negara dengan prevalensi yang relatif tinggi. Faktor individu seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengalaman penggunaan antibiotik sebelumnya berperan dalam perilaku swamedikasi. Namun, faktor sosial ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan memiliki pengaruh yang lebih kuat, terutama terkait keterbatasan akses fasilitas kesehatan, tingginya biaya pengobatan, kepemilikan asuransi kesehatan, serta kemudahan memperoleh antibiotik tanpa resep. Praktik ini berkontribusi terhadap peningkatan risiko resistensi antimikroba, kegagalan terapi, dan efek samping obat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian swamedikasi antibiotik melalui pendekatan komprehensif yang menitikberatkan pada penguatan sistem pelayanan kesehatan, regulasi distribusi antibiotik, dan peningkatan literasi masyarakat.
Analisis Faktor Risiko Psikososial sebagai Determinan Stres Kerja pada Sektor Konstruksi Ayu Agil Mujakar; Baiduri Widanarko
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4569

Abstract

Sektor konstruksi dikenal sebagai salah satu sektor kerja dengan tekanan kerja yang tinggi, yang disebabkan oleh kompleksitas pekerjaan, tuntutan penyelesaian dalam waktu singkat, serta kondisi kerja yang dinamis. Situasi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stres kerja yang berdampak pada kesehatan maupun produktivitas pekerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat stres kerja pada pekerja konstruksi serta mengidentifikasi faktor risiko psikososial yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 967 pekerja konstruksi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan uji Chi-square untuk menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat stres kerja, serta analisis pemeringkatan menggunakan pendekatan nilai rata-rata (mean) dan proporsi untuk mengidentifikasi faktor risiko psikososial dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja berada pada kategori stres sedang (70,6%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa usia dan jabatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja (p > 0,05). Berdasarkan analisis pemeringkatan, baik pendekatan mean maupun proporsi secara konsisten mengidentifikasi beban kerja kuantitatif, beban kerja kualitatif, dan konflik peran sebagai tiga faktor risiko psikososial paling dominan, meskipun terdapat perbedaan urutan peringkat antar pendekatan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor psikososial, khususnya beban kerja dan kejelasan peran, dalam sistem keselamatan dan kesehatan kerja untuk menurunkan risiko stres kerja pada sektor konstruksi.
Literasi Pola Makan Digital sebagai Prediktor Perilaku Makan Sehat pada Mahasiswa Kesehatan Abdullah Syafei
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4636

Abstract

Digitalisasi telah mengubah cara individu memperoleh informasi gizi dan membentuk perilaku makan. Literasi pola makan sehat digital menjadi faktor penting dalam mendukung perilaku makan sehat, khususnya pada mahasiswa kesehatan yang memiliki akses tinggi terhadap informasi digital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan literasi pola makan digital dengan perilaku makan sehat pada mahasiswa kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 120 mahasiswa kesehatan di Universitas Indonesia Maju Jakarta, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur literasi pola makan sehat digital dan perilaku pola makan sehat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi pola makan sehat digital berada pada kategori sedang hingga cukup baik (mean = 37,28; SD = 4,91), sedangkan perilaku pola makan sehat tergolong sedang (mean = 11,37; SD = 4,19). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi pola makan digital dengan perilaku makan sehat (ρ = 0,198; nilai p = 0,03), namun dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Literasi pola makan sehat digital berhubungan dengan perilaku makan sehat, tetapi kontribusinya relatif kecil. Diperlukan intervensi yang tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga mengintegrasikan strategi perubahan perilaku untuk meningkatkan praktik pola makan sehat secara lebih optimal.
Hubungan Pengetahuan, Status Gizi dan Self-Management dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lamno Ibrahim; Nyak Amir; Maiza Duana; Hanif Muchdatul Ayunda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4479

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat pada kelompok lansia, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lamno. Faktor yang berperan terhadap tingginya kejadian dan komplikasi hipertensi pada lansia meliputi tingkat pengetahuan tentang hipertensi, status gizi, dan kemampuan self-management dalam pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan, status gizi, dan self-management dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 200 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 75–89 tahun, dengan mayoritas memiliki pengetahuan kurang, status gizi overweight, dan self-management yang rendah. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (nilai p = 0,000; OR=17,7), status gizi (nilai p = 0,000; OR=22,5), dan self-management (nilai p = 0,000; OR=19,9) dengan kejadian hipertensi derajat 2. Lansia dengan pengetahuan buruk, status gizi overweight, dan self-management rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi terpadu melalui peningkatan edukasi kesehatan, pengelolaan gizi, serta penguatan kemampuan self-management untuk mencegah perburukan hipertensi pada lansia.
Pengaruh Media Edukasi Booklet tehadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Puskesmas Simpang Kiri dan Puskesmas Rundeng Kota Subulussalam Tahun 2024 Siti Hardianti; Gunarmi; Fitriani Mediastuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4467

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan (1.000 HPK) merupakan periode kritis untuk pencegahan stunting; namun, pengetahuan ibu yang terbatas tetap menjadi tantangan di daerah dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan, seperti Subulussalam, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan berbasis booklet dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil pada 1.000 hari pertama kehidupan menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen kuasi eksperimental yang melibatkan 84 ibu hamil trimester pertama. Peserta ditugaskan ke kelompok intervensi yang menerima pendidikan berbasis booklet dan kelompok kontrol yang menerima pendidikan berbasis ceramah. Tingkat pengetahuan dinilai sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis menggunakan tes Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Skor pengetahuan meningkat secara signifikan pada kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih besar diamati pada kelompok intervensi (perbedaan rata-rata = 5,12; p < 0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol (perbedaan rata-rata = 2,64; p < 0,001). Perbedaan yang signifikan antarkelompok dikonfirmasi (U = 503.000; p = 0.001). Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis booklet lebih efektif daripada metode berbasis ceramah dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang 1.000 hari pertama kehidupan dan merupakan strategi praktis untuk mendukung pencegahan stunting di lingkungan sumber daya rendah.
Perbedaan Literasi Gizi dan Pengetahuan Pangan Lokal Papua pada Mahasiswa Gizi dan Non Gizi di Universitas Cenderawasih Wilma Florensia; Genoveva Chatleen Copenhagenia Mollet
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4465

Abstract

Literasi gizi adalah kemampuan individu untuk memperoleh, menganalisis, dan menerapkan informasi terkait gizi untuk menentukan pilihan pola makan yang sehat. Data mengenai perbedaan literasi gizi dan pengetahuan pangan lokal antara mahasiswa jurusan ilmu kesehatan, seperti gizi, dan mahasiswa non-gizi, khususnya di Universitas Cenderawasih, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi gizi dan pengetahuan pangan lokal antara mahasiswa peminatan gizi di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih . Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif di Fakultas Kesehatan Masyarakat peminatan gizi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 65 kelompok mahasiswa gizi dan 65 mahasiswa non gizi.  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Newest Vital Signs (NVS) untuk mengukur literasi gizi dan pengetahuan pangan lokal Papua. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney untuk mengidentifikasi perbedaan antar kelompok. Analisis statistik temuan menunjukkan nilai p >0,05, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan pangan lokal (nilai p = 0,164) dan literasi gizi (nilai p = 0,341) kedua kelompok mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa jurusan gizi dan mahasiswa jurusan lain di Universitas Cenderawasih memiliki kompetensi yang setara dalam hal literasi umum dan pengetahuan khusus pangan lokal.
Efektivitas Yoga Prenatal terhadap Keluhan Fisik, Kecemasan, dan Lama Persalinan pada Ibu Hamil di TPMB Wilayah Kota Depok Dian Kristiningrum; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4566

Abstract

Keluhan fisik, seperti nyeri punggung bawah dialami oleh 50–70% ibu hamil di Kota Depok, yang apabila tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yoga prenatal terhadap keluhan fisik, kecemasan, dan lama persalinan pada ibu di TPMB wilayah Kota Depok. Penelitian quasi-experimental design ini menggunakan rancangan post-test with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 ibu hamil yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kelompok intervensi diberikan intervensi yoga prenatal sebanyak 1kali dalam seminggu, selama 8 minggu. Sementara kelompok kontrol asuhan standar TPMB. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu Pelvic Girdle Questionnaire (PGQ), Anxiety Rating Scale (HARS), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Terdapat efektivitas yoga prenatal efektif secara signifikan dalam menurunkan nyeri punggung bawah (nilai p = 0,001), nyeri pelvis (nilai p = 0,001), kecemasan (nilai p = 0,001), gangguan tidur (nilai p = 0,001), kecemasan (nilai p = 0,001), dan lama persalinan kala I (nilai p = 0,002) dan lama persalinan kala II (nilai p = 0,013). Terdapat efektivitas yoga prenatal terhadap keluhan fisik, kecemasan, dan lama persalinan pada ibu. Diharapkan dapat mengintegrasikan program yoga prenatal sebagai bagian dari layanan antenatal rutin untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mengurangi kecemasan ibu hamil.
Analisis Manajemen Laktasi terhadap Kesejahteraan Ibu dan Bayi di RSPAD Gatot Soebroto Monalisa; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4567

Abstract

Kesejahteraan ibu dan bayi merupakan indikator penting dalam kesehatan masyarakat. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi perhatian, yang dipengaruhi oleh hambatan fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Manajemen Laktasi terhadap kesejahteraan ibu dan bayi di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain explanatory mixed-method. Sampel terdiri dari 106 ibu hamil dan nifas, diantaranya 53 kelompok kontrol dan 53 kelompok intervensi dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form dan Connor-Davidson Resilience Scale 10. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Terdapat perbedaan signifikan pada efikasi diri (nilai p = 0,001), resiliensi psikologis (nilai p = 0,001), berat badan bayi (nilai p = 0,001), frekuensi BAK bayi (nilai p = 0,001), dan keberhasilan menyusui (nilai p = 0,001) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol di RSPAD Gatot Soebroto. Analisis kualitatif menunjukkan adanya perbedaan dalam pengalaman dan persepsi ibu antara kedua kelompok. Ibu pada kelompok intervensi menunjukkan efikasi diri yang lebih tinggi, ketahanan psikologis yang lebih baik, persepsi yang lebih positif terhadap kecukupan ASI, serta pengalaman menyusui yang lebih optimal dibandingkan dengan kelompok kontrol. Manajemen laktasi memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan ibu dan bayi. Pendekatan holistik melalui konseling, Hypnobreastfeeding, serta dukungan suami dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. Manajemen laktasi sebaiknya diintegrasikan secara sistematis dalam pelayanan kebidanan serta melibatkan anggota keluarga sebagai pendukung utama.
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Pencegahan Kehamilan Pra Nikah Angela Lovendra Naingalis; Frida Sisternike Pay
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4571

Abstract

Kehamilan pranikah pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak negatif secara kesehatan, sosial, maupun psikologis. Salah satu faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mencegah kehamilan pranikah adalah tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap pencegahan kehamilan pranikah pada remaja di SMAN 5 Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di SMAN 5 Kupang dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi dalam kategori baik serta menunjukkan sikap positif terhadap pencegahan kehamilan pranikah. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,001 (p ≤ 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap pencegahan kehamilan pranikah pada remaja di SMAN 5 Kupang. Kesimpulannya, pengetahuan kesehatan reproduksi berperan penting dalam membentuk sikap remaja dalam mencegah kehamilan pranikah.
Pengembangan Model Edukasi “SALLY” untuk Pencegahan Kekerasan pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Bayah Kabupaten Lebak Sally Pratama Nuryani; Andi Julia Rifiana; Rini Kundaryanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4594

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas, namun juga rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, seperti fisik, psikologis, verbal, dan digital. Penanggulangan masalah ini membutuhkan pendekatan edukatif yang komprehensif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Edukasi “SALLY” untuk pencegahan kekerasan pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Bayah dengan menggunakan desain ADDIE. Tahap awal dilakukan melalui penelitian kualitatif untuk analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dan quasi-eksperimen. Sebanyak 112 responden diperoleh dari 600 siswa kelas XI melalui sampling acak, sedangkan uji quasi-eksperimen melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan model edukasi "SALLY" berhasil meningkatkan pengetahuan pada 92% siswa. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara Self-Awareness (nilai p = 0,000), Assertiveness (nilai p = 0,044), Live Support (nilai p = 0,003), Literacy Digital (nilai p = 0,000), dan Youth-peer Facilitation (nilai p = 0,014) dengan pengetahuan pencegahan kekerasan. Self-Awareness terbukti sebagai variabel yang paling dominan dengan Exp(B) = 11.444. Uji T-test menunjukkan perubahan signifikan pada kelompok intervensi (mean difference = -20,1, nilai p = 0,000), yang mengindikasikan efektivitas model dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pencegahan kekerasan. Model Edukasi "SALLY" terbukti efektif dalam pencegahan kekerasan pada remaja dan dapat diimplementasikan sebagai program edukasi berbasis sekolah dan komunitas. Diperlukan pengembangan lebih lanjut pada aspek visual dan keterbacaan media edukatif serta penerapan model secara lebih luas untuk mengukur dampak jangka panjangnya.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue