cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 410 Documents
Pencegahan Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Pernapasan: Systematic Literature Review Murniati; Solihin; Pambayun, Galih; Pramana, Cipta
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4263

Abstract

Perubahan iklim saat ini telah menjadi ancaman nyata yang membahayakan kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Dampak paling parah terlihat pada gangguan kesehatan pernapasan, khususnya di Negara tropis seperti Indonesia yang kerap mengalami suhu ekstrem, banjir, dan polusi udara tinggi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji bukti-bukti terkini mengenai strategi pencegahan dampak tersebut melalui analisis literatur yang mendalam. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis berpedoman pada PRISMA, dengan pencarian artikel pada database PubMed, Scopus dan ScienceDirect tahun 2020 hingga 2024. Kata kunci yang dipakai meliputi “perubahan iklim”, “kesehatan pernapasan”, dan “pencegahan”, yang kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Dari total 857 artikel yang tersaring, sebanyak 18 studi dipilih untuk dilakukan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti partikulat halus PM2.5 dan gelombang panas meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 30%. Intervensi pencegahan berupa pemantauan dini dan edukasi masyarakat terbukti mampu menurunkan angka kejadian hingga 20-25%. Di Indonesia sendiri, data BPS tahun 2025 mencatat peningkatan kasus ISPA sebesar 15% yang berkaitan erat dengan perubahan iklim. Kesimpulan pendekatan pencegahan yang inovatif dan terintegrasi dalam kerangka One Health sangat penting untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat Indonesia. Rekomendasi yang diajukan meliputi pengembangan platform prediksi berbasis kecerdasan buatan serta perluasan program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“FENITORING REMATRI” Sebagai Alternatif Sistem Monitoring Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Suplementasi Darah Berbasis Digital pada Remaja Putri Penderita Anemia Novita, Hilda; Sumarni, Sri; Supriyana
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4336

Abstract

Anemia merupakan penyakit yang dapat membahayakan remaja putri karena dapat mengganggu masa pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu pencegahanya dapat dengan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Pemerintah telah memprogramkan penditribusian TTD sebagai upaya pencegahan anemia, namun             dalam pelaksaannya kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi masih kurang, maka diperlukan Fenitoring Rematri yang dapat memberikan edukasi, informasi, reminder dan pemantauan berupa berbasis digital.Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efektifitas Fenitoring Rematri sebagai alternatif sistem pemantauan kepatuhan mengkonsumsi TTD berbasis digital pada remaja putri anemia.Research and development (R&D) dengan rancangan quasy experiment pretest-postest control group design. Kelompok kontrol diberikan leaflet dan intervensi diberikan             Fenitoring Rematri selama 3 bulan, dengan jumlah 64 responden. Pengukuran pengetahuan, sikap, ancaman, kepatuhan dan kadar Hb dilakukan pengukuran pretest-posttest. Data diuji menggunakan intraclass correlation coefficient uji ini dilakukan untuk mengetahui reliabilitas dan konsistensi pengukuran, paired t-test tujuan uji ini untuk membandingkan 2 kelompok intervensi dan kontrol,independent t-test untuk mengetahui perbedaan antar 2 kelompok intervensi dan kontrol, Wilcoxon dan man-withney pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Fenitoring Rematri efektif sebagai sistem pemantauan setelah diuji (nilai p = 0,000). Fenitoring Rematri efektif merubah pengetahuan (nilai p = 0,000), sikap (nilai p = 0,000), ancaman (nilai p = 0,048), kepatuhan (nilai p = 0,000) dan kadar Hb (nilai p = 0,000). Fenitoring Rematri efektif sebagai alternatif sistem pemantauan kepatuhan mengkonsumsi TTD berbasis digital pada remaja putri anemia.
Faktor yang Berhubungan dengan Pelayanan Ante Natal Care (ANC) K6 di Kabupaten Lampung Barat Taramendo, Achmad Fase; Karyus, Aila; Irianto, Sugeng Eko; Setiaji, Bambang; Rahayu, Dewi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4348

Abstract

Ante Natal Care (ANC) adalah perawatan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil selama masa kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan yang mungkin timbul selama kehamilan. Rendahnya capaian kunjungan pelayanan ANC K6 tahun 2023 yang hanya mencapai 58,70% dari target 100% merupakan permasalahan di Kabupaten Lampung Barat. Diketahui bahwa terdapat sejumlah faktor yang memiliki hubungan atau keterkaitan dengan tingkat pemanfaatan pelayanan pemeriksaan kehamilan lengkap (ANC K6) oleh ibu hamil di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuesioner di 3 Puskesmas wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan > 36 minggu dan ibu bersalin yang memiliki bayi dengan usia kurang dari 1 tahun. Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling dengan jumlah sampel 176 responden.iketahui ada hubungan variabel pengetahuan (p-value = 0,000), dan akses pelayanan kesehatan (p-value = 0,000) terhadap pelayanan ANC K6, sedangkan variable pendidikan (p-value = 0,103), pekerjaan (p-value = 0,091), dan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan layanan (p-value = 0,198) tidak ada hubungan terhadap pelayanan ANC K6. Variabel pengetahuan merupakan factor dominan dengan p-value = 0,039. Dalam hal ini untuk meningkatkan pengetahuan dapat dilakukan dengan melakukan edukasi kepada Ibu Hamil dan Ibu Bersalin di Posyandu dan menyosialisasikan tentang Pelayanan ANC K6 dengan melakukan Puskesmas Keliling di Desa yang sulit dijangkau di Kabupaten Lampung Barat.
Hubungan Beban Kerja terhadap Kelelahan Kerja dan Stres Kerja Karyawan Fitrianingrum, Wahyu; Darnoto, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4349

Abstract

Penelitian mengenai beban kerja dalam sektor industri padat karya menjadi penting mengingat tingginya tuntutan fisik dan ritme kerja yang berpotensi menimbulkan kelelahan serta stres, sementara studi sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi dan kajian pada industri pengolahan kayu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja terhadap kelelahan dan stres kerja pada karyawan CV. Kayu Alam Makmur Ponorogo. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional, melibatkan seluruh karyawan (n = 54) melalui teknik total sampling. Beban kerja, kelelahan, dan stres kerja diukur menggunakan instrumen subjektif terstandar, sedangkan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki hubungan terhadap kelelahan kerja (nilai p = 0,002), namun tidak terdapat hubungan terhadap stres kerja (nilai p = 0,451). Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pekerjaan fisik intensif, beban kerja lebih berdampak pada aspek fisiologis berupa kelelahan daripada aspek psikologis berupa stres. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pengaturan beban kerja dan penguatan praktik keselamatan kerja untuk meminimalkan risiko kelelahan pada pekerja industri.
Hubungan Debu Lingkungan Kerja terhadap Gangguan Pernapasan Pada Karyawan Oktafiani, Sherly; Darnoto, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4369

Abstract

Paparan debu kayu di lingkungan kerja berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fakor-faktor penyebab gangguan pernapasan dan kadar debu terhadap gangguan pernapasan pada karyawan bagian pengamplasan di CV. Kayu Alam Makmur Ponorogo. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan populasi seluruh pekerja bagian pengamplasan sebanyak 45 responden, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kadar debu diukur menggunakan air dust sampler, sedangkan keluhan pernapasan dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan kadar debu sebesar 2,60 mg/m³ yang artinya melebihi NAB 1 mg/m³, serta 77,8% pekerja mengalami gangguan pernapasan. Uji Chi Square menunjukkan bahwa usia (nilai p = 0,146), pekerjaan lain (nilai p = 0,589), dan masa kerja (nilai p = 0,899) tidak ada hubungan terhadap gangguan pernapasan. Sedangkan, faktor jenis kelamin (nilai p = 0,000), kebiasaan merokok (nilai p = 0,000), dan riwayat penyakit pernapasan (nilai p =0,000) ada hubungan signifikan terhadap kejadian gangguan pernapasan. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya paparan debu kayu ditambah faktor risiko individu meningkatkan kemungkinan gangguan pernapasan pada pekerja. Upaya pengendalian debu dan penggunaan alat pelindung diri sangat diperlukan untuk menurunkan risiko kesehatan.
Ketika Maskulinitas Menekan Emosi: Toxic Masculinity dan Alexithymia pada Pria Dewasa Awal Anindita, Tanaya; Rahmawati , Adelina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4378

Abstract

Laki-laki dilaporkan lebih jarang mencari dan menggunakan layanan kesehatan mental, meskipun tingkat bunuh diri di kalangan kelompok ini tinggi secara global. Pria sering kali menahan emosi mereka karena ekspektasi sosial yang menuntut kekuatan, ketangguhan, dan pengendalian emosi, yang dapat menyebabkan toxic masculinity dan kesulitan mengenali atau mengekspresikan perasaan (alexithymia). Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara toxic masculinity dan alexithymia pada pria dewasa awal di Indonesia. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi, penelitian ini melibatkan 349 pria dewasa awal di Indonesia sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan Conformity to Masculine Norms Inventory-30 (CMNI-30) untuk mengukur toxic masculinity dan Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) untuk mengukur alexithymia. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi product-moment. Hasil menunjukkan bahwa pria dewasa awal berada pada tingkat sedang dalam hal toxic masculinity (70,5%) dan alexithymia (61%). Analisis statistik menggunakan SPSS versi 26 menunjukkan nilai korelasi 0,279 dan nilai signifikansi 0,005 (p < 0,05). Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara toxic masculinity dan alexithymia di kalangan pria dewasa awal di Indonesia. Studi ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic masculinity dan alexithymia di kalangan pria dewasa awal di Indonesia.
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner The Computer Vision Symptom Scale (CVSS17) Translasi Bahasa Indonesia Fitri, Nur Aini; Ayuni, Putri; Rohim Tualeka, Abdul; Zuhri, Moh. Nurdin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4390

Abstract

Computer Vision Syndrome adalah kumpulan gejala mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat elektronik dalam waktu lama, yang kini menjadi isu penting dalam penelitian sehingga memerlukan instrumen yang andal untuk menilai gejala yang dialami individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari kuesioner Computer Vision Syndrome Scale 17 (CVSS17) versi Bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari versi Bahasa Inggris. Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 47 pekerja pengguna komputer yang diteliti setelah 4 jam penggunaan komputer. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan google form. Analisis data pada uji validitas setiap butir diuji dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel yaitu > 0,288 dan signifikansi < 0,05. Uji reliabilitas dinilai melalui Cronbach’s Alpha, analisis menggunakan aplikasi IBM SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan seluruh 17 item memiliki nilai r-hitung dan nilai signifikansi sesuai dengan ketentuan, sehingga dinyatakan valid. Nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,880 menunjukkan konsistensi internal yang sangat baik. CVSS17 versi Bahasa Indonesia memiliki kemampuan yang baik dalam mengukur gejala CVS, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen standar untuk menilai keluhan visual akibat penggunaan perangkat digital pada populasi pekerja di Indonesia.
Analisis Faktor–Faktor Kinerja Pegawai dalam Pencapaian Kapitasi Berbasis Kinerja di Puskesmas Kota Bandung Noviani, Eva; Riyanto, Agus; Rahmiyati, Ayu Laili; Budiman
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4070

Abstract

Pencapaian Kapitasi berbasis Kinerja di Puskesmas Kota Bandung pada bulan Februari 2025 belum optimal, baru ada 3 Puskesmas dari 80 Puskesmas di Kota Bandung yang dapat mencapai Kapitasi berbasis Kinerja 100%. Kinerja pegawai menjadi cerminan keberhasilan Puskesmas dalam mencapai KBK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kinerja pegawai dalam pencapaian Kapitrasi Berbasis Kinerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional, dengan sampel sebanyak 238 responden diambil dengan menggunakan metode proportional Stratified random sampling, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di 24 Puskesmas Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji regeresi logistik sederhana, dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kompetensi (nilai p = 0,021; RP = 2,026) dengan kinerja pegawai, Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara motivasi (nilai p = 0,194), komitmen (nilai p = 0,479), struktur organisasi (nilai p = 0,181), budaya organisasi (nilai p = 0,251), kepemimpinan (nilai p = 0,696), fasilitas kerja (nilai p = 0,289) dan iklim kerja (nilai p = 0,112) dengan kinerja pegawai. Kompetensi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kinerja pegawai setelah dikontrol faktor kepemimpinan dan iklim kerja. Disarankan peningkatan kompetensi dilakukan dengan menempuh pendidikan yang lebih tinggi, mengikuti seminar, workshop, pelatihan, sosialisasi, brainstorming. Kepala Puskesmas dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif dan iklim kerja yang kondusif dalam mendukung peningkatan kompetensi pegawai.
Efektivitas Konsumsi Air Kelapa Muda Untuk Menurunkan Kelelahan Kerja Dengan Indikator Asam Laktat Darah Pada Pekerja Wanita Unit Weaving Wardani, Tyas Lilia; Maulidya Naimatul Fadzila; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Isna Qadrijati; Jihan Faradhisa; Rachmawati Prihantina Fauzi; Rici Riansyah; Rizqy Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4356

Abstract

Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi tambahan saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan menyebabkan kelelahan. Survei awal pada PT X menunjukkan bahwa iklim kerja panas unit weaving adalah 30,2℃ dengan 9 dari 10 pekerja mengalami kelelahan sedang. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas konsumsi air kelapa muda untuk menurunkan kelelahan kerja. Desain penelitian ini quasi-eksperiment dengan model desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini 100 pekerja weaving. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel 50 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 25 orang. Kelompok eksperimen diberi intervensi dengan mengonsumsi air kelapa muda sebanyak 350 ml selama 5 hari kerja sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelelahan kerja diukur melalui pemeriksaan kadar asam laktat darah sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian dianalisis dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan kerja kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan p-value=0,245 (p>0,05) dan kelelahan kerja kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan p-value< 0,001 (p<0,05). Kelelahan kerja antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan p-value=0,016 (p<0,05) dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 0,71. Disimpulkan bahwa konsumsi air kelapa muda efektif untuk menurunkan kelelahan kerja pada pekerja wanita unit weaving.
Analisis Interaksi Pola Makan Tinggi Gula Garam Lemak (GGL), Riwayat Genetik dan Obesitas terhadap Risiko Diabetes Melitus Nina; Nelma, Agnesia; Karang, Anselma S Kartini; Riri, Risda; Lina, Rizky Ade; Djailan, Sartina H
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4384

Abstract

Berdasarkan data UPTD Puskesmas Depok Jaya, kasus Diabetes Melitus (DM) meningkat dari 604 orang pada 2022 menjadi 804 orang pada periode Januari–Juni 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian DM dan upaya penanganannya di wilayah kerja Puskesmas Depok Jaya. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan tenaga kesehatan, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama DM pada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Depok Baru meliputi pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) (41%), riwayat genetik (33,8%), serta status obesitas (10%). Meskipun berbagai upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif telah dilakukan, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Berdasarkan analisis prioritas, intervensi yang direkomendasikan yaitu penyediaan fasilitas konsumsi aman GGL (gula, garam, lemak), program edukasi gizi di sekolah dan tempat kerja, serta dorongan bagi kantin untuk menyediakan makanan sehat.Penelitian menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan melalui pendidikan masyarakat untuk menekan prevalensi DM serta memperkuat upaya penanganan penyakit tidak menular di tingkat puskesmas. Program fasilitas konsumsi aman GGL dinilai paling efektif dalam menjawab masalah pola makan masyarakat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Implementasinya dapat berupa penyediaan makanan dan minuman rendah GGL di sekolah, kantor, dan pusat layanan publik serta pelabelan makanan dengan informasi kadar GGL yang jelas.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue