cover
Contact Name
Hani Subagio
Contact Email
hanisubagio@upnyk.ac.id
Phone
+6287891177900
Journal Mail Official
adminjpbn@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK, Ringroad, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Bela Negara
ISSN : -     EISSN : 27755886     DOI : https://doi.org/10.31315/jpbn.v1i1
Jurnal Pancasila dan Bela Negara merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta.
Articles 60 Documents
Pengaruh Pancasila dan Bela Negara dengan Kehidupan di Era Pandemi Assani, Salsabila
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i1.5865

Abstract

Pancasila dan Bela Negara tentunya tidak bisa kita pisahkan dari kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. Karena pancasila adalah rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke (Wulandari, 2021). Sedangkan bela negara ialah tekad, sikap, dan perilaku yang dilakukan oleh warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh, dan terpadu serta dijiwai kecintaan terhadap tanah air berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Dalam hal bel negara, setiap warga negara mempunyaki kewajiban yang sama sebagai wujud cinta terhadap NKRI (Nugroho, 2021). Di era pandemi seperti ini, pancasila dan bela negara sangatlah berpengaruh terhadap kegiatan yang kita lakukan khususnya orang-orang di sekitar kita. Di masa yang cukup sulit ini, banyak hal baik yang dapat kita lakukan untuk mengahadapi situasi pandemi yang membawa banyak dampak khususnya dalam bidang perekonomian. Dalam menerapkan hal tersebut, tentunya kita harus berkaca pada pancasila dan menerapkan bela negara. Namun, pada kenyataannya belum semua warga negara dapat menerapkan hal baik yang berkaca pada pancasila dan bela negara di masa pandemi ini. Hal ini dapat saya buktikan dengan adanya penelitian terhadap ketertarikan warga negara dengan barang lokal. Metode penelitian yang saya gunakan ialah dengan meneliti seberapa banyak warga negara yang gemar dengan barang-barang produksi Indonesia dan begitupun sebaliknya. Saya meneliti 18 orang dan hasilnya ialah 50% orang dari 18 orang tersebut mengaku masih kerap dan bahkan senang mengoleksi barang produk luar. Hal ini mungkin beertentangan dengan bela negara apalagi di masa pandemi seperti ini. Seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia bangga dan medukung usaha dagang barang lokal untuk memajukan sektor perekonomian Indonesia yang menurun akibat adanya pandemi ini.
Penanaman Nilai-Nilai Pancasila dalam Upaya Pencegahan Radikalisme di Indonesia Kusumasari, Azzahra Angger
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i1.5936

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memberikan kontribbusi tepatnya pada pemikiran, strategi, serta gagasan dalam upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam menekan penyebaran radikalisme di Indonesia. Penulisan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipaparkan dengan komprehensif integral. Penelitian ini memiliki hasil yang menjelaskan bahwa kondisi penyebaran radikalisme di Indonesia saat ini telah berkembang dikarenakan lemahnya resistensi dan pendidikan di masyarakat mengenai internalisasi nilai-nilai Pancasila disertai dengan fenomena-fenomena serta fakta yang terjadi dalam sejumlah masyrakat Indonesia.  Dimana penyebaran ini juga telah memasuki dunia pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga ranah pendidikan tinggi. Maka dari itu generasi muda serta masyrakat dan lembaga negara harus memiliki internalisasi yang kuat terhadap Pancasila. Tanpa adanya internasilisasi yang kuat ideologi Pancasila akn terancam dan tentunya hal inni akan sangat berbahaya.Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa diperlukan adanya penguatan internaslisasi Pancasila di tengah maraknya penyebaran radikalisme di Indonesia serta perlu adanya tindakan yang tegas dari pemerintah mengenai hal ini, agar idelogi Pancasila dapat selalu terjaga dan menekan radiakalisme di Negara Indonesia.
Implementasi Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila Bagi Mahasiswa Dalam Semangat Bela Negara Nurnashira, Eldine Hijra
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i1.5937

Abstract

Bela negara adalah sikap dan tindakan warga negara yang dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, kerelaan berkorban guna menghadapi setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ( ATHG) baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara, keutuhan wilayah, yuridiksi nasional dan nilai –nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila adalah sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia, Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa diharapkan mampu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh adanya mata kuliah pendidikan pancasila terhadap mahasiswa dalam usaha mewujudkan semangat bela negara. Metode penelitian yaitu menggunakan metode survei lapangan dengan cara melakukan wawancara langsung, ataupun observasi secara langsung kepada yang bersangkutan. Hasil Temuan    dilapangan    terungkap   bahwa Silabus  disusun  oleh  tim  dosen  Pendidikan Kewarganegaraan   (PKN),   dan   pembuatan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dikembangkan    oleh    masing-masing    dosen, dan beberapa mahasiswa baru di sebagian besar Universitas yang ada di Indonesia menyebutkan bahwa mereka mendapatkan mata kuliah pendidikan pancasila di semester awal kuliah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Keikutsertaan   warga   negara  dalam  usaha bela negara salah satunya diselenggarakan melalui   Pendidikan   Kewarganegaraan, oleh karena    itu    Pendidikan    Kewarganegaraan merupakan    materi    yang    wajib    diberikan pada satuan pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Hasil dari penelitian ini adalah metode yang digunakan dan dirancang dalam SAP, yaitu metode ekspositori, tanya jawab, ceramah, presentasi, diskusi kelompok, observasi, studi kasus, dan problem solving.                                                     
Diskriminasi Terhadap Kelompok Minoritas Berdasarkan Reaktualisasi Pancasila Safitri, Ratna
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i2.5950

Abstract

Era reformasi memiliki cita-cita untuk menciptakan demokrasi di seluruh aspek kehidupan, tegaknya kedaulatan hukum tanpa diskriminasi, namun ironisnya kebebasan di era reformasi justru memunculkan tindak diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Sebagian warga negara Indonesia yang tergolong dalam kelompok minoritas ternyata belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Oleh sebab itu perlu adanya reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam mengatasi hal ini. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah buku, jurnal, karya tulis, dan artikel terkait kemudian menganalisis secara kualitatif. Dari hasil penelitan dapat diketahui bahwa Indonesia memiliki ciri khas tentang dasar Negara, pandangan hidup bangsa, maka pendekatan yang tepat untuk kegiatan reaktualisasi yaitu menggunakan Pendekatan Pancasila secara konsisten dengan melibatkan banyak pihak termasuk rakyat, lembaga pemerintahan dan Komnas HAM. Pancasila dipandang secara yuridis ketatanegaraan adalah dasar-negara NKRI yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 dimana kelahirannya ditempa dalam proses perjuangan kebangsaan Indonesia sehingga perlu diaktualisasikan.
Penanaman Pancasila Sebagai Dasar Negara Untuk Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Zerlina, Naifa Maharani
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i2.6001

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara merupakan kunci utama dan berperan penting dalam membangun karakter masyarakat Indonesia. Pancasila juga berperan menjadi nilai dasar masyarakat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara agar berjalan denganharmonis. Dan pancasila sebagai nilai dasar akan menjadi pemersatu dari perbedaan pandangan hidup tiap-tiap warga negara, nilai dasar yang tertanam akan membantu warga negara dalam menjalani kehidupan bermasyarakat meskipun dengan banyak  perbedaan pandangan.  Pendidikan karakter dengan penanaman nilai-nilai Pancasila meliputi nilai : religius, jujur, toleran, disiplin, demokratis, peduli lingkungan sekitar, dan cinta tanah air akan menjadikan seluruh warga negara hidup bermasyarakat dan bernegara dengan baik.  Dan terdapat pula faktor pendukung dari keberhasilan pendidikan karakter nilai-nilai pancasila antara lain, kesadaran akan pentingnya pendidikan pancasila untuk penguatan karakter bangsa serta pemahaman pancasila sebagai dasar negara dibantu dengan dukungan dari lingkungan sekitar seorang warga negara. Tulisan ini merupakan hasil pemikiran dan kajian terhadap kesadaran akan pentingnyarevitalisasi pancasila untuk membangun karakter bangsa. Dan dalam mewujudkannya seluruh elemen masyarakat baik pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia wajib menjadi satu kesatuan agar terwujudnya karakter bangsa yang sesuai dengan dasar negara atau ideologi Pancasila.  
Peran Pancasila dalam Meningkatkan Usaha Perekonomian Rakyat Indonesia Sutedjo, Gloria Ivana
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i2.7212

Abstract

Penulisan ini menggunakan penelitian dengan metode analisis data kualitatif dan kuantitatif. Tujuan penulisan ini yaitu agar nilai Pancasila dapat lebih diaktualisasi dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Kehidupan perekonomian khususnya di Indonesia kini belum sepenuhnya didasari oleh nilai-nilai Pancasila. Situasi yang tengah dihadapi masyarakat seperti pandemi covid-19 juga dapat membawa dampak bagi perubahan sistem perekonomian di Indonesia. Ketidakmerataan ekonomi dalam kehidupan rakyat Indonesia menjadi salah satu isu penting yang harus dibenahi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, rasio ketimpangan menunjukkan peningkatan dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 0.381 dan September 2019 yang sebesar 0.380. Maka dari itu, pandemi Covid-19 mengakibatkan kesenjangan penduduk antara yang kaya dan miskin semakin melebar. Dalam menghadapi situasi ekonomi baik sekarang maupun dimasa depan, aktualisasi nilai-nilai Pancasila menjadi solusi penting untuk meningkatkan perkonomian Indonesia khususnya usaha perekonomian rakyat agar tujuan kesejahteraan rakyat bagi seluruh rakyat Indonesia dapat teroptimalisasi dengan baik.
Implementasi Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Hernawati, Rika
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i2.8545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana cara mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Karena pada umumnya permasalahan karakter ini sering terjadi dikalangan anak sekolah salah satunya tingkat sekolah dasar. Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi bangsa ini dipandang sebagai suatu hal yang sangat memegang peranan penting dalam pengembangan karakter anak- anak bangsa. Sejalan dengan itu maka nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dipahami oleh seluruh masyarakat bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode literatur review dengan menelaaah dan mengkaji jurnal-jurnal terkait yang sesuai dengan topik pembahasan. Sehingga dari penelitian ini mendapatkan suatu konsep bahwa pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila ini sudah seharusnya untuk dikembangkan atau ditingkatkan khususnya pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar karena siswa pada jenjang Sekolah Dasar ini merupakan penerus bangsa, sehingga dengan adanya generasi penerus yang berkarakter baik tersebut maka untuk kedepannya bangsa Indonesia ini akan menjadi lebih baik.
Penanaman Nilai Nasionalisme Dalam Pendidikan Karakter Di Indonesia Melalui Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter Sutrisno, Cucu; Samsuri, Samsuri
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i2.9635

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap penanaman nilai nasionalisme dalam pendidikan karakter di indonesia penanaman nilai nasionalisme dalam pendidikan karakter di indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten yang bersifat inferensial berupa proses mendeskripsikan, mengklasifikasi, memaknai dan menyimpulkan relevansi pendidika karakter di Idnonesia sebagai pendidikan nasionalisme. Sumber data yang digunakan untuk analisis konten yakni: 1) Dokumen resmi yang memuat mengenai desain Pendidikan karakter dalam Gerakan PPK sejak tahun 2017-2021 berupa peraturan perundang-undangan serta pedoman implementasi Gerakan PPK. Hasil penelitan ini menujukan bahwa pendidikan karakter di Indonesia mengacu pada konsepsi pendidikan karakter dalam Gerakan PPK. Nilai nasionalisme adalah salah satu nilai utama (prioritas) dalam pendidikan karakter. Namun pemaknaannya masih bersifat usang dan kurang sesuai dengan pemaknaan yang ideal. Perlu ada pemaknaan ulang nasionalisme yang digunakan dalam pendidikan karakter tersebut agar dapat mencapai substansi nasionalisme yang mencakup keadilan sosial, kemerdekaan, kesejahteraan, demokrasi dan prestasi bukan hanya sebatas kecintaan dan kebanggaan disertai kerelaan berkorban (patriotisme) tanpa pamrih bagi bangsa dan negara.
Urgensi Revitalisasi Butir-Butir Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Untuk Menangani Lunturnya Karakter Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi Habibah, Siti Maizul
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i1.11040

Abstract

The adverse effects of globalization can convert all aspects of people's lives. The negative effects of waves in the  era of globalization are so great that they are unstoppable, reflected in the attitude of a non-selective society  towards foreign cultures, so it is feared that it will gradually affect the character of the nation and pose a threat  to the integrity and resilience of Indonesia's national identity because it can end up eating away and softening  the nation's identity. Therefore, it is necessary to revive the role of Pancasila as a foundation for ethos,  ideological, and identity defense mechanisms to deal with the influence of globalization. By collecting a variety  of references from primary and secondary sources, including journals, books, articles, research papers, and a  wide variety of materials from various websites, the study uses a literature study methodology. The literature  review is carried out to support the issues under study and become the basis for various arguments about the  nature of the nation as a national identity as well as efforts to preserve and overcome the difficulties of national  identity in the era of globalization. This study aims to examine the urgency of revitalization in the actualization  of Pancasila items. Based on the results of the research, it is hoped that the public can understand the  importance of revitalizing the grains of Pancasila as a reflection of life in the face of the fading of the nation's  character in the era of globalization.
Pancasila Sebagai Landasan Politik Luar Negeri Indonesia Di Tengah Sistem Internasional Multipolar Ariansyah, Fernanda Dewa
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v4i2.13260

Abstract

Sistem internasional multipolar yang ditandai dengan munculnya banyak kekuatan berpotensi menimbulkan beragam isu internasional sekaligus peluang kerja sama multilateral. Negara membutuhkan suatu landasan fundamental dalam menentukan sikap dan tindakan di tengah perubahan konstelasi global tersebut untuk dapat beradaptasi dan mencapai tujuan nasionalnya. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berfungsi sebagai landasan fundamental dalam setiap sikap dan tindakan yang dilakukan Indonesia, termasuk politik luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila dalam memandu politik luar negeri Indonesia di tengah sistem internasional multipolar. Penelitian ini berangkat dari kerangka pemikiran Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan konsep sistem multipolar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data sekunder dari studi kepustakaan. Hasil dari peneltian ini menunjukkan bahwa Pancasila masih dijadikan pedoman dalam poliitk luar negeri Indonesia di tengah sistem internasional multipolar. Nilai-nilai fundamental Pancasila mendorong komitmen politik luar negeri bebas aktif Indonesia untuk menjadi aktor utama di kancah global dengan mempromosikan perdamaian dunia, menghubungkan negara berkembang dengan subjek internasional lain, dan mendukung agenda global dalam Sustainable Development Goals (SDGs).