cover
Contact Name
Kisti Nur Aliyah
Contact Email
kistyalkahfi@gmail.com
Phone
+6289518810020
Journal Mail Official
jmjuebir@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI), UIN Raden Mas Said Surakarta. Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Central Java, Indonesia, Postal Code: 57168.
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
JUEBIR: Journal of Economics and Business Research
ISSN : -     EISSN : 30248515     DOI : https://doi.org/10.22515/juebir.v3i2
Core Subject : Religion, Economy,
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) is an open-access student journal that welcomes scientific contributions from students in the fields of management, finance, business, and Islamic economics, as outlined in its Focus and scope. The journal invites manuscripts in the following areas: Islamic Finance, Banking, and Accounting Islamic Economics Islamic Financial Development Islamic Entrepreneurship, MSMEs, and Startups in the Smart Economy Business Management (including Human Resource Management, Marketing, Finance, Operations, and Accounting) International Business Islamic Philanthropy (Zakat, Infaq, Sadaqah, Waqf) Halal Industries (Food, Tourism, Lifestyle) Islamic Marketing Islamic Financial Technology Green Economy and Digital Technology Ethics in Islamic Economics
Articles 84 Documents
Economy Running the Nation, Nature Paying the Price: An Islamic Perspective on Environmental Disasters in Sumatra Al Berto, Muhammad; Ahmad, Ahmad; Ghozali, Muhammad Lathoif
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 4 No. 2 (2025): December (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v4i2.13453

Abstract

This study examines the link between rising deforestation in Aceh, West Sumatra, and North Sumatra and the ecological vulnerability that intensified hydrometeorological disasters in late 2025. The purpose of this research is to analyze deforestation trends, assess their connection to the ecological disasters that occurred, and explore these phenomena through an Islamic perspective. The study employs a qualitative method using a library research design, drawing on scientific sources, official reports, and secondary data on forest-cover loss and disaster documentation. The findings indicate a consistent increase in deforestation from 2019 to 2024, while cumulative forest loss from 2001 to 2024 has reached approximately 3.3 million hectares, significantly weakening the ecological capacity of forests to maintain hydrological balance and soil stability. The Islamic analysis reveals that excessive exploitation contradicts the principles of amanah (trust), mīzān (balance), and the prohibitions against fasād (corruption) and isrāf (excessiveness), demonstrating that environmental destruction carries moral and spiritual dimensions. This study concludes that forest management in Sumatra requires an approach grounded not only in ecological and economic considerations but also in Islamic values that emphasize stewardship, moderation, and sustainability.
Pengaruh Self-Efficacy dan Toleransi Risiko terhadap Minat Hybrid Career Mahasiswa Solo: Peran Transformasi Digital Sebagai Moderasi Andini, Devi
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 4 No. 2 (2025): December (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v4i2.13644

Abstract

This study aims to examine the effects of self-efficacy and risk tolerance on students’ interest in hybrid careers, as well as to investigate the moderating role of digital transformation. Using a quantitative approach, data were collected through an online questionnaire from 140 university students in the Solo region and analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS. The results indicate that risk tolerance and digital transformation have a positive and significant effect on hybrid career interest. Furthermore, self-efficacy is found to significantly moderate the relationship between digital transformation and hybrid career interest with a negative interaction effect, whereas risk tolerance does not function as a moderating variable. These findings highlight the novelty of this study by demonstrating that psychological readiness does not always exert a direct influence but interacts contextually with the digital environment in shaping students’ career interests. This research provides important implications for universities and policymakers in designing digital-based career development strategies to better prepare students for the evolving labor market.
Analisis Manajemen Keuangan Pada BUMDes di Wisata Umbul Pelem Klaten Muhammad Rafli Alfariz
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.13473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja manajemen keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wunut dalam pendanaan dan pengelolaan destinasi wisata Umbul Pelem sejak awal berdiri hingga kondisi saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam bersama Kepala Desa dan pengelola BUMDes Wunut. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan Umbul Pelem dijalankan secara terstruktur sesuai dengan empat fungsi. Proses perencanaan dilakukan melalui penyusunan anggaran yang dibahas dalam forum desa dan dilengkapi laporan pertanggungjawaban tahunan. Pengorganisasian dijalankan dengan mengelompokkan dan membagi tugas secara komprehensif sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Pelaksanaan operasional mengikuti acuan AD/ART dan didukung penggunaan perangkat lunak keuangan digital “iSeller” untuk pencatatan transaksi. Fungsi pengawasan dijalankan oleh tim pengawas melalui pengevaluasian dan pelaporan pertanggungjawaban kepada masyarakat sesuai peraturan organisasi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen keuangan BUMDes Wunut dalam mengelola Umbul Pelem telah diimplementasikan secara efektif, terorganisir, serta sesuai prinsip tata kelola yang baik. Implementasi program CSR dilakukan secara strategis, transparan, dan akuntabel guna memberikan dampak positif yang nyata. Program ini mencakup perlindungan sosial komprehensif yaitu BPJS (kesehatan dan ketenagakerjaan), infrastruktur layanan kesehatan darurat gratis (ambulans), dan filantropi strategis bagi masyarakat lokal (dana sosial & THR warga).
Pengelolaan Anggaran DPRD Kabupaten Klaten di Tengah Sorotan Publik: Analisis Transparansi, Akuntabilitas, dan Efisiensi Ekonomi Nurur Rabiatul Adawiyah; Nurul Amiliana
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.14522

Abstract

Pengelolaan anggaran DPRD merupakan aspek strategis dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien, terutama di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan anggaran DPRD Kabupaten Klaten dalam perspektif transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer melalui wawancara semi-terstruktur kepada Kepala Bidang Akuntansi, Kepala Subbagian Program dan Keuangan, serta Bendahara Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Klaten. Data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap laporan keuangan, serta regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran DPRD Kabupaten Klaten telah dilaksanakan sesuai dengan SAP berbasis akrual dan didukung oleh sistem informasi keuangan daerah. Namun, pemanfaatan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dan evaluasi efisiensi ekonomi masih belum optimal, serta masih terdapat kendala pada pengelolaan belanja modal, aset, dan integrasi sistem informasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemanfaatan informasi keuangan, integrasi sistem, dan penyempurnaan SOP agar transparansi dan akuntabilitas institusional dapat terwujud secara substantif.
Reaktualisasi ‘Illat, Manāṭ al-Ḥukm, dan Taḥqīq al-Manāṭ dalam Sistem Affiliate Marketing Digital Ghozali Ghozali
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.14767

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah melahirkan berbagai model transaksi baru, salah satunya adalah sistem affiliate marketing. Fenomena ini menimbulkan problematika hukum dalam perspektif fikih muamalah, terutama terkait penentuan ‘illat, manāṭ al-ḥukm, serta penerapan taḥqīq al-manāṭ terhadap praktik digital yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaktualisasi konsep ‘illat, manāṭ al-ḥukm, dan taḥqīq al-manāṭ dalam sistem affiliate marketing digital sebagai upaya penetapan hukum Islam yang kontekstual dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif dan ushul fikih. Data diperoleh melalui kajian terhadap Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab ushul fikih, literatur fikih muamalah, serta jurnal-jurnal kontemporer yang membahas ekonomi digital dan affiliate marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum affiliate marketing tidak dapat digeneralisasi secara mutlak, melainkan harus ditentukan berdasarkan struktur akad, kejelasan objek transaksi, mekanisme komisi, serta ada tidaknya unsur gharar, riba, dan tadlīs. Melalui taḥqīq al-manāṭ yang tepat, affiliate marketing dapat bernilai mubah, makruh, atau haram sesuai dengan karakteristik praktiknya masing-masing
Shifting Economic Values in Generation Z Marriages: A Study of Qana'ah and Anti-Prestige in Simple Marriages at the KUA Misi Anggraini; Ahmad Wira; Aidil Novia
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.14815

Abstract

This study examines the shift in economic values underlying the phenomenon of Generation Z’s simple marriage at the KUA (without lavish receptions) from the perspective of Islamic economic ethics. Rooted in the concepts of qana’ah (contentment with simplicity) and anti‑showiness, the research highlights how this generation prioritizes long‑term well‑being and financial responsibility over social display. Using a qualitative approach, the study employs in‑depth interviews, discourse analysis of social media content, and case studies of couples who chose minimal‑ceremony marriages, supported by normative analysis of fiqh and economics literature. The results show that the preference for simple weddings reflects a growing ethical consciousness, where qana’ah and rejection of tabarruj and consumerist gifting function as moral boundaries. The findings indicate that this trend is not merely economic rationality but a value‑based transformation in marital culture. The discussion emphasizes that the KUA becomes a symbol of legal and ethical simplicity, aligning with Islamic economic principles of moderation, justice, and avoidance of extravagance.
Human Resource Factors in Career Satisfaction: The Role of Technology Support, Digital Self-Efficacy, and Perceived Employability with Islamic Work Ethics as a Moderating Variable Hero Gefthi Firnando; Cucu Setiawati
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.14870

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed workplace dynamics, requiring employees to possess not only technical skills but also the ability to manage their careers independently. However, career satisfaction is not always achieved despite high levels of digital self-efficacy. This study aims to examine the effects of perceived technology support and digital self-efficacy on career satisfaction, with perceived employability as a mediating variable and Islamic Work Ethics as a moderating variable. This research employs a quantitative approach using a survey method involving 230 employees. Data were collected through questionnaires and analyzed using SmartPLS 4.0. The findings reveal that perceived technology support has a positive and significant effect on career satisfaction, while digital self-efficacy does not have a direct effect. However, both variables significantly influence perceived employability, which in turn enhances career satisfaction. Furthermore, Islamic Work Ethics strengthens the relationship between perceived employability and career satisfaction, indicating that Islamic values play a crucial role in enhancing the meaning and fulfillment of careers. This study concludes that integrating organizational support, individual capabilities, and Islamic work ethics is essential in fostering sustainable career satisfaction
Analisis Sektor Basis dalam Mendukung Pengembangan Industri Halal di Kabupaten Sidoarjo: Pendekatan Location Quotient (LQ) Imambang Eka Sulistya
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.14871

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sektor basis sebagai upaya pengembangan wilayah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung industri halal. Kabupaten Sidoarjo memiliki posisi strategis sebagai penyangga perekonomian Kota Surabaya dengan pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif selama 2015–2024, terutama setelah pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo dan Provinsi Jawa Timur yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi sektor basis dan non-basis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor Industri Pengolahan dan Transportasi serta Pergudangan secara konsisten menjadi sektor basis dengan nilai LQ lebih dari 1 sehingga berperan sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Sebaliknya, sektor Konstruksi dan Pengadaan Listrik dan Gas mengalami penurunan menjadi sektor non-basis. Selain itu sebagian besar sektor lainnya masih tergolong non-basis dan lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan pembangunan yang terarah untuk meningkatkan produktivitas, pemerataan ekonomi, dan pengembangan industri halal guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan.
Normative Analysis of Islamic Business Feasibility Within Legal and Compliance Frameworks Muhammad Romi
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.14988

Abstract

This study examines business feasibility from an Islamic perspective by integrating legal aspects and sharia compliance into a unified framework for ethical and sustainable business assessment. Using a qualitative-normative approach with library research and content analysis, it analyzes regulations, fatwas, and academic literature on sharia business feasibility. The findings indicate that business feasibility in Islam extends beyond financial profitability to include legal validity, moral integrity, and compliance with Islamic principles. Business sustainability requires dual compliance with both national regulations and Islamic law. The integration of legal frameworks, including Law No. 21/2008 on Islamic Banking and Law No. 33/2014 on Halal Product Assurance, together with Sharia Supervisory Board (DPS) oversight and internal sharia audits, enhances legal certainty, sharia compliance, and public trust. The study concludes that Islamic business feasibility represents a holistic model balancing economic, legal, and ethical dimensions. It contributes to Islamic business law literature and provides practical guidance for regulators, Islamic financial institutions, and entrepreneurs in implementing maqasid al-shariah-based business evaluation.
Analisis Transformasi Digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bone Bolango Desi Putri Dama
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 5 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v5i1.15041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi digital pada Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kab. Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi digitalisasi telah memberikan keberhasilan bagi sektor UMKM kuliner Kab. Bone bolango. Ditemukan bahwa transformasi digital masih berada pada tahap adaptasi awal, di mana pelaku usaha mulai mengenal teknologi digital namun belum sepenuhnya mengintegrasikan teknologi tersebut dalam seluruh proses bisnis. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan pemerintah, dan kemampuan pelaku usaha dalam menerima perubahan. Transformasi digital pada UMKM merupakan bentuk adaptasi pelaku usaha terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar. Transformasi tersebut terlihat melalui penggunaan media sosial, marketplace, dan aplikasi digital dalam aktivitas usaha. Implementasi transformasi digital masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar digitalisasi UMKM dapat berjalan secara optimal.