cover
Contact Name
Randy Lombogia
Contact Email
theosebiacontact@gmail.com
Phone
+6282193699831
Journal Mail Official
theosebiacontact@gmail.com
Editorial Address
Jalan Paving Block Lingkungan 01 Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado - Provinsi Sulawesi Utara - Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education, and Psychospiritual
ISSN : 30642817     EISSN : 30641160     DOI : https://doi.org/10.70420/theosebia.v1i2.52
FOCUS AND SCOPE THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religion Education, and Psychospirituality, receives the results of scientific studies in the fields of theological sciences, Christian education sciences, and psycho-spiritual counseling. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religion Education, and Psychospirituality will publish scientific articles in April, August, and December of each year. The main focus of THEOSEBIA Journal is to publish scientific content in all disciplines of theology, Christian religious education, school counseling, and psycho-spirituality by leveraging the best available analysis and technology related to the standardization of article metadata and open archive standards so that publications and scientific knowledge can be accepted, created, disseminated, published, positioned, and promoted more efficiently. In addition, the journal THEOSEBIA also provides consultancy services in the writing of scientific articles in all disciplines of theology, Christian religious education, school counseling, and psycho-spirituality.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2025): December" : 5 Documents clear
REMAJA PETANI: Pendampingan Pastoral Bagi Remaja yang Putus Sekolah dalam Konteks Jemaat Pedesaan Agraris Wuon, Vionika; Mawuntu, Marhaeni L.; Tulangow, Maria E.
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 3 (2025): December
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i3.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendampingan pastoral bagi remaja putus sekolah yang bekerja sebagai petani dalam konteks Jemaat GMIM Zaitun Taraitak. Remaja yang mengalami putus sekolah menghadapi persoalan multidimensional, baik spiritual, emosional, intelektual, maupun sosial, yang seringkali tidak dijangkau oleh pelayanan pastoral gereja. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi gereja dalam mengembangkan strategi pelayanan yang inklusif dan relevan dengan konteks jemaat pedesaan agraris. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan penatua, diaken, dan jemaat, serta analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya perhatian pastoral dari gereja membuat remaja putus sekolah merasa terpinggirkan dari komunitas iman, kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, serta mengalami keterbatasan intelektual dan emosional. Analisis berdasarkan teori pastoral holistik Howard Clinebell mengungkap adanya kesenjangan signifikan dalam pelayanan, khususnya dalam dimensi spiritual, emosional, dan intelektual remaja. Kesimpulannya, gereja perlu mengembangkan program pendampingan pastoral yang empatik, holistik, dan kontekstual, dengan melibatkan seluruh komponen jemaat serta membangun kolaborasi lintas sektor, sehingga remaja putus sekolah dapat dipulihkan, menemukan arah hidup, dan berkontribusi positif bagi gereja serta masyarakat.  
Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen di Daerah  Terpencil: Tantangan dan Intervensi Siramba, Febriyanti
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 3 (2025): December
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i3.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di daerah terpencil serta merumuskan intervensi yang relevan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Manfaat penelitian ini adalah memberikan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan dalam merancang program pengembangan profesional yang kontekstual dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam terhadap guru PAK dan tokoh pendidikan di wilayah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap pelatihan, minimnya fasilitas teknologi, dan kurangnya dukungan institusional merupakan tantangan utama. Intervensi yang efektif meliputi pelatihan berbasis lokal, pendampingan oleh mentor, pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh, serta dukungan kebijakan dari pemerintah dan lembaga keagamaan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru PAK di daerah terpencil memerlukan pendekatan kolaboratif yang mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, dan spiritual masyarakat setempat.
Profesional atau Kerohanian: Konseling Pastoral bagi Pekerja yang Mengalami Tekanan Kerja Udang, Frety Cassia; Timomor, Jenifer Makarios; Makapedua, Blessy Christina; Pontoh, David
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 3 (2025): December
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i3.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konseling pastoral dalam membantu pekerja Kristen menghadapi dilema prioritas antara tuntutan profesional kerja dan kebutuhan kerohanian. Dilema ini muncul akibat tekanan dunia kerja yang tinggi, beban kerja yang padat, serta konflik antara nilai-nilai profesional dan spiritualitas Kristen. Manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi gereja, konselor pastoral, dan pekerja Kristen dalam mengembangkan pendampingan yang holistik dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Informan penelitian adalah pekerja Kristen yang mengalami stres kerja dan krisis spiritual, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja Kristen mengalami tekanan multidimensional yang berdampak pada aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual akibat ketidakseimbangan antara profesionalitas dan kerohanian. Konseling pastoral terbukti berperan signifikan dalam memberikan dukungan holistik, memperkuat nilai-nilai Kristiani, serta membantu pekerja memaknai pekerjaan sebagai panggilan dan pelayanan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa konseling pastoral merupakan pendekatan strategis dan relevan dalam membantu pekerja Kristen mencapai keseimbangan antara kehidupan profesional dan spiritual secara berkelanjutan.
Strategi Kepemimpinan Pastoral dalam Pengelolaan Konflik Jemaat Adilang, Ryanto; Menaheside, Merri Yollanda; Samalam, Vinka Dea; Mongkau, Alden Barten
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 3 (2025): December
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i3.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi kepemimpinan pastoral dalam pengelolaan konflik jemaat serta mengidentifikasi peran pemimpin gereja dalam membangun rekonsiliasi dan keutuhan komunitas iman. Penelitian ini bermanfaat sebagai kontribusi konseptual bagi pengembangan kepemimpinan pastoral yang kontekstual serta sebagai rujukan praktis bagi pelayan gereja, khususnya dalam pelayanan konseling pastoral dan manajemen konflik jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap pemimpin gereja dan anggota jemaat yang terlibat aktif dalam kehidupan bergereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik jemaat dapat dikelola secara konstruktif melalui kepemimpinan pastoral yang berlandaskan teladan Kristus sebagai Gembala Agung, ditandai oleh kasih, kerendahan hati, kesediaan mendengar, integritas, serta kecerdasan emosional. Pemimpin pastoral yang mampu memahami dinamika emosi jemaat, menerjemahkan kehendak Tuhan melalui Firman, dan membangun komunikasi terbuka terbukti efektif dalam memfasilitasi dialog, pengampunan, dan rekonsiliasi. Kesimpulannya, kepemimpinan pastoral yang melayani dan berorientasi pada relasi merupakan strategi yang mendesak dan relevan dalam pengelolaan konflik jemaat guna memperkuat kesatuan gereja dan mendorong pertumbuhan rohani komunitas iman.
Pelayanan Pastoral dalam Menangani Konflik Keluarga dan Pemulihan Trauma Anak Banya, Revisani Anggilia; Johanis, Michelle Margaret Kartini; Lintong, Aprilia Helena Maria
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 3 (2025): December
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i3.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelayanan pastoral dalam menangani konflik keluarga, khususnya dampaknya terhadap hubungan suami istri dan pemulihan trauma anak akibat kekerasan dalam rumah tangga. Kajian ini menegaskan bahwa keluarga merupakan institusi fundamental yang memiliki fungsi pendidikan, perlindungan, sosialisasi, afeksi, dan pembentukan iman, sehingga konflik yang terjadi di dalamnya berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan spiritual setiap anggota keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan menelaah literatur teologis, sosiologis, dan psikologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral memiliki lima fungsi kunci dalam pemulihan konflik keluarga, yaitu pemulihan emosional, dukungan dan penguatan, bimbingan dalam pengambilan keputusan, mediasi dan rekonsiliasi, serta pendampingan berkelanjutan untuk membangun ketahanan relasi keluarga. Temuan studi juga menegaskan urgensi pelayanan pastoral yang peka trauma dalam mendampingi anak yang mengalami kekerasan, dengan pendekatan konseling empatik, intervensi spiritual, dan kolaborasi lintas profesi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan pastoral yang holistik, profesional, dan kontekstual sangat dibutuhkan untuk mendorong pemulihan relasi, mengurangi dampak konflik, serta menciptakan keluarga yang resilien dan harmonis di tengah tantangan hidup yang semakin kompleks.

Page 1 of 1 | Total Record : 5