cover
Contact Name
Wahyuddin S
Contact Email
wahyu@amiklps.ac.id
Phone
+6285299583927
Journal Mail Official
wahyu@amiklps.ac.id
Editorial Address
Kampus STMIK Amika Soppeng, Jalan bukit tujuh wali-wali salotungo, Kota Watansoppeng (90812), Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Location
Kab. soppeng,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur (BISENTER)
ISSN : 29865433     EISSN : 2986576X     DOI : https://doi.org/10.70247/bisenter.v3i1
BISENTER terbit 2 edisi per tahun bulan Maret dan Bulan September yang mencakup Accounting Sciences, Management Sciences dan Digital Business Sciences
Articles 83 Documents
Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Syariah: Eksplorasi Nilai, Praktik, dan Tantangan di SMK Negeri 1 Gowa Sudarmi Sudarmi; Hasisa Haruna; Mildayanti Mildayanti; Hasniaty Hasniaty
Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur (BISENTER) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/bisenter.v4i2.367

Abstract

Integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran kewirausahaan semakin penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kompetensi ekonomi, tetapi juga beretika, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi prinsip-prinsip syariah dalam pembelajaran kewirausahaan pada siswa SMK Negeri 1 Gowa, Indonesia. Penelitian berfokus pada tiga aspek utama, yaitu implementasi prinsip syariah dalam pembelajaran kewirausahaan, nilai-nilai Islam yang diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran dan praktik kewirausahaan, serta tantangan dan peluang dalam penerapan pendidikan kewirausahaan berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi dengan melibatkan guru kewirausahaan, siswa, dan pihak sekolah yang relevan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip syariah diimplementasikan melalui integrasi nilai kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, orientasi produk halal, serta menghindari riba, gharar, dan praktik bisnis yang tidak etis. Prinsip-prinsip tersebut diperkenalkan tidak hanya melalui pembelajaran teoritis, tetapi juga melalui praktik kewirausahaan siswa, termasuk pemilihan produk, penetapan harga, promosi, dan hubungan dengan pelanggan. Namun demikian, implementasi tersebut menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan sumber belajar, tingkat pemahaman guru yang beragam mengenai prinsip bisnis Islam, perbedaan tingkat literasi keagamaan dan kewirausahaan siswa, serta pengaruh praktik bisnis digital. Meskipun demikian, kewirausahaan digital, pengembangan bisnis halal, dan proyek kewirausahaan berbasis sekolah memberikan peluang yang signifikan untuk memperkuat pendidikan kewirausahaan berbasis syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip syariah dalam pendidikan kewirausahaan dapat berkontribusi terhadap pembentukan generasi muda yang memiliki tanggung jawab etis dan memperkuat relevansi pendidikan kejuruan dengan perkembangan ekonomi halal.
Memperkuat Ekosistem Kewirausahaan Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi: Peran Governance, Regulasi Digital, Dan Dukungan Pemerintah Di Indonesia Rusdiaman Rauf; Abd Azis; Annisa Nurfaidah; Semuel Pajala
Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur (BISENTER) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/bisenter.v4i2.372

Abstract

Economic uncertainty has increased the need for an entrepreneurial environment that is adaptive, inclusive, and capable of supporting business resilience. In Indonesia, government policies and programmes have been developed to strengthen entrepreneurship, digital transformation, and the sustainability of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, the effectiveness of these efforts depends not only on the availability of programmes but also on governance quality, regulatory responsiveness, and the integration of government support. This study aims to analyse the role of governance, digital regulation, and government support in strengthening entrepreneurship in Indonesia under conditions of economic uncertainty. The study employs a qualitative approach based on a literature review and analysis of secondary data, including government policies, regulatory documents, academic literature, and relevant institutional reports. The findings indicate that Indonesia has established various institutional and policy instruments to support entrepreneurship, including digital public services, business licensing reform, digital transformation policies, financing programmes, and entrepreneurship development initiatives. Nevertheless, challenges remain in policy implementation, inter-institutional coordination, regulatory adaptation, accessibility, digital literacy, and the continuity and targeting of government support. The study argues that entrepreneurial resilience cannot be achieved through digitalisation, regulatory reform, or government assistance in isolation. Rather, resilience is strengthened through the integration of effective governance, adaptive and inclusive digital regulation, and coordinated government support that develops long-term entrepreneurial capabilities. The study contributes an integrated institutional perspective by linking governance, digital regulation, and government support as mutually reinforcing components of an entrepreneurial ecosystem capable of fostering adaptation, innovation, and sustainability amid economic uncertainty.
Model Bisnis B2B Berorientasi Developer pada Backend as a Service: Studi Literatur tentang Build versus Buy Idad Ardiyansah; Jujun Nurjaman; Heri Wiranto
Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur (BISENTER) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/bisenter.v4i2.376

Abstract

This study aims to analyze the value proposition of B2B Backend�as-a-Service (BaaS) and Application Programming Interfaces (APIs) as modern alternatives to traditional in-house backend development. Utilizing a qualitative-descriptive library research methodology based on Scopus-indexed literature published between 2010 and 2026, this study examines the operational efficiency and strategic agility offered by BaaS and API solutions. The findings indicate that abstracting backend infrastructure complexity significantly reduces the total cost of ownership through pay-as-you-go pricing models, accelerates time-to-market, and provides elastic cloud-native scalability, enabling engineering teams to focus resources on core product innovation. Adoption decision criteria vary by organizational scale: startups prioritize rapid prototyping and initial cost efficiency, whereas large enterprises demand high customization, managed security, strict governance compliance, and the leverage of APIs for digital ecosystem creation. Although BaaS platforms deliver high returns on investment, this study identifies critical research gaps regarding direct comparative evaluations of long-term security vulnerabilities and the complexities of migrating from legacy systems. Practically, adopting BaaS and APIs serves as an effective strategic solution, although organizations must carefully assess the risks associated with vendor lock-in and infrastructure integration.