cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Studi Kasus : Penerapan Terapi Slimber Ice terhadap Penurunan Rasa Haus Intradialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rahma Dwi Syukrini; Syafira Adilah Syah; Ita Yuanita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1167

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan menyebabkan pasien memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis. Pasien yang menjalani hemodialisis diharuskan melakukan pembatasan cairan untuk mencegah kelebihan volume cairan, namun kondisi tersebut sering menimbulkan rasa haus dan mulut kering yang dapat mengganggu kenyamanan serta kepatuhan terhadap pembatasan cairan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa haus adalah terapi slimber ice. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan pre dan post intervention melalui penerapan asuhan keperawatan berbasis Evidence Based Nursing Practice (EBNP) pada dua pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD Pasar Minggu. Tingkat rasa haus diukur menggunakan instrumen Thirst Distress Scale (TDS). Intervensi berupa terapi slimber ice sebanyak 30 cc yang dikulum selama 10 menit pada jam pertama hemodialisis dan dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan skor TDS pada kedua pasien. Pada pasien pertama, skor TDS menurun dari 27 menjadi 24 pada pertemuan pertama dan dari 23 menjadi 20 pada pertemuan kedua. Pada pasien kedua, skor TDS menurun dari 24 menjadi 23 pada pertemuan pertama dan dari 20 menjadi 18 pada pertemuan kedua. Selain itu, pasien melaporkan mulut terasa lebih lembap, tenggorokan lebih nyaman, dan keinginan untuk minum berkurang setelah intervensi diberikan. Terapi slimber ice dapat membantu menurunkan tingkat rasa haus dan meningkatkan kenyamanan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam manajemen rasa haus selama hemodialisis.  
Penyusunan Rencana Strategis Fundraising Dan Usaha Pesantren Ahmad Yani; Evi Susanti; Minda Sari Nur Jamilah; Refani Nuril Husna; Ade Sofyan Mulazid
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1182

Abstract

Kemandirian finansial merupakan tantangan krusial bagi pondok pesantren dalam menjaga keberlanjutan eksistensi dan mutu pendidikan Islam di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyusunan rencana strategis (renstra) fundraising dan pengembangan unit usaha ekonomi dalam mewujudkan otonomi finansial lembaga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, penelitian ini mengambil lokus di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Data primer dikumpulkan selama periode Januari hingga Mei 2026 melalui observasi lapangan serta wawancara mendalam dengan 3 informan kunci yang merepresentasikan unsur pimpinan yayasan, kepala bidang keuangan, dan pengelola unit usaha. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dipertajam dengan analisis SWOT. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta berhasil memformulasi renstra melalui diversifikasi fundraising digital berbasis segmentasi donatur (klaster mikro, makro, dan korporat) dengan dukungan teknologi CRM dan standardisasi QRIS. Pada sektor riil, pesantren menerapkan model pengembangan usaha berbasis piramida pasar melalui revitalisasi Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) non-tunai guna menguasai captive market internal sebelum melakukan ekspansi pasar eksternal. Kemandirian keuangan institusi dicapai melalui pembentukan struktur Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) yang memisahkan secara tegas otoritas manajemen bisnis komersial dari struktur kepengasuhan akademik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penerapan renstra tata kelola keuangan yang akuntabel mampu mentransformasi pesantren menjadi lembaga hibrida yang mandiri secara finansial tanpa mengabaikan identitas substansialnya sebagai pesantren khalafiyah (modern).
Tantangan Dalam Penerjemahan Al-Quran: Ḥarfiyyah Vs. Tafsiriyyah Khaerul Khafidin; Munawir Munawir
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi dalam penerjemahan Al-Qur’an dengan metode ḥarfiyyah (literal) dan tafsiriyyah (interpretatif). Latar belakang penelitian ini adalah perdebatan tentang kesulitan mempertahankan kedalaman dan keakuratan makna Al-Qur’an dalam terjemahan, mengingat karakteristik unik bahasa Arab dan nuansa spiritual yang terkandung dalam teks. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui pendekatan studi pustaka, dengan menggunakan data primer dari karya-karya klasik mengenai penerjemahan Al-Qur’an dan data sekunder dari literatur relevan lainnya. Penelitian ini mengacu pada teori penerjemahan dari Muhammad Husein al-Dzahabi, Manna al-Qaththan, dan beberapa ulama klasik, yang membedakan antara pendekatan literal dan interpretatif berdasarkan tingkat ketergantungan pada struktur teks asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan ḥarfiyyah dapat mempertahankan keakuratan linguistik namun sering mengorbankan kedalaman makna, sementara penerjemahan tafsiriyyah lebih efektif dalam menyampaikan makna spiritual tetapi berisiko mengurangi keaslian tekstual. Kesimpulannya, kedua metode memiliki tantangan tersendiri, dan kesuksesan penerjemahan sangat bergantung pada pemahaman mendalam terhadap bahasa sumber dan target, serta pengetahuan agama yang memadai untuk menjaga integritas pesan asli Al-Qur’an.