cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Analisis Ekonometrika Pengaruh Kebiasaan Self-Reward Dan Lifestyle Inflation Terhadap Alokasi Tabungan Mahasiswa Universitas Lampung Nida Yasmin Sofiyah; Diah Arum Sari Nawang Ulan; Tazki Alfikri; Selvidar Armalia; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1029

Abstract

Perkembangan perilaku keuangan mahasiswa menunjukkan adanya perubahan dalam pengelolaan pendapatan, khususnya dalam alokasi tabungan, di mana kebiasaan self-reward dan gaya hidup (lifestyle inflation) diduga memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menyisihkan pendapatan. Fenomena ini menjadi perhatian karena mahasiswa sering dihadapkan pada berbagai kebutuhan dan keinginan yang dapat memengaruhi keputusan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan self-reward dan gaya hidup terhadap alokasi tabungan mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan variabel yang diteliti meliputi self-reward (X1), lifestyle inflation (X2), dan alokasi tabungan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kebiasaan self-reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap alokasi tabungan, sedangkan gaya hidup berpengaruh positif namun juga tidak signifikan. Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap alokasi tabungan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 1,5%, yang berarti sebagian besar variasi alokasi tabungan dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan self-reward dan gaya hidup bukan merupakan faktor utama dalam menentukan alokasi tabungan mahasiswa, melainkan terdapat faktor lain seperti literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang lebih berperan dalam memengaruhi perilaku menabung dalam mendukung terciptanya kebiasaan keuangan yang lebih baik.
The Flavor of Taboo: A Sociolinguistic Analysis of Sex-Food Metaphors in Indonesian and American Discourse Sastika Seli; Ayu Oktaviani; Agus Triyogo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1030

Abstract

This research aims to examine how sensory perception, especially visual and olfactory features, contribute to the formation of metaphors, and to explain the sociolinguistic functions of these metaphors in humor, intimacy building, and taboos. This research is a qualitative descriptive research using the Conceptual Metaphor theory by Lakoff and Johnson. Data are sourced from the analysis of the American movie series Sausage Party: Foodtopia to analyze discourse in American English and also casual conversations of informants in the city of Lubuklinggau when using the Lubuklinggau regional language. The results show that the characteristics of food and human sexuality are shaped by cultural norms and social interactions. Speakers of the Lubuklinggau dialect use euphemisms and indirect expressions to discuss taboo topics politely, while in the American animated series, the expression of sexual symbols is explicit and exaggerate. These metaphors not only function as humor but also as a tool to build intimacy, assess gender identity, and demonstrate social power.
Pengaruh Kompensasi dan Fleksbilitas Kerja terhadap Kepuasan Kerja Driver Gojek di Kota Singaraja Swastika Gede; I N. Suarmanayasa
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan fleksibilitas kerja terhadap kepuasan kerja Driver Gojek di Kota Singaraja yang dilatarbelakangi oleh fenomena pekerjaan berbasis gig economy dengan sistem kerja fleksibel namun tetap dipengaruhi oleh tingkat kompensasi dalam menentukan kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja driver gojek di Kota Singaraja, (2) fleksibilitas kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja driver gojek di Kota Singaraja, serta (3) kompensasi dan fleksibilitas kerja secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja driver gojek di Kota Singaraja. R-Square sebesar 0,781 yang berarti bahwa 78,1% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 21,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Efektivitas Penggunaan Tanaman Matoa Sebagai Media Konkret Untuk Meningkatkan Pemahaman Bagian-Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya Pada Murid Kelas IV Riska Musyarifah; Wigati Yektiningtyas; Kusdianto Kusdianto; Indah Slamet Budiarti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1034

Abstract

Rendahnya pemahaman murid sekolah dasar terhadap konsep bagian-bagian tumbuhan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, konkret, dan berbasis pengalaman langsung. Selama ini, proses pembelajaran cenderung bersifat abstrak, berpusat pada guru, dan hanya mengandalkan buku teks, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur serta fungsi bagian tumbuhan secara utuh dan mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan murid dalam mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tanaman matoa sebagai media konkret dalam meningkatkan pemahaman murid kelas IV. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan tanaman lokal sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan yang masih jarang dikaji dalam konteks pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman matoa mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan, meningkatkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta membantu murid mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran IPA yang kontekstual. Dengan demikian, media konkret berbasis lingkungan terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas serta dikaji lebih lanjut.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Citra Destinasi Terhadap Niat Berkunjung Kembali Wisatawan Domestik Ke Air Terjun Sekumpul I.K.A. Putra; M.P. Ariasih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan citra destinasi terhadap niat berkunjung kembali wisatawan domestik ke Air Terjun Sekumpul, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah wisatawan domestik yang pernah berkunjung ke Air Terjun Sekumpul. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunung kembali wisatawan domestik ke Air Terjun Sekumpul, (2) citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali wisatawan domestik ke Air Terjun Sekumpul, dan (3) kualitas pelayanan dan citra destinasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali wisatawan domestik ke Air Terjun Sekumpul. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan citra destinasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan loyalitas wisatawan domestik terhadap destinasi wisata alam di Kabupaten Buleleng.
Optimalisasi Peran Frontliner Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Informasi Institusi Di Fakultas Seni Rupa Dan Desain Institut Teknologi Bandung Renada Sonora; Chandra Hendriyani; Fenny Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran frontliner dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi institusi di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu frontliner yang terlibat langsung dalam pelayanan informasi institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif service excellence, kualitas pelayanan informasi tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kecepatan informasi, kejelasan informasi, dan akurasi informasi. Di antara ketiga aspek tersebut, kejelasan informasi menjadi faktor yang paling dominan dalam menentukan kualitas pelayanan yang dirasakan oleh pengguna layanan. Kemampuan komunikasi frontliner berperan penting dalam memastikan informasi dapat disampaikan secara jelas, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan pelayanan, seperti keberagaman kebutuhan informasi pengguna, tuntutan multitasking, serta belum optimalnya standardisasi pelayanan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pelayanan informasi perlu dilakukan melalui penguatan kompetensi komunikasi frontliner, penyempurnaan prosedur pelayanan, serta pengembangan sistem informasi pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan informasi institusi tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi dalam memastikan informasi dapat dipahami dengan baik oleh pengguna layanan.
Efektivitas Pengorganisasian Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MI Takhassus NU Karangjati Kharismatul Khasanah; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengorganisasian sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja guru di MI Takhassus NU Karangjati. Pengorganisasian sumber daya manusia merupakan salah satu fungsi manajemen yang berperan penting dalam mengoptimalkan potensi tenaga pendidik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian adalah kepala madrasah. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian sumber daya manusia di MI Takhassus NU Karangjati dilakukan melalui penempatan guru sesuai kompetensi, keahlian, dan latar belakang pendidikan yang dimiliki. Kejelasan struktur organisasi dan pembagian tugas membantu guru memahami tanggung jawab serta alur koordinasi dalam pelaksanaan program madrasah. Kepala madrasah berperan penting dalam mengatur pembagian tugas, melakukan koordinasi, serta melaksanakan evaluasi rutin guna memastikan program berjalan sesuai rencana. Komunikasi dan kerja sama yang terjalin secara harmonis turut mendukung efektivitas organisasi. Pengorganisasian yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja guru, baik dalam pelaksanaan pembelajaran maupun pengelolaan program madrasah. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti proses adaptasi guru baru dan keterbatasan sarana prasarana. Untuk mengatasi kendala tersebut, madrasah melaksanakan evaluasi berkala dan merencanakan kegiatan bimbingan teknis guna meningkatkan kompetensi guru.
Evaluasi Kebijakan Pembangunan Nasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Penurunan Kemiskinan Dan Pengangguran: Studi Komparatif Provinsi Sumatera Utara & Provinsi Aceh Tahun 2019-2024 Lilis Febiola; Nazira Maulidia Nasution; Armin Rahmansyah Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif kebijakan pembangunan nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dengan cara menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara serta Aceh selama periode 2019–2024. Studi ini bersifat komparatif dan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tiga indikator utama yang dijelaskan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi, proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan, dan tingkat kemiskinan terbuka (TPT). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kedua daerah mengalami tekanan ekonomi yang signifikan pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, tetapi berhasil melakukan pemulihan secara bertahap mulai dari tahun 2021. Sumatera Utara menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Aceh, baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun penurunan tingkat kemiskinan, meskipun keduanya menunjukkan kecenderungan konvergensi yang positif menjelang tahun 2024. Aceh masih menghadapi tantangan pendanaan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 14,23% pada tahun 2024, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Sumatera Utara saja yang 7,99%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pembangunan nasional melalui program perlindungan sosial, investasi infrastruktur, dan pengembangan sektor unggulan lokal memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi, meskipun perbedaan antarprovinsi tetap harus mendapat perhatian serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah.
Strategi Mobilisasi Politik dan Jaringan Klientelisme dalam Pilkada Ulang: Studi Kasus di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Annisa Aulia; Diana Lestari; Erlangga Amirro Hakim; Pili Ganda
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1040

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi mobilisasi politik dan jaringan klientelisme dalam Pilkada Ulang di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka pada 27 Agustus 2025, yang merupakan konsekuensi kemenangan kotak kosong dalam Pilkada Serentak 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap tim pemenangan dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilisasi elektoral berlangsung secara hierarkis melalui struktur partai dari tingkat DPD, DPC, hingga ranting desa, dengan strategi utama berupa kunjungan door to door dan distribusi atribut kampanye secara terstruktur. Jaringan klientelisme melibatkan tokoh agama dan tokoh pemuda sebagai broker patronase yang efektif. Praktik klientelisme hadir tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga melalui distribusi barang kelompok dan pertukaran relasional berbasis loyalitas. Partisipasi pemilih mencapai 61,14 persen, mengindikasikan kepercayaan publik yang masih terjaga meskipun terdapat kejenuhan pemilih akibat frekuensi pemilihan yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa klientelisme dalam pilkada lokal Indonesia beroperasi melalui jalur yang halus dan berlapis, serta menunjukkan ambivalensi demokrasi lokal yang secara prosedural demokratis namun secara substantif masih didominasi pola patronasePenelitian ini menganalisis strategi mobilisasi politik dan jaringan klientelisme dalam Pilkada Ulang di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka pada 27 Agustus 2025, yang merupakan konsekuensi kemenangan kotak kosong dalam Pilkada Serentak 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap tim pemenangan dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilisasi elektoral berlangsung secara hierarkis melalui struktur partai dari tingkat DPD, DPC, hingga ranting desa, dengan strategi utama berupa kunjungan door to door dan distribusi atribut kampanye secara terstruktur. Jaringan klientelisme melibatkan tokoh agama dan tokoh pemuda sebagai broker patronase yang efektif. Praktik klientelisme hadir tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga melalui distribusi barang kelompok dan pertukaran relasional berbasis loyalitas. Partisipasi pemilih mencapai 61,14 persen, mengindikasikan kepercayaan publik yang masih terjaga meskipun terdapat kejenuhan pemilih akibat frekuensi pemilihan yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa klientelisme dalam pilkada lokal Indonesia beroperasi melalui jalur yang halus dan berlapis, serta menunjukkan ambivalensi demokrasi lokal yang secara prosedural demokratis namun secara substantif masih didominasi pola patronase.
Politeness Strategy and Social Power in Animal Farm Widia Puspa Negara; Intan Mutia; Noval Miftahul Ihsan; Nadya Nurjanah; Devita Ibnu Wardani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1041

Abstract

Politeness strategies as a reflection of social power: A study of Animal Farm by George Orwell a pivotal difference with regard to prior studies is that this paper does not concern itself primarily with ideological and political questions but rather examines the function of linguistic politeness as a medium for asserting power. This research used a descriptive qualitative method to analyze data from the dialogues, utterances, and commands of characters through Brown and Levinson’s theory of politeness as well as Bourdieu’s concepts of symbolic power. The results found four politeness strategies which are bald-on-record, positive politeness, negative politeness and off record strategy. The analysis also illustrates how language is both a means of and an end to conserving symbolic, political, informational, and institutional authority. Communicative practices also evolve with changing relations of power across the narrative. They begin as a source of solidarity and trust, before becoming tools for manipulation and rationalising inequalities. As authority becomes total, indirect statements are incrementally replaced by explicit and blunt expressions. Hence, in Animal Farm polite language plays a role not only to work on the interpersonal or the social level but also as rhetoric for persuasion and manipulation of power over others by certain characters within an unequally organized society.