cover
Contact Name
N. Riwibowo
Contact Email
n.riwibowo.ad.la@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sains.bangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No 41 Lamongan
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Bangunan
ISSN : -     EISSN : 3064173X     DOI : -
Jurnal Sains Bangunan (ALSABA) adalah Jurnal Fakultas Teknik Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan yang menerima naskah asli dari penelitian yang original, artikel tentang sains bangunan dengan cakupan penelitian di bidang teknik sipil dan arsitektur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan September dan Maret. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Sains Bangunan (ALSABA) mencakup bidang Transportasi, Hidrologi, Manajemen Konstruksi, Struktur Bangunan, Geoteknik, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan.
Articles 25 Documents
Analisis Perhitungan Biaya Transportasi Kapal Penumpang pada KM. Dharma Kartika VII PT. Dharma Lautan Utama Cabang Semarang Haridasari, Ajeng; Sutini; Diansisti, Anisa
Jurnal Sains Bangunan Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan  angkutan laut yang bergerak dalam bidang pelayaran yang melayani jasa pengoperasian kapal penumpang memiliki kapal yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang salah satunya yaitu KM. Dharma Kartika VII milik PT DLU dan KM. Lawit milik PT PELNI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pengaruh selisih tarif penumpang, selisih biaya operasional dan selisih waktu lama pelayaran terhadap margin keuntungan operasional KM Dharma Kartika VII dan KM. Lawit dengan rute tujuan Semarang menuju Pontianak. Kajian yang dilakukan untuk mengetahui jumlah kedatangan kapal penumpang KM. Dharma Kartika VII dan KM. Lawit yang sandar di pelabuhan Tanjung Emas Semarang, selisih tarif penumpang dari 2 kapal tersebut, selisih biaya operasional dan selisih lama waktu pelayaran kapal. Perhitungan yang digunakan untuk menentukan perhitungan selisih tarif penumpang yang didapatkan hasil selisih tarif penumpang sebesar Rp. 103.500,00, dan perhitungan selisih biaya operasional menggunakan pengurangan antara biaya operasional KM. Dharma Kartika VII dengan KM. Lawit didapatkan total hasil perhitungan sebesar Rp. 310.725.000,00 dari 5 trip dari masing-masing kapal dan untuk perhitungan selisih waktu diperoleh dengan pengurangan lama pelayaran KM. Dharma Kartika VII dengan KM. Lawit diperoleh hasil 11 jam dari rata-rata lama waktu pelayaran selama 5 trip. Dengan hasil perhitungan tersebut tersebut diketahui bahwa faktor yang besar pengaruhnya terhadap perusahaan jasa pelayaran angkutan laut adalah selisih tarif penumpang, selisih biaya operasional dan selisih lama waktu pelayaran kapal.
Analisis Kinerja dan Waktu Keterlambatan Perbaikan Kapal Penumpang dengan Metode House Of Risk (HOR) pada PT. Janata Marina Indah Purba, Regius Ovianto; Purwanto; Pratomo, Sunu Arsy
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mendirikan beberapa perusahaan galangan kapal yang bergerak di bidang perkapalan salah satunya adalah PT. Janata Marina Indah Semarang yang menitik beratkan pada produksi dan reparasi kapal yang terletak di Semarang. PT. Janata Marina Indah, didirikan pada tahun 1977 dan aktif menerima pesanan untuk  pembuatan  bangunan  baru  segala  jenis  kapal.  Hasil  perhitungan  lama  perbandingan  waktu keterlambatan  perbaikan  kapal  penumpang  diketahui  nilai  dengan  rata-rata  keterlambatan  paling  tinggi pada KM. Dharma Rucitra 1 adalah pekerjaan general service dengan nilai 0,44 hari. Pekerjaan nilai rata- rata paling tinggi pada kapal KM. Madani Nusantara adalah pekerjaan general service dengan nilai 7,33 hari dan sea trial dengan nilai 7 hari.  Metode House Of Risk (HOR) adalah salah satu solusi untuk mengatasi keterlambatan perbaikan kapal, metode ini memiliki tujuan untuk mengindentifikasi dan menilai risiko-risiko  yang  ada  pada  kegiatan  perbaikan  kapal.  Hasil  perhitungan  HOR  telah  didapatkan  peringkat agen/penyebab risiko yang diurutkan berdasarkan nilai paling tinggi. Penyebab utama adalah, belum adanya kebijakan yang  secara  tegas mengatur  ketentuan  additional  works dengan  nilai  Agregate  Risk  Potential (ARP) 300, adanya tambahan order material untuk pekerjaan tambahan diluar daftar perbaikan dengan nilai Agregate Risk Potential (ARP) 288, alat kerja banyak memerlukan peremajaan dengan nilai Agregate Risk Potential  (ARP)  145.  Hasil  identifikasi  dan  penilaian  terhadap  risk  event  dan  risk  agent  menggunakan metode HOR upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk memitigasi risiko tersebut ada tiga yaitu, evaluasi  mendalam  terhadap  jenis  dan  jumlah  material  tambahan  yang  diperlukan  untuk  pekerjaan tambahan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.746, memberikan batas waktu maksimal  untuk  penerimaan  additional  works  di  luar  repair  list  dengan  persetujuan  pihak  yang  terkait, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.494 dan melakukan pengecekan bahwa material yang diperlukan untuk pekerjaan tambahan tersedia dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan permintaan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.446.
Analisis Manajemen Operasional Repair Container di Depo Masaji Tataan Kontainer Indonesia Srengsem Lampung Tiara, Rahma Putri; Pratomo, Sunu Arsy; Wa’adulloh, Mui’zzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri  logistik  dan  transportasi  memiliki  peranan  vital  dalam  mendukung  kegiatan  ekonomi,  baik  di tingkat nasional maupun internasional. Sebuah depo container harus memenuhi persyaratan dari asosiasi depo  container/ASDEKI,  pemerintah dan  pemilik  container.  Depo peti kemas yang bermunculan merupakan salah satu rantai pasok (supply chain) yang sangat penting guna melengkapi aktivitas pasokan dari  produsen  hingga  ke  konsumen  berjalan  dengan  lancar.  Analisis  data  yang  akan  dilakukan menggunakan  metode  preventif  maintenance  menurut  konstan  (1981)  dalam  Mustofs  dan  Hery  (2020) sebagai berikut, perhitungan biaya perawatan repair (Cr), perhitungan biaya perawatan preventive (Cm), perhitungan Kebijakan Repair (TCr), perhitungan kebijakan preventive (TCm). Biaya perbaikan container paling  berpengaruh,  dimana  biaya  yang  dikeluarkan  untuk  kerusakan  Gasket,  Outer  Broken  sebesar Rp.241.668 atau 31,92 %, kerusakan pada Cross Member Assy Bent Insert sebesar Rp.135.330 atau 17,87 % dan kerusakan pada Panel Corrugated. Rotten Patch sebesar Rp.380.182 atau 50,21 %. Biaya Preventive Maintenance yang dikeluarkan paling berpengaruh terhadap biaya repair. Pada kerusakan Gasket, Outer Broken mengeluarkan biaya sebesar Rp.1.510.917 atau 35,61 %, kerusakan pada Cross Member Assy Bent Insert sebesar Rp. 1.288.247 atau  30,36  % dan pada kerusakan  Panel  Corrugated.  Rotten  Patch  sebesar Rp.1.444.026 atau 34,03 %.
Analisis Kinerja Pelayanan Kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Gunawan, Arie Dwi; Rusmiyanto, Dedy; Wa’adulloh, Mui’zzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sebagai pelabuhan utama di Provinsi Jawa Tengah, berperan penting dalam mendukung ekonomi regional dan nasional. Dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia III sejak tahun 1985, pelabuhan ini melayani berbagai aktivitas bongkar muat barang dan penumpang serta berfungsi sebagai titik strategis dalam distribusi dan perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Emas selama tahun 2023 dengan fokus pada tiga indikator utama: Arrival Rate, Service Time, dan Berth Occupancy Ratio (BOR). Hasil penelitian menunjukkan Arrival Rate rata-rata sebesar 3 kapal per hari, yang menandakan potensi kemacetan dermaga jika kapasitas tidak memadai. Service Time rata-rata sebesar 9,6 jam memerlukan perhatian khusus karena fluktuasi waktu pelayanan, yang bervariasi antara 7,7 hingga 13,4 jam per kapal, dapat menyebabkan penundaan dan penumpukan. BOR rata-rata yang berada di angka 56% menunjukkan adanya kapasitas dermaga yang dapat dioptimalkan. Berdasarkan temuan ini, saran untuk meningkatkan kinerja pelayanan kapal meliputi perencanaan kapasitas yang lebih baik, penyesuaian proses pelayanan untuk mengurangi fluktuasi waktu pelayanan, dan pengelolaan BOR yang lebih efektif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, mengurangi penundaan, dan mempersiapkan pelabuhan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Analisis Pengaruh Proses Bongkar Muat Curah Kering terhadap Berthing Time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Manunggal, Putro Ponco Jalu; Sutini; Pratomo, Sunu Arsy
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bongkar muat curah kering, proses vital dalam rantai pasokan global, memindahkan komoditas seperti biji-bijian, pupuk, dan batubara dari kapal ke darat. Dilakukan di pelabuhan khusus, bongkar muat curah kering melibatkan berbagai pihak dan berperan penting dalam ketahanan pangan, industri, dan perdagangan internasional. Memahami karakteristik komoditas, proses, teknologi, regulasi, dan tantangan dalam bongkar muat curah kering membuka peluang penelitian menarik, seperti analisis efisiensi, optimasi penumpukan dan dampak lingkungan. Penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan sistem bongkar muat curah kering yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. ET/BT Tahun 2023 setiap bulan mengalami kenaikan dan penurunan pada nilai rata-rata ET/BT. Nilai rata-rata ET/BT tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 94% dan nilai terendah terjadi pada bulan Maret sebesar 63%. Produktivitas bongkar muat curah kering pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bedasarkan T/G/J memperoleh nilai rata T/G/J bulk carier sebesar 293,51 dan nilai rata rata T/G/J kapal tongkang memperoleh 149,97. Diagram persentase perbandingan di atas bahwa persentase produktivitas bulk carier lebih banyak sebesar 66% daripada Tongkang yang mendapatkan 34%. Pada bulan November kinerja pelabuhan cukup baik dari nilai standar yang telah ditentukan yaitu 90% sedangkan pada Bulan Maret kinerja Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikategorikan kurang baik dari nilai standar yang telah ditentukan. Produktivitas bongkar muat curah kering bedasarkan T/G/J pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah memenuhi standar nilai yang telah ditentukan DirJen Perhubungan Laut.

Page 3 of 3 | Total Record : 25