cover
Contact Name
Chazizah Gusnita
Contact Email
chazizah.gusnita@budiluhur.ac.id
Phone
+6281283205560
Journal Mail Official
jurnalanomie@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur, Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakara Selatan, DKI Jakarta 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Kejahatan, Sosial dan Hukum
ISSN : -     EISSN : 2656484X     DOI : -
Core Subject : Social,
Anomie is a peer-reviewed, open-access, and free of charge journal published by Criminology Study Program, Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur. The articles in this journal are based on joint-research by criminology student and their supervisor. This Journal is published three times a year (April, August, and December). Anomie publishes articles on criminology issues with a particular focus on crime and society from a variety of perspectives. Deviance Jurnal Kriminologi is concerned with theories, concepts, narratives and myths of crime, criminal behaviour, social deviance, criminal law, morality, justice, social regulation and governance.
Articles 95 Documents
Situational Crime Prevention terhadap Pelecehan Seksual di Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Efril Gunawan; Monica Margaret
Anomie Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan strategi pencegahan kejahatan terkait fenomena Pelecehan Seksual pada moda transportasi MRT di Jakarta, dengan analisis menggunakan teori Situational Crime Prevention yang dikemukakan oleh Ronald V. Clarke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi pencegahan kejahatan situasional dalam mencegah kejahatan pelecehan seksual di MRT Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, berdasarkan observasi dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa strategi pencegahan kejahatan yang dilakukan oleh manajemen MRT Jakarta sudah berjalan dengan baik dan efektif dalam mencegah pelecehan seksual di MRT Jakarta. Pembahasan masalah ini dianalisis menggunakan Situational Crime Prevention pada dasarnya mencari cara yang sederhana untuk mengurangi kejahatan melalui salah satunya dengan cara membuat desain keamanan untuk mencari tahu bagaimana strategi pencegahan kejahatan situasional dalam mengatasi kejahatan pelecehan seksual di MRT Jakarta.
Kajian Kriminologi terhadap Kebijakan Publik dalam Upaya Pencegahan Peredaran Minuman Keras pada Remaja Tangerang Selatan Layla Alfi Syahrin; Supriyono B. Sumbogo
Anomie Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sosial yang berkaitan dengan minuman keras menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan secara tuntas, sehingga menjadi permasalahan yang berlanjut dari tahun ke tahun. Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah memiliki Peraturan Daerah yang mengatur tentang peredaran dan penjualan minuman keras pada wilayah Tangerang Selatan. Penelitian ini memfokuskan kajian pada kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melakukan upaya pencegahan peredaran minuman keras pada remaja yang ditinjau melalui teori kebijakan kriminal dan konsep good government governance sehingga dapat menyimpulkan bagaimana kebijakan pelarangan peredaran minuman keras diterapkan di masyarakat sesuai dengan apa yang telah diatur pada Peraturan Daerah. Ditemukan bahwa formulasi kebijakan peredaran minuman keras sudah sesuai, namun implementasinya tidak bekerja secara maksimal sehingga kebijakan peredaran minuman keras dapat dikatakan bahwa tidak efektif dalam menekan angka peredaran minuman keras di wilayah Tangerang Selatan.
Penyebab Keterlibatan Masyarakat dalam Aktivitas Perjudian Online: Studi Kasus Kelurahan Kedaung, Tangerang Selatan Marcelino Migu; Muhammad Zaky
Anomie Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjudian secara online yang menggunakan media internet merupakan sebuah tindak kejahatan yang dilarang dari segi hukum. Dimana perbuatan judi dianggap sebagai kejahatan karena dianggap melanggar norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat serta melawan hukum. Kegiatan perjudian online tersebut merupakan contoh pemanfaatan yang salah dalam kemajuan teknologi. Penelitian ini memberikan pembahasan tentang apa yang melatarbelakangi masyarakat pada wilayah kelurahan kedaung bermain judi online, dengan memberikan sudut pandang kriminologi, dengan menggunakan acuan teori Rational Choice. Tipe penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan alasan yang menjadi jawaban untama mengapa masyarakat di wilayah Kedaung bermain judi online. Penelitian ini menemukan bahwa bentuk kenakalan atau penyimpangan pada masyarakat Kedaung merupakan sebuah proses penyelesaian masalah yang masing-masing dari individu, yaitu masalah ekonomi. Namun sebagian besar dari narasumber dan responden tidak mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kenakalan karena mereka menganggap judi online tersebut adalah kegiatan normal yang wajar dilakukan.
Tren Kejahatan Begal Sepeda di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya pada Masa Pandemi Covid-19 berdasarkan Teori Aktivitas Rutin Robby Herlian Soetarjo; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak pandemi covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia, hampir seluruh aspek kehidupan di masyarakat mengalami perubahan. Salah satunya adalah masyarakat lebih peduli dengan kesehatan. Hal ini membuat berseped menjadi olahraga yang cukup digemari di masa pandemi. Seiring dengan hal itu, kejahatan sepeda juga menjadi tren. Penelitian ini membahas mengenai tren kejahatan begal sepeda dengan menggunakan teori aktivitas rutin. Metode pengumpulan data menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan maupun tulisan melewati pengamatan, interviu, serta data sekunder. Akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya kejahatan begal sepeda terjadi karena harga sepeda juga ikut meningkat, salain itu karena faktor ekonomi dari pelaku maupun faktor dukungan dari teman untuk melakukan kejahatan tersebut dan memiliki faktor target yang tepat dalam ketemuannya antara ruang dan waktu yang sama. Pengamanan pengguna sepeda harus tetap diperhatikan seperti halnya pengguna kendaraan lainnya.
Teknik Netralisasi Tokoh Tokiko Umezawa dalam Novel The Tokyo Zodiac Murders, Karya Soji Shimada Okky Syah Herlambang; Yani Osmawati
Anomie Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, penulis mengkaji salah satu novel ciptaan Soji Shimada yang berjudul “The Tokyo Zodiac Murders”. Novel ini mengisahkan tentang misteri pembunuhan yang tidak dapat dipecahkan oleh kepolisian maupun detektif selama lebih dari 40 tahun. Pembunuhan tersebut dipecah menjadi tiga babak yang saling berkaitan. Pembunuhan pertama, yaitu pembunuhan yang terjadi pada seorang seniman sekaligus kepala keluarga yang bernama Heikichi Umezawa. Pembunuhan kedua terjadi kepada putri tiri Heikichi yang bernama Kazue Kanemoto, dan pembunuhan ketiga terjadi kepada gadis-gadis Umezawa, pembunuhan ini merupakan pembunuhan ganda sekaligus mutilasi. Peneliti mengkonstruksikan kasus yang terdapat dalam novel ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan cara menganalisis kutipan-kutipan yang terdapat di dalam novel, kajian dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti reduksi data, penyajian data, serta konklusi. Peneliti mengkaji novel ini menggunakan teori netralisasi yang dipopulerkan oleh Sykes dan Matza pada tahun 1957. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwasanya Tokiko Umezawa sebagai pelaku melakukan teknik-teknik netralisasi dalam artian pelaku merasionalkan tindak kejahatannya dengan Denial of Responsibility, Denial of Victim, Condemnation of The Condemners, serta Appeals to Higher Loyalties.
Analisis Penjualan Oli Palsu Menggunakan Merek Oli Ternama pada Kendaraan Bermotor di Wilayah Alfatah Wilatika; Yani Osmawati
Anomie Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out what the goals of counterfeit oil product business actors and public workshops are in the Sawangan area of Depok City. The aim of this research is to find out that the expectation of personal gain is high, but it is still subject to situational factors such as police presence, size of loot, and the location of possible crime. The research was designed using qualitative methods which were analyzed using Cornish & Clarke's Rational Choice Theory. This study found the fact that before actual counterfeiting of oil is carried out, the perpetrators must actively decide on counterfeiting the actual brand of oil. This is aimed at business actors making counterfeit oil with the intention of seeking maximum profit and also seeing the risk factors and losses.
Analisis Pemulihan Korban Tindak Pidana Terorisme di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Hambali Ivan Elzabilillah; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the role of the National Counterterrorism Agency in the Protection of Victims of Criminal Acts of Terrorism, especially victims of past terrorism. This study uses a conceptual analysis of victim recovery where reparation is a mechanism for victim recovery carried out by the State as a form of acknowledgment of violations against victims, loss and suffering experienced by victims. The research subjects admitted that the victims felt very helped from the repairs, because it really helped the victims from an economic and medical point of view. In this study, the researcher used a qualitative approach method by finding out information directly with informants and information to obtain data and facts needed to find out the analysis contained in this problem. The results of this study are an analysis of the role of the National Counterterrorism Agency in the Protection of Victims of Terrorism Crime is to determine the status of victims as victims of criminal acts of terrorism, also formulate national strategic policies and programs in the field of counter terrorism, coordinate relevant government agencies in implementing and implementing policies in the field of counter terrorism.
Police Brutality Terhadap Tersangka dalam Proses Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Tindak Pidana Iasha Perthiani; Monica Margaret
Anomie Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of violence or torture in the course of investigations is prohibited in Indonesian laws and international conventions. Nevertheless, the phenomenon of abuse during the examination stage is still frequently encountered. This study discusses how the phenomena of acts of violence and torture were committed by law enforcers, in this case the Police, in the investigative process stage which will be analyzed using the conflict theory developed by Richard Quinney, namely The Social Reality Of Crime. The research uses descriptive qualitative method, with primary data in the form of interviews and secondary data through literature studies. This research found that the use of violence during the process of investigation or arrest is still acceptable within the Polri institution due to human nature which cannot be controlled. There are Polri members who use their powers in secret with the aim of intimidating suspects of criminal acts so that these persons can fulfill all their interests, from confessions, statements, to other administrative needs.
Tinjauan Kriminologis Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan di Media Sosial (Instagram) Melalui Teori Aktivitas Rutin Armina Wati; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the causes of perpetrators having sex on social media (Instagram) and the impact caused by sexual victims on social media with reasons and various supporting factors, ranging from perpetrators who act, curiosity, opportunities, and lack of supervision. In this thesis research, routine activity theory is used. At this writing the researcher uses a qualitative approach method by digging information directly with the resource person and obtaining the necessary date and analyzing this problem using a descriptive method in group status research. The results of the study indicate that there are factors that cause the perpetrators to take these actions based on mere fun and curiosity, and are supported other factors, namely appropriate targets and lack of supervision from various parties, one of which is Instagram media.
Tinjauan Kriminologis terhadap Prostitusi Anak di Tangerang Selatan Alexander; Muhammad Zaky
Anomie Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child prostitution is the act of offering the services of a child to perform a toy act with an imbalance of money or a form of imbalance with someone or to anyone. Children's rights activists avoid using the term playing with children because it tends to have a negative connotation. The purpose of this study was to determine the background of the perpetrators of child prostitution. This study uses the theory of Routine Activities with qualitative research methods. This study concludes that there are actors who are motivated by their peers for the lifestyle reasons shown and seek satisfaction in biological relationships. In the activities of child prostitution perpetrators, perpetrators also get other benefits in the form of the economy even though that is not their main motive. One of the ways perpetrators carry out child prostitution activities is through applications on cell phones, this shows that one of the advancements in technology cannot be maximized properly and instead tends to be abused by child prostitution perpetrators.

Page 2 of 10 | Total Record : 95