Jurnal Kajian Kejahatan, Sosial dan Hukum
Anomie is a peer-reviewed, open-access, and free of charge journal published by Criminology Study Program, Faculty of Social Sciences and Global Studies, Universitas Budi Luhur. The articles in this journal are based on joint-research by criminology student and their supervisor. This Journal is published three times a year (April, August, and December). Anomie publishes articles on criminology issues with a particular focus on crime and society from a variety of perspectives. Deviance Jurnal Kriminologi is concerned with theories, concepts, narratives and myths of crime, criminal behaviour, social deviance, criminal law, morality, justice, social regulation and governance.
Articles
95 Documents
Analisis Ticket War Konser K-pop melalui Media Sosial Twitter dalam Perspektif Space Transition Theory
Widi Humaira Adisti;
Untung Sumarwan
Anomie Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang modus penipuan tiket konser K-pop melalui media sosial Twitter. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori transisi ruang (space transition theory) yang dikembangkan oleh K. Jaishankar (2008). Dalam teori transisi ruang berpendapat bahwa seseorang berperilaku berbeda ketika mereka berpindah dari satu ruang ke ruang lainnya. Teori transisi ruang memiliki 7 (tujuh) proposisi terkait kejahatan di dunia maya. Dalam penelitian ini akan dijelaskan modus penipuan tiket konser K-pop melalui media sosial Twitter. Menurut para narasumber dan informasi dari informan, modus dalam kejahatan penipuan tiket konser yaitu pelaku membeli tiket konser K-pop yang digunakan untuk melakukan penipuan, pembayaran melalui Cash on Delivery (COD), fee yang ditawarkan murah, harga tiket normal, identitas palsu yang digunakan oleh pelaku, iklan terpercaya yang dibuat oleh pelaku. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman terkait penipuan tiket konser K-pop melalui media sosial Twitter dan jenis penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui modus serta faktor penyebab penggemar menjadi korban penipuan tiket konser K-pop melalui media sosial Twitter.
Analisis Viktimologi Pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Pacaran
Siti Tarisah;
Monica Margaret
Anomie Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus sensitif berupa kekerasan dalam status pacaran terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi masalah sosial yang penting, hal ini dikarenakan kehadiran posisi perempuan kerapkali dilabelkan dengan kelemahan dalam menjalin hubungan dengan laki-laki. Kasus kekerasan dalam pacaran sangat membutuhkan perhatian serius oleh negara, sebab tingginya risiko yang harus ditanggung sangatlah pada dampak fisik, sosial, dan psikologis. Fase pacaran seharusnya diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat membawa kebahagiaan untuk kedua belah pihak. Pada pembahasan masalah ini menggunakan Teori Aktivitas Rutin untuk melihat bagaimana terjadinya Kekerasan Dalam Pacaran dan Dampak yang dirasakan oleh korban Kekerasan Dalam Pacaran. Penulisan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan cara mengumpulkan data dan informasi dengan teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini memproklamirkan bahwa perempuan sangat mudah menjadi korban kekerasan yang menyebabkan seorang korban sering menunjukkan tanda-tanda stress setelah terjadinya trauma berupa paranoia, meningkatnya kepekaan terhadap ancaman, hadirnya ketidakpercayaan,melankolis, sinisme, kesepian dan mengisolasi diri.
Analisis Self-Fulfilling Prophecy Pada Pekerja Seks Komersial sebagai Pelaku Penyimpangan di Wilayah X Provinsi Riau
Lailatul Muhayyu Dilla;
Shinta Julianti
Anomie Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang seseorang yang diberi label negatif bisa berperilaku sesuai dengan label yang diberikan masyarakat kepadanya. Labelling sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang diberikan masyarakat luar. Penelitian ini menggunakan Teori Labelling dan Teori Self Fulfilling Prophecy yang menjelaskan label yang diberikan kepada individu akan memberikan efek yang membuat individu tersebut untuk memenuhi ekspektasi yang diberikan kepadanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan cara melakukan observasi dan wawancara terhadap narasumber. Hasil dari penelitian ini, perbuatan memberi label seseorang sebagai menyimpang dapat menciptakan the self-fulfilling prophecy. Setelah melakukan wawancara dengan narasumber, mereka menjadi pelaku menyimpang sebagai Pekerja Seks Komersial itu merupakan efek dari pelabelan yang mereka dapatkan, dalam artian mereka memenuhi harapan orang lain terhadap dirinya yang diberi label sebagai pelaku menyimpang.
Analisis Teori Differential Association Terhadap Modus Keberadaan Kurir Narkotika Jenis Tembakau Gorila di Kalangan Remaja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Yusuf Wiranto;
Muhammad Zaky
Anomie Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pola peredaran kurir narkotika tembakau gorila yang dilakukan oleh para remaja dilakukan secara diam diam dan terorganisir guna menghindari dari pantauan aparat yang mencurigai mereka, beberapa alasan dijadikan para remaja tersebut untuk menjadi kurir narkotika ada yang dikarenakan faktor pergaulan lingkungan alasan ekonomi ada yang berasal dari keluarga broken home dan merasa gaji yang didapatkan kecil serta dengan pekerjaan yang dirasa mudah dan dengan keuntungan yang didapatkan lumayan besar maka mereka memutuskan untuk menjadi kurir narkoba, walaupun mereka sadar dengan resiko yang akan mereka alami cukup besar apabila ketauan oleh aparatur negara tetapi mereka tetap jalani karena tergiur dengan keuntungan yang didapatkan serta mereka dapat mengkonsumsi narkotika tembakau gorila dengan percuma-cuma.Peneliti ini memakai teori Differensial Association dari Sutherland. Peneliti mengaitkan teori dengan hasil yang di dapatkan peneliti dengan meawancarai narasumber 3 Kurir tembakau Gorila dan 1 Instansi dari polda Metro Jaya.
Analisis Social Bond Theory terhadap Afeksi Individu dalam Aksi Kekerasan oleh Geng Motor : Studi Kasus Geng Motor di Kota Sukabumi
Sarah Apriliani Kurniawan;
Arsenius Wisnu Aji Patria Perkasa
Anomie Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang afeksi individu dalam aksi kekerasan oleh anggota geng motor di Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan Teori Social Bond Theory (Teori ikatan sosial) yang dikemukakan oleh Travis Hirschi dengan empat elemen yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku individu, yaitu attachment (kedekatan), commitment (tanggung jawab), involvement (keterlibatan), belief (kepercayaan). Hasil dari penelitian ini, ikatan sosial yang terjalin dalam suatu kelompok dapat mempengaruhi seseorang untuk bergabung dengan geng motor hingga berani untuk melakukan aksi kekerasan. Selain itu, kurangnya afeksi dari lingkungan keluarga dan pengaruh buruk dari teman sebaya akhirnya membuat dari mereka terjerumus dalam lingkungan yang tidak baik, akan tetapi di dalam lingkungan tersebut lah mereka mendapatkan afeksi yang sebelumnya mereka tidak dapatkan terutama dari keluarganya. Setelah melakukan wawancara dengan narasumber, mereka bergabung dengan geng motor karena mereka mendapatkan afeksi yang sebelumnya tidak mereka dapatkan dari keluarganya. Peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh informasi langsung dari narasumber untuk dianalisis dengan teori yang berkaitan dengan penelitian ini.
Pelanggaran Hak Cipta Pada Penggunaan Website Streaming Anime Bajakan Ditinjau dari Teori Netralisasi
Ragil Noerprahasetyo;
Muhammad Rizky Nur Kamrullah
Anomie Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang penggunaan website streaming anime bajakan ditinjau dari teori netralisasi. Seperti yang kita ketahui pembajakan dilindungi oleh undang – undang hak cipta atau UUHC. Walaupun sudah dilindungi masih banyak peminat dan juga penyedia film, tv series, dan juga anime bajakan. Masih banyaknya peminat streaming anime ilegal di Indonesia membuat website streaming ilegal terus hidup dengan masuknya iklan – iklan di dalam website tersebut. Analisis dan penerapan teori Netralisasi diharapkan dapat menjelaskan apa saja Faktor apa saja yang membuat pengguna terus menggunakan website streaming anime bajakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan penjelasan tipe deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Begitu pula informasi dan data yang didapatkan akan dikelola dalam penelitian yang dilakukan. Hasil pada penelitian ini menjelaskan faktor apa saja yang membuat pengguna terus menggunakan website streaming anime bajakan berdasarkan 5 aspek teori netralisasi yaitu Denial of Responsibility, Denial of Injury, Denial of Victim, Condemnation of the Condemners, Dan Appeal to Higher Loyalites.
Analisis Lifestyle-Exposure Theory pada Korban Penipuan Transaksi Jual-Beli di Platform E-commerce X
Idham Setiawan;
Muhammad Zaky
Anomie Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas suatu kasus terkait korban penipuan pada transaksi jual-beli di e-commerce yang dianalisa menggunakan Teori Lifestyle-Exposure. Teori Lifestyle-Exposure menyatakan bahwa seorang individu menjadi korban kejahatan diakibatkan oleh gaya hidupnya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus pada tindak penipuan di platform X sebagai lingkup penelitiannya. Data yang diperoleh berasal dari empat orang narasumber, tiga diantaranya merupakan korban, beserta satu orang lainnya merupakan pihak kepolisian. Dalam Teori Lifestyle-Exposure, munculnya korban dalam kejahatan diakibatkan oleh faktor yang mendorong seseorang untuk menjalani gaya hidup konsumtif sehingga menyebabkan dirinya mengalami keterpaparan terhadap tindak penipuan pada transaksi jual-beli di e-commerce. Faktor-faktor ini adalah faktor gaya hidup, faktor harga, faktor kebutuhan dan faktor kesadaran diri. Selain itu, terdapat aspek dalam sudut pandang Teori Lifestyle-Exposure yang melatarbelakangi terjadinya penipuan tersebut, seperti demografis, kendala struktural, dan ekspektasi peran. Hasil dari aspek-aspek tersebut menghasilkan sebuah adaptasi baru yang membuat seorang individu rentan menjadi korban penipuan pada transaksi jual-beli di e-commerce.
Motif Pelaku Kekerasan Pada Perlindungan dan Penegakan Hukum terhadap Hewan Peliharaan dalam Perspektif Kontrol Sosial
Soraya Noer Adhaini;
Untung Sumarwan
Anomie Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang kekerasan terhadap hewan peliharaan dalam perspektif Animal Abuse. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Teori Kontrol Sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirchi sebagai dasar dari pemikiran dalam penelitian ini. Travis Hirchi mengemukakan bahwa penyimpangan merupakan hasil dari kekosongan kontrol atau pengendalian sosial. Teori kontrol sosial ini berangkat dari anggapan bahwa individu di masyarakat mempunyai kecenderungan yang sama kemungkinannya, menjadi baik atau jahat seseorang anak remaja dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini mendapatkan hasil kekerasan terhadap hewan peliharaan terjadi akibat beberapa faktor seperti kebencian hingga faktor ekonomi sehingga muncul rasa ingin melakukan kekerasan terhadap hewan peliharaan.
SITUATIONAL CRIME PREVENTION DALAM KEJAHATAN PENCURIAN KELAPA SAWIT DI PT BINTARA TANI NUSANTARA SUMATERA BARAT
Febiana Indah Puspita;
Monica Margaret
Anomie Vol. 5 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang strategi pencegahan kejahatan dengan pendekatan situasional dalam pencurian kelapa sawit di PT Bintara Tani Nusantara (BTN). Teori Situasional Crime Prevention difokuskan pada kesempatan, tempat atau konteks tempat kejahatan dilakukan, dan terhadap sasaran kejahatan. Dalam analisis ini menjelaskan faktor terjadinya pencurian kelapa sawit di perkebunan PT BTN kemudian penerapan strategi pencegahan kejahatan dalam pengamanan yang diterapkan oleh PT BTN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di perkebunan PT BTN Kecamatan Sungai Beremas dan dilakukan dalam waktu lima bulan. Penelitian ini memperoleh data dari tiga narasumber. Narasumber pertama yaitu seorang staf Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) di PT BTN, kemudian narasumber kedua satpam perkebunan PT BTN, dan narasumber terakhir adalah mantan narapidana kasus pencurian kelapa sawit di PT BTN. Hasil dari penelitian ini mengetahui bahwa pengamanan yang di terapkan di PT BTN dalam menjaga area perkebunan diantaranya adalah pos jaga, portal pembatas, parit yang mengelilingi area perkebunan dan petugas satpam keliling yang melakukan pengawasan dengan cara mengelilingi area perkebunan PT BTN
Kajian Penologi Terhadap Pembinaan Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang
Heru Pauzi;
Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembinaan merupakan proses rehabilitasi karakter dan perilaku narapidana dalam melaksanakan masa hukuman penjara, agar saat bebas, mereka siap bergabung dengan masyarakat. Sekarang sistem pidana penjara tidak lagi terkesan tidak jelas atau tanpa tujuan. Salah satu cara untuk membina dan mengembalikan ke jalan yang benar adalah dengan menerapkan program pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Selama ini, pembinaan di penjara hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan narapidana, seperti mengisi waktu luang, dan membantu mereka menjadi lebih mandiri. Selain itu, karena ketergantungan petugas pada fasilitas pemasyarakatan dan penjara, petugas lapas sering mengabaikan bahwa narapidana lanjut usia menerima pembinaan dan perawatan yang sama seperti narapidana lainnya. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pembinaan khusus Narapidana lanjut usia. Pembinaan yang menjadi pembahasan penelitian dalam penelitian ini adalah program pembinaan kemandirian dan kepribadian dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang dengan tujuan mengetahui proses pembinaan narapidana lanjut usia serta faktor yang menghambat proses pembinaannya.