cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies" : 12 Documents clear
Tantangan Dan Dinamika Dalam Moderasi Beragama Menuju Harmoni Sosial Anggita Wulansari; Azizah; Muhammad Zidan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dynamics of religious moderation towards social harmony is a complex challenge in the context of religious diversity in society. The concept of religious moderation presents an effort to create a balance between individual religious beliefs and tolerance for differences. The main challenge is to overcome attitudes of exclusivism and truth claims that can trigger conflict between religions. In an effort to achieve social harmony, it is important to strengthen the values of tolerance, mutual respect and interfaith cooperation. Thus, religious moderation can be a solid foundation for building a harmonious and peaceful society. Dinamika dalam moderasi beragama menuju harmoni sosial merupakan tantangan yang kompleks dalam konteks keberagaman agama di masyarakat. Konsep moderasi beragama menghadirkan upaya untuk menciptakan keseimbangan antara keyakinan agama individu dengan toleransi terhadap perbedaan. Tantangan utamanya adalah mengatasi sikap eksklusifisme dan klaim kebenaran yang dapat memicu konflik antar agama. Dalam upaya mencapai harmoni sosial, penting untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kerjasama lintas agama. Dengan demikian, moderasi beragama dapat menjadi landasan yang kokoh untuk membangun masyarakat yang harmonis dan damai  
Moderasi Beragama Dalam Menciptakan Nilai-Nilai Toleransi Dan Kerukunan Aisyah; Aisyah Hayatun Suaibah; Muhammad Kamil
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of globalization of the 21st century, harmony and peace between religious communities is becoming increasingly important. The concept of religious moderation has emerged as a promising solution for creating tolerance and harmony amidst diversity. This article aims to examine the concept of religious moderation and its implementation in building a tolerant and harmonious society. Through literature studies, this research identifies key elements of religious moderation, such as an open attitude, mutual respect, and commitment to universal human values. Furthermore, it also discusses how religious moderation can be applied in everyday life, both within the family, community and wider society. This research concludes that religious moderation is an effective approach in maintaining social harmony and creating a tolerant and harmonious society. In the Indonesian context which is rich in religious, cultural and ethnic diversity, religious moderation is important in maintaining tolerance and harmony between religious communities. Further efforts are needed to apply this concept to everyday life and overcome the persistent challenges of religious-based intolerance and conflict. Abstrak Dalam era globalisasi abad ke-21, keharmonisan dan kedamaian antar umat beragama menjadi semakin penting. Konsep moderasi beragama muncul sebagai solusi yang menjanjikan untuk menciptakan toleransi dan kerukunan di tengah keragaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep moderasi beragama dan implementasinya dalam membangun masyarakat yang toleran dan rukun. Melalui studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen kunci moderasi beragama, seperti sikap terbuka, saling menghargai, dan komitmen terhadap nilai-nilai universal kemanusiaan. Selanjutnya, dibahas pula bagaimana moderasi beragama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama merupakan pendekatan efektif dalam menjaga keharmonisan sosial dan menciptakan masyarakat yang toleran serta rukun. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman agama, budaya, dan etnis, moderasi beragama menjadi penting dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Upaya yang lebih lanjut diperlukan untuk menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari dan mengatasi tantangan intoleransi dan konflik berbasis agama yang masih ada.
Peran Moderasi Beragama dalam MembangunMasyarakat yang Harmonis: Menciptakan Percakapan yang Seimbang dan Damai Muhammad Ridha; Sri Rejeki Nurhidayah; Aisyah Putrisari Sutejo
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses sommunication patterns and aims to assess the faktors that can influence communication within the framework of religious moderation, as well as the impacts they have. This jurnal uses a literature study and literature study approach in its creation so it must analyze the text in depth. The research findings indicate that using inclusive and non-discriminatory language, correctly understanding different religions, and practicing active listening, empathy, and cooperation among individuals or groups with diverse religious beliefs are crucial. These elements contribute to promoting and building harmonious dialogue. Effective communication patterns in the context of religious moderation are essential for fostering harmonious relationships. This includes recognizing the importance of using inclusive language and accurately understanding various religions as fundamental components for enhancing effective communication. Abstrak Pada studi ini membahas mengenai pola komunikasi yang mana ini tujuannya untuk menilai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi komunikasi didalam kerangka moderasi beragama dan dampak yang ditimbulkannya. Jurnal ini menggunakan pendekatan studi literatur serta studi kepustakaan dalam pembuatannya sehingga harus menganalisis teksnya secara mendalam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa faktor penting, misalnya menggunaan bahasa yang inklusif dan non-deskriminatif, interpretasi yang tepat mengenai berbagai keyakinan agama, kemampuan untuk menerima secara aktif, empati, serta kerjasama antar individu dan kelompok dengan kepercayaan agama yang beragam, dan perihal moderasi beragama, memainkan peran yang hakiki. Usaha untuk memperkenalkan dan menciptakan komunikasi yang harmonis antar individu dan kelompok dari pola komunikasi ini sangat penting. Acuan untuk berkomunikasi secara efektif pada konteks moderasi beragama mampu menciptakan ikatan yang harmonis antar individu. Hal ini melibatkan kesadaran akan pentingnya menggunakan bahasa yang inklusif serta non-diskriminatif serta interpretasi yang benar mengenai berbagai agama sebagai elemen kunci untuk meningkatkan pola komunikasi yang efektif.
Moderasi Beragama Dalam Sudut Pandang Al-Qur’an Dan Hadist Puan Aisyah Maharani; Isma Eka Handayani; Vivin Kurnia Putri
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religius moderations means balanced, not too extreme and not too excessive in one's understanding and practice of religion This writing aims to be material in the extent of understanding the holy book of Islam, the Qur'an and Hadith there is a basis that may invite its people to take harsh actions against people, especially those who are not religious. In the research, the author uses the approach of tafsir maudhu'i, which is meant to select important points and then determine verses and hadiths related to religious intervention and then unite them in a meaningful context. The results of the study prove that basically the Qur'an and Hadith do not provoke adherents of this religion to commit violence, extremism or practices that go beyond their religion. The Quran and Hadith show that in consciousness in its application in religion must be balanced and become a middle way so that religion appears kind, weak and of course full of love and affection. Actuallyy, balance is important and necessary in natural law like a harmony in life. If it were not like that, the world would have vanished and perished.  This allows students to easily understand diversity, respect other people's inputs, respect others and other people's opinions and of course be moral or in the sense of tolerance. With the existence of religious moderation, it can be done continuously so as to give birth to moral wisdom towards students, so that it is possible for the students to know the difference between good and bad and then also instill in them good habits of life, thereby they realize that they have a high awareness or between their emotions. Applying this strategy in daily life is a form of application in diversity throughout the archipelago. Keywords: Religious Moderation, Al-Qur’an, Hadist .Abstrak. Moderasi keaagamaan berarti seimbang, tidak terlalu ekstrem dan tidak terlalu berlebihan dalam pemahaman dan praktik agama seseorang Penulisan ini bertujuan sebagai bahan dalam sejauh mana pemahaman terhadap kitab suci Islam, Al – Qur’an dan Hadist terdapat dasar yang mungkin mengajak umatnya dalam berbuat tindakan yang keras tindakan tidak wajar kepada orang terutama mereka yang bukan segama. Pada penelitian, penulis memanfaatkam pendekatan tafsir maudhu'i, yang dimaksud yakni ia memilih pokok point penting kemudian mementukan ayat dan hadits terkait medorasi keagamaan dan kemudian menyatukan dalam konteks yang bermakna. Hasil dari penelitian tersebut membuktikan pada dasarnya Qur’an dan Hadits sama sekali bukan memprovokasikan para penganut agama ini untuk melakukan kekerasan, ekstremisme atau praktik yang melampaui keagamaannya. Dalam Quran dan Hadits menunjukkan dalam kesadaran dalam penerapannya dalam keagamaan harus berjalan seimbang dan menjadi jalan tengah agar agama tampak baik hati, lemah.lenbutt dan tentunya penuh kasih dan sayang. Padahal, keseimbangan itu penting dan diperlukan dalam hukum alam ibarat suatu keharmonisan dalam hidup. Seandainya tidak seperti itu, dunia ini akan lenyap dan binasa. Hal ini memungkinkan, siswa mudah memahami keberagaman, menghormati masukan orang lain, menghargai oranglain dan pendapat orang lain dan tentunya bermoral atau dalam artian bertoleransi. Dengan adanya moderasi beragama dapat dikerjakan terus-menerus sehingga melahirkan moral kebijaksanaan terhadap siswa, sehingga memungkin siswa tersebut mengetahui perbedaan baik dan buruk kemudian juga menamkan dalam diri mereka kebiasaan hidup yang baik, sehingga mereka sadar mereka mempunyai kesadaran yang tinggi ataupun antara emosinya. Menerapakan startegi tersebut dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu bentuk penerapan dalam keberagaman di seluruh penjuru Nusantara.
Pendidikan Moderasi Beragama:Membangun Toleransi Dan Keberagaman Dhea Gita Ananda; Aisyah Puspita; Dewi Lidia
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article reviews the importance of religious moderation, tolerance and diversity in social and religious contexts. Religious moderation refers to a balanced approach to practicing religious teachings, while religious tolerance includes respect for differences in religious beliefs and practices between individuals and groups. Diversity, on the other hand, includes various dimensions such as religion, culture and ethnicity that enrich the social and cultural life of society.The importance of religious moderation, tolerance and diversity is reflected in their role in building social harmony and preventing interreligious conflict. These principles also form the basis for peaceful coexistence and respect for human rights in practicing their beliefs. Implementation of religious moderation involves education in the values of tolerance from an early age, promotion of interfaith dialogue, and inclusive public policies to support diversity. The benefits include creating an inclusive social environment, strengthening peace in multicultural societies, and developing open-minded individuals who contribute positively to building diverse and harmonious communities. Thus, this article emphasizes the importance of religious moderation, tolerance and diversity as the foundation for a just, co-existent and sustainable society. Abstrak Artikel ini mengulas pentingnya moderasi beragama, toleransi, dan keberagaman dalam konteks sosial dan keagamaan. Moderasi beragama mengacu pada pendekatan yang seimbang dalam menjalankan ajaran agama, sementara toleransi beragama mencakup penghargaan terhadap perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan antarindividu dan kelompok. Keberagaman, di sisi lain, mencakup berbagai dimensi seperti agama, budaya, dan suku bangsa yang memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat.Pentingnya moderasi beragama, toleransi, dan keberagaman tercermin dalam peran mereka dalam membangun harmoni sosial dan mencegah konflik antaragama. Prinsip-prinsip ini juga membentuk dasar bagi kehidupan bersama yang damai dan menghormati hak asasi manusia dalam menjalankan keyakinan mereka. Implementasi moderasi beragama melibatkan pendidikan nilai-nilai toleransi sejak dini, promosi dialog antaragama, serta kebijakan publik yang inklusif untuk mendukung keberagaman. Manfaatnya termasuk menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, memperkuat kedamaian dalam masyarakat multikultural, dan mengembangkan individu yang berpikiran terbuka serta berkontribusi positif dalam membangun komunitas yang beragam dan harmonis. Dengan demikian, artikel ini menekankan pentingnya moderasi beragama, toleransi, dan keberagaman sebagai fondasi bagi masyarakat yang adil, berdampingan, dan berkelanjutan.
Moderasi Beragama : Tantangan Dan Peluang Dalam Masyarakat Multikultural Muhammad Alfikri; Aril Rizki; Sudar
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversity is a condition in which the population as a whole has many differences, including those related to religion, race, and culture. In a multicultural society like Indonesia, religious moderation is an important key in maintaining harmony between religious communities. Moderate Islamic education plays a major role in promoting tolerance, avoiding extremism, and creating wise leaders. Although there are challenges in implementing religious moderation, steps such as revitalizing Islamic education and instilling multicultural values ​​from an early age can help overcome conflicts and strengthen the harmony of a multicultural society. Thus, religious moderation is not only a weapon in facing challenges, but also an opportunity to strengthen harmony in a multicultural society. Abstrak Keragaman merupakan suatu kondisi di mana penduduk secara keseluruhan memiliki banyak perbedaan, termasuk yang terkait dengan agama, ras, dan budaya. Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Pendidikan Islam moderat memainkan peran utama dalam mempromosikan toleransi, menghindari ekstremisme, dan menciptakan pemimpin yang bijaksana. Meskipun terdapat tantangan dalam mengimplementasikan moderasi beragama, langkah-langkah seperti revitalisasi pendidikan islam dan penanaman nilai multikulturalisme sejak dini dapat membantu mengatasi konflik dan memperkuat keharmonisan masyarakat multikultural. Dengan demikian, moderasi beragamatidak hanya menjadi senjata dalam menghadapi tantangan, tetapi juga peluang untuk memperkuat keharmonisan dalam masyarakat multikultural.
Hubungan Moderasi Beragama Dan Toleransi Nurhalimah; Uswatun hasanah; Nurwahid
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to investigate the relationship between religious moderation and tolerance in the context of society. Religious moderation is defined as a moderate attitude in religious practices, while tolerance refers to the ability of individuals or groups to accept differences and appreciate pluralism in society. The results of the analysis show a positive relationship between religious moderation and tolerance. Individuals who have a moderate attitude in religious practices tend to be more tolerant of differences and more accepting of pluralism in society. This research provides an important contribution to understanding the importance of religious moderation in building tolerance and harmony among religious communities. Proposed policy implications include increasing religious education that emphasizes the values of moderation and tolerance, as well as promoting interfaith dialogue to strengthen tolerance and harmony in society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara moderasi beragama dan toleransi dalam konteks masyarakat. Moderasi beragama didefinisikan sebagai sikap moderat dalam praktik keagamaan, sementara toleransi merujuk pada kemampuan individu atau kelompok untuk menerima perbedaan dan menghargai pluralitas dalam masyarakat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara moderasi beragama dan toleransi. Individu yang memiliki sikap moderat dalam praktik keagamaan cenderung lebih toleran terhadap perbedaan dan lebih menerima pluralitas dalam masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami pentingnya moderasi beragama dalam membangun toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Implikasi kebijakan yang diusulkan termasuk peningkatan pendidikan agama yang menekankan nilai-nilai moderasi dan toleransi serta promosi dialog antaragama untuk memperkuat toleransi dan kerukunan di masyarakat.
Moderasi Beragama Untuk Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia Rafita; Fitra Aryansyah; Darul Fadhli
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the concept of religious moderation in Indonesia as a crucial element in strengthening national unity and cohesion. Through in-depth analysis of various strategies and implementations of religious moderation, the article reveals the complexity and urgency of the need for moderation in the context of religious diversity in Indonesia. By addressing the root causes of religious conflicts, this research highlights the importance of dialogue, tolerance, and appreciation of belief differences as the fundamental basis for building harmony and social solidarity. Emphasizing the active role of the community in strengthening religious moderation, the article also offers a progressive view on collective efforts to create an inclusive and just society. As a contribution to a broader understanding of religious moderation, this article is expected to serve as a valuable for the sustainability of peace and unity amidst religious diversity in Indone Indonesia the context of globalization and the challenges of modern times, religious moderation becomes increasingly relevant in strengthening national identity and preserving diversity as a cultural asset. This article underscores the crucial role of education in instilling the values of religious moderation from an early age, as well as the need for cross-sector cooperation to create a supportive environment for practicing moderation. By inspiring a spirit of mutual cooperation and respect, religious moderation is expected to become a key pillar in building a peaceful, fair, and prosperous society. Thus, this article calls on all elements of society to unite in the spirit of religious moderation to realize the vision of unity and cohesion of the Indonesian nation based on the values of diversity and harmony. Abstrak Artikel ini membahas konsep moderasi beragama di Indonesia sebagai elemen penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan nasional. Melalui analisis mendalam terhadap berbagai strategi dan implementasi moderasi beragama, artikel ini mengungkapkan kompleksitas serta urgensi perlunya moderasi dalam konteks keberagaman agama di Indonesia. Dengan menggali akar permasalahan yang melatarbelakangi konflik agama, penelitian ini menyoroti pentingnya dialog, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan sebagai landasan utama dalam membangun harmoni dan solidaritas sosial. Dengan menekankan peran aktif masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama, artikel ini juga menawarkan pandangan progresif terhadap upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Sebagai kontribusi terhadap pemahaman yang lebih luas tentang moderasi beragama, artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan yang berharga bagi keberlanjutan perdamaian dan persatuan dalam keragaman agama di Indonesia. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman modern, moderasi beragama menjadi semakin relevan dalam memperkuat identitas bangsa dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan budaya. Artikel ini menyoroti peran penting pendidikan dalam menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini, serta perlunya kerjasama lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi praktik moderasi. Dengan mengilhami semangat gotong-royong dan saling menghormati, moderasi beragama diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera. Dengan demikian, artikel ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam semangat moderasi beragama demi mewujudkan visi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai keberagaman dan harmoni.
Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Pandangan Nurcholish Madjid Adi, Adi Rahmat Kurniawan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana tentang Hak Asasi Manusia (HAM) Barat dan Islam sering kali menimbulkan kontroversi baik melalui ide atau gagasan yang tuangkan didalamnya. Hal ini dibuktikan dengan kesenjangan setiap orang dalam mendapatkan haknya untuk hidup, mendapatkan perlindungan, bekerja dan sebagainya. Pentingnya problematika ini perlu dibahas karena mencangkup kemashlahatan setiap individu. Didalam agama Islam, masalah mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) erat kaitannya dengan pokok point pembahasan Maqasid Syari’ah. Berkenaan dengan hal itu, salah satu tokoh pemikir Islam yang mencurahkan gagasannya mengenai topik tersebut ia adalah Nurcholish Madjid. Sebagai pemikir neo modern, beliau terkenal dengan gagasannya yaitu sekularisasi. Hal ini dianggap sebagai solusi efektif dengan cara memasukkan nilai-nilai Islam ditengah perkembangan zaman dalam menghadapi tantangan pemikiran. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini penulis akan menggunakan literatur studies dan bersifat kualitatif. Yaitu dengan merujuk berbagai guna sebagai pendukung dalam penulisan topik ini. 
Konsep Ketuhanan Agama Agama, Toleransi Dan Pluralisme Agama Sriyono Fauzi; Aulia Arsinta; Ikke Fitriana Nugrahini
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of increasingly widespread globalization, intercultural interactions and religious diversity have become inevitable realities in the social dynamics of world society. This paper examines three main concepts, namely divinity, religious tolerance, and religious pluralism, and their application in the context of increasingly complex religious diversity. The concept of divinity in various religions reflects a panorama of diverse views of the Divine, from monotheism in Islam, Christianity and Judaism, to polytheism in Hinduism. Religious tolerance, which reflects an attitude of respect for diversity of beliefs, faces various challenges such as religious extremism and prejudice. Religious pluralism, which emphasizes the value and truth of various beliefs, is important in interreligious dialogue and interfaith cooperation. Through literature-based qualitative research, this paper identifies strategies to promote tolerance and respect for diversity of beliefs, as well as overcome barriers to realizing an inclusive and harmonious society. The research results show that a deep understanding of different concepts of divinity, promotion of religious tolerance, and respect for religious pluralism are key to building a peaceful and diverse global society. Abstrak Pada era globalisasi yang semakin meluas, interaksi antarbudaya dan keberagaman agama telah menjadi realitas yang tak terelakkan dalam dinamika sosial masyarakat dunia. Makalah ini mengkaji tiga konsep utama, yaitu ketuhanan, toleransi agama, dan pluralisme agama, serta implikasinya dalam konteks keberagaman agama yang semakin kompleks. Konsep ketuhanan dalam berbagai agama mencerminkan panorama keberagaman pandangan akan yang Ilahi, dari monoteisme dalam Islam, Kristen, dan Yahudi, hingga politeisme dalam Hinduisme. Toleransi agama, yang mencerminkan sikap menghargai keberagaman keyakinan, menghadapi berbagai tantangan seperti ekstremisme agama dan prasangka. Pluralisme agama, yang menekankan nilai dan kebenaran berbagai keyakinan, penting dalam dialog antaragama dan kerjasama lintas agama. Melalui penelitian kualitatif berbasis literatur, makalah ini mengidentifikasi strategi untuk mempromosikan toleransi dan penghargaan terhadap keragaman keyakinan, serta mengatasi hambatan-hambatan dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang perbedaan konsep ketuhanan, promosi toleransi agama, dan penghargaan terhadap pluralisme agama adalah kunci dalam membangun masyarakat global yang damai dan beragam.

Page 1 of 2 | Total Record : 12