cover
Contact Name
Mamat Rahmat
Contact Email
almikanika@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
almikanika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Sholeh Iskandar No.Km.02, RT.01/RW.010, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Almikanika
ISSN : 26551950     EISSN : 26854872     DOI : https://doi.org/10.32832/almikanika
Almikanika journal Berisi hasil-hasil penelitian, studi lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Struktural, Material & Manufacturing, dan Mekatronika.
Articles 115 Documents
ANALISA PERHITUNGAN KESETIMBANGAN MASSA DAN KALOR PADA UNIT ROTARY DRYER Putri, Anggi Sagitha; Al-Kindi, Hablinur; Sumadi, Sumadi
ALMIKANIKA Vol 4 No 3 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i3.7853

Abstract

ABSTRAKPembuatan semen terdiri dari beberapa tahap yaitu penambangan dan penyiapan bahan baku, pengeringan dan penggilingan bahan baku, pembakaran dan penggilingan akhir. Pengeringan dan penggilingan bahan baku dilakukan di raw mill unit. Proses ini penting dilakukan untuk mengurangi beban pada burning unit dan finish mill unit. Pada penelitian ini digunakan rotary dryer sebagai alat pengering bahan baku, kemudian grinding mill sebagai alat penggilingan dan pengeringan bahan baku. Rotary dryer berfungsi untuk menghilangkan/mengurangi kadar air sandy clay sebelum masuk grinding mill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa input dan output diagram alir massa dan panas, menghitung efisiensi rotary dryer dengan kapasitas 34.000 kg/jam dan menghitung panas yang hilang di rotary dryer. Metodologi penelitian ini menggunakan Analisa Kesetimbangan massa dan panas. Hasil penelitian ini mengenai proses pengeringan bahan baku semen dengan menggunakan rotary dryer didapat bahwa masukan ke sistem pengeringan antara lain: sandy clay dan gas panas sedangkan keluaranya berupa sandy clay produk kering dan gas panas.Efisiensi hasil perhitungan panas dimana rotary dryer sebesar 60,76%. Panas yang hilang ketika proses pengeringa di rotary dryer sebesar 39.24%.Kata kunci :  kesetimbangan; massa; panas; rotary dryer; sandy clay  ABSTRACT Cement making consisting of several mining stages, namely, and the provision of raw materials , drying and grinding raw materials , burning and grinding the end of .Drying and grinding raw materials was conducted in raw mill unit .The process it is important be taken to reduce a load on burning units and crossed the finish line mill unit .To research is used rotary blow dryer as the dryer raw materials , then grinding mill as a means of milling and drying raw materials .Rotary blow dryer serves to dispel / reduce the moisture content of sandy clay prior to entering grinding mill .This study aims to to analyze the input and output mass and heat , counting efficiency rotary blow dryer with the capacity of 34.000 kg per hours and counting heat who went missing in rotary blow dryer .Was used in the study methodology analysis equilibrium mass and heat .The result of the drying cement raw material obtained by using rotary dryer that input to the system include drying: sandy clay and hot gas while output sandy clay products such as dry and the results of hot gas. efficiency where rotary 60,76. dryer by percent. The heat lost when the process in a rotary dryer 39.24. dryer by percent. Keywords:  equilibrium; mass; heat; rotary dryer; sandy clay
Rancang Bangun Sistem Kontrol Alat Pemilah Sampah Otomatis Logam Dan Non Logam Berbasis Arduino Anugrah, Zamil; Sutisna, Setya Permana; Sutoyo, Edi
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8001

Abstract

Selama ini masyarakt membuang sampah tidak dilakukan sesuai dengan penggolongan sampah. Masyarakat hanya membuang sampah di satu tempat sampah saja, yang berakibat pada penumpukan dan pencampuran antara sampah logam dan sampah nonlogam. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemilah sampah logam dan non logam berbasis Arduino yang dapat digunakan dan bergerak sesuai perintah yang diberikan. Dalam perancangannya, sistem ini menggunakan sensor proximity serta sensor ultrasonik untuk mendeteksi adanya sampah logam dan non logam. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan sensor ultrasonik mampu menjangkau jarak sehingga 1400-centimeter dengan prosentase error sebesar 0,55. Sedangkan pengujian menggunakan sensor proximity induktif menunjukkan hasil dari 5 objek jenis logam yang diuji berhasil mendeteksi semua jenis logam tanpa adanya kegagalan dan mampu mendeteksi ketika jarak 0-3 mm. Sensor proximity E18 dari 5 objek jenis benda yang diuji berhasil mendeteksi semua benda tanpa adanya kegagalan. Kinerja sistem pemilah sampah logam dan non logam berhasil memilah sampah sesuai klasifikasi dengan akurasi keberhasilan sebanyak 9 kali berhasil dari 10 kali pengujian, dimana 1 kali gagal memilah ketika objek merupakan uang logam.Kata kunci : Arduino Uno; logam dan non logam; sensor proximity; sensor ultrasonic; tempat sampah
Analisa Pressure Drop Pada Prototype Instalasi Pipa Industri Firdaus, Andika; Hartono, Budi; Al Kindi, Hablinur
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8015

Abstract

Pada dunia industri sistem pemipaan banyak digunakan untuk mendistribusikan fluida. Pendistribusian fluida pada sistem pemipaan, akan terjadi hambatan yang dapat membuat hilangnya suatu energi. Pendistribusian dan hilangnya suatu energi aliran fluida pada pipa, tidak dapat kita amati secara langsung. Untuk itu dilakukan pengujian rugi – rugi aliran pada alat uji rugi-rugi aliran. Pengujian tersebut seperti pengujian terhadap komponen-komponen alat uji, serta memastikan pendistribusian fluida berjalan dengan lancar. Pengujian ini dilakukan pada pipa carbon steel dengan ukuran berbeda pada sisi isap dan sisi tekan, menggunakan pressure gauge. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan penurunan tekanan pada prototype instalasi sistem perpipaan industri. Dari pengujian rugi-rugi aliran dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tekanan yang diakibatkan gangguan lokal, seperti belokan, pembesar penampang, sambungan aplikasi pada pipa dan adanya kerugian yang diakibatkan oleh gesekan antara fluida dengan dinding pipa. Hasil perhitungan teoritis mendapatkan: head total pompa 5,8 m, rugi rugi mayor 2,1226 m, rugi-rugi minor 1,5243 m, dan pressure drop 35,7 kilo pascals (5psi).Kata Kunci: fluida; instalasi; pipa; pressure drop; pressure gauge  
UJI KINERJA PROTOTYPE PIPA INDUSTRI MENGGUNAKAN PNEUMATIK TEST ASME SECTION 8 DIV 2 Sena, Aditya Angga; Hartono, Budi; Al Kindi, Hablinur; Fitriani, Fitriani
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8019

Abstract

Sistem instalasi perpipaan merupakan suatu sistem yang sangat penting pada kebutuhan industri. Pipa pada umumnya berguna untuk mengalirkan suatu fluida baik itu cair maupun gas, dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan memanfaatkan bantuan mesin ataupun pompa. Pengujian merupakan tahapan terpenting dalam membuat suatu alat, karena dengan adanya suatu pengujian dapat diketahui kinerja dari alat yang dibuat: apakah dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan apa yang ditargetkan. Selain itu dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dari alat yang dibuat. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap prototype instalasi pipa industri dengan menerapkan sistem pneumatik test untuk mengetahui kebocoran yang mungkin terjadi. Tekanan pengujian yang digunakan mengikut standar ASME Section 8 Div 2 dengan tekanan maksimal 3,66 bar pressure. Hasil pengujian menunjukkan kebocoran terjadi pada setiap packing instalasi pipa.
RANCANG BANGUN DESAIN TUTUP PADA OVEN AUTOCLAVE Setiawan, Firman; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8069

Abstract

Salah satu komponen yang terpenting untuk merancang oven autoclave adalah komponen tutup. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi pengujian terhadap komponen tutup serta pengunci tutup oven autoclave dengan menggunakan metoda FEM (Finite Element methode). Hasil pengujian yang telah dilakukan dengan metode FEM menggunakan software autodesk inventor. Dari analisa pengujian simulasi terhadap tutup oven autoclave dengan variasi tekanan 1-10 bar diperoleh bahwa nilai tutup hanya dapat menahan tekanan sehingga 7 bar dengan nilai tegangan yang dihasilkan sebesar 287 MPa dengan defleksi 0,082 cm dan safety factor 1,131. Adapun untuk pengunci tutup oven autoclave menunjukkan bahwa pengunci tutup hanya mampu menahan sampai tekanan 3 bar dengan nilai tegangan yang didapat sebesar 280 MPa, nilai defleksi 0,011 cm serta safety factor nya sebesar 1,160.
RANCANG BANGUN HEATER PADA AUTOCLAVE DENGAN KAPASITAS 3000WATT Farizal, Achmad; Pramono, Gatot Eka; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8129

Abstract

Dalam penelitian ini, perancangan heater oven autoclave dengan model pemanas jenis finned heater dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah pembuatan produk dari material berbahan Kevlar terutamanya bagi mahasiswa teknik mesin UIKA. Rancang bangun yang dilakukan pada spesifikasi: diameter pipa sebesar 12 mm, diameter sirip 24 mm, dengan Temperature Contoller Autonic TC4S untuk mengatur temperatur yang diinginkan serta penambahan fungsi vacuum dan diberi tekanan sebesar 3 bar. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kecepatan kenaikan temperatur terhadap waktu yang dilihat pada layar lcd digital temperatur control per satu menit sampai mencapai temperatur 200ºC. Dari data pengujian didapatkan daya sebesar 3000-Watt dengan arus sebesar 13,59 A. Pada saat temperatur 200 ºC dan waktu pengoperasian tungku 6, konsumsi energi listrik adalah sebesar 0,3 kwh dengan nilai efisiensi termal sebesar 91%. Disimpulkan bahwa kerapatan dan ketebalan dinding oven autoclave sangat berpengaruh terhadap rugi panas yang terjadi pada alat.
Perancangan Konstruksi Tabung Sistem Pressure Swing Adsorption (PSA) Oksigen Konsentrator Syawaludin, Adrian; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8141

Abstract

Tabung Pressure Swing Adsorption (PSA) merupakan struktur utama yang mendukung kerja sistem PSA. Tabung ini berfungsi sebagai wadah zeolite untuk melakukan proses penyerapan udara bebas menjadi oksigen murni dengan diberi tekanan dari dalam. Agar tidak terjadi kebocoran, maka desain serta material yang dipilih harus tahan terhadap tekanan dan juga kebocoran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui detail desain dari sistem PSA. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan produk terhadap pengaruh tekanan, serta mengetahui tingkat kebocoran akibat pengaruh tekanan pada tabung PSA. Perancangan konstruksi dari tabung PSA dilakukan dengan desain menggunakan prinsip bejana tekan serta material menggunakan stainless steel 304. Tabung PSA yang dirancang memiliki spesifikasi tegangan izin material 8,4 í— 107 N/m2, volume tabung 1,3 liter, tebal tabung 0,003 m, serta tekanan perencanaan 4í—105 N/m2. Hasil analisa menunjukkan bahwa tebal tabung shell 2,6í—10-4 m dan flat head 1,1í—10-3 m. Tekanan maksimum tabung hasil analisa sebesar 4,3í—106 N/m2. Tegangan longitudinal 2,7í—106 N/m2, tegangan tangensial 5,5í—106 N/m2, tegangan hidrostatik 5,2í—105 N/m2, tegangan longitudinal akibat tekanan hidrostatik 3,5í—106 N/m2, dan tegangan tangensial akibat tekanan hidrostatik 7,1í—106 N/m2. Hasil analisa sambungan las menunjukkan tegangan izin kawat las 9,8í—107 N/m2 dan tegangan sambungan las 7,1í—103 N/m2. Hasil analisa pada sambungan ulir mencatat tegangan izin material ulir 8,4í—107 N/m2, tegangan aksial pada badan ulir 6í—105 N/m2, tegangan bending pada akar ulir 3,3í—106 N/m2, dan tegangan geser melintang pada pusat akar ulir 1,6í—106 N/m2. Dari hasil analisa struktur desain tabung PSA menunjukkan bahwa sambungan las serta sambungan ulir telah memenuhi persyaratan. Hal ini dikarenakan tegangan hasil analisa tidak melebihi tegangan izin material.Kata kunci :  analisa; bejana tekan; material; pressure swing adsorption; tabung PSA; tegangan
SISTEM KONTROL PNEUMMATIC PADA OKSIGEN KONSENTRATOR Aprina, Adam; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8154

Abstract

Sistem pneumatic telah banyak diaplikasikan terutama untuk tujuan otomasi pada industri makanan, minuman, farmasi, migas, otomotif, dan industri. Salah satunya dengan pembuatan alat bantu untuk daur ulang oksigen dalam bidang kesehatan. Untuk menanggulangi kehabisan oksigen maka muncul gagasan untuk membuat oksigen konsentrator. Oksigen konsentrator merupakan alat yang dapat menghasilkan oksigen dengan penerapan sistem Pressure Swing Adsorption (PSA). Dalam penelitian ini, kebutuhan kompresor untuk proses produksi oksigen ditentukan yaitu pada debit QS= 0,86 â„“/s dan daya sebesar Ns = 0,6 kW. Dua tabung zeolit bekerja secara bergantian yang diatur waktunya oleh program PLC dengan program P 3.2 untuk selonoid valve selama 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 detik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil konsentrasi oksigen yang maksimal pada tekanan kerja 4-5 bar. Dari hasil pengujian, konsentrasi oksigen yang maksimal diperoleh ketika selonoid valve diatur dalam waktu 60 detik dengan konsentrasi 48,0% dan flowrate 5 Liter/menit. Dengan hasil konsentrasi yang diperoleh, alat ini masih belum menunjukkan performa maksimal untuk dapat digunakan di rumah sakit.
Rancang Bangun Oven Pengering Larva Black Soldier Fly (BSF) Kapasitas 500 Gram Per Batch Afriansyah, Afriansyah; Eka Pramono, Gatot; Rochman Budiyanto, Nur
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8169

Abstract

Pakan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas hasil budidaya unggas, namun biaya pakan pada sebuah usaha budidaya unggas hampir mencapai 80 persen biaya usaha. Maggot black soldier fly (BSF) menjadi salah satu alternatif terbaik pakan unggas. Pakan ini memiliki kandungan gizi yang sangat baik yaitu protein 43,23%, lemak 19,83%, serat kasar 5,87%, abu 4,77%, BETN 26,3% dan memiliki asam amino esensial lengkap yaitu Glisin 3,80%, Lisin 10,65%, Arginin 12,95%, Alanin 25,68% serta Prolin 16,94%. Maggot yang baik memiliki kadar air kurang dari 7,9%, akan tetapi produksi atau pengeringan yang selama ini dilakukan masih bersifat manual yaitu dengan metoda sanggrai. Dalam penelitian ini, rancang bangun oven pengering maggot dengan sumber energi dari listrik dilakukan untuk menggantikan proses manual sehingga akan mendapatkan kualitas maggot yang seragam. Diperoleh bahwa pada temperatur 90°C, penguapan kadar air maggot sudah berkurang cukup banyak dan waktu yang diperlukan pengujian di temperatur ini cukup cepat untuk mendapatkan RH yang stabil dan daya yang terbilang cukup sedikit dari pengujian yang sebelumnya.Kata kunci : kandungan gizi; kelistrikan; maggot; oven listrik; pakan.
Rancang Bangun Alat Pemisah Pakan BSF (Black Soldier Fly) Dengan Sistem Vibrating Pratomo, Jatmiko Ega; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8174

Abstract

BSF (Black Soldier Fly) merupakan larva hermetia illucens sebagai pakan hewani peliharaan masyarakat. Dalam proses pembudidayaan BSF tidaklah mudah, akan tetapi memerlukan waktu yang panjang dan rumit. Salah satu prosesnya adalah pemanenan produk dengan memisahkan antara sisa makanan (residu) dengan larva BSF menggunakan ayakan. Dalam dunia industri pemanenan produk ini masih menggunakan ayakan manual. Untuk skala yang lebih besar maka diperlukan mesin dengan efisiensi yang lebih baik dari sistem sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan proses produksi alat yang sesuai dengan requirement. Requirement yang dimaksudkan dalam perancangan adalah menggunakan sistem vibrating serta menerapkan konsep knock down.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin yang dibuat mampu bekerja dengan baik untuk memisahkan antara residu dengan larva menggunakan sieve 1 sebagai pemisah utama antara residu dan larva ukuran mesh 10 mm x 10 mm, sedangkan sieve 2 sebagai pemisah layer 2 untuk residu yang tidak terayak total pada sieve 1 menggunakan ukuran mesh 5 mm x 5 mm. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa alat yang dibuat sudah mampu mengayak larva secara kontinyu, sehingga residu halus dan larva BSF dapat keluar dengan sendirinya.

Page 10 of 12 | Total Record : 115