cover
Contact Name
Mamat Rahmat
Contact Email
almikanika@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
almikanika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Sholeh Iskandar No.Km.02, RT.01/RW.010, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Almikanika
ISSN : 26551950     EISSN : 26854872     DOI : https://doi.org/10.32832/almikanika
Almikanika journal Berisi hasil-hasil penelitian, studi lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Struktural, Material & Manufacturing, dan Mekatronika.
Articles 115 Documents
Modifikasi Desain Mesin Uji Puntir Material Logam Dan Komposit kara, Reksi Bagas; Fitri, Muhamad
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8924

Abstract

Pada umumnya modifikasi desain dilakukan karena adanya kebutuhan untuk menaikkan atau meningkatkan kapasitas maupun kinerja mesin. Mesin uji puntir adalah salah satu mesin yang digunakan untuk kegiatan praktikum mahasiswa teknik mesin di Universitas Mercubuana, sehingga mahasiswa dapat mengetahui sifat dan spesifikasi material logam dan komposit. Mesin uji puntir yang ada masih menggunakan handle/setir secara manual untuk proses geraknya. Beda penguji yang memutar handle maka akan menghasilkan kecepatan putar yang berbeda juga, sehingga hasil yang didapat kurang akurat. Karenanya perlu dilakukan modifikasi terhadap mesin uji dengan menggunakan motor listrik agar putarannya lebih stabil sehingga hasil yang didapat lebih akurat. Sebelum dilakukan modifikasi mesin uji puntir, terlebih dahalu dilakukan modifikasi desain untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan. Software CAD (Computer Aided Design) digunakan dalam mendesain dalam software Autodesk Inventor. Pada mesin uji puntir ini dilakukan pergantian sistem penggerak, sehingga perlu adanya penambahan emergency stop untuk mematikan putaran motor listrik dalam kondisi darurat, jika memang diperlukan. Mesin uji puntir ini juga belum memiliki cover pelindung di area spesimen material yang sedang diproses puntir. Sehingga ada potensi serpihan spesimen berhamburan ke arah si penguji yang dapat membahayakannya. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah mesin uji puntir dapat memberikan hasil pengujian lebih akurat serta lebih aman digunakan.Kata kunci : cover pelindung; ; emergency stop; mesin uji puntir; modifikasi desain; motor listrik.
Peningkatan Kemampuan Software Pada Alat Uji Puntir Logam Rohmatulloh, Izzi; Fitri, Muhamad
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8956

Abstract

Pengujian sifat material pada baja dan komposit sangat dibutuhkan untuk mengetahui sifat material yang digunakan. Salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat material yaitu metode pengujian puntir. Dalam penggunaannya, alat uji puntir juga dilihat dari aspek kemudahan dalam pengoperasiannya. Untuk meningkatkan kemudahan penggunaan serta fleksibilitasnya, alat uji puntir perlu dimodifikasi dengan menggunakan 1 program yang dapat digunakan baik untuk material baja maupun komposit. Dalam penelitian ini, modifikasi program dibuat dengan perangkat lunak untuk dapat menampilkan data secara realtime grafik tegangan geser, regangan geser, torsi, dan sudut puntirnya. Input data dari program ini menggunakan sensor load cell dan rotary encoder yang akan mencatat berat dan sudut putarnya, dan motor listrik sebagai penggerak spindle yang akan memuntir spesimen sampai putus. Data yang didapat oleh sensor selanjutnya diproses menggunakan mikrokontroler Arduino Mega dan diolah  pada Microsoft Visual #C untuk ditampilkan datanya. Output data yang didapat pada perangkat lunak disimpan dengan format *.csv untuk data dan *.png untuk dapat ditampilkan dalam bentuk grafik. Pengujian puntir spesimen dengan perangkat lunak ini dilakukan pada material ST37 yang memiliki dimensi sama dan spesimen yang diuji berjumlah 3 pcs agar menghasilkan trendline grafik data yang stabil. Diperoleh hasil bahwa pengujian sistem control loadcell dengan membandingkan antara berat aktual dan berat yang dibaca load cell pada monitor menghasilkan data error dengan nilai rata-rata sebesar 0,5%. Sementara pengujian sistem control rotary encoder dengan membandingkan jumlah pulsa dengan sudut aktual menghasilkan pembacaan rotary encoder pada monitor yang mencapai 0,15°.Kata kunci :  arduino mega; microsoft visual c#; modifikasi program; pengujian puntir. 
Rancang Bangun Mesin Belt Sander Setiawan, Ilham Heru; Pramono, Gatot Eka; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13890

Abstract

Pada penelitian ini dirancang mesin amplas sabuk (belt sander) yaitu mesin amplas yang menggunakan sabuk pegangan dari sisi – sisi amplas tersebut yang berfungsi untuk mengikis suatu permukaan yang ringan seperti kayu balok, logam ringan, alumunium dan yang merupakan benda kerja ringan. Unjuk kerja mesin ini yakni melalui perhitungan dan perancangan mesin dengan menggunakan program/aplikasi komputer menggunakan SolidWorks 2018. Dari hasil perhitungan dan perancangan disimpulkan bahwa mesin amplas (belt sander) menggunakan daya motor listrik dengan spesifikasi 1 hp (2800 Rpm) dengan menggunakan Pulley dengan perbandingan 2:1. Mesin ini juga dirancang untuk melakukan proses kerja pada posisi horizontal dan vertikal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perbandingan Pulley sangatlah berpengaruh pada kecepatan yang diinginkan untuk sebuah perancangan mesin yang berkali – kali salah pada ukuran dan desain yang tidak sesuai pada fungsinya.
Analisis Variasi Arus Terhadap Hasil Pengelasan SMAW Pada Frame Alat Uji Torsi Syarifudin, Abdurachman; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13892

Abstract

Pengelasan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dunia industri. Las SMAW  (Shielded Metal Arc Welding) merupakan salah satu jenis pengelasan yang  menggunakan elektroda (busur listrik) sebagai sumber panas untuk pencairan. Untuk elektroda jenis AWS E6013 í˜2,6mm, arus yang digunakan berkisar antara 70 - 90 Ampere pada material baja ASTM A36 . Dengan interval arus tersebut, pengelasan yang dihasilkan akan berbeda - beda. Penentuan  besarnya arus dalam  penyambungan logam menggunakan las busur  mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan  las. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus terhadap sifat mekanis pada sambungan las. Penentuan  besar arus dalam  pengelasan ini mengambil 60A, 70 A,  80A, dan 90A. Hasil uji tarik pengelasan dengan menggunakan arus 90A memiliki nilai tegangan maksimum sebesar 4,7 MPa dengan nilai regangan yang didapat sebesar 3,55 %, dan nilai tegangan luluh sebesar 3,80 MPa. Sedangkan nilai modulus elastistas relatif menurun dibandingkan dengan ketiga nilai diatas yaitu 132,394 MPa. Nilai rata-rata tertinggi uji kekerasan arus 70A memiliki nilai daerah las paling tinggi yaitu 107,6 HRC dan nilai pada titik induk logam sebesar 97,24 HRC. Sedangkan nilai paling terendah dimiliki pada arus 60A sebesar 101,06 HRC. Untuk daerah HAZ baja yang memiliki nilai tertinggi pada arus 90 A sebesar 95,98 HRC.
Perancangan Sistem Kendali Nirkabel Robot Pengantar Barang AWH16 Menggunakan Modul Bluetooth Gustiana, Muhamad Halif; Sutisna, Setya Permana; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13893

Abstract

Saat ini teknologi robot semakin berkembang pesat, khususnya teknologi yang berhubungan dengan pengontrol otomatis, sehingga manusia selalu mencari proses otomatisasi yang pengoperasiannya dapat digunakan dengan mudah. Perancangan sistem robot pengantar barang AWH16 dikendalikan dengan sistem nirkabel menggunakan modul Bluetooth HC05, dimana modul akan bekerja untuk menggerakan robot yang dapat bergerak maju dan berbelok dalam mengantar barang. Hasil pengujian modul Bluetooth HC05 saat pengujian tanpa adanya halangan dapat menjangkau hingga jarak 10-meter atau 1000 cm dan ketika adanya halangan Bluetooth HC05 hanya mampu terkoneksi dan menjangkau jarak 9 meter. Kecepatan rata-rata robot ketika berjalan lurus dengan beban 2 kg adalah sebesar 0,099 m/s. Sementara dengan beban 20 kg diperoleh rata-rata kercepatan 0,080 m/s. Ketika robot berbelok 90 derajat dengan beban 2 kg diperoleh rata-rata kecepatan 0,236 m/s, sedangkan dengan beban 20 kg diperoleh rata-rata kecepatan 0,188 m/s. Dengan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa modul Bluetooth HC05 dapat diaplikasi untuk mengendalikan robot pengantar barang dengan kendali jarak jauh.
Rancang Bangun Oven Autoclave Kapasitas 180 Liter Jaelani, Jeri; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13896

Abstract

Oven outoclave merupakan bejana tekan yang diberikan tekanan dengan pemberian panas secara langsung kedalam oven autoclave. Komponen utama memiliki ketebalan plate 4 mm serta beroperasi pada tekanan hingga 2 bar dengan temperature maksimal 200° C. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa kekuatan struktur oven autoclave dengan metode penyelesain persamaan dan simulasi. Setelah dilakukan analisa menggunakan penyelesaian perhitungan dan simulasi, didapatkan hasil persamaaan tegangan untuk material dengan tebal 4 mm. Nilai yield strength dari analisa perhitungan pada tekanan 2 bar menghasilkan tegangan 20,9 MPa, 10 bar sebesar 104,6 MPa, 20 bar sebesar 209,2 MPa dan pada tekanan 30 bar sebesar 313,8 MPa. Sedangkan berdasarkan analisa simulasi, pada tekanan 2 bar menghasilkan tegangan yield strength  sebesar 21 MPa, 10 bar sebesar 103 MPa, 20 bar sebesar 206 MPa, dan di 30 bar sebesar 309 MPa. Untuk penggunaan material plat AISI 1015 dengan ketebalan 4 mm,  tekanan yang bekerja sebesar 2 bar masih aman untuk digunakan. Karena pada tekanan 2 bar menghasilkan yield strength sebesar 20,9 Mpa (analisa perhitungan) dan 21 MPa (analisa simulasi) masih jauh dari nilai maksimal standard yaitu 325 MPa.
Perhitungan Dan Design Komponen Pneumatik Alat Press Emping Melinjo Syawalludin, Muhammad Ilham; Hartono, Budi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13897

Abstract

Sistem pneumatik sangat berperan dalam penentuan berhasil atau tidaknya suatu sistem pneumatik. Dikarenakan suatu sistem pneumatik ada proses perpindahan udara dengan melakukan langkah piston sebagai tekanan suatu sistem itu sendiri. Langkah awal hingga akhir dalam sistem pneumatik merupakan proses terjadinya perpindahan tenaga kepada obyek yang akan mengalami proses tekanan. Menentukan desain dan perhitungan yang digunakan merupakan hal penting sebelum melakukan sistem pneumatik. Dari perhitngan daya kompresor, konsumsi udara pada piston, gaya efektifitas piston dan perhitungan tekanan kerja yang dilakukann. Berdasarkan besaran gaya yang sudah diperhitungkan, sehingga diharapkan suatu proses dapat melakukan sistem kerja dengan semestinya, pada alat ini obyek yang akan diberi tekanan kerja adalah melinjo agar dapat menjadi emping. Mesin press yang menggunakan sistem pneumatik untuk menghasilkan tekanan konstan dan waktu yang sesuai terhadap buah melinjo, sehingga menhasilkan ukuran yang sama.
Analisis Kekuatan Tali Baja Pada Tower Crane Berkapasitas 300 Kg Mawardi, Sandi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13899

Abstract

Tali baja merupakan komponen utama pada sistem pesawat pengangkat khususnya tower crane. Tali baja memiliki desain serta kekuatan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan dalam penggunaannya. Konstruksi tali baja yang umum digunakan pada tower crane adalah jenis 6x19, yang artinya tali baja memiliki 6 pintalan strands dan pada setiap strands terdapat 19 untai kawat yang memintal. Tali baja yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis 6x19 dengan diameter 10 mm. Berdasarkan BSN SNI 0078:2008, tali baja yang digunakan memiliki spesifikasi tegangan patah (σb) = 6620 kg/cm2, beban patah (Pb) = 180 kg/mm2, dan berat tali = 0,430 kg/m. Analisa tali baja dilakukan dengan variasi pembebanan yang berbeda yaitu 300, 400, dan 500 kg. Analisa ini bertujuan untuk memperoleh kelayakan tali baja yang akan digunakan pada tower crane yang akan dirancang, meliputi nilai tegangan yang terjadi ketika tali diberi beban, diameter tali baja, regangan tali baja yang terjadi selama pemakaian, dan Umur pakai tali baja sebelum tali baja tersebut rusak. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa tali baja aman digunakan pada tower crane.
Uji Kinerja Performa Oven Pengering Tipe Rak Pada Larva Black Soldier Fly (BSF) Fadil Mochamad Ramdan; Gatot Eka Pramono; Edi Sutoyo
ALMIKANIKA Vol 5 No 3 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinerja oven pengering tipe rak pada larva BSF (Black Soldier Fly). Penelitian ini menggunakan metode data deskriptif serta penyajian berupa tabel dan grafik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif, data yang diperoleh ditabulasikan ke dalam bentuk tabel dan diinterpretasikan melalui grafik yang kemudian akan menjadi acuan dalam membuat deskripsi mengenai uji kerja dari oven. Parameter yang diamati meliputi kadar air bahan (%), laju pengeringan (%/jam), kapasitas efektif alat (kg/jam), kebutuhan daya (kWh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengatur suhu pengeringan bertahap dapat beroperasi sesuai suhu dan rentang waktu yang dikehendaki. Suhu pengeringan 60⁰C dapat menurunkan kadar air larva BSF (Black Soldier Fly) dari 66% menjadi 11% dalam waktu 1 jam.Kapasitas efektif oven pengering tipe rak terendah yaitu 0,031 kg/jam dan tertinggi yaitu 0,074 kg/jam. Laju pengeringan mesin pengering tipe rak tertinggi yaitu 4,75%/jam, karena kadar air yang tinggi 11% mengakibatkan laju pengeringan tinggi. Kebutuhan daya untuk mencapai pengeringan yang diinginkan yaitu 6,21 kWh. Pengeringan menggunakan oven pengering tipe rak sangat efisien karena tidak mengurangi atau merusak kadar protein pada larva BSF (Black Soldier Fly). Kata kunci : Black Soldier Fly; daya; kadar air; pengeringan; suhu.
Analisis Rugi Mayor Dan Rugi Minor Pada Alat Uji Rugi-Rugi Aliran Dalam Pipa Wibowo, Agus; Fitri, Muhamad
ALMIKANIKA Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa merupakan komponen yang banyak digunakan untuk pendistribusian fluida dan dipilih karena banyak jenis, bentuk serta ukurannya. Fluida yang dialirkan menentukan jenis dan bentuk dari instalasi pemipaan serta pendistribusiannya sering menggunakan sambungan pipa (fittings), pipa lengkung (elbow), maupun flange. Pengunaan sambungan akan menimbulkan permasalahan kompleks pada instalasi pipa yaitu rugi-rugi aliran dalam pipa yang berupa rugi-rugi mayor maupun minor. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian alat rugi-rugi aliran dalam pipa pada pipa lurus jenis PVC, Galvanise, Stainless dan komponen pipa seperti elbow, reducer,dan valve untuk menghitung terjadinya penurunan tekanan, rugi mayor, dan minor. Pengujian dilakukan dengan mengukur tekanan yang masuk dan keluar menggunakan pressure gauge dengan variasi bukaan katup 1/3 , 2/3 dan 3/3. Setelah dilakukan pengujian kemudian dilakukan analisa untuk mengetahui berapa penurunan tekanan, rugi mayor dan rugi minor. Dihasilkan penurunan tekanan terbesar pipa Galvanized steel 3236 Pa, pipa Stainlees Steel 3138 Pa dan pipa PVC sebesar 2157 Pa. Pada Elbow 450 sebesar 981 Pa dan 4903 Pa untuk Elbow 900. Kemudian rugi mayor terbesar pipa Galvanized steel sebesar 0,33 m, pipa Stainlees Steel 0,32 m dan pipa PVC sebesar 0,22 m dan rugi minor terbesar Elbow 450 sebesar 0,10 m dan 0,50 m untuk Elbow 900. Sehingga, semakin besar bukaan katup maka semakin besar rugi-rugi yang dihasilkan. Kata kunci :  Penurunan tekanan, mayor losses, minor losses, pipa.

Page 11 of 12 | Total Record : 115